NovelToon NovelToon
Suamiku, Suami Sahabatku (Istri Pengganti)

Suamiku, Suami Sahabatku (Istri Pengganti)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:810.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Indry saputri

Viona Adisti wanita berumur 25 tahun adalah seorang janda yang ditinggal mati suaminya, akibat kecelakaan pesawat ketika itu Azlan selaku suami dari Viona yang menjadi pilotnya.

Viona menikah kembali dengan Zico Wijaya Kusuma 29 tahun, pemilik perusahaan terbesar WK Group selaku suami dari sahabatnya yaitu Alea Anggita Winarti, Alea telah meninggal dunia dan meninggalkan seorang putri cantik bernama Alika Queenara Kusuma.

Alea meminta Zico suaminya agar menjadikan Vio sebagai ibu sambung Alika yang masih berusia enam bulan, bisakah Vio menjadi ibu yang baik buat Alika dan bahagiakah Zico dengan Vio...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indry saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter SSS 10

Taxi yang di tumpangi Fani akhirnya sampai dirumah Vio, Fani masuk kedalam dan langsung menuju kamar Vio, dikamar Fani tidak menemukan siapa siapa dan Fani melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka, Fani membuka lebar pintu kamar mandi tersebut, Fani pun kaget kala melihat Vio yang tergeletak pingsan di lantai kamar mandi.

"Astaga... mba Vio, mba bangun mba..." teriak Fani sembari menggoyang goyangkan tubuh Vio.

Fani pun berlari keluar rumah untuk meminta bantuan pada warga sekitar, setelah mendapatkan bantuan Fani segera membawa Vio kerumah sakit menggunakan mobil milik Vio.

Sampai di rumah sakit Vio masuk ke ruang UGD, sementara Vio ditangani oleh dokter Fani duduk di kursi ruang tunggu, dia tidak henti hentinya berdoa agar atasannya yang sudah seperti kakak kandungnya itu baik baik saja.

Setelah beberapa menit kemudian dokter yang menangani Vio terlihat keluar dari ruangan itu, Fani melihat dokter keluar segera menghampiri sang dokter.

"Bagaimana keadaan kakak saya dok?." tanya Fani.

"Tidak ada penyakit yang serius dia baik baik saja, Kakak anda hanya mengalami asam lambung sama kelelahan seperti kurang tidur dan banyak fikiran, itu saja kemungkinan dia harus dirawat dua hari disini sampai kondisi tubuhnya normal seperti semula." tutur dokter.

"Terima kasih dokter." ucap Fani.

Dokter pun pergi dari sana, selang beberapa menit Vio di pindahkan ke ruang rawat, Fani mengikutinya dari belakang.

Dua hari telah berlalu Vio sudah keluar dari rumah sakit, Fani menjemput Vio dan mengantarkan Vio kerumahnya, dimobil tiba-tiba Vio mengingat Alika putri angkatnya yang baru beberapa hari dia tinggalkan.

"Apa kabar kamu sekarang nak.. mami sangat merindukanmu." gumam Vio pelan tapi masih bisa di dengar sama Fani.

"Mba rindu dengan Alika." tanya Fani.

"Iya Fan, meski bukan anak kandung mba, tapi mba sangat sayang sama Alika." ucap Vio.

"Mba kenapa tidak pulang kerumah suami mba saja."

"Gak Fan, buat apa mba kembali kesana yang punya rumah aja udah gak pengen mba tinggal disana, mungkin sebentar lagi mba resmi bercerai dengannya Fan." jelas Vio yang entah kenapa hatinya begitu sesak saat mengatakan kata cerai.

Mata Vio terlihat berkaca-kaca saat mengingat perlakuan dan perkataan kasar Zico kepada dirinya, Fani yang melihat kesedihan Vio kembali lagi merasa sangat kasihan, dia pun menceritakan tentang Zico yang datang kebutiknya lagi setelah satu jam Vio pergi pulang kerumahnya.

