Ditinggal suami meninggal di malam pertama, membuat Arumi sangat terpukul hingga wanita itu nekat untuk mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, rencana wanita itu gagal karena ia dicegah seorang pria yang kebetulan lewat di jalan itu.
Arnold~ orang yang pernah menolong Arumi, tanpa sadar mencintai wanita itu setelah beberapa kali pertemuan, dan bisa bangkit dari keterpurukan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istri Kejam
"Ada apa?" tanya Regita seraya menatap Arnold dengan kening yang mengerut. Sepasang mantan kekasih itu duduk di sebuah kursi cafe yang berseberangan.
Sementara Arnold menarik kedua sudut bibirnya setelah mendengar pertanyaan dari mantan kekasihnya tersebut.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu," ucap Arnold menatap Regita dengan wajah seriusnya.
"Apakah penting? Jika kau mau tanya ya tanyakan saja, aku akan menjawabnya jika aku bisa!" ucap Regita tersenyum.
"Tadi malam aku melihatmu di sebuah hotel, apakah benar tadi malam kau datang ke sana?" tanya Arnold menatap Regita intens.
"Hotel? Ngapain aku ke hotel?" tanya Regita yang semakin bingung dengan pertanyaan pria itu.
"Pulang!" suara seseorang dari belakang Regita membuat sepasang mantan kekasih itu menoleh secara bersamaan.
"Regan? Ngapain kamu ke sini? Kau memata-mataiku?" Regita menyerang Regan dengan beberapa pertanyaan.
"Duduklah! Kita ngobrol dulu di sini!" Arnold mengulurkan tangannya pada sebuah kursi kosong di samping Regita.
Sementara Regan menatap Arnold dipenuhi dengan wajah kekesalan.
"Aku tidak sudi duduk satu meja dengan seorang Pebinor sepertimu!" ucap Regan seraya menatap Arnold merah padam.
Arnold hanya tersenyum tipis mendengar ucapan suami dari mantan kekasihnya tersebut.
"Kamu hanya salah paham. Duduklah dulu agar kita bisa lebih dekat dan kita bisa berteman!"
Tanpa kata Regan menarik lengan Regita hingga reflek wanita itu mengikuti langkah suaminya tersebut.
Sementara Arnold memilih diam karena tidak ingin memperburuk suasana karena ia tahu bahwa suami Regita dalam keadaan emosi.
"Regan lepas!" Regita mengehempaskan tangan Regan kasar, begitu keduanya sampai di parkiran.
"Kenapa kamu sulit untuk menuruti ucapanku, Hah?" tanya Regan dengan mata yang menatap Regita penuh kekesalan.
"Memangnya apa yang tidak aku turuti dari ucapanmu? Aku menuruti semuanya!" ucap Regita dengan wajah yang sama kesalnya.
"Aku hanya ingin kau tidak berhubungan dengan dia sampai anak kita lahir, tapi kamu masih saja melanggar janjimu padaku!" ucap Regan dengan wajah kecewanya.
"Memangnya siapa yang berhubungan dengan Arnold? Kita cuma ngobrol-ngobrol doang," jawab Regita seraya memutar bola matanya malas.
"Terus, apa maksud dari ucapan Arnold tadi? Kamu datang ke hotel 'kan semalam?" tanya Regan menatap Regita penuh curiga.
"Ya Ampun Regan … ! Kamu bodoh atau gimana sih? Bukankah kau mengurungku semalaman di kamar? Dan aku terpaksa tidur satu ranjang denganmu karena ngidammu yang aneh!" ucap Regita seraya membuka mobil pria itu dan menutupnya kasar.
Regita yang melihat kunci mobil yang menggantung di mobil itu, langsung pindah ke kursi kemudi dan menyalakan mesin mobil tersebut.
Regan yang mendengar suara mesin mobil yang dinyalakan, ia langsung mencoba membuka pintu mobilnya, namun telat karena Regita terlanjur mengunci pintu mobil itu hingga membuat Regan menggedor-gedor kaca mobil tersebut yang membuat Regita tersenyum penuh kemenangan.
Wanita itu melajukan mobilnya, meninggalkan Regan di kafe itu penuh kekesalan.
"Dasar istri kejam, kenapa aku ceroboh banget sih, pake lupa nagmbil kunci mobil segala!"
"Akh … " Regan menjambak rambutnya sendiri.
Setelah itu Regan memesan taksi Online dan terus mengumpati sang istri karena kesal. Sementara Arnold masih duduk di kafe itu menunggu Doni membawa informasi yang ia butuhkan.
Beberapa saat kemudian, Doni tiba di restoran tersebut dan pria itu pun membungkukkan sedikit badannya, lalu berdiri si samping pria itu.
"Apa kau menemukan sesuatu yang menjanggal tentang kejadian tadi malam?" tanya Arnold pada sekretarisnya tersebut.
Doni menundukkan kepalanya sebelum menjawab pertanyaan temannya. "Maaf, Tuan! Tapi mengenai rekaman CCTV tadi malem, ada yang menyabotase CCTV hotel hingga membuat rekaman CCTV hotel itu mati." jawab Doni.
"Aneh, kejadian tadi malam sangat aneh, meskipun tidak ada sesuatu yang terjadi, tapi aku merasa ada yang menjanggal dari kejadian tadi malam!"
"Bahkan aku bermimpi sesuatu yang begitu nyata, tapi setelah aku menanyakan itu pada seseorang yang kumimpikan, ternyata dia tidak pernah datang ke hotel itu."
"Apa mungkin? Ah tidak, tidak!" Arnold menggeleng-gelangkan kepalanya.
"Ada apa, Tuan?" tanya Doni dengab kening yang mengerut.
"Tidak, tidak ada apa-apa. Kamu cari tahu lagi apa yang terjadi padaku tadi malam. Tapi jangan sampai Arumi mengetahui tentang penyelidikan kita, aku curiga dia menyembunyikan sesuatu!" ucap Arnold yang masih dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan di kepalanya.
"*Maafin aku, Rum! Aku ingkar janji. Bukannya aku tidak percaya padamu, tapi sikapmu yang aneh membuatku merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku!"
...🌺🌺🌺🌺🌺*...
...TBC...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu