NovelToon NovelToon
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:720.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Anggii Verina

Warning lembaran ini banyak adegan dewasa nya jadi jangan mampir untuk para bocil 🤭 21+ pasti akan bertaburan di sini seperti lembaran yang sebelum nya 🤭

Tak ada kata kata mustahil bagi cinta, dan tak ada yang tak mungkin jika Tuhan sudah menghendaki apa yang terjadi di muka bumi ini.


Menikah dengan laki laki yang tak dicintai adalah hal yang belum pernah terpikirkan oleh wanita cantik itu. Tapi dia tak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran dari laki laki yang menawarkan kebahagian. Dia melakukannya karena sudah tak sanggup berada di rumah yang penuh dengan derita serta tangisan setiap malamnya.

Pernikahan yang di harapkannya adalah menikah dengan laki laki yang dia cintai bukan di landasi dengan sebuah keterpaksaan dan lari dari duka. Duka itu semakin bertambah ketika mengetahui bawa laki laki yang di sodorkan itu adalah laki laki lumpuh. Dia di jadikan perawat agar laki laki gagah itu bisa kembali berjalan.

Mampukah wanita itu mengubah Takdir nya yang penuh derita menjadi Takdir yang penuh dengan kebahagian. Mampukah dia bertahan di sisi laki laki yang lumpuh itu?.

Penasaran mampir dulu di sini 🤭🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Anggii Verina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama Bekerja 2

" Aku tidak melupakan hal itu, aku masih mengingat semua yang aku katakan pada mu kemarin. Tapi tolong tidurkan itu mu, kau menodai mata ku…" Perkataan dari Bella yang gugup membuat Bara langsung menyemburkan tawa nya yang merasa lucu dan sedikit mengemas itu. 

Bella secara reflek langsung membuka tangannya dan menatap ke arah laki laki yang sedang tertawa di sana bahkan tawa nya itu sedikit keras dan seperti ejekan untuk dirinya.

" Kau ternodai dengan hanya melihat?, Ayolah Bella di zaman sekarang kau belum pernah merasakan bercinta atau bergulat di atas ranjang, jangan konyol…" Bara kini masih tertawa di sana. Bahkan dia mengatakan tentang semuanya itu.

" Saya memang belum pernah merasakan jatuh cinta ataupun bergulat yang anda maksud. Saya akan memberikan hak saya kepada suami saya. Jadi jangan menodai mata suci saya…" Ucapnya dengan gugup serta kejujuran itu membuat Bara terdiam meskipun masih ada sisa tawa di sana.

" Astaga jadi kau masih perawan, aku mendapatkan perawat perawan. Ya Tuhan aku tak percaya dengan semua ini…" Bara menatapnya dengan menyipitkan matanya itu. Seakan dirinya tak percaya bahwa wanita itu benar benar masih bersegel bahkan dia belum pernah merasakan cinta yang sesungguh nya.

" Jangan menggoda ku Tuan, mari saya bantu duduk di kursi roda…" Bella tak peduli dengan ancaman Bara tadi, kini kursi roda itu dengan segera didekatkan di dekat ranjang itu.

Bara kini mengulurkan kedua tangan nya untuk dibantu segera dicapai oleh wanita itu, Bara segera merangkul kedua pundak Bella dan Bella kini sedikit merangkul pinggang laki laki itu dan sedikit menggeser sedikit demi sedikit hingga laki laki itu terduduk di kursi roda nya. Wajah mereka yang begitu dekat membuat mata Bara bisa menatap secara langsung wajah wanita itu, mata nya yang selalu indah itu seakan menyimpan luka yang begitu mendalam. Mata yang terpancar itu kini seakan ada luka yang ingin di obati dengan segera. 

Bella kini mendorong kursi roda itu masuk ke dalam kamar dengan jantung wanita itu yang sudah tak karuan. Jika dirinya di panti jompo biasa nya akan ada perawat laki laki yang akan membantunya tapi di sini tak ada satupun yang membantunya.

" Anda bisa melakukan sendiri?, Maksudku jika saya menunggu di luar?" Bella begitu gugup dia tak tahu harus bagaimana.

" Bantu aku duduk di kursi itu saja, selanjutkan aku bisa melakukan semuanya dengan sendiri…" Bella mengangguk dia kini kembali membantu laki laki itu untuk berpindah tempat, di sana tepatnya di bawah guyuran shower ada sebuah kursi yang biasa digunakan oleh laki laki itu untuk duduk saat dia mandi.

" Mari saya bantu untuk melepaskan baju anda Tuan, tapi untuk celana maafkan saya, saya tidak bisa membantu nya…" Bella kini sedikit menahan nafasnya ketika dirinya membantu laki laki itu melepaskan baju atas nya itu. Dia menutup matanya agar matanya tak melihat pemandangan di sana.

" Saya keluar dulu Tuan, saya akan menunggu anda di depan."

" Tunggu Bella…" Bella langsung menghentikan langkah nya yang ingin segera keluar dari sana. " Tolong ambilkan sabun dan sampo itu, kau juga harus memberikan itu kepada tubuh ku…" Bara lagi lagi masih ingin menggoda wanita itu, dia ingin melihat reaksi wajah wanita yang kini sedang menahan rasa malu nya itu.

Sial aku terjebak dengan perkataan ku kemarin. Batin Bella.

Bella kini dengan cepat sedikit membasahi tubuh Bara yang duduk di sana, dengan terburu buru dia menuangkan sampo itu kepada rambut laki laki itu, sedikit memijat kepala nya memberikan aliran sesuatu yang berbeda dari tubuh laki laki itu. Kini Bella juga menggosok bagian tubuh Bara dengan pelan, tangannya yang langsung menyentuh kulit dada dan punggung Bara, membuat sesuatu yang sudah tertidur tadi kini seakan bangun, sentuhan yang hangat membuat kelakian Bara bangkit dari tidur lama nya.

