NovelToon NovelToon
Married By Incident

Married By Incident

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mamah AllRey..

Devina Renata seorang gadis berusia 25 tahun yang terpaksa harus menjalani hidup mandiri karena ayahnya menikah lagi dengan janda beranak satu. Pengalaman itu membentuk Devina menjadi seorang pekerja keras, mandiri, ceria dan selalu optimis menghadapi setiap tantangan.

Berawal dengan adanya pengkhianatan dari pacarnya, Dev menjadi putus asa dan memutuskan untuk mengambil jalan pintas dengan menerima tawaran pernikahan dari seorang CEO tampan yang bernama Andhi Yudha Baskara. Pernikahan itu menjadi titik balik dan trigger keberhasilan Devina. Hidupnya menjadi sempurna dengan kehadiran buah hati dan suami yang sangat menyayanginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikah

"Menikahlah denganku. Aku beri waktu Iima menit untuk berpikir " kalimat laki-laki itu terngiang dan dengan arogan mendominasi telinga Dev.

"Alangkah bahagianya jika Andre yang mengucapkan kalimat ini." desah Dev sambil terpejam.

"Shit.., kenapa aku masih memikirkan laki-laki itu lagi." sesal Dev sambil memukul kepalanya.

"Kesalahannya hari ini tidak dapat ku tolerir, sudah melampaui garis batas kesabaranku."

"Dan sahabat baikku... Sasa.. Reno. Mereka sengaja menyembunyikan semua dariku." air mata Dev kembali meleleh.

Tiba-tiba mata Dev membulat, segera dia menyeka air matanya, dan mulai memikirkan tawaran laki-laki tadi.

"Kenapa aku tidak mencoba tawarannya. Aku tidak mungkin kembali dan menerima Andre seperti tidak terjadi apa-apa. Dengan menikah atau tidak, ruang hatiku juga tetap akan kosong."

"Apalagi laki-laki tadi berjanji untuk tidak memaksaku bersamanya, dan sepertinya dia hanya membutuhkan akta nikah."

" Tapi siapa laki-laki itu."

" Apakah perlu aku menyelidiki identitasnya terlebih dahulu?."

" Tapi...., mungkin tidak penting juga, aku tahu dia siapa. Yang penting aku akan memiliki identitas baru, yang mungkin suatu saat akan memiliki manfaat buatku."

Sejenak pikiran Dev mengalami pergulatan dan saling bertentangan, akhirnya setelah mengambil nafas panjang.

*****

"Gimana boss, sudah jam 09.15 menit. Cynthia belum muncul, dan aku belom mendapatkan perempuan yang layak untukmu." ucap Pratama.

"Apakah perlu kita tunda pernikahannya?"

"Tetap menikah hari ini, kamu tidak perlu gusar. Aku sudah mendapatkan sendiri calon istriku, siapkan saja semua berkas."

Terkejut, Pratama menatap Yudha.

"Dalam waktu singkat, darimana dia mendapatkan calon istri." batinnya.

Tapi, akhirnya dia terdiam karena Yudha bukan tipe orang yang bisa dibantah.

"Dalam waktu tidak lebih dari lima menit, akad nikah akan terlaksana. Semua bersiap" suara Yudha kembali mendominasi ruangan.

Dengan langkah pasti, Yudha duduk di kursi depan penghulu.

Semua orang di ruangan saling berpandangan dan penuh tanda tanya, tetapi semua terdiam tidak berani untuk mengeluarkan suaranya.

******

Tak lama kemudian, tiba-tiba terdengar suara lembut seorang gadis.

"Aku bersedia menikah dengan anda."

Semua orang di ruangan itu sontak menengok ke arah sumber suara.

"Apa?? Kamu sadar dengan kalimatmu." secara reflek Pratama bereaksi setelah melihat siapa yang berbicara.

Dia sedikitpun tidak berpikir kalau perempuan yang barusan ditolongnya, bersedia untuk menjadi istri mainan bosnya.

"Cepat, siapkan Pratama."

"Dev...berikan kartu identitas."

" Pak Penghulu, kami sudah siap untuk melakukan akad nikah." dengan tegas Yudha melakukan instruksi.

Tidak ada yang berani membantah instruksi Yudha. Semua sigap sesuai instruksi masing-masing.

"Baik, mari kita mulai. Silakan duduk disini Pak Yudha, dan mbaknya.... Akad nikah akan segera kita mulai"

Setelah menyerahkan KTP kepada Pratama, Dev berjalan menuju kursi yang sudah disiapkan oleh pihak KUA. Dengan penuh keyakinan, dia duduk di samping Yudha.

"Mohon maaf sebelumnya saya akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu." dengan gugup Bapak Penghulu meminta ijin untuk melakukan konfirmasi.

"Untuk wali nikah mbaknya, apakah sudah ada?" lanjutnya.

"Menurut UU perkawinan, agar pernikahan ini sah dimata hukum dan agama, ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi."

