NovelToon NovelToon
Wife Is Not A Virgin

Wife Is Not A Virgin

Status: tamat
Genre:Romantis
Popularitas:534.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dea Sismala

Niat awal menolong pria paruh baya dari pencopet justru membuatku berakhir di dalam pernikahan. Aku di lamar oleh anak pria yang kutolong, calon suamiku hampir mendekati sempurna. Namun pria keturunan Jerman- Solo itu bertolak belakang dengan kepribadian aslinya yang beku. Pernikahan ini aku kira indah seperti kelopak bunga di taman. Namun semua ini hanya kepalsuan, hidupku seperti di dalam penjara sangkar emas, aku memiliki rumah mewah tapi tidak di beri uang. Aku memiliki suami yang hampir sempurna tapi tidak pernah di anggap ada.

Akankah aku dapat melewati bahtera rumah tangga yang pelik ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Sismala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Cerai?

3 hari kemudian.

Aku melihat Mas Adam duduk termenung di taman tempat dimana biasa aku meratapi nasibku ketika tersakiti olehnya. Tapi kali ini yang kulihat ia sangat menderita. Biar Ku tebak ini pasti karena kekasihnya di rawat di rumah sakit jiwa. Jangan sangka aku mengetahuinya karena Mas Adam bercerita, itu suatu hal mustahil aku mengetahui itu dari Mr. Scott orang tua Mas Adam. Aku berusaha menggerakkan kursi roda menggunakan tanganku untuk menghampirinya. Kulihat ia mengusap kasar wajahnya menggunakan kedua tangannya. Ia sangat berantakan kali ini, bahkan ia belum pernah sedikit perustasi ketika aku sakit, tapi Angelyn mampu membuat Mas Adam seperti ini. Mas Adam memang tidak pernah mencintaiku.

"Adam.,! " panggilku, Aku menghembuskan napas pelan untuk berusaha bersabar dengan sikapnya yang dingin dan acuh padaku.

"Mas, masuklah cuacanya sangat tidak bagus sepertinya akan turun hujan. Aku tidak ingin Mas sakit karena kehujanan." Ku harap ia mau mendengar ucapan ku yang tidak lain untuk kesehatannya.

"Diamlah!," ketusnya,Mas Adam terlihat marah mendengar ucapan ku. Aku kaget Mas Adam tiba- tiba mendorong kursi rodaku ke luar rumah, entah dia berubah aku tidak tahu atau mungkin ia ingin mengajak aku jalan- jalan. Sedikit senyuman timbul di bibirku. Harusnya aku tidak berpikir negatif hari ini dengan Mas Adam, enak juga duduk di kursi roda.

"Kamu mau ajak aku jalan- jalan? wah ini pertama kalinya aku jalan bersama mas Adam. Terima kasih Mas." Aku tersenyum bahagia sambil menatap kebelakang melihat wajah tampan Mas Adam. Ku lihat semua orang di kompleks perumahan menatap kami kagum. Mimpi apa aku kemarin sehingga Mas Adam sangat perhatian sekali padaku.

"Mas aku seneng banget hari ini, Mas Adam baik banget sama aku." Ucapku tulus sambil tersenyum pada ibu- ibu dan bapak- bapak kompleks yang menyapa kami.

Hingga tibalah kami di sebuah halte yang jauh dari kompleks perumahan kami. Aku heran mau kemana tujuan Mas sehingga repot- repot ke halte. Halte tampak sunyi, cuaca semakin gelap sore ini. Aku ingin bertanya tapi aku takut mengganggu suasana hati Mas Adam.

"Vinnie tolong kamu tanda tangan disini." Mas Adam berbicara tanpa ekspresi menyerahkan satu amplop putih. Aku tersenyum menatap surat ini, entah surat apa ini. Lalu aku beranikan diri membuka surat yang terbungkus amplop putih tersebut.

