NovelToon NovelToon
BELENGGU CINTA

BELENGGU CINTA

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:63.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayumi

Mahalini Lembong menatap tajam Rae Sitha Dewi. ia berjalan memutar menuju ke meja Rae dan menulis cek seratus juta rupiah. Rae mengambil cek itu acuh dan memasukkan ke kantong celana jeannya. Ia berharap dengan uang ini ia bisa mengobati ibunya yang lagi butuh pertolongan.

Dengan senyum licik Mahalini menyodorkan selembar kertas putih untuk ditandatangani oleh Rae. Walaupun agak ragu, Rae dengan cepat menggores kan pulpen hitam itu diatas kertas.

Mahalini Lembong adalah gadis kaya berusia dua puluh lima tahun. Dia putri pemilik Cafe Gaul tempat Rae mengais rejeki setiap hari. Kebetulan postur tubuh mereka juga hampir mirip yang membuat Mahalini lebih leluasa menguasai Rae. Ia punya rencana jitu untuk bertukar posisi dan mengelabui ibunya, serta calon suaminya.

Apakah rencana Mahalini Lembong dibalik pemberian uang seratus juta?

***
Hallo guys, ini buku baruku. Jangan lupa like, comment dan gift. Trimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI KEDUA

Akhirnya bi sumi sampai di tempat nge gym, ia turun dari mobil buggy membawa makanan.

"Nona kenapa berada disini?" tanya Sumi pura-pura tidak tahu kalau nonanya kesasar.

"Bibi...saya kesasar. Tadi sudah menelpon Tuan, tapi saya malah ditakut-takuti. Untung masih pagi, kalau malam saya bisa mati berdiri."

"Nona sedang olahraga?"

"Owh...maaf, saya tadi lepas kain." ucap Rae memakai jariknya.

"Tidak apa-apa nona, seharusnya memang memakai celana pendek."

"Ini khan Puri, saya tidak berani gegabah."

"Nona sudah sering kesini, biasa nge gym dan berenang, kenapa pura-pura lupa? mungkin nona belum sarapan."

Rae mendadak bungkam, ia lupa menjadi Mahalini. Selalu saja keceplosan.

"Nona silahkan sarapan dulu."

"Sarapan? bibi kesini bawa sarapan. Darimana bibi tahu saya berada disini."

"Mumpung lewat, tadi bibi maunya ke hutan." canda bi Sumi.

"Apa di belakang sana ada hutan?"

"Makanya nona harus hati-hati berjalan, kalau lewat sini bisa masuk hutan."

"Ngeri juga. Kalau hutan berarti ada binatang buas, aku yakin itu."

"Setuju dengan pendapat nona, buaya darat juga banyak disana hahaha..." ucap bi Sumi tertawa renyah. Rae ikut tertawa, sebodoh-bodohnya, ia tahu arti buaya darat.

"Ngomong-ngomong kenapa orang semuda bibi sudah di panggil bibi, kesannya tua."

"Umur bibi sudah hampir tiga puluh tahun, nona berapa umurnya?"

"Baru sembilan belas hehe.. lupa, berapa ya. Bibi tadi saya bercanda, umur saya sudah tua." kembali Rae keceplosan. Ia betul-betul lupa umur Mahalini. KTP nya ada di tas nya.

Sumi tersenyum menanggapi, ia membuka box makanan, dan menggelar di depan Rae. Gadis itu duduk di lantai, rambutnya yang panjang di kuncir kuda. Cantik alami dengan leher jenjang.

"Silahkan makan yang banyak nona, supaya lebih gemuk."

"Trimakasih bi, kelihatan enak semua. Tapi bibi harus ikut makan, saya tidak mau makan sendirian."

"Saya pelayan tidak boleh ikut makan."

"Kalau sama saya tidak ada perbedaan, bibi bisa menjaga sikap hanya di depan nyonya dan Tuan. Sekarang kita cuma berdua, jangan menolak."

Setelah terus dipaksa, bi Sumi akhirnya mau juga ikut makan. Pelayan itu kaget melihat Rae makan dengan sangat lahap dan porsinya banyak.

"Aku makan seperti kuli, bibi pasti heran. Tidak boleh membuang nasi, walaupun tidak enak, apalagi kalau enak, habisi semuanya hahaha..."

"Silahkan minum susunya nona."

"Trimakasih bi, kalau aku lebih senang habis makan minum air putih, tapi kalau ada susu tidak apa-apa." ucap Rae.

