Afkar Giovani Nararya si ketua kedisiplinan Sekolah SMA N TUNAS BANGSA, di nikahkan dengan Hanindya Kayesa si Ratunya terlambat, dan mereka terkenal tidak akur satu sama lain
Di tambah keseruan teman sekelas yang gila gila mewarnai
Seperti Tom and Jerry bagaimana mereka menjalani bahtera pernikahan mereka?
bagaimana mereka menyikapi situasi yang memaksa mereka menjadi orang dewasa di usia mereka yang masih remaja?
Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari pihak sekolah agar tidak di keluarkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon P TututhPern, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Hanin berlari menghampiri Cia yang sudah menunggunya di gerbang, sebenarnya dia selalu berangkat dengan Afkar tapi minta berhenti di perempatan yang tidak jauh dari sekolahan.
" Cia sayang, Morning " Hanin memeluk lengan Cia sambil cengir tak lama Afkar lewat dengan motornga.
" Papa... " sapa Cia yang dibalas dengan klakson. " papa itu sebenarnya ganteng kalau saja tidak berpenampilan culun begitu. "
Dalam hati Hanin menyetujui ucapan Ciara, sejak awal melihat penampilan ala BadBoy Afkar dia tidak pernah menyangkal kalau cowok itu punya paras tampan.
" Morning semua " seru Cia yang baru masuk kelas
" Morning " jawab mereka yang ada dalam kelas.
" Karena hari ini ada ulangan, Afa gue di samping lo ya " Zain duduk di atas meja Afkar yang langsung di dorong turun
" tidak " Zain mencibir
" Mama... nanti minta jawaban ya " seru Zain beralih ke Hanin, Hanin mengedikkan bahu
" kalau lo sih gue mikir sepuluh kali. "
" Njir " umpat Zain " ngak ada yang sama gue, gue anak ngak dianggap " sungut Zain " mau minta Sean tapi dia anak IPA kan asem "
" banyakin istigfar aja bung " Kevin duduk di bangkunya membuka buku pelajaran yang memang ia pegang
" ini nih, murid yang tidak pantas di sebut murid. belajarnya pas ada ulangan " Sasya langsung bergabung dengan Hanin dan Cia yang sudah merumpi cantik di pojokan kelas.
" Nin... " rengek Zain yang masih memohon mohon minta diberi jawaban saat ulangan nanti.
" Apaan sih, Afa.. nih Zain gangguin " lapor Hanin, Afa menoleh membiarkan mereka, dia juga mau fokus belajar. " ck, ngak guna banget jadi ketua kelas "
" gue denger Hanin " ucap Afkar
" sengaja, biar lo peka "
" tuh...Pa... mama sudah minta dipekain " Kevin berujar.
" cot " umpat Hanin menendang kursi Kevin yang terkikik kikik gila.
" Bina, Bina " Hanin meninggalkan bangkunya menghampiri gadis yang duduk di pojokan depan dekat pintu kelas.
" kenapa? " gadis paling pendiam di kelas dan jarang ngumpul dengan mereka itu mendongak mengalihkan wajahnya dari buku.
" lo sering ke Ipa 1 kan? " tanya Hanin, Bina alias Sabrina itu mengangguk " lo pasti kenal Kennan kan? salamin dong "
" gas Nin, brum brummm.... " celetuk Zain dari bangkunya, Hanin mendelik menatap tajam
" diam lo kain pel "
" Hina Nin, hina aja gue terus " balas Zain membuat beberapa anak disana mencibir dan mulai mengumpat
" berisik, kalian belajar sana " kesal Afkar yang memang terasa terganggu dengan suara berisik teman temannya.
" Pa... tuh Mama jangan dibiarin ganjen gitu. ngak ikhlas gue tuh punya papa baru " Sasya mendekati Afkar menggoyang lengan Afkar membuatnya berdecak
" alah... bilang aja lo juga mau "
" iyalah. " ucap Sasya " Ma... lo kan ada Papa, ilah biarin dia jadi mantu Mama aja "
" idihhhh... siapa cepat dia dapatlah. " Hanin beralih lagi ke Bina,
" Paaaa..... " Sasya kembali menggoyang lengan Afkar membuat pemuda itu berdecak
" Nin kembali ke bangku lo sana, lo juga. Sya. " kesal Afkar " gue ngak bisa fokus "
" ck " Hanin berdecak tapi langsung menurut melangkah ke bangkunya " itu jawabannya 12% " beritau Hanin saat ia lihat Afkar kelihatan bingung dengan soalnya " pakai rumus ini "
" gimana gimana? " Afkar menarik Hanin duduk di sampingnya " jelasin sini "
Hanin menarik buku Afkar berniat mau menjelaskan tapi belum sempat dia menjelaskan Caka salah satu teman sekelasnya menarik dan mendorongnya ke Papan
" jelasin disitu saja "
" hah? " kaget Hanin " eh... gue ngak bisa "
" udah sih, jelasin bagaimana metode lo. orang pintar itu harus berbagi ilmu jangan pintar sendirian " ucap Caka yang mengambil tempat duduk di depan mendepak penghuni aslinya.
" tanya aja deh kalau ngak paham, gue ngak ada bakat jadi guru "
" bacot, jelasin aja kenapa? ngak usah sok ngak bis- " Caka kaget karena kursinya di tendang Afkar
" kalau mau diajarin minta baik baik kenapa? " omel Afkar " ngak usah ngumpatin. "
" kok lo yang sewot? emang lo apa- "
" oke gue coba " Hanin berucap dan mengambil spidol di meja guru " Ci, tolong buku gue "
Hanin mulai mencatat di papan tulis mencoba menjelaskan dengan caranya sendiri meski kaku dan diselingi umpatan ke arah Zain dan Baim yang bawel banyak tanya yang tidak berhubungan dengan pelajaran
" sudah bel, ayo keluar " Afkar menutup bukunya menghanpiri Hanin mengambil spidolnya dan menarik Hanin keluar.
" gas Pa..." cetuk Miya " Ma... Kennan buat gue ya "
" sini langkahi mayat gue dulu " teriak Hanin yang sudah ada di luar kelas
" berisik " Afkar menjitak kepala Hanin keras membuat gadis itu mengadu, tapi langsung membalas dengan menginjak kaki Afkar
" rasain " Hanin berbalik mendekati Cia yang baru keluar kelas.
tbc
kangen sama karya baru nya mak 😂