NovelToon NovelToon
PUDARNYA PESONA WANITA PENGGODA

PUDARNYA PESONA WANITA PENGGODA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:82.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

"Aku cantik, lo mau apa??" (Evelyn Radistya)

"Lo emang cantik daripada gue, tapi lo gak akan bisa merebut Tristan dari gue." (Atalia Prameswari)

"Aku laki-laki mapan, masih muda dan tampan, kenala harus memilih barang bekas kalau yang ori bisa didapat." (Tristan Wijaya Ramadhan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTENGKAR

Tristan mengantri di kedai nasi uduk dekat kantor, banyak karyawan yang sudah mengantri. Bahkan mereka langsung mundur kala Tristan masuk kedai, mengangguk hormat dan menyilahkan bos ganteng itu memesan lebih dulu.

Aku berjalan di belakang Tristan sambil memegang dompet dan tertawa kecil, pemandangan unik seorang pemimpin perusahaan besar mengantri nasi uduk demi kekasih tercinta.

"Kamu mau apa?" tanya Tristan yang sudah di depan penjualnya.

"Nasi uduk, tambah telor balado, dan peyek teri. Kamu?" lanjutku sambil menoleh pada Tristan. Dia mah udah biasa kuajak makan ala kaki lima.

"Samain aja," balas Tristan.

"24ribu, Mbak Ata," ucap Bu Atun, penjual nasi uduk yang sudah akrab dengan Ata. Aku membayarnya, bukan karena Tristan tak mau traktir aku, tapi kebiasaannya yang gak pernah bawa uang cash.

"Mereka pasti ghibahin aku karena gak bayari kamu," tebaknya sembari berjalan menuju mobil.

"Sejak kapan, Tuan Tristan mau dengerin gosip karyawan," sindirku masih dengan ketus.

"Masih jutek aja sih, Non."

Aku diam tak menimpali sindirannya, sengaja nanti saja saat sarapan baru aku mau bicara normal. Masih gondok ceritanya.

Begitu sampai kantor, kita menuju ruangan Tristan, seperti biasa aku mengambil piring dan sendok yang tersedia di pantry lalu menyiapkan sarapan untuk kita berdua, kalau kaya' gini aku sudah seperti istri yang melayani suami. Air hangat pun sudah kusediakan, dan kami makan dengan tenang.

"Jadi?" pintaku masih bernada dingin.

Tristan menoel daguku sambil tersenyum, "Janji gak ngambek ya?"

Aku mengangguk.

"Janji gak marah?"

"Iya," mulai jengah tapi emosi kutahan.

"Janji gak suudzon sama aku?"

"Iyaaaaaaa," emosiku naik satu oktaf.

"Janji gak bilang ke teman-teman kamu?"

"Iy...eh tergantung, kalau aku keceplosan ya gak bisa."

"Ouh ya udah gak usah cerita kalau gitu."

Aku kecewa sebenarnya, sikap Tristan yang kekeh menyembunyikan kabar kehamilan membuatku muak. Aku gak suka, meski bukan dia ayahnya.

"Ya udah gak usah cerita juga gak masalah," aku bukan tipe cewek pengemis, realistis aja. Kalau ada yang disembungikan, fine itu privasi Tristan dan aku gak mau mengusiknya.

"Sayang,"

"Udah selesai kan sarapannya, aku balik ke ruanganku dulu."

"Sayang," panggilnya sambil menahan lenganku.

"Apa?"

"Kamu marah?"

"Bukan marah, tapi aku gak suka sikap kamu yang menyembunyikan masalah cewek lain."

"Aku bakal cerita kalau---

"Sejak kapan harus ada syarat, selama ini kamu cerita tentang apapun dan hanya cerita padaku, kamu gak usah pakai syarat, tapi soal.." lidahku tiba-tiba keluh bicara tentang kehamilan perempuan lain. "Sudahlah, itu privasi kamu. Aku sadar aja, ternyata kamu masih belum percaya padaku."

"Enggak gitu."

"Trus?"

"Ya kamu janji dulu gak usah cerita sama yang lain."

"Dan sejak kapan kamu mengira aku tukang gosip?"

Tristan terdiam, heran juga kenapa dia begitu mengikuti keinginan seseorang untuk kabar ini, padahal Tristan sangat tidak suka hidup didikte orang lain. Lagian, selama ini aku memang punya banyak teman, tapi aku juga tidak ember, hanya sekedar menimpali dan review ulang ketika bersamanya.

"Sayang, please....."

"Sikap kamu kaya' gini justru membuat aku curiga, dia hamil karena kamu."

"CUKUP!" bentak Tristan, aku terjingkat kaget baru kali ini dia suaranya meninggi padaku. Aku menunduk seketika.

"Lebih baik kamu keluar, aku gak mau nyakitin kamu."

Aku mendongak tak percaya, aku diusir? Fine...dari kemarin solusi terbaik memang menghindar.

"Sebelum kita melangkah lebih jauh, pikirkan lagi soal nikah kita."

"Keluar."

Sambil menahan tangis, aku mengambil tas lalu keluar. Sisi lain dari Tristan kalau sedang marah baru ku ketahui. Begitu menarik handle pintu, mataku terkejut tatkala Evelyn sudah di depan pintu membawa paper bag, mungkin sarapan.

"Ouh..ada si Nyonya," sapanya dengan senyum sinis. "Bos ganteng di dalam kan?"

