NovelToon NovelToon
3 Days, 2 Nights, 1 Love

3 Days, 2 Nights, 1 Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:124.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Quin

Jayden harus menerima takdirnya sebagai seorang bintang, merasa tak memiliki orang yang mencintainya dengan tulus, bahkan Kayla, kekasihnya yang bertahun-tahun dicintainya, hanya memanfaatkannya untuk ketenarannya.

Hingga suatu saat dia bertemu dengan seorang wanita, wanita yang memandangnya dengan cara berbeda, namun bukan hanya itu yang dia temukan, 2 dunia yang berbeda memisahkan mereka bahkan sebelum kuncup cinta bisa mengembang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 -

Can I call you baby?

(Bolehkah aku memanggilmu sayang?)

Can you be my friend?

(Bisakah kau menjadi temanku?)

Can you be my lover up until the very end?

(Bisakah kau menjadi kekasihku sampai masa yang paling akhir?)

Let me show you love, oh I don't pretend

(Biarkan aku menunjukkan padamu bagimana cinta, oh, aku tidak akan berpura-pura)

Stick by my side even when the world is givin' in (Yeah)

(tetaplah di sampingku walau dunia memberikan hal yang terburuk)

Oh, oh, oh, don't

(oh, jangan)

Don't you worry

(Jangan kau Risau)

I'll be there, whenever you want me

(Aku akan ada di sana, kapan pun kau inginkan)

I need somebody who can love me at my worst

(aku butuh seseorang yang dapat mencintaiku pada saat terburukku)

Know I'm not perfect but I hope you see my worth

(Tahu bahwa aku tidak sempurna, namun aku harap kau bisa melihat kualitas terbaiku)

'Cause it's only you, nobody new, I put you first

(karena hanya ada dirimu, tak ada orang lain yang baru, aku mengutamakanmu)

And for you, girl, I swear I'll do the worst

( Dan demi mu, gadis, aku berjanji aku bisa melakukan apapun walaupun hal yang terburuk sekalipun)

If you stay forever, let me hold your hand.

(Jika kau tinggal selamanya, biarkan aku memengang tanganmu)

I can fill those places in your heart no else can

(Aku bisa mengisi tempat di hatimu, tidak ada orang lain yang bisa)

Let me show you love, oh I don't pretend (Yeah)

(Biar aku tunjukkan padamu bagaiman cinta itu, aku tidak akan berpura-pura)

I'll be right here, baby, you know I'll sink or swim

(Aku akan ada di sini, sayang, kau tahu aku akan tenggelam atau berenang (dalam cinta)). (Judul : at my worst, Penyanyi: Pink Sweat, rekomen untuk di dengarkan).

Angin menerpa wajah putih Launa, tak sadarnya sudah beberapa saat mereka berhenti, terlalu terlena dengan suara lembut dan intrumen yang indah, dia tersenyum mendengarnya, Jayden melepaskan airpod itu dari telinga Launa, dia tersenyum menatap wajah Launa yang begitu menggemaskan dengan wajah memerahnya, angin menerbangkan rambut Launa.

"Kita sudah sampai," kata Jayden lembut, membuat Launa mengarahkan wajahnya ke arah Jayden yang bersandar sedikit di sepedanya, melihat dari atas bendungan itu, air mengalir deras bagaikan air terjun, jauh berkumpul di danau yang luas.

Anak-anak itu tak berbohong, pemandangan di sana menakjubkan, dengan alam yang indah dan juga susana yang syahdu.

"Bendungannya indah, kita sekarang ada di atasnya, di belakang kita ada danau yang tenang, namun di depan kita ada semacam air terjun yang mengalirkan airnya sedikit demi sedikit, " kata Jayden sedikit kencang karena suara air juga cukup berisik, takut Launa tak mendengarnya. Launa hanya terdiam mendengarkan hal itu, senyumnya tak pernah hilang menghiasi bibirnya yang merah.

"Di depan kita sekarang, langitnya masih seperti yang tadi, namun sekarang mulai menggelap, suasannya benar-benar indah, Launa, bisakah kau membanyangkannya?" tanya Jayden tak tahu lagi harus berkata apa dengan bentangan alam yang tersembunyi, tak menyangka di desa kecil ini ada tempat yang seindah ini.

"Ya, aku bisa," kata Launa tersenyum.

"Baguslah, karena jujur aku sudah mulai kehilangan kata-kata dalam menyampaikannya," ujar Jayden menikmati hal itu, merasa senang diberikan kesempatan untuk bisa ada di sini.

"Tuan …. " kata Launa lagi lembut.

"Bisakah kau mulai memanggilku Jayden, atau Jay saja boleh," kata Jayden melirik ke arah Laura yang sedang merapikan anak rambut yang mencambuk wajahnya.

"Jay?" suara Laura pelan, Jayden langsung senang, entah kenapa hanya karena namanya dipanggil oleh Launa, dia bisa sangat bahagia, apakah dia menyukai gadis ini?

"Ya?"

"Bolehkan aku melihat wajahmu? " tanya launa memberanikan diri, detak jantungnya sampai sekarang sungguh tak beraturan.

Jayden mengerutkan dahinya, Launa mencoba untuk turun dari sepeda itu, Jayden membantunya dengan memegang kedua lengan Launa, setelah Launa berdiri dengan baik, dia lalu meraba kedua tangan Jayden, menemukan tubuh pria itu ternyata cukup besar dengan lekukan otot di tangannya, Jayden membiarkan tangan Launa yang merayap ke lengan atasnya, perlahan menyentuh pundaknya, sentuhan tangan Launa yang halus itu menyentuh leher Jayden, memberikan sengatan pada kulitnya, Jayden hanya menatap wajah Launa yang seperti sedang memetakan dirinya di dalam pikiran Launa.