"Syarat pertama yaitu, jika usia calon mempelai wanita kurang dari 21 tahun maka disyaratkan harus ada wali nasab. Wali nasab adalah wali laki-laki yang segaris darah dengan calon mempelai wanita. Bisa ayah kandung, kakak atau adik kandung laki-laki, paman, kakek kandung dari Bapak"

"Tapi jika usia mempelai diatas 21 tahun, apabila wali nasab tidak memungkinkan untuk dihadirkan maka bisa digantikan dengan wali hakim."

"Syarat selanjutnya adalah tentang saksi. Saksi pernikahan harus diusahakan minimal dua orang, satu saksi nikah dari pihak wanita, dan satu saksi dari pihak laki-laki."

"Bagaimana, apakah bisa dipenuhi persyaratan yang saya jelaskan." dengan hati-hati penghulu menyampaikan ketentuan pelengkap.

"Mohon maaf Pak Penghulu, hari ini saya tidak mungkin untuk menghadirkan papa kandung saya. Sudah enam tahun saya hidup sendiri di kota ini." ucap Dev lirih.

"Usia saya saat ini sudah 25 tahun lewat 2 bulan, mohon untuk disiapkan wali hakim dari pihak KUA." lanjut Dev.

"Baiklah, sudah jelas semuanya. Jika diijinkan, Bapak Kepala KUA yang akan menjadi wali hakim dan akan menikahkan mbak Devina."

"Untuk saksi nikah bagaimana mbak Devina."

"Pratama, panggil salah satu pengawal di depan. Kamu menjadi saksi nikah dari pihak Dev, pengawal menjadi saksi nikahku." perintah Yudha segera.

"Baik boss."

Segera Pratama bergegas keluar, dan menarik salah satu pengawalnya ke dalam ruangan. Mereka duduk di samping kanan kiri kedua calon mempelai.

Kepala KUA segera menempatkan dirinya di tengah-tengah Dev dan Yudha.

"Alhamdulillah, semua sudah siap dan lengkap. Mari kita mulai prosesi ini.'

"Sebelumnya saya akan menanyakan, apakah mas kawinnya sudah siap?"

Dengan sigap Pratama menempatkan bingkisan seperangkat alat sholat yang sudah dihias dengan sangat indah, dan satu kotak perhiasan.

"Alhamdulillah, mari kita awali dengan membaca istighfar bersama-bersama."

Setelah selesai membaca istighfar bersama-bersama,

"Apakah wali siap untuk menikahkan kedua mempelai."

"Inshaa Allah saya siap." jawab Kepala KUA sebagai wali hakim dari Dev.

" Pihak laki-laki mohon menyerahkan mahar kepada pihak perempuan, yang akan diterima oleh wali hakim."

Yudha mengangkat mas kawin dibantu Pratama dan menyerahkan kepada Dev, yang diwakili Kepala KUA.

Setelah diterima, penghulu memberikan wejangan berupa khutbah nikah secara singkat kepada kedua mempelai.

" Untuk memastikan kembali keseriusan untuk menikah, saya akan bertanya sekali lagi."

"Apakah kedua mempelai ridho untuk melakukan akad nikah ini."

Untuk pertama kalinya, Dev dan Yudha saling menatap dan akhirnya menganggukkan kepala sebagai isyarat persetujuan.

"Baiklah kita lanjutkan prosesnya."

Setelah melewati berbagai tahapan prosesi yang disahkan dengan penandatanganan akta nikah, Dev dan Yudha dinyatakan secara resmi menjadi pasangan suami istri, baik menurut pandangan agama maupun pemerintah.

*****

Di luar KUA, Dev tertegun bingung mengingat peristiwa yang baru saja terjadi. Setelah melewati kepedihan di pagi hari, nasib sudah membalikkan pada kenyataan baru. Dia sudah resmi menjadi istri Andhi Yudha Baskara, laki-laki yang belum pernah dikenalnya sedikitpun.

"Ini adalah keputusanku, aku harus siap menerima segala konsekuensinya. Sekarang saatnya aku harus pergi untuk menenangkan diri sementara. Setelah hatiku sembuh, aku akan kembali membereskan semuanya." tekad Dev dalam hati.

"Tunggu," baru saja kakinya akan keluar halaman KUA, terdengar suara Yudha.

Dev membalikkan badan dan menghentikan langkahnya.

"Kita harus bicara dan membuat kesepakatan."

"Mari kita bicara di dalam mobil"

Dev mengikuti Yudha dan Pratama masuk ke dalam mobil.

Sebelumnya Yudha dengan yakin dan mantap hanya menjadikan pernikahan ini sebuah transaksi saling menguntungkan. Dia berencana, setelah mendapatkan akta nikah akan memberikan kompensasi kepada mempelai wanita.

