Warning!!! 21++
Buku kedua dari Kutukan Cinta sang Casanova.
Selamat datang di dunia tawa yang membahagiakan.
Siapkan jantung dan hati anti baper. Sakit perut akibat tertawa setelah baca ini tidak di tanggung BPJS..
Hidup adalah pilihan, dan Alex memilih tak ingin repot dengan kerumitan yang di nama kan cinta apalagi sebuah hubungan yang mengikat yang di sebut pernikahan.
Namun Alex harus menelan kembali kata-katanya saat ia harus terperangkap dengan seorang gadis belia dan masih berseragam putih abu-abu.
Lalu apakah Alex akan kembali melontarkan kata antipatinya terhadap sebuah rasa asing dalam dirinya. sebuah rasa yang membuatnya kesepian dalam keramaian. sebuah rasa yang ia sebut Cinta. hingga keadaan berbalik, alam seolah mentertawakannya saat rasa ingin memiliki mendapatkan penolakan.
Tekad Alex untuk menjadi pribadi yang lebih baik agar pantas bersanding dengan gadis baik itu pun membutuhkan pembuktian.
Simak kisah mereka dan jangan lupa Bahagia.
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chanda Kirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hancur deh!
Happy Reading...
"Kok lo masih di sini, emang nonik gak nungguin elo?"
Pertanyaan Alex membuat sang pengantin pria benar-benar ingin mengumpat.
Pesta yang telah berakhir sejak satu jam yang lalu itu masih ramai oleh anggota keluarga yang masih ingin duduk santai bersama keluarga yang lain. tak terkecuali juga sang pengantin yang juga ikut bergabung kembali setelah menanggalkan jas pengantinnya.
"Diem lu, sebel gue." Dewa sewot.
"Kenapa? nonik nolak elo?" tanya Alex polos.
"Si barbie masih butuh elus-elus tuh," Zack menambahkan.
"Dia gak bisa di pake, sialaaaaan! udah konser solo aja gue sama tante lux."
Bua.. ha.. ha..
Pecah tawa Alex dan Zack seketika itu, menimbulkan keriuhan yang membuat orang berjangkit jika sedang melamun.
Krompyaaaang!
Bersamaan dengan pecahnya tawa dua orang itu, terdengar pula suara yang tak kalah keras. beberapa barang pecah belah tampak teronggok mengenaskan di lantai. hancur berkeping karena terjatuh dari tangan seorang pelayan.
"Apaan tuh?" Alex sampai berdiri untuk memastikan.
Mampus deh.
Di sebuah meja yang tak jauh dari tempat Alex dan kawan-kawan sedang duduk, seorang gadis sedang menunduk membersihkan kekacauan yang ia buat. dan bukan hanya itu, ia juga sedang berusaha untuk menyembunyikan wajahnya dari seorang pria yang menoleh ke arahnya.
Sherryl menunduk sebelum Alex mengenalinya. dua kali pertemuan mereka selalu berakhir dengan ketakutan di wajah Sherryl. tapi beruntung kali ini Sherryl melihat Alex terlebih dahulu sehingga ia bisa bersembunyi lebih dulu sebelum Alex melihatnya.
Cepat-cepat Sherryl bersembunyi dengan berjongkok dan menunduk sehingga tubuhnya terhalang oleh meja dari pandangan Alex.
Gadis itu meraup pecahan gelas dengan tangan telanjangnya. tak peduli jika jarinya terluka karena pecahan gelas.
Bahkan darah yang mengucur dan rasa perih di jarinya tak ia rasakan. terkalahkan oleh rasa takutnya pada Alex yang mungkin mengenalinya.
Sherryl sudah seperti maling ayam yang kepergok mencuri. ketakutan di tuntut ganti rugi selalu membayanginya.
"Kenapa bisa terjadi?" seorang teman sesama pelayan mendatanginya.
"Gue gak sengaja, mungkin ada sisa krim yang menempel jadi licin. tanganku kurang cepat menangkap tadi, jadi jatuh semuanya. maaf." jelas Sherryl setengah takut.
"Manajer pasti sangat marah sama kita." teman sesama pelayan itu tak kalah takut.
"Iya, nanti biar gue yang tanggung jawab." Sherryl menenangkan.
"Tanggung jawab pake apa Sher, ini tuh yang nikah cucu pemilik hotel. pasti orangnya marah pestanya kacau."
"Alaah piring sama gelas doang, biar gue entar yang ngomong. lagian pestanya juga udah kelar." jawab Sherryl sok berani padahal hatinya sudah kembang kempis karena takut.
Terlalu asik berdiskusi dengan temannya, Sherryl tak menyadari ada sepasang kaki yang melangkah di seberang meja.
Alex yang melihat ada pergerakan beranjak dari duduknya. ia sangat yakin jika kegaduhan yang terjadi itu ada di balik meja. dan ia seperti mengenali pelakunya. Alex sangat ingin memastikan bahwa yang di lihatnya tidak salah. gadis di cafe yang telah membuatnya penasaran.
Langkah Alex semakin dekat hingga ujung sepatu Alex sudah berada depan mata Sherryl hingga gadis itu menyadarinya.
Khem.. khem..
Spontan Sherry berdiri karena mendengar suara seorang pria. bahkan pecahan gelas yang ia kumpulkan kembali berhamburan.
"Elo!"