Tangan Launa merayap, mencapai rahang Jayden yang tegas, perlahan dengan sentuhan lembutnya meraba masker yang di pakai oleh Jayden, terasa kasar bagi Launa yang mengerutkan dahinya, tangan Launa ingin mengapai lebih ke atas, namun salah satu pergelangan tangan Launa digenggam oleh Jayden.

"Kau tidak akan ingin melihat wajahku," kata Jayden perlahan.

"Kenapa?" kata Launa yang mengenggam tangannya perlahan, lepas dari sisi wajah Jayden.

"Aku takut aku tidak sesuai dengan ekspektasimu," kata Jayden memandang mata indah Launa yang benar-benar menghipnotisnya.

Bukan, Seumur hidup tentu Jayden tak perlu mengkhawatirkan tentang wajah dan penampilannya, dengan sekali lirik saja dia bisa membuat semua wanita ingin menjadi miliknya, namun itu pula menurutnya adalah kutukan baginya, dia tak ingin Launa tahu siapa dia, dia ingin wanita ini tetap seperti ini padanya, seperti lagu tadi, menemukan nilainya sebenarnya, bukan karena penampilan luarnya.

"Aku tidak berharap apa-apa padamu, aku hanya ingin mengingatmu," kata Launa lembut berlatar belakang suara gemericik air dan sendunya suasana sore menjelang malam yang temaram.

"Maka ingatlah aku seperti yang pikirkan sekarang, bagaimana menurutmu aku?" kata Jayden tersenyum, genggaman tangannya yang tadi ada di pergelangan tangan Launa bergeser memengan tangan wanita itu dengan sangat hangat, tentu hal itu membuat Launa semakin tak karuan perasaannya sekarang.

"Kau … bagiku kau pria yang ceria, yang baik dan lembut," ujar Launa, sebenarnya ingin meledak mengatakan hal itu di depan Jayden, Jayden tersenyum, begitu manis deskripsi Launa tentangnya, dia sangat senang mendengarnya, bahkan lebih dari senang, seakan dia ingin berteriak, jauh lebih senang saat dia memenangkan penghargaan penyanyi terbaik tahun lalu, sekarang dia yakin, dia benar-benar menyukai wanita ini, mungkin lebih dari itu.

“Who!" teriak Jayden menggema di tempa sepi itu.

Tanpa aba-aba apapun, hanya ingin melampiaskan rasa senangnya, dia menarik tangan Launa, mendekap wanita itu dalam pelukan hangatnya, membuat tubuh Launa terkaku seketika, seumur hidupnya tidak ada orang yang pernah memeluknya, Launa sudah ingin pingsan rasanya, jantungnya berdegup kecang, tubuhnya panas hingga pipinya pun panas, deburan angin yang sudah mulai kencang bahkan tak bisa lagi dirasakannya, telinga hanya menempel di dada bidang Jayden, mendengar suara jantung yang keras dan memburu, tak yakin, itu milik Jayden atau miliknya, karena rasanya jantungnya sudah berontak ingin dikeluarkan dari kerangkengan tulang-tulang iganya, tak sanggup menerima hal ini.

"Aduh, haha," suara anak kecil yang tertawa riang terdengar, membaut Jayden sadar dan melirik ke belakang, melihat dua anak yang tadi mengantar mereka masih ada di sana, jika sedang jatuh cinta, dunia memang hanya milik berdua.

Jayden mengeratkan pelukannya sambil satu tangannya mengeluarkan gestur untuk tetap diam pada dua anak yang menutup mulutnya namun tampak begitu senang itu, Jayden masih belum bisa melepaskan pelukannya, dia yakin, kali ini benar-benar jatuh cinta, tidak ada kepura-puraan.

1
Wangintowe Tundugi
kok gitu
Wangintowe Tundugi
siapa bibi juliet😁
Wangintowe Tundugi
anak tiri
Susanti
bagus
Susi Yanti
br efisi 29 kok udah berhenti yaaa....
Qie_batubara
ngulang baca...
Teh lia
Aku baca semua novel mu ka,tpi syang knpa di novel ini bikin kecewa ngegantung pdahal kisah nya seru jadi sedihhhhh kk author tolong lanjutin ya ka....
Anonim
penasaran lanjut kak quin...
Rinisa
Cerita nya bagus, sayang sekali tdk di lanjut Kak Quin....
Rinisa
Semua karya novelmu bagus....👍🏻
Mutiara Sani
kak quin ini ngk diterusin lagi ya kk
Kristiana
sampe lupa ceritanya gimana...saking lamanya 😇😇😇
🌻 sinar 🌻
g diterusin kak? ngebut bacanya tyt lom end 😁
kafa ainshod
mbak quin... sayang...

kapan update abang jayden lagi...
udah setahun nungguin nya...
Arika
yg ini gak diterusin?
kafa ainshod
mudah2an Authornya sehat terus, biar bisa update...
Ariez Aprieo
menunggu bab selanjutnya...
Ariez Aprieo
kapan up lagi kak
Ariez Aprieo
ceritanya bagus, sayang sekali gak diteruskan. Aku menunggu update-nya kak.
Sugiati Hisam
😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!