Tetapi, setelah menjalankan prosesi pernikahan dengan khidmat, dan menatap mata jernih dan bening milik Dev, hatinya terketuk dan mulai diselimuti keraguan.

"Kamu sekarang ini sudah sah secara agama dan pemerintah menjadi istriku." kata Yudha tegas.

"Aku bisa memaksamu untuk mengikuti semua kemauanku."

" Tapi, aku tidak mau kamu menilaiku egois, dan seperti di awal aku memintamu, aku tidak akan sedikitpun memaksa."

"Aku serahkan semua pada keputusanmu."

" Dan keinginan apapun yang ingin kamu minta, akan aku penuhi."

"Aku tidak mau dikatakan sebagai orang yang tidak memiliki rasa terima kasih, rasa tanggung jawab kepada istrinya sendiri."

Dev mengangkat wajah dan memandang suaminya. Sedangkan Pratama hanya terdiam mengamati komunikasi keduanya.

"Aku tidak menginginkan apa-apa darimu." jawabnya pelan.

"Keluar dari kota ini untuk sementara waktu, mungkin menjadi pilihan tepat bagiku."

"Apa yang menjadi masalahmu." kata Yudha pelan.

"Ceritakan, dan Pratama dengan cepat akan bisa membereskannya."

Dev tersenyum pahit.

"Aku butuh menata hati serta hidupku, dan aku ingin menyendiri untuk menyembuhkan semua luka dan kepedihan ini."

"Sementara aku akan ke kota "L", dan jika anda memutuskan untuk membantuku, tolong jangan halangi aku."

"Aku tidak akan mengumumkan kepada dunia bahwa aku telah menikahimu. Aku harap, cerita kita akan putus sampai disini."

"Permisi, aku akan pergi" ucap Dev tegas

"Kalau itu telah menjadi keputusan yang kau ambil, aku tidak akan menghalangi. Tapi, terimalah ini sebagai ucapan terimakasihku." Yudha mengulurkan Kartu Debit Platinum hitam berlogo Visa.

"Mohon beribu maaf, aku tidak dapat menerimanya. Meskipun sedikit, aku juga memiliki sejumlah uang. Dengan menerimanya, aku merasa telah menjual diri padamu" kata Dev menolak pemberian Yudha.

"Kalau kamu tidak menerimanya, sama saja kamu telah menghinaku. Dan perlu kamu tahu, Andhi Yudha Baskara tidak pernah menerima penolakan."

"Jika kamu tetap bertahan menolak kartu ini, aku bisa memaksamu untuk mengikuti ku."

" Bagaimanapun kamu adalah istriku yang sah, yang harus mengikuti apa yang dikatakan suami."

Karena malas untuk berdebat lagi, akhirnya Dev mengalah untuk menerima kartu itu. Dia bertekad untuk menyimpannya, namun tidak akan sedikitpun menggunakan untuk kepentingan pribadinya.

"Baiklah, aku malas berdebat denganmu, kartu ini aku terima, dan tolong jangan halangi aku."

"Terimakasih, wassalamu alaikum" lanjut Dev berpamitan dan melangkah keluar dari halaman KUA "K".

"Wa Alaikum salam," jawab Yudha dan Pratama bersamaan.

*****

1
cetom😘😘
baskara torr
cetom😘😘
dona laki-laki atau perempuan torr
Sastri Dalila
👍👍👍
Violet
Biarpun ini sekedar cerita halu tp mon maap Di chapter ini TIDAK ADANYA EMPATI yg tugasnya sbg PERAWAT terus2an blg sang suami lbh mengurus istrinya drpd babynya! Cobalah nonton When Life gives you tangerines liatlah perjuangan sesungguhnya dr seorg Ibu & keluarga ketika adegan melahirkan!!!
Violet
Tdk seharusnya Perawat meledek sprti itu karna melahirkan itu nyawa taruhannya! Sang baby masih bisa diurus oleh dokter & perawat tp apakah mereka bisa mengurus mental sang Ibu yg abis hamil n sakit melahirkan? Ada yg trauma n baby blues. Jelas Yudha lbh mengkhawatirkan istrinya drpd babynya!
Helda Frisca Amelia
agak ga supan yaa devina itu manggil suami sebutannya nama doang
elis farisna
Luar biasa
Yolla
aduh kacian kacian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yolla
asisten lucnut🤣🤣🤣🤣🤣
Yolla
👍👍👍👍👍
ana restu
/Good/ suka
sur yati
bgs bgt
sur yati
udah mas Tama cepet di halalin tar keburu da yg nikung
sur yati
msh da gak tau stok laki Kya Yudha di dunia nyata ngasih dwt walopun perempuan tdk mau di paksakan
sur yati
keren tdk belete" Yudha
Aprilia
baru anak kembar bisa keluar kedua nya bersamaan padahal normal
Febri Ana
mantaapp lanjuuttt
Febri Ana
lanjuutt
SARI MEUTIA
Luar biasa
Nur Lela
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!