NovelToon NovelToon
KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)

KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: windanor

CERITA INI DALAM TAHAP REVISI

YANG TIDAK MENYUKAI TENTANG POLIGAMI MENJAUH!

BIJAKLAH MENCARI BACAAN YANG BERMANFAAT DAN MENGHIBUR.

SEBAIK-BAIKNYA BACAAN ADALAH AL-QURAN.

<===================================>




"Ceraikan aku sekarang!! Aku tidak mau jadi istri kedua apalagi harus berbagi!! " teriak Zana dengan mata yang memerah ,berair.

"Astaghfirullah, Zana. Saya tidak akan menceraikan kamu! " tegas Hanu, menolak mentah-mentah permintaan Zana.

"Tapi aku mau cerai dari kamu! Aku tidak mau jadi istri kedua hiks... Kamu jahat, merahasiakan ini semua dari aku, kalau aku akan jadi istri kedua kamu! Aku benci kamu hiks..."


Di umur 18 tahun dan masih sangat muda, Khazana Vanessa atau yang sering di panggil Zana, harus menyandang status sebagai seorang istri dari pria yang jauh lebih tua darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cerai?

"Aku bukan pelacur!" Tangis Zana dalam dekapan Hanu yang terus mengucapkan kata itu berulang kali.

Hanu mendekap erat tubuh mungil Zana yang bergetar hebat dengan tangisan yang begitu menyakiti hati pria tersebut. Entah mengapa Hanu seolah bisa merasakan apa yang istrinya rasakan, bagaimana seorang wanita tidak sakit hatinya, bila di katakan sebagai  seorang pelacur. Hinaan yang begitu menyakitkan dan seolah merendahkan istrinya.

"Sudah, Zana. Kamu bukan pelacur, sayang. Kamu istri saya dan jangan masukan kata-kata Umma ke dalam hati ya. Umma mungkin terlalu emosi hingga tidak bisa mengontrol ucapannya, " tutur Hanu, mengusap pucuk kepala Zana lembut .

Gadis itu membalas pelukan Hanu.Zana merasa nyaman dan tenang saat dalam pelukan Hanu. Seakan suaminya adalah sumber kekuatan  dan pelindung baginya.

"Sekarang di kompres dulu, pipinya, " bujuk Hanu pada Zana. Begitu jelas lebam di kedua pipi sang istri.Zana menggelengkan kepalanya, menolak.

"Aku tidak mau, biarkan saja seperti ini, " tolak Zana yang masih setia memeluk Hanu.

Pria itu menguraikan pelukannya dan menangkup pelan wajah Zana, membuat mereka berdua saling beradu pandang. Hanu menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Zana dan menghapus air mata gadis tersebut dengan lembut.

"Kalau pipinya tidak di kompres nanti malah infeksi, sayang. Setidaknya lebam di pipi kamu tidak terlalu membengkak, " ujar Hanu, memeras handuk kecil yang di celupkan di air hangat dalam baskom.

Zana menjauhkan wajahnya saat Hanu akan mengompres pipinya. Pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum, ia merengkuh pinggang ramping sang istri, menariknya ,hingga merapat dengan tubuhnya.

"Aku nggak mau, " tolak Zana, merintih kesakitan, Hanu menempelkan handuk kecil itu di pipinya, di tekan pelan-pelan, sambil di tiup-tiup oleh pria tersebut.

"Tahan, kamu cakar atau gigit tangan saya , " ujar Hanu, sambil mengompres pipi Zana. Gadis itu memegangi lengan Hanu, hingga membuat pria itu meringis , mengadu kesakitan, apalagi kuku sang istri juga panjang.

Hanu memberikan salep di pipi Zana, setelah di kompres tadi.

"Sekarang kamu istirahat ya. Pasti kamu lelah, karna seharian kita jalan-jalan tadi, " ujar Hanu membaringkan tubuh Zana di kasur.Seakan pasrah dengan apa yang suaminya suruh,gadis itu merebahkan tubuhnya.

Hanu mengecup kening Zana dengan mesra. Gadis itu memejamkan matanya, merasakan benda yang kenyal dan lembab itu menempel di keningnya. Darahnya seolah berdesir mendapatkan kecupan dari suaminya. Hatinya tiba-tiba bergetar dan bergemuruh.

"Sekarang istirahat. Saya tinggal keluar dulu. Kalau kamu butuh apa-apa panggil saya, " ujar Hanu, tersenyum.

Saat kaki pria itu akan melangkah pergi, Zana langsung mencekal pergelangan tangan Hanu yang langsung menoleh menatap sang istri dengan satu alis terangkat. Zana langsung melepaskan cekalan tangannya pada pergelangan tangan Hanu, sadar apa yang ia lakukan membuat jantungnya jadi berdegub kencang dan gugup dengan tatapan pria tersebut.

"Kenapa, hmm? " Tanya Hanu membalikkan tubuhnya, kearah Zana yang mengigit bibir bawahnya kelu.

"A-aku takut nanti, wanita itu datang ke kamar ini dan kembali menyerang aku, " ujar Zana mengatakan apa ia takutkan.Hanu tersenyum lebar, tangannya terulur mengusap kepala Zana lembut.

"Kamu tenang, sayang. Umma tidak akan mengganggu kamu ataupun menyakiti kamu. Ada aku di sini, jadi jangan takut. " Ujar Hanu dan Zana mengangguk kepalanya.

🍁🍁🍁🍁🍁

"Aniya, pokoknya Umma tidak mau tahu. Hanu harus menceraikan Zana. Umma sebenarnya datang ke sini bukan tanpa alasan tapi Umma membawa kabar gembira, bila Diah sudah melahirkan anak kembar. Dia menawarkan satu anaknya untuk kamu, karna dia tahu kamu sangat menginginkan anak. Lagi pula Diah, juga tidak sanggup menanggung biaya untuk kehidupan dua anak kembarnya.Diah juga keluarga kita dan darah yang mengalir di dalam tubuh anak tersebut ada darah kita juga, " ujar Umma, mendesak.