Tangannya meraih susu dan sekali teguk, habis. Biasanya Mahalini tidak pernah mau minum susu, ia selalu menolak, dan mengganti dengan jus. Ntahlah, ia tidak mau berspikulasi.

Dewa yang menonton lewat cctv, tambah curiga melihat istrinya minum susu. Dewa memastikan kalau istrinya bukanlah Mahalini.

Ia terus memperhatikan gerak gerik istrinya yang bertolak belakang dengan sifat Mahalini. Apakah orang lain yang menyamar menjadi Mahalini? Dewa terus berpikir keras cara membuktikan kalau istrinya bukan Mahalini, maksudnya bukti yang konkret.

Jangan-Jangan gadis ini adalah penculik Mahalini Lembong, dia menggantikannya untuk memburu harta. Bisa juga ia pacar Benedictine lizarazu, pemuda tampan yang selalu menanyakan keadaan istrinya.

Masalahnya temannya itu tumben minta main kerumahnya, padahal ini hari kerja.

Apa Bened ia suruh datang saja, supaya ketemu dengan istrinya kemudian bikin jebakan. Di ruang tamu ada cctv, di tempat nge gym juga ada. Mereka suruh bertemu disana, kira-kira apa yang terjadi?

Kalau sekarang pasti istrinya capek. Lebih baik besok saja, kebetulan besok sabtu semua pada libur. bathin Dewa.

Untuk memastikan bahwa istrinya bukan Mahalini, Dewa buru-buru ke kamar istrinya, ia mau memeriksa dompetnya. Dadanya berdebar keras mendapatkan KTP istrinya, ternyata istrinya bernama Mahalini, usia dua puluh lima tahun, semua cocok. Ohh...ada rasa kecewa jika istrinya bener-bener Mahalini.

Dengan lesu ia keluar dari kamar istrinya. Harapannya pupus sudah. Tapi kenapa Mahalini berubah?

"Ngapain masuk ke kamar ku, kamu pasti mau mencuri dompet." tegur Rae tiba-tiba menghadangnya. Pria itu kaget, langsung menghentikan langkahnya, ia mendongak menatap Rae dengan seksama.

"Aku ingin memeriksa kamarmu, apakah kamu sudah membersihkan kamarmu?" kilah Dewa, Rae menjebikkan bibirnya.

"Alasan! baru bangun aku sudah bersihin kamar. Lagi sekali kamu masuk, jangan salahkan aku menendangmu keluar."

"Aku balik menendangmu supaya kamu jadi gelandangan..." walau hanya ancaman kosong, membuat Rae terdiam. Perasaan sedih menyusup jantung, membuat mata Rae seketika berkabut. Tanpa basa basi Rae menarik kakinya masuk ke kamar.

Setelah mengunci pintu, Rae melangkah ke kamar mandi, ia ingin berendam. Lelah lahir bathin menjadi Mahalini. Perlahan ia membuka bathtub dan mencampur Bath Bomb lewat aliran air kran. Gelembung air perlahan mulai tercipta.

Sementara Rae mandi di shower, bathtub sudah penuh airnya. ia kemudian naik ke bathtub berendam. Segar rasanya, tapi tidak mengurangi perasaan sedihnya, air matanya tetap jatuh, Rae terisak.

Dewa berjalan menuju ruang makan, ia langsung duduk disamping mamanya.

"Makanlah, jangan bekerja terus. Sekarang sudah ada Mahalini, lebih baik bagi pekerjaan dengannya."

"Aku tidak mau buru-buru, nanti dia mengira kita tidak punya empaty."

"Kamu terlalu negatif thinking. Jangan makan tergesa-gesa. Belum telat, nanti kamu malah keselek."

"Ada relasi yang menunggu di kantor, jangan Mahalini di kasih berseliweran di rumah ini, apalagi kontak fisik dengan orang lain."

"Kenapa begitu, ada-ada saja."

"Pelayan tidak boleh ada yang tahu masalah ini. Sebenarnya Mahalini kena AIDS, dia sendiri bicara padaku, makanya ia banyak berubah."

Nyonya Agung bukannya kaget, ia malah menahan ketawa. Apalagi alasan Mahalini supaya Dewa tidak meluncurkan rudalnya, kecuali penyakit itu. Nyonya Agung sangat maklum perasaan Mahalini, ia terpaksa putus cinta dengan sang kekasih demi pernikahan ini.

"Mama tidak menyalahkan Mahalini, kasih dia ketenangan dulu." ucap nyonya Agung mengakhiri suapannya.

"Mama juga tidak boleh dekat."

