NovelToon NovelToon
You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

You Are My Wife Not My Enemy ( Kamu Adalah Istriku Bukan Musuhku )

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Anak Yatim Piatu / Trauma masa lalu / Roman-Angst Mafia / Gangster / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Andrieta rendra

Freya Stephany Limabrata, adalah sosok wanita cantik serta periang yang banyak memiliki harapan hidup dan impian.

Namun suatu malam di kediamanya, terjadi sebuah pembantaian yang menewaskan Orang tua serta kakak laki-lakinya. Dan hanya menyisahkan dia seorang diri di dunia.

Bertemankan dengan sepi dan penderitaan menjalani kerasnya hidup, membuat Freya bertekad akan membalaskan dendamnya kepada sosok pembunuh itu.

Dan siapa sangka, di saat dia ingin membalaskan dendamnya kepada sosok Aiden Giovano penguasa Dunia Gelap dan terang, dan juga mempunyai kedufukan sebagai Ketua Mafia serta Gengster yang paling di takuti, hingga dia mendapatkan Julukan sebagai Dewa kematian ini, malah justru menjeratnya dengan sebuah rantai cinta keposesifan yang sangat menakutkan.

Membuat Freya ingin sekali pergi namun kakinya selalu di rantai bagaikan hewan tak berperasaan.

“Aku tidak akan pernah menerima pernikahaan dengan seorang pembunuh orang Tuaku seperti mu, cuiihhh,” bentak Freya meludahi wajah Aiden yang terlihat hina di depanya.

“Kamu istriku, bukan musuhku! Sampai kamu matipun aku tidak akan pernah melepaskan mu ingat itu!”balas Aiden tegas.


Follow Instagram Author @Andrieta_rendra🙏🏻❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

🌹 Happy Reading 🌹

Setelah menunggu kurang lebih 12 menit, lewt 2 menit dari waktu yang di janjikan tadi, saat ini Dokter yang tadi di minta oleh Aiden sudah berada di dalam apartemen miliknya dan sudah menangani Freya.

"Apakah reaksi suntikan ini akan lama ?" tanya Aiden yang sudah tidak sabaran ingin meminum susu.

Dokter tadi menatap ke arah Freya, sebenarnya ada sedikit rasa kasihan dan ingin membantunya, namun apalah kuasa mereka yang hanyalah seorang bawahan dari keluarga Lesham. Sehingga salah sedikit mereka bicara maupun bertindak maka nyawa mereka lah yang akan menjadi taruhanya.

"Obat ini mungkin akan membutuhkan reaksi sedikit lama Tuan, sekitar 2 sampai 3 jam, maka dia akan mengeluarkanya secara perlahan. Dan ketika nanti Nona Freya merasakan nyeri dan bengkak di sekitaran payu**da**ranya maka itu adalah efek normal dari tanda-tanda menyusui Tuan," jawab Dokter tersebut menjelaskan kepada Aiden dan juga Freya.

"Mengapa harus selama itu?" Bentak Aiden dengan kesal.

Freya melirik sedikit ke arah Aiden yang sedang marah saat ini, "bahkan menunggu 3 jam saja dia tidak bisa? Bahkan ini saja baru jam 7 malam dan belum waktunya tidur, dia mau menyusi buat apa," batin Freya yang sudah merasa pusing dengan sikap Aiden yang di luar nalar ini.

Mulai dari mengurungnya, menguncinya, merantainya dan kini memaksanya untuk menyusui padahal dia tidak dia hamil, membuat Freya menahan sakit di kepalanya melihat tingkah orang gila satu ini.

"Sabarlah Aiden semuanya butuh proses," seru Freya meminta Aiden untuk menahan rasa emosinya.

Aiden langsung menatao Freya dengan tajam, "perbaiki caramu memanggilku sayang, aku bukan temanmu, aku suamimu," balas Aiden yang tidak terima jika Freya terus menerus memanggil namanya.

Freya mengalah sekali lagi untuk tidak berdebat di hadapan dokter ini. "Dear just waiting," tegas Freya dengan suara otoriternya.

Aiden semakin kesal mendengar Freya yang seperti ini, "PERGI!!" Tegasnya pada dokter tersebut untuk menyuruhnya pergi dari sini.

Dengan cepat Dokter tersebut langsung pergi dari kediaman Aiden, dan menyisahkan mereka berdua.

"Freya aku gak suka ya kamu selalu manggil Aiden, Aiden dan Aiden, aku ini suami kamu, jadi kamu harus sopan memanggilku, apa kamu mengerti," bentak Aiden yang paling tidak menyukai jika ada yang berani berdebat denganya.

Freya memilih diam dan menggelengkan kepalanya pusing, dia paling malas menjawab ucapan Aiden karna menurutnya itu sangat tidak berguna.

Freya melangkahkan kakinya keluar dari kamar untuk mencari makanan di dapur. "Freya kamu mau kemana? Freya kembali," bentak Aiden lagi yang melihat Freya pergi dari kamarnya tanpa Izin.

"Orang gila." Umpat Freya acuh tetap melangkahkan kakinya pergi.

Aiden langsung menarik tangan Freya untuk berhenti melangkah, "kamu mau kemana ?" Seru Aiden lagi.

"Apasih Dear, aku lapar," balas Freya dengan kesal.

Bertengkar dengan Aiden benar-benar harus membutuhkan tenaga extra, dia tidak mau mati mendadak hanya karna tekanan darah yang berlebihan.

"Kamu lapar hanya tinggal bicara denganku, bukan meninggalkan ku sayang," balas Aiden lagi.

Sumpah demi apapun rasanya Freya ingin melemparkan Aiden dari atas apartemen ini. Dia mencoba memasang senyum yang paling manis di hadapan Aiden, "My Dear, aku lapar bisakah kita makan malam saat ini? Bukankah kamu bilang aku harus menyusuimu, itu tandanya aku harus makan banyak," ucapnya semanis mungkin.

Aiden mulai mengurangi emosinya sedikit dan mengelus lembut pipi istrinya, "sayang, kita makan di luar saja ya, di sini tidak ada apapun, oke," ucap Aiden dengan lembut.

"Oke." Balas Freya singkat.

Lalu Aiden membawa Freya untuk makan malam di sebuah restoran yang tentunya memiliki ruang private agar Freya tidak bisa kabur.

Ketika mereka memasuki restoran, semua mata memandang ke arah mereka yang terlihat sangat mesra. Tanpa mereka ketahui jika Aiden memborgol tangan Freya dan tanganya bersama agar tidak bisa lari kemanapun.

Freya menatap ke arah banyaknya sepasang kekasih yang terlihat sangat mesra dan terlihat saling mencintai satu sama lain berbeda dengan dirinya yang saat ini sedang di jadikan sebuah tawanan paksa.

Setelah berjalan masuk, barulah Aiden dan Freya masuk ke dalam ruang private VVIP khusus di restoran itu.

"Dear Dear, kapan kamu akan kembalikan ponselku?" Tanya Freya yang menginginkan ponselnya kembali.

"Tidak untuk sekarang sayang, aku tidak akan membiarkanmu komunikasi setelah kemarin aku mendapatakn pesan mu meminta pertolongan dari orang luar," balas Aiden tegas.

Freya kembali mengalah saat ini, dia memilih diam dan mengikuti kata-kata Aiden.

"Diam dan diam, itulah hal yang saat ini bisa aku lakukan." Batin Freya merenungkan dirinya sendiri.

Dan tiba-tiba saja Freya merasakan nyeri di bagian dadanya yang terasa mulai terisi, "asshhh, Dear Dear ini sakit," keluhnya pada Aiden yang merasa sakit di dadanya.

"Its okay sayang, bukankah dokter tadi bilang jika ini adalah reaksi normal," jawab Aiden dengan santai.

Freya mencoba menahan sakitnya, dan merasa jika bajunya mulai basah karna air susu yang mulai merembes. Dan di saat itu juga ada seorang pelayan pria yang mengantar makanan di ruangan mereka.

Sontak saja Aiden langsung menutupi pakaian Freya dengan jaket yang tengah dia gunakan saat ini. Lalu dia menatap kembali ke arah pelayan itu, "keluar dan minta pelayan wanita untuk melayani kami di sini," titah Aiden dengan wajah dinginya membuat pelayan itu berdiri gemetaran.

"Baik Tuan," balas pelayan itu, lalu menundukan kepalanya hormat sebelum dia melangkahkan kakinya pergi.

Freya menatap ke arah Aiden yang melihat benci ke arah pelayan tadi, "sudahlah dia hanya mengerjakan tugasnya saja," ucap Freya yang tau jika Aiden ingin membunuh pelayan itu karna tadi dia sempat melihat pakaian atas Freya yang basah.

Aiden melirikan pandanganya pada Freya sekilas, "apa kamu membelanya sayang?" Tanyanya penuh penekanan.

"Aku tidak membelanya Dear, mengertilah dia juga manusia yang sedang mencari makan untuknya dan keluarganya, ini hanya masalah kecil saja jangan berlebihan," jawbanya agar Aiden mengerti.

"Hanya masalah kecil saja, sayang are you kidding me, dia-" Ucapnya terhenti ketika Freya mengecup bibirnya singkat.

"Diam dan makanlah, aku ingin istirahat saat ini, kepala ku sangat sakit," keluh Freya yang tak tau akan di dengar atau tidak.

"Apa kamu sudah berani berdebat denganku Nyonya Aiden," tegasnya.

"Tidak My Husband, kamu Rajanya." Balas Freya lagi-lagi mengalah.

To be continue.

*Jangan lupa sedakah Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *

Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭

Terima kasih🙏🏻🙏🏻

Follow IG Author @Andrieta_Rendra

1
Erina Munir
ya ampuun authoor ...bner3 sadis nih manusia berhati belis...ga pantes d sebut manusia dix tuuh
Erina Munir
knp ga mampos aja tuh s aiden...ihh..bnre2 belis
Erina Munir
hamidun nih pasti freya
Erina Munir
aduuh shanti..luh ngegali lubang kubur luh sendiri klo smp kejadian 😆😆😆
Erina Munir
weleeh..weleeh...105 pengawsl...😄😄😄
Erina Munir
freya kamu ga kapok sm s belis...ush dehh ikutin aja apa kata jigongnya....
Erina Munir
😏😏😏😏😏
Erina Munir
sebbell aku mah thoor...sama s belis...iihh
Erina Munir
kaya yg paling sempurna aja seeh luh aideen...enek gueehh
Erina Munir
najiiss....idiiih...amiit2 sm s aiden
Erina Munir
untung maknya dateng..dasak belis klakuan kaya orang ga waras...hadeeh...pegel bacanya emosi jiwa
Erina Munir
mengerikan
Erina Munir
ada ys orang kaya aiden...adantpi hanya d sini ya thor...semoga ga aiden2.lainya
Erina Munir
itu aiden oramg apa iblis ya thor...aku bner2 jijik sama aiden....kesian banget freya.

mending mati aja klo gitu mah
Erina Munir
tuhhh miin udaahh...mau nambah lgii ga bisa
Tifanny Lette
do'anya bagus Thor
aku suka😇😇😇
Bul Bul
Sok yang mau jadi istri Aiden dipersilakan kesediaannya puntung 🤣😭
Parida Edi
sayangnya ini hanya trjadi ada di novel²
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
Sasa Al Khansa 💞💞
jadi inget agent Ali.. tontonan kesukaan si sulung..
Dedy Harianto
oc bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!