Air mataku langsung menetes ini surat dari pengadilan yang tidak lain adalah surat perceraian. Mas Adam ingin menceraikan ku dengan rumah tangga kami yang baru seumur jagung. Mengapa harus seperti ini, apa yang harus kulakukan. Berarti selama aku koma Mas Adam sudah merencanakan perceraian kami.

"Saya ingin bercerai! saya sudah muak dengan kau yang sakit- sakitan. Saya pria muda yang kaya tidak pantas berdampingan dengan istri murahan yang lumpuh sepertimu! " ketusnya menyerahkan bolpoin berwarna hitam kepadaku, dengan gemetar aku menerima bolpoin tersebut.

"Mas, hiikkss..! Hikkss..! Apa tidaak di pikirkan lagi.., akuuu.. sangat menyukai mu. Biarkan aku tetap bersamamu, tidak apa Mas tetap bersama Angelyn tapi tolong jangan ceraikan aku. Apa kata kedua orang tuaku nanti Mas. Mengertilah Aku sudah sangat menyukaimu dan menyayangi kedua orang tuamu."

Aku harap Mas Adam mau mengerti ku, tapi tidak aku salah. Mas Adam malah menarik kasar rambutku. Dan memaksaku untuk bertanda tangan di surat cerai ini. Aku berusaha menerima kenyataan untuk menjadi janda di usia muda. Bahkan sekalipun aku belum pernah di sentuh ataupun di peluk suamiku. Aku harus menerima kenyataan pahit ini. Orang tuaku sudah kembali ke sumatera sedangkan aku sekarang di jakarta. Aku tidak ingin mereka tahu, apalagi lbu sering sakit ketika bapak mengatakan padaku di telpon. Aku harus tinggal dimana dengan kaki lumpuh seperti ini, aku harus kemana dan harus bekerja apa. Dan kuliahku harus terputus bagaimana aku harus menjalani semua ini.

"Kemarikan," Mas Adam menarik paksa kertas berisi surat pernyataan cerai dariku. Aku merobek kertas itu dengan kasar. Mas Adam marah, ia meninggalkan aku begitu saja di halte yang sepi. Hari sudah mulai gelap hujan mulai turun aku begitu takut dan kedinginan karena hembusan angin yang kencang. Tapi semua tidak seberapa dengan rasa sakit ku.

Ku lihat hanya ada satu dua mobil dan angkutan umum yang lewat, aku tidak membawa apapun. Bahkan juga ponsel ataupun uang sepeserpun tidak ada karena Mas Adam tadi membawaku begitu saja tanpa mengatakan apapun. bukankah dia bajingan?

*** 

Aku semakin terisak di dalam kesunyian dan derasnya hujan, seperti perihnya perasaanku menangisi hidupku. .

Dari kejauhan mobil sport berwarna silver berhenti tepat di halte di mana aku di tinggalkan Mas Adam. Pengemudi mobil sport mewah itu menurunkan kaca mobilnya, aku menatap pemilik mobil itu.

"Pak hamzah..?!" Ucapku bersyukur kali ini ada yang menolongku. Setidaknya beberapa hari ada tempat tinggal untukku.

"Vinnie! Benar itu kamu saya tidak salah lihat berarti, apa yang terjadi..?! " Pak Hamzah langsung berlari turun membelah derasnya hujan menghampiriku. Ia seperti pangeran berkuda hitam yang datang menyelamatkanku.

"Pak Hamzah, " Aku langsung terisak di hadapannya kini hanya ia satu- satu orang yang ku kenal disini.

"Vinnie ada apa dengan kakimu,?!" Pak Hamzah menatapku iba dan langsung membopongku memasuki mobilnya ketika aku hanya menangis dan tidak menjawab pertanyaannya. Tidak lupa ia melipat kursi rodaku dengan hati- hati, aku tidak percaya ada dosen sebaik Pak Hamzah.