Mata Sherryl membulat saat pandangannya bersirobok dengan Alex yang memandangnya tajam. seperti tersadar, Sherryl menarik pandangannya tak lagi membalas tatapan tajam Alex.
Ya ampuun,,, kenapa dimana-mana ada manusia ini sih.
Batin Sherryl menggerutu sebal.
"Om," Sherryl tersenyum kaku memandang takut ke arah Alex yang menampilkan aura-aura mencekam.
Sherryl merasakan ketidak baikan akan terjadi padanya. sementara ia sendirian. tak ada teman-temannya yang akan membantunya.
Otaknya memerintah untuk segera kabur, mata Sherryl bergerak liar kekiri dan ke kanan. mencari celah agar ia secepatnya pergi dari hadapan Alex yang tampak lebih menakutkan dari pertemuan keduanya.
Masa bodo dengan pekerjaannya, terserah jika malam ini ia tak mendapatkan upah dari kerja serabutannya. yang penting harus pergi sekarang juga.
Kabur.. enggak, kabur... enggak, kabur donk,,,
Sherryl mengambil satu langkah kaki ke samping dengan pandangan masih lurus ke depan. di ikuti oleh Alex dengan gerakan yang sama.
Satu persatu Sherryl mengambil langkah, sangat pelan. Alex pun sama. namun ia masih mempertahankan wajah yang sama. dingin dan datar.
Lucu. batin Alex.
Saat meja panjang itu sudah terlihat ujungnya, Sherryl mempercepat langkah, Alex masih dengan gerakan yang sama. melangkah pelan. mengikuti pergerakan gadis yang sudah pasang muka panik itu dengan tenang.
Hingga langkah kaki Sherryl sampai di ujung meja, Sherryl mengambil langkah cepat hendak berlari. namun sayang ia harus gagal. langkah panjang Alex mampu mengejar langkah Sherryl yang tampak kesulitan karena terhalang rok ketatnya.
"Eits, mau ke mana?" Alex menyambar sherryl dengan cepat.
hingga kedua kaki gadis tak menapak di atas tanah. tertahan oleh lengan berotot Alex.
"Mau kabur Om!" jawab Sherryl jujur
Alex tertawa tertahan. Mana ada orang mau kabur malah ngaku. ada-ada saja. dasar bocah. Alex tertawa geli dalam hati.
"Setelah membuat kekacauan?" tanya Alex garang.
"Emm, iya." jawab gadis itu, polos.
Tawa Alex hampir meledak. Lucu sekali.
"Lalu siapa yang akan bertanggung jawab.?"
Sherryl nyengir kaku, keliatan sekali jika gadis yang berada dalam rengkuhannya ini adalah tipe gadis pemberontak.
Wajahnya yang cantik itu memanipulasi sifat tengilnya. apalagi senyumnya yang sangat manis, siapapun akan melihat ia sebagai gadis yang manis dan tak banyak tingkah.
"Emm, yah siapa-siapa yang penting bukan Sherryl." jawabnya tanpa dosa.
Sherryl, nama yang cantik.
"Siapa nama lo tadi?"
"Nama She_aku mahal, jadi Om harus bayar dulu kalo mau tau?"
Sialan! umpat Alex.
"Lo boleh potong dari kerugian gue,"
"Kerugian Om? emang om yang punya pesta?"
"Bukan."
"Lalu?"
"Bos gue."
"Hhhh.." Sherryl terperangah, kedua tangannya ia gunakan untuk menutup mulutnya yang menganga.
Mampus aja lo Sheryyl..
"Boleh tidak Om kalo Sherryl pergi aja, kabur gitu?" pintar gadis itu menghiba, mulut yang biasa ia gunakan tanpa filter kini berkata sangat manis.
Alex mengangkat sebelah alisnya, "ngerayu?"
"Iya, kali aja berhasil." ujar gadis itu lucu. membuat Alex semakin ingin tertawa.
"Kalo gitu bilang sendiri sama orangnya."
Yess!! umpan berhasil sorak Sherryl dalam hati.
Alex membawa tubuh Sherryl masih dalam kuasa lengannya. seperti menggamit selimut yang ringan. lalu menurunkannya di depan meja yang di duduki Dewa dan Zack.
Dewa yang sedang berbicara santai bersama Zack, mendongak saat Alex bersama gadis kecil berdiri di hadapannya.
"Siapa?" tanya Dewa.
"Dia_"
"Pacarnya Om ini." Sheryl mendahului sambil menunjuk Alex dengan telunjuknya.
Alex menganga tak percaya dengan ucapan Sherryl yang sangat berani.
Zack melotot Dewa mengenyit Alex menganga tak percaya. bagaimana mungkin dia jadi yang terfitnah saat ini.
Gadis ini, sialan!
"Beneran?" tanya Dewa setengah percaya.
"Aje gileee,,,, bocah euy!" Zack terkikik.
Alex gelagapan menjawab pertanyaan kedua temannya karena saat itu Sherryl dengan berani memeluk lengan Alex dan bersandar dengan santai. menampilkan wajah paling manis.
Dan tanpa sadar, Alex sedang berinteraksi dengan seorang gadis kecil, mematahkan sendiri sumpahnya yang tak akan berurusan dengan gadis semacam Cintya.
Jika ia bisa melihat, mungkin saat ini iblis sedang mentertawakannya.
***
Alex... oi ... Alex...
tinggal kan jejak, dengan like coment and Vote.