"Ya sayank mama mengerti, semoga saja Mahalini cepat sembuh." sahut nyonya Agung cepat, ia tidak akan membantah omongan putranya, nanti juga sadar sendiri.

Jarum jam bertengger di angka sepuluh. Pak Leon pengawal pribadi Dewa dari tadi sudah menunggu. Dewa menyesal berjanji ketemuan dengan relasi, harusnya ia bisa menunda pertemuan itu.

Semua orang sudah tahu bahwa ia masih dalam suasana bulan madu. Wajar kalau ia beralasan menikmati istirahat dirumah sampai besok.

"Maaf Tuan mobil sudah siap."

"Aku mau naik Lamborghini yang kemarin di pakai." sahut Dewa lesu.

"Bangku hanya dua Tuan, apakah anda ingin supaya saya juga membawa mobil?"

"Tidak perlu, kamu yang setir, saya lagi malas."

"Baik Tuan." ucap Leon.

Ketika mobil Lamborghini itu keluar dari Puri, sebuah BMW nyelonong masuk dan parkir dengan mulus di carport depan rumahnya, tempat itu khusus untuk mobil tamu, karena kapasitas garasi penuh.

"Tuan sepertinya itu Tuan Bened."

"Biarin dah. Kalau aku tidak ada, dia pasti pergi lagi." jawab Dewa enteng.

Perkiraan Dewa meleset, Bened malah senang kalau tidak ada Dewa. Ia perlu dengan istri Dewa.Turun dari mobil ia dihampiri oleh dua orang pelayan.

"Pagi Tuan Bened, Tuan Dewa tidak ada dirumah, baru saja pergi."

"Aku tidak percaya, tidak ada pengantin kerja saat bulan madu." kilah Bened tetap melangkah masuk.

"Suwer ...kami tidak bohong, hanya ada nona saja di rumah."

"Tidak apa-apa, kalau begitu aku bertemu nona saja." ucap Bened.

Ia tidak mengindahkan kedua pelayan itu. Setelah berada di rumah utama, terlihat nyonya Agung berdiri seolah menunggu dirinya.

"Pagi tante, saya ingin bertemu dengan Mahalini. Ada sesuatu yang mau saya sampaikan."

"Dewa bekerja, Mahalini sedang istirahat, jika ada yang mau disampaikan lewat tante saja."

"Tidak tante, saya harus bertemu dengan Mahalini, ini urgent."

Ucapan Bened membuat nyonya Agung mengerjitkan alisnya. Timbul rasa kesal dan curiga kepada Bened.

"Silahkan duduk dulu, ngomong-ngomong ada hubungan apa kamu dengan menantu tante?"

"Sebelum menjadi istrinya Dewa, saya dan Mahalini berteman baik. Tante pasti tahu kalau tingkah anak muda zaman now. Tapi tante jangan curiga dilu, saya hanya ingin menghibur Mahalini, kasihan nasibnya."

"Perjodohan itu biasa Bened, nanti juga mereka akur. Witing tresno jalaran soko kulino, cinta hadir karena terbiasa."

"Saya faham soal itu, semoga mereka cepat menyadari, bahwa yang jauh belum tentu bagus. Di atas langit masih ada langit. Jangan membuang berlian di tangan, demi batu kerikil yang terdapat dipinggir jalan. Kadang manusia telat menyadari, karena egonya terlalu tinggi."

"Sepertinya kamu tahu sesuatu. Tante jadi sensitif. Seberapa dekat pertemananmu dengan Mahalini?"

"Kalau sama Mahalini sangat dekat, kadang kami sering ke Bar atau mabuk bersama."

"Mahalini sering jalan malam?"

"Anak zaman now, apalagi orang tuanya berada. Tidak apa-apa tante, kita sekedar ingin tahu dunia malam, 0tidak sampai jadi kalong."

"Ya ampun, pantas Dewa tidak mau menikah dengan Mahalini. Tapi tante melihat kepolosan dari wajahnya."

"Hahaha....mungkin yang tante lihat orang lain."

"Bened jangan suka bercanda, ini masalah harga diri."

"Saya tidak tahu apa-apa, semua itu masa lalu yang tidak perlu diingat." sahut Bened berteka teki. Nyonya Agung semakin penasaran terhadap hubungan Mahalini dan Bened. Ia membuka ponselnya dan menghubungi menantunya lewat whatsapp.

Tidak berapa lama, menantunya datang tergopoh-gopoh.

"Selamat pagi ma, apa mama memanggil saya?"