Aniya diam ia tidak bisa berkata-kata lagi. Dalam fikirannya saat ini, apa ia sudah melakukan kesalahan besar karna telah menikahkan Hanu dengan Zana. Apalagi saat ia mengintip dari pintu luar suaminya begitu tulus merawat Zana dan mengobati luka di wajah gadis tersebut. Bahkan tatapan Hanu begitu berbeda saat menatap Zana, tatapan yang tidak pernah ia dapatkan dari suaminya.

"Aniya, kalau kamu setuju dengan ucapan Umma. Nanti Umma bantu urus surat perceraian Hanu dan Zana. Suami kamu juga belum menggauli Zana. Jadi kamu minta tanda tangan surat perceraian....... "

"Aku tidak akan menceraikan Zana!" Ujar Hanu, menyela ucapan Umma.

Pria itu berjalan mendekati keduanya yang diam membeku di ruang tamu. Aniya menatap suaminya dengan perasaan takut, sedangkan Umma kaget melihat kemunculan Hanu yang tiba-tiba.

"Umma, aku mohon. Jangan ikut campur dengan masalah rumah tangga aku dengan Aniya maupun Zana.Aku juga tidak akan menceraikan Zana, karna perceraian adalah perbuatan yang di benci Allah, walau halal untuk di lakukan. Umma paham agama'kan? Jadi gunakan ilmu agama yang Umma pahami untuk introspeksi kesalahan dan ucapan Umma. Aku tahu, Umma tidak rela Aniya di poligami, tapi ingat bila ini sudah Allah takdirkan, maka tidak ada yang bisa untuk menghalangi. " Ujar Hanu. Setelah menuturkan itu , pria tersebut langsung pergi dari sana, meninggalkan mereka berdua yang terdiam membisu.

Suasana di ruangan itu tiba-tiba langsung hening setelah kepergian Hanu.

Bersambung...

Maaf ya baru update 🙏

1
Masliah Masliah
sebegitu begonya si zana najis
Heni Hendrayani🇵🇸🇵🇸🥰🥰
s zana bahan gablokan s aniya ama ibu nya kasian suami nya juga gak ada ngebela bela nya tetap aja melehoy gak tegas balk gaplok kek tuh s aniya walauoun sekarang dia nyerein s aniya tp msh mau aja ngelad3nin mau d pegang pegang iihh jijik
Astri Oktavia
ini gak ada lanjutannya cerita ini
Imas Siti Rokayah
lanjut thor ceritanya...up..up
Sandisalbiah
manusi bebal.. bukannya introsfeksi diri, merenungi dan memperbaiki diri dari kesalahanya, ini mala selalu berburuk sangka dan berniat buruk pd org lain..
Sandisalbiah
lah.. gampang banget umma sarah mendikte si aniya.. dia sendiri apa kabar.. bukanya dia juga hamil di luar nikah, makanya suamin pertamanya gak bisa nerima dia krn dia mengandung ank laki² lain... nih gampang banget mulutnya menghardik anknya yg jelas² mengikuti jejak langkah nya... sama² menjijikan... dasar wong edan..
Sandisalbiah
ngomongin Zana, ank gak ada akhlak.. tp kamu sendiri seorang ibu, jgnkan mendidik ank biar ber akhlak lah kamu sendiri aja minim akhlak.. penampilan aja muslima kelakuan sazjal... lupa ngaca ini umanya aniya..
Sandisalbiah
hanu gak akan bisa bersikap adil... saat Aniya punya pembantu durumah nya kenapa hanu tdk memberi pembantu juga utk Zana.. manusiawi sih.. karna pd dasarnya manusia itu cuma bisa ngomong tp nol pd prakteknya...
Sandisalbiah
sebenernya ini termasuk sifat gak baik perwmpuan... mudah baper dan terbawa perasaan.. gampang tersentuh... sekecewa apapu yg di lakukan pasangan tp saat nendapat sedikit perhatian langsung luluh dan melupakan kesalahn dr pasangannya... bodoh sih tp mau bagaimana lagi,kodrat jd mahluk dgn lembut rasa...
Sandisalbiah
ini definisi maling teriak maling... ibu dan anak ternyata sama buruk sifat dan akhlaknya...
Sandisalbiah
Aniya dan umminya dama² manusia egois.. munafik si kalau aku bilang, tau agama, penampilan muslimah tapi sifat dan kelakuannta durzana... mengikuti ego sendiri gak peduli perasaan org lain...
Tati Suwarsih Prabowi
bagus thor kisahnya...biar jadi pelajaran bagi orang yg berniat sama dg apa yg ad d kusah ini...sukses terus!
Khazanava: Aamiin. Terimakasih sudah mampir dan membaca karyaku😍
total 1 replies
Tati Suwarsih Prabowi
kirain ilang kmana?
Tati Suwarsih Prabowi
y Allah aniya g sadar2 jg
Tati Suwarsih Prabowi
ini orang bkannya sadar malah tambah jadi
Tati Suwarsih Prabowi
ternyata terlihat baik tapu d blakang busuk
Tati Suwarsih Prabowi
jangan d minum...itu pil penggugur kandungan
Tati Suwarsih Prabowi
lama2 aniya hd jahat...apa seperti itu sifat istri solehah memfitnah!
Tati Suwarsih Prabowi
abah pengertian!
Tati Suwarsih Prabowi
nah itulah resiko minta d poligami...g kuatkan?makanya pikir dulu klo mo berbuat sesuatu yg akhirnya akan menyakiti orang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!