"Tenanglah ada saya, kamu akan aman. Saya akan berusaha menjaga kamu." Pak Hamzah tersenyum tulus setelah mengatakan itu dan memasangkan sabuk pengaman di tubuhku, itu cukup membuatku merasa aman.

Di Mobil.

Suasana di dalam mobil saat ini sangat hening, tidak ada di antara kami yang memulai membuka pembicaraan. Hanya gemuruh hujan yang terdengar jelas di telingaku. Aku menatap ke arah pintu mobil Pak Hamzah, bahkan alam pun saat ini sama menyedihkan denganku.

Pak Hamzah mengurungkan niatnya berbicara denganku, sesekali tangan kirinya mengelus pucuk kepalaku dengan lembut. Terkadang ia tersenyum menatap wajahku. Pak Hamzah memperlakukan aku selayaknya seorang perempuan yang istimewa, Yah!setidaknya Dosen baik ini mau membantuku, namun hatiku tetap tidak bisa di pungkiri masih mengharapkan Mas Adam.

Apartemen.

"Kita sudah sampai." Pak Hamzah tersenyum dan menurunkan kursi rodaku.

"Wah bagus sekali," ucapku karena dari sini bisa melihat dengan jelas suasana ketenangan sekaligus ke indahan tempat tersebut. Setelah memasang kursi rodaku, Pak Hamzah menggendong tubuhku lalu mendudukkan-ku di kursi roda yang sudah beberapa hari menemaniku. Dengan hati- hati Pak Hamzah mendorong kursi rodaku memasuki Apartemen mewah ini.

***

Aku berada sebuah kamar Apartemen bernuansa biru laut, Pak Hamzah adalah orang yang rapi bisa kulihat dari isi Apartemennya yang bersih dan berkesan mewah.

"Ada apa dengan kakimu Vinnie..?!"

Aku menatap wajahnya, ia seperti menunggu jawaban atas penjelasan ku. Air mataku menetes aku berusaha menceritakan awal mulai aku menikah dengan Mas Adam padanya. Ia tampak marah setelah mendengar ceritaku yang tidak lebih ataupun kurang.

"Shuuttt..! Tenanglah saya akan menghabisi laki- laki tidak bertanggung jawab seperti Adam..! " Pak Hamzah langsung memeluk tubuhku yang masih bergetar dengan semua beban yang ku pikul selama ini.

"Pakk .., sudahlah semua sudah terjadi saya tidak ingin Bapak jadi terikut karena masalah pribadi saya. Saya sudah cukup senang hari ini Bapak mau menolong saya." Aku langsung tersenyum dan melepas pelukan hangatnya, jujur aku sangat malu karena tanpa sadar memeluk dosen kampusku.

"Nona kenapa pipimu memerah..?! " tanya Pak Hamzah menggodaku. Aku langsung menutupi wajahku dengan kedua tanganku merasa malu.

"Ihhh..! nyebelinn..!! uda sana ihh.. Bapak keluar." Aku berusaha menyembunyikan wajah merona ku. Pipiku ini pasti sudah seperti tomat busuk yang terinjak.

"Ya sudah kamu istirahat bila ada perlu sesuatu kamar saya di sebelah sana,". Pak Hamzah menunjuk kamar di samping ruang tamu.

"Iya Pak terima kasih,".Pak Hamzah melangkah keluar lalu entah mengapa ia kembali lagi membuat keningku mengkerut bingung.

"Emm ada sesuatu yang tertinggal Pak..?" Tanyaku heran padanya.

"Ituu..! Hmm.., pakaian ada di lemari saya pakailah pakaian saya. Besok saya akan belikan kamu beberapa potong baju." Pak Hamzah terlihat gugup jujur aku juga bingung bagaimana melangkah mengambil pakaian dalam keadaan lumpuh seperti ini.

"Tapi bagaimana saya mengambil pakaian bapak," ucapku tersenyum malu mengarahkan pandangan ke arah kedua kakiku.