"Mau apa nyari Pak Tristan sepagi ini?" aku menutup pintu ruangan Tristan tapi tetap berdiri di depan pintunya, tak bergeser sedikit pun.

"Mau kasih vitamin sayang."

Aku tahu dia hanya memantik emosiku, "Udah aku kasih vitamin kok, kayaknya gak perlu vitamin dari kamu deh."

"Kamu kurang pengalaman."

"Aku dan Tristan kurang pengalaman, wajarlah masih meraba-raba, lagian kamu gak takut sama kehamilan kamu yang masih muda."

Wajahnya mendadak pias, "Ka....ka...kamu."

Aku tersenyum remeh, kulipat tangan di depan dada, ingin tahu saja masih beranikah dia berhadapan denganku.

"Silahkan masuk," kugeser badanku lalu melangkah menuju ruanganku sendiri. Aku sudah tak mau ambil pusing. Tristan sudah dewasa, kalau mau serius denganku, tentu tak akan bermain dengan wanita lain.

Back to work.

Aku fokus pada pekerjaanku, sesekali ikut nimbrung obrolan Mbak Tiwi dan Lita. Ponsel tak kuhiraukan, lebih tepatnya tak mau berharap akan dirayu Tristan. Hingga menjelang makan siang, pesan Lula masuk.

Lula: Lo lagi marahan sama bos, Ta?

Me: Enggak, why?

Lulu: Makan siang sama gue ya. Ntar gue cerita.

Aku mengerutkan dahi, kenapa Lulu tiba-tiba mengajakku makan siang. Apa mungkin ada rahasiua Tristan yang ia ketahui, akhirnya aku mengiyakan saja.

Di sinilah kami sekarang, pujasera kantor lantai bawah, duduk berhadapan dengan Lula dan aku tahu dia cemas.

"Kenapa sih?" tanyaku memulai obrolan sambil makan siang.

"Kamu lagi ada masalah sama bos?" tanyanya dengan penuh selidik, aku hanya menggeleng.

"Tadi Evelyn pagi banget keluar dari ruangan bos loh."

"Gue tahu."

"Kok bisa?"

"Sebelum dia masuk gue keluar."

"Ouh pantes."

"Kenapa?"

"Gue dikasih paper bag sama bos dan katanya bagi sama ob atau karyawan lain, saya udah sarapan sama Nyonya." Lula meniru ucapan TristaNt

Aku mengangguk saja, entah kenapa aku bahagia dia menolak 'vitamin' dari Evelyn.

"Trus?"

"Ya tak lama Pak Arik masuk, dan mereka bertengkar. Eh bukan berdebat dengan suara keras, aku heran aja sampai keras banget suaranya. Nah habis itu kan mood Pak Ian juelek banget."

"Apa yang kamu dengar?" selidikku.

"Yang aku dengar kok bisa sih kamu sampai kebobolan, ingat dia istri orang, lo harus tanggung jawab. Gue gak paham kenapa Pak Ian bilang gitu, sedangkan Pak Arik gak mau tanggung jawab gitu deh, emang apa yang mereka bahas?"

"Aku juga gak tahu, urusan laki-laki mungkin."

Lula terus menatapku hingga risih juga, "kenapa?"

"Aku yakin ada sesuatu yang kalian sembunyikan, tolong dong cerita Ta, gue gak mau kena semprot Pak Ian setelah ini, sumpah wajahnya menyeramkan."

"Yang bener, bukannya kamu pernah bilang mau marah mau senyum Pak Ian tetap ganteng," sindirku mengingatkan ocehan Lula yang diam-diqm naksir Tristan.

"Tapi sumpah, Ta. Gue ngeri, dan tunggu...kenapa lo bisa leluasa makan siang sama gue, biasanya Pak Tristan bakal neror lo kalau gak makan siang bareng."

"Mereka udah putus."

Aku dan Lula menoleh ke sumber suara, seseorang yang membawa nampan berisi makan siangnya sudah berdiri di sampingku.

"Gila lo," sembur Lula tak suka.

1
Ray Aza
tega bgt km thor anak baik2 gitu km kasih pasangan psk. 😓
Lel: hwkwkkw nyatanya ada di dunia kerja kakak
total 1 replies
siti salamah
nge gabtung giini akhirrnyaa yao kaka
Sartika Thika
kak,ini gmn?kok gantung?
Sri Ariyanti
hallo othor, beneran end kah? koq berasa gantung ya?

yg jelas ditunggu kelanjutannya
Sri Ariyanti
ok
Sri Ariyanti
selalu suka karyamu. pokoknya ok lah
falea sezi
najis dpet jalang
Quinza Azalea
gak rela banget si Abi sama Evelin thor😭
Quinza Azalea
ceritanya bagus bagus thoor
Lel: terimakasih kak
total 1 replies
Quinza Azalea
bagus
pipi gemoy
thor lanjutannya mana Thor 🌹5x
pipi gemoy
astoge setres ya ini org ckckck😡😤
pipi gemoy
mampus lelaki penghianat n murahan ludahin aje trus buang ke sampah😂😂😂😂👻
pipi gemoy
sabar Tris 😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
cerdas Ata👻👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
Gonta ganti itu WC umum 😂😂😂😂👻
pipi gemoy
Tristan 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🌹
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
Gracela Gultom
thor kenapa gantung
Vera Uni
cerita nya kok semua gantung thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!