Warning🌈
Novel ini penuh dengan cerita baper dan menegangkan. Jadi jangan lupa siapin tisu ama jantungnya..
Meisya Michelle seorang mantan Nona Muda berumur 19 tahun yang sudah menjadi yatim piatu karna ulah orang terdekatnya di umurnya yang masih muda.
=====
William Edison seorang CEO muda dengan wajah tampan dan coolnya yang bisa meluluhkan hati banyak kaum wanita. Namun di balik semua itu ada hal mengejutkan yang hanya segelentir orang yang mengetahuinya.
======
Pertemuan berujung cinta.
Itulah sebuatan yang tepat bagi mereka. Masa masa indah terjalani, sampai suatu badai besar datang ke hubungan mereka.
Apakah mereka bisa melewatinya?
Atau malah hanyut ikut terbawa badai?
Bagaimana kelanjutan dari ceritanya?
Yukk langsung aja di baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa stevani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kencan Pagi
🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹
William POV
"Apakah Michelle akan menerimaku" batinku di dalam mobil.
Selepas mengantar Michelle pulang dan memastikan dia aman. Aku pun kembali melajukan mobil ke arah perusahaan. Sampai di perusahaan, segera aku masuk ke dalam. Ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 15.33, berarti satu setengah jam lagi akan jam pulang kantor.
Dari kecil memang Aku di ajarkan on time oleh kedua orang tuaku. Kata mereka adalah waktu itu sangat berhaga dan rak dapat di putar jadi jangan di sia-sia kan. Bagiku mereka berdua adalah orang yang sangat hebat, mungkin tidak bagiku saja namun oleh seluruh orang yang mengenal mereka berdua.
Sampainya Aku di ruang CEO, segera ku panggil Nathan. Walaupun Aku terlihat tak terlalu mempermasalahkan kejadian Michelle tadi, namun sebenarnya Aku hampir saja murka dan meratakan bangunan kampus itu. Tapi setelah aku melihat wajah memelas Michelle, kadar kemarahanku menurun drastis.
"Than kau datang ke ruanganku sekarang" perintahku yang langsung saja telpon itu kuputuskan.
Tak lama suara ketukan pintu.
Tok,, Tok,,, Tok,,,,
Pintu terbuka memperlihatkan seoraang Nathan yang segera menghampiriku.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Nathan padaku.
"Apa yang kau lakukan kepada rektor brengsek dan putrinya yang tak tau diri itu" tanyaku to the point.
"Saya melakukan hukuman teringan kita tuan, yaitu memecat bapaknya Hadi dan mengeluarkan putrinya Tara" jawabnya.
"Hah, kenapa berikan dia hukuman seperti itu?" ucapku yang mulai menaikkan suara bahkan sampai diriku terbangun dari kursi kebesarannku.
"Maaf tuan"
"Dari keluarga mana dia berasal" Tanya ku lagi
"Mereka berasal dari keluarga Teror tuan" jawab Nathan cepat.
"Keluarga Tenor? Keluarga yang pernah melakukan korupsi pada kerja sama kita?" tanyaku lagi ketika mendengar nama keluarga yang pernah sedikit merugikanku.
"Benar tuan, Hadi adalah saudara tiri dari Erick ceo perusahaan Tenor sekarang tuan." jelas Nathan.
"Cihh, sama-sama tidak punya malu. Hancurkan perusahaan merekan, buat mereka menjadi gelandangan di jalan" ucapku yang penuh penekanan.
"Ba-baik tuan"
"Ahh iya, satu hal lagi, pastikan mereka tak bisa bangkit kembali dan jangan sampai mereka tau bahwa kita yang menghancurkan mereka." jelasku lagi.
"Baik tuan, segera akan saya laksanakan, kalau tidak ada yang lain saya permisi" ucap Nathan meninggalkan ruanganku.
"Kalian sendiri yang bermain-main dengan ku, sekarang akan aku tunjukkan permainan yang sebenarnya, let's start the game" gumanku tersenyum.