"Hehe..Mahalini sini duduk, aku mau bertanya sesuatu." ucap Bened tersenyum.

"Bertanya apa Tuan?"

"Jangan panggil Tuan, kita sudah lama temenan, panggil Bened saja."

"Saya bercanda, ada apa mencariku?" Rae cepat meralat omongannya.

"Sayank...ntar kita tengok Ayah, jangan lama-lama ngobrol dengan Bened, nanti dia tertarik padamu."

"Tante bisa saja, kecuali Dewa ngizinin, baru saya berani bergerak, hehe..."

"Nah, ketahuan sudah, kalau Bened tertarik dengan Mahalini."

"Siapa yang tidak tertarik dengan Mahalini orangnya cantik, manis, anggun, baik hati, berbakti dengan ibunya, suaranya sangat bagus...."

"Ihh...jangan berlebihan, saya dari kumpulan yang terbuang." ucap Rae tersipu malu.

"Tante ingetin, jangan bikin huru hara, dan memancing di air keruh. Dewa dalam masa transisi. Pasti akan ada perubahan mental."

"Tenang saja tante, semua akan baik-baik saja. Jika ada perubahan besar saya siap menampung Mahalini."

"Tidak akan ada gejolak, Dewa hanya belum siap menerima Mahalini dan begitu sebaliknya."

"Ben..aku mau ikut mama menengok Ayah, kamu diam disini dulu yaa.."

"Yach, gitu donk, panggil namaku dan jangan pernah bilang "saya" supaya lebih romantis."

"Jangan berkata yang tidak-tidak nanti mama salah persepsi." sahut Rae tersenyum.

"Akhirnya kamu mengerti, mama tidak mau mendengar kata "maaf" dan "khilaf" keluar dari bibir kalian, karena serapat- rapatnya menutup bangkai akan tercium baunya juga."

"Tante, negatif thinking saja, aku tidak mungkin merusak rumput tetangga, hehe. Lebih baik aku ikut melihat om, sudah lama rasanya tidak menjenguknya." Bened berdiri, ia ikut di belakang Rae. Tangannya usil menggandeng tangan Rae. Tentu saja Rae mendelik dan menepis tangan Bened.

*****

1
Katherina Ajawaila
bagus thour cerita nya keren. sukses selalu😘😘😘😘
ayumi: tq kak udah mampir
total 1 replies
Katherina Ajawaila
semoga aja benar semuanya jgn spt ibu Agung tapi hatinya ngk agung. malah judes tingkat tinggi
Katherina Ajawaila
Benedite stadium 4 ya thour 😭
Katherina Ajawaila
Benid, kasihan amat cukup sopan, dr awal.
Katherina Ajawaila
mantap, makanya jgn cemen dewa
Katherina Ajawaila
mati aja yg pada jahat sm Rae,
Katherina Ajawaila
semoga lancar beniddan Rae
Katherina Ajawaila
istri hanya mau harta biar aja mati biar ketiban itu harta2
Katherina Ajawaila
org kaya, saking kaya apa juga bisa di beli dan busuk kalau bisa di tutupin, tapi nama nya busuk pasti bau aja kecium, trus mahalini anak siapa lagi
Katherina Ajawaila
tau diri Dewa, Li aja ngk jelas ningrat tapi senang celup sana sini
Katherina Ajawaila
nmnya mantu hanya di atas kertas, ya jalang tetap jalang semoga terbuka tabir binalmu mahalini
Katherina Ajawaila
dewa biar jadi bego aja sm Rae , begi sih org sarjana ko bego.
Katherina Ajawaila
thour biar ketakaep lah mahalini jalang dan liat😎
Katherina Ajawaila
msti aja lo Dewa, ngk jelas. kabualan terud
Katherina Ajawaila
banci Dewa udh tau istrinya ori tapi masih. meragukan banci ngk tu, cau nya cuci botol doank
Katherina Ajawaila
Luar biasa
Katherina Ajawaila
biar ketangkap mahalini msk sana prodeo ya thour
Katherina Ajawaila
cari caraRae utk tlp Bened, Dewa, ngk mutu hanya ke dagingnya yg tinggi. cepat usaha, plases thour
Katherina Ajawaila
semoga cepat terkuak asli nya mahalini thour, biar tau semua kalau dia msh jadi istri Gunawan. jalang teriak jalang
Katherina Ajawaila
karma berlaku pasti jatuh k dewa, buat ajabantaj2 dewa, mahalini itu jalng. yg sering cuci botol sana sn.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!