Pak Hamzah tampak mengerti dan mulai menggaruk kepalanya. Ya ampun baru kali ini aku melihat pak Hamzah terlihat kikuk.

"Oh.. maafkan saya. Sebentar..! "

Pak Hamzah langsung menunjukan mana yang ingin aku pakai. Aku langsung menunjuk baju kaos berwarna biru laut padanya. Itu pasti sangat besar karena tubuh pak Hamzah sangat atletis dan berdada bidang.

"Terima kasih Pak Hamzah." Ia membalas ucapan ku dengan senyuman dan berlalu pergi ke kamarnya karena besok ada jadwal kelasnya di kampus.

***

_

Rumah Adam.

Di lain tempat Adam tampak seperti orang gila akhir- akhir ini. Ia terus memikirkan Angelyn yang belum juga membaik. Tampaknya alkohol menjadi temannya setiap malam. Adam juga terus berteriak perustasi dengan permasalahan di hidupnya. Sebenarnya Vinnie tidak salah, namun dirinya yang menciptakan segala permasalahan ini. Seandainya orang tuanya tidak menikahkan ia dengan Vinnie mungkin Angelyn saat ini tidak berada di rumah sakit jiwa, dan Vinnie tidak mungkin menderita karnanya.

______________________________________

Oke jangan lupa untuk vote and coment.😇😇😇😍😘

Dan buat yang baru baca cerita aku juga jangan lupa folow terlebih dulu, supaya gak ketinggalan setiap kali aku update.

Mohon maaf kalau ada typo.

Thanks semua💕💕

1
Elly Rusmina
Thor jgn rendahkan martabat wanita yg baca jdi ilfil
re
Mulai
Shellia
Mencoba memahami,karena sejauh ini aku belum paham. Maaf ya thor kok berantakan ya ceritanya.
Mohon maaf ya thor sampai disini aja,susah dipahami. 🙏🙏🙏
Nani Rosmiati: ini novel,, apa ceramah
total 1 replies
Shellia
ada cerita yg gak nyambung deh,coba dibaca lagi bukin bingung
Shellia
jd siapa yg udh bikin Vinnie gak virgin?
Shellia
ini ceritanya si cewek udh gak virgin gitu to?
Krisvi- ldr: iyaa Kak
total 1 replies
Abcd Efgh
elitscaat nanti aku tak pernah ada yang telah berpartisipasi dalam kayu yang telah berpartisipasi dalam kayu
Lalas Nuraida Nuraids
si Adam yg angkuh ,sombong dan arogan udah jd bucin akut sampai hampir kaya orang gila ...
Lalas Nuraida Nuraids
katanya vinie mau ngelamar jd cleaning service kok malah jd pegawai kantor
Lalas Nuraida Nuraids
cowok dingin kalo udah jatuh cinta bisa berubah jd bucin dan fosesif banget
Sari Yok'l
ini cewek dimana saat pembagian otak?
Priskha
terlalu banuak kata2nya dan diulang2 trs bikin bosan bacanya dan bingung
Priskha
thor maaf hanya masukan aja tlg kata2nya jgn terlalu puanjang ya biar yg baca tdk bosan makasih 🙏🙏🙏🙏
StrawCakes🍰
semangat kakak Author 🤗
Dea: makasih kk
total 1 replies
StrawCakes🍰
wew sudah tamat.. ditunggu karya selanjutnya 👍🏻
StrawCakes🍰
lanjut
StrawCakes🍰
lanjut
StrawCakes🍰
bagus, awalnya sudah menarik.. lanjut thor semangat 💪🏻

salam dari Jodoh Takkan Kemana dan Bahasa Kalbu 🤗
🌻Ruby Kejora
like mendarat...mari qt slg dkg thor sampai eps.terakhir. semoga sukses selalu

di tunggu feedback nya di novelku
》▪Angeli Justin▪《
bingung bat....
tiba" dah disini dan tiba" dah disana
capek deh ak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!