" Sudah, pergilah tunggu aku di luar. Aku akan mengurus ini sendiri, letakan ****** ***** ku disitu, biar aku sendiri nanti yang memakai nya…" Bella dengan cepat mengambil ****** ***** yang ada di lemari di dekat sana, Bella dengan cepat meletakkannya dan dia segera keluar dari kamar mandi yang terasa panas itu.

Kepergian Bella tadi membuat dirinya harus merasakan sakit pada batang nya yang mengeras tetapi tidak bisa untuk merasakan pelepasan. Bara dengan cepat mengambil sabun cair itu, menurunkan celana nya dan dia lebih memilih untuk menyelesaikan menggunakan tangan nya dan membayangkan sesuatu. Tak butuh lama Bara menyelesaikan urusan solo nya di dalam kamar mandi. Bara kini memejamkan matanya menikmati air yang setiap kali membasahi tubuhnya. Semenjak kepergian tunangan nya ini adalah hal yang pertama kali membuat sesuatu nya bangkit hanya karena sentuhan. Hari ini juga pertama kalinya semenjak dirinya lumpuh hari ini pertama kalinya dia melakukan solo di dalam kamar mandi.

Niat hatinya ingin menggoda wanita itu, wajahnya yang bersemu merah membuat laki laki itu suka menatapnya dengan diam diam. Tapi sayangnya malah dia sendiri yang harus menahan rasa sakit dan harus mengeluarkan sendiri. Pikirannya hal ini tak mungkin terjadi karena dia berpikir tak ada wanita yang bisa membangkitkan jiwa kelelakian nya tapi nyatanya dia masih normal dalam hal ini.

" Sial jika setiap hari ini seperti ini, aku rasa aku akan setiap hari melakukan hal memalukan seperti ini…" Umpatnya dengan menyambar handuk yang ada di sana. " Apa kata orang nanti seorang Bara Valentino telah melakukan Ejakulasi hanya karena sentuhan perawat nya…" Sambungnya lagi dengan tak habis pikir dengan tubuhnya yang langsung merespon baik dengan sentuhan wanita itu. Padahal biasa nya jika disentuh perawan lain tubuhnya tak seperti ini.

Bella yang sudah menyiapkan semua pakaian laki laki itu kini hanya menekan dada nya dengan menyandarkan punggung di dinding itu. Jantungnya terasa ingin lompat dari rongga rongga tubuhnya itu. Semuanya diluar dugaan, dia melupakan bahwa laki laki itu adalah laki laki normal yang lumpuh adakah kedua kakinya bukan batang yang berdiri tegak tadi.

" Aku harus bicara pada David, jika setiap hari ini seperti ini aku akan mati terserang jantungan…" Ucapnya dengan bertekad untuk meminta bantuan perawat laki laki hanya untuk mengurus Bara untuk keperluan di kamar mandi saja.

" Tunggu tapi apakah David akan memberikan yang di mau, aku rasa tidak. Karena ini memang sengaja dia lakukan agar aku dan Tuan Bara menjadi dekat, tapi jantung ku harus sehat. Jika tidak aku takut terkena serangan jantung karena setiap hari harus seperti ini. Ya Tuhan maafkan mataku yang sudah ternodai oleh laki laki tadi…" Dialog nya sendiri dengan menutup matanya serta menggelengkan kepalanya.

Hari pertama nya bekerja yang belum seharian ini sudah membuat dirinya ingin berteriak dan menyerah, tetapi tak ada pilihan lain selain tetap bertahan di sini. Serpihan hati nya yang hancur ingin dia tata di dalam rumah ini, dan harapannya adalah serpihan itu bisa kembali tertata.

1
Evi Lusiana
egois,knp gk jujur sj
Evi Lusiana
orang tua dzalim,kelak kau akn menyesal tuan johan
Dede Bleher
pokoknya kereen deh kisahnya.
Dede Bleher
jangan biarkan kluarga perempuan ikut tinggal!
krna itu maut kematian dlm rumah tangga.
juga jangan pernah curhat pd teman perempuan!
krna dia akan jd orang ketiga!
Lis Sugiarti Lis
hahaha dosa ngak yah..
iren thezer
suka alur ceritanya singkat dan jelas
Andi Yuliana
Kecewa
Illa Nurrizki
top
Dahlia Anwar
OMG mana suami 🥴🥴 udah LDR an 3 tahun di tambah adegan gini panas dingin nih wkwkwkw
LANY SUSANA
lanjutttt
LANY SUSANA
setuju bella yuk hempaskan pelakor dan jauhkan dr suami
scarlet
pahlawan kesiangan bpk tua,,, aq paling benci dg ortu yg gak bertanggungjawab apalagi kejam pd ankx,,,
scarlet
jgn kasi ampun ayah bejat kek itu,,, 28 thn mengabaikan ankx dan skrg dgn gampang minta maaf,,,, enak aja
scarlet
telat pak tua,,, skrg anakmu tdk butuh ayahnya lg
scarlet
aq kepanasan thorrrr,,, tanggung jawab donggg 🤣
scarlet
adik yg nakal 😂
scarlet
gak pernah ngaca tuh bpkx,,, dia jg kejam malah LBH parah
Anfit Annisa Fitri Tangka
Penasarann
Anfit Annisa Fitri Tangka
asemm.. hama
Anfit Annisa Fitri Tangka
Yuppp benar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!