Meisya POV
Setelah sampai di rumah dengan di antar William tadi, Aku langsung masuk ke kamar mandi. Rasa lelah dan sedih seakan sedikit berkurang ketika aku mengguyur diriku di bawah shower. Apalagi dengan banyaknya drama yang terjadi siang tadi dan di tambah pengakuan William padaku membuat kepalaku pening memikirkannya.
Setelah mandi dan sudah berganti dengan baju rumahan, langsung aku keluar kamar dan menuju dapur. Memang rasa lelah membuatku malas memasak, namun apalah dayaku ketika cacing di dalam perutku ini mendemo.
Saat aku membuka kulkas, yang tersisa hanyalah ada sedikit sayuran. Lalu ku coba membuka rak, untungnya masih ada 2 bungkus bungkus mei instan di dalam sana.
Setelah selesai masak, makan dan membersihkan dapur tadi. Segera Aku kembali masuk ke dalam kamar. Saat diriku ini ingin langsung berbaring, kulihat sebuah buket mawar ada di atas ranjang. Bunga yang indah dari seorang pangeran tampan, mungkin itulah divinisi dari bunga yang sekarang ini Ada di genggamanku.
"Kamu di kelilingi banyak wanita cantik dan berkelas tinggi, namun kenapa kamu memilihku? Apa kamu mencintaiku atau Hanya karna kamu kasihan melihatku?" tanyaku pada bungan nawar pemberian William tadi siang itu.
"Kamu tahu, sebenarnya memang Aku nyaman bersamamu, tapi hatiku ragu..." ucapku lagi.
Setelah hampir 1 jam aku pun puas berbicara sendiri dengan bunga mawar itu, Aku langsung naik ke atas ranjang single tersebut setelah menaruh bunga itu pada pot di nakas. Kuingat-ingat ucapan yang di lontarkan William sangat membuatku baper. Hehehe canda baper😆
"Ehh, besok a-aku harus mengatakan apa padanya?" gumanku menatap langit-langit kamarku.
"Ahh sudahlah, tentang urusah besok biarlah besok saja dipikirkan, sekarang aku harus tidur" ucapku ketika melihat jam dinding yang telah menunjukkan angka pukul 22.25 malam itu.
End POV
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Pagi hari datang, dengan matahari yang mulai menampakkan diri dengan malu-malu yang sedikit tertutup awan. Kicauan burung menghiasi pagi cerah di hari ini. Jarum jam menunjukkan pukul 06.20, namun sang pemiliknya masih berada di mimpi indahnya. Hingga tiba-tiba...
Kringgg.....
Bungi alarm terdengar sangat keras di pagi sunyi tersebut. Hingga akhirnya membangunkan seorang gadis cantik dengan wajah putih tanpa make up.
Mmm...
Gadis tersebut menggeliat, tangannya meraba- raba ke arah suara bising itu berada.
Suara bising alarm itu mati, namun tak lama malah sang gadis yang berteriak..
"Huawaa... Udah jam setengah 7" teriak gadis cantik Meisya Michelle yang langsung berlari ke kamar mandi.
Dua puluh menit kemudian....
Meisya sudah bersiap dengan dress berwarna putih bersih dan senyuman manis menghiasi wajah cantiknya. Dirinya kemudian duduk di meja rias untuk mengisir rambut dan sedikit memakai make up natural.
Meisya memang tidak ada jadwal kuliah maupun kerja hari ini. Namun dirinya memiliki jadwal untuk kencan dengan pangeran tampan. Kegiatannya terhenti tatkala mendengar suara deringan hp di nakas samping tempat tidur.
Di ambilnya handphone tersebut, Meisya melihat ada pesan masuk dari nomer dengan nama William.
"He aku udah di depan" isi pesan dari William.
Setelah Meisya membaca pesan tersebut, dia langsung mengambil tas dan berjalan menuju keluar. Langkah Meisya terhenti, dirinya kembali berdiri di depan cermin mengecek penampilannya.
"apa ini