Awalnya Vio tidak percaya jika Zico mencarinya kembali, tapi ketika Fani bilang Zico terlihat sangat merasa bersalah dan menyesal, dia juga jadi penasaran, vio mengambil ponsel yang ada disaku celana jeansnya, dan mulai menelfon ke telfon rumah Zico yang diangkat bi Mina.

(Pembicaraan didalam telfon).

"Hallo selamat siang." ucap bi Mina.

"Hallo selamat siang juga bi Mina, ini aku Vio." ucap Vio.

"Astaga Nyonya apa kabar, Nyonya dimana sekarang? kapan Nyonya kembali?." tanya bi Mina.

"Kabar ku baik bik... Alika gimana kabarnya bik?... entahlah bik Vio belum tau kapan Vio akan kembali" ucap Vio mencoba untuk tersenyum walau tak bisa dilihat sama bi Mina.

"Nona kecil baik baik aja Nyonya, tuan Zico yang sedang tidak baik Nyonya, Nyonya kembalilah kasian tuan Zico." ucap bik Mina.

"Mas Zico kenapa bik..? dia sakit kah..?" tanya Vio.

"Semenjak Nyonya pergi meninggalkan rumah, tuan mengurung diri dikamar Nyonya, beliau gak mau makan dan minum, tidak pernah memperhatikan kesehatan dirinya dan nona kecil, tuan selalu menyebut nama Nyonya dan meminta maaf, berharap Nyonya kembali, kasian tuan Nyonya sepertinya tuan sangat menyesal." jelas bibik.

*Apakah benar mas Zico merasa bersalah dan menyesal terhadap ku? untuk apa? diakan sangat membenciku? dan situasi ini atas kemauan dia sendiri bukan aku ~ batin Vio.

Alea aku harus bagaimana, benarkah mas Zico merasa bersalah dan menyesal dengan perbuatannya terhadapku? ~ batin Vio lagi.* yang sepertinya tidak percaya akan sikap Zico, lama Vio melamun hingga bi Mina memanggilnya di balik telpon yang masih tersambung.

"Hallo Nyonya... apakah Nyonya masih disana.. hallo.. " ucap bi Mina.

"Ya hallo bik.. Vio masih disini, hmmm begini bik, Vio bakal jenguk mas Zico dan Alika tapi bibik janji sama Vio jangan bilang ke mas Zico kalo Vio datang." ucap Vio yang sudah mengambil keputusan untuk datang menjenguk Zico dan Alika.

"Alhamdulillah.. baiklah Nyonya bibik tidak akan bilang sama tuan kalo Nyonya datang."

"Yasudah bik.. Vio berangkat kesana." ucap Vio dan mematikan sambungan teleponnya.

Vio mengurungkan niat untuk pulang kerumahnya sendiri, Vio meminta Fani untuk mengantarkan kerumah Zico.

"Fani kita gak jadi pulang ya.. antar mba kerumah mas Zico aja."

"Mba serius.." tanya Fani yang tampak bingung sama atasannya.

"Iya Fan mba serius, mba mau berkunjung kesana karna mba kangen Alika, mba gak nginep kok, kamu bawa aja mobil ke butik setelah mengantarkan mba, nanti mba yang susul ke butik buat ambil mobil." ucap Vio dengan alasan karna kangen sama Alika.

"Oke mba.. " jawab Fani.

Fani melajukan mobil ke alamat yang sudah di kasih tau oleh Vio, sesampainya disana pak Kusno yang jadi security rumah Zico suami dari bik Mina segera membukakan pintu gerbang karna dia tau itu mobilnya Vio, jadi dia kira Vio sudah pulang dan tinggal disini lagi, tetapi Vio segera menghentikan pak Kusno.

"Pak.. gak usah di buka pintu gerbangnya." ucap Vio yang turun dari mobil dan berpamitan ke Fani lalu Fani melajukan mobil itu kembali menuju butik.

"Loh Nyonya kok mobilnya gak di bawa masuk..?" tanya pak Kusno.

"Gak pak.. Vio cuma mau mampir bentar kok." ucap Vio.

Vio langsung melanjutkan langkahnya kedepan pintu rumah yang sudah terbuka lebar dan menampakkan bi Mina yang tengah mengajak Alika bermain dengan kereta dorong, air mata Vio luruh seketika melihat putri kecil yang malang itu, dia berlari mengejar Alika kedalam dan langsung mengambil Alika dari dalam kereta lalu mendekapnya erat.

Vio menangis saat memeluk Alika, rasa rindu terhadap putri kecil itu seakan terobati meski hanya untuk sebentar.

"Alika... mami rindu sekali denganmu nak..." ucap Vio dengan isak tangis, bi Mina yang melihat ibu dan anak yang tengah melepas rindu pun ikut menangis.

" Nyonya... apa Nyonya akan tinggal disini lagi..?."

"Gak bik.. Vio cuma mau berkunjung."

"Lalu sekarang nyonya tinggal dimana?."

"Bibik janji ya jangan bilang sama mas Zico."

"Iya nyonya bibik janji."

"Vio tinggal dirumah Vio sendiri bik.."

"Mohon maaf nyonya kalo bibik ikut campur, memangnya tuan sama nyonya kenapa?."

"Vio sama mas Zico hanya ada sedikit masalah bik.." ucap Vio karna Vio sudah menggap bik Mina seperti ibunya dia mau menceritakan semua masalah yang sedang dialaminya dengan Zico.

"Nah begitulah bik ceritanya, makanya Vio bingung kenapa mas Zico harus kayak begini, kan situasi seperti ini dia yang mau bik.." jelas Vio yang sudah selesai menceritakan semua masalahnya dengan Zico.

"Jadi cuma salah paham nyonya..." ucap bik Mina yang diangguki sama Vio "Bibik rasa tuan sudah tau kebenarannya nyonya sampai tuan merasa bersalah seperti ini, kemaren tuan sempat demam nyonya, bibik pengen ngasih tau nyonya tapi handphone nyonya gak aktif, bibik di larang sama tuan untuk memberi tau nyonya besar, dan akhirnya tuan Randi sepupu dari tuan Zico yang merawatnya disini kemaren, tapi tetap saja tuan tidak mau makan dan minum obat, tuan hanya ingin nyonya kembali." jelas bik Mina panjang lebar.

"Sepertinya tuan sangat menyesali perbuatannya nyonya.. " tambah bi Mina lagi.

***

1
leahlaurance
Luar biasa
leahlaurance
semangat vio ,enga usah mikir bapanya bayi
leahlaurance
laki laki nya pelik amat.
Rubiyanti
Lumayan
Mailizerita Keffli
berenti terus lah ,bikin kecewa aja..nga ada gunanya juga jd penulis klu jln ceritanya cuma separuh2.👎👎.
umi yuliyansari
asik,mudah dipahami ,,
Julieta Tata
next dong
Sri Wahyuni
gooool
Sri Wahyuni
klau di dunia novel ribet bngt pasutri.mau tdur jg pdhl dah halal apapun awal nya cara menikah y
Hernawanti
lanjutkan 🙏🙏🙏
Aty Sihombing
sedih aq Thor baca bab ini😥
Erna Yunita
sabar Vio......si zico belum kejedot pintu....otaknya masih eror....
Erna Yunita
perasaan yg mungkin akan terlukai......
aku siapa...
klo drama nya dipercantik lagi maybe tambah keren thor 😍🤗 klo ini feel nya kayak terlalu cepet baca nya ditambah sad nya tuh sad gmn gtu 😁 menurut ku sihh..

#CemangattThor😍
Afifa Afifauzma
aseekk..dapat janda tapi perawan dong mas Zico....
Wati Mega
ternyata bagus dan seru jg cerita ya semangat untuk terus menulis 💪💪💪
Wati Mega
semangat 💪💪 untuk karya selanjutnya 💪💪
Wati Mega
bagus juga ko tetap semangat 💪💪💪
Nura_lee
thourr kok kaya nikah siri thor hanya bilang di mata agama, kalau nikah yg sah di mata agama dan negara baru cocok
Ida Blado
langsung lompat baca part terakhir ternyata gk ada lanjutanya,jadi,,,ya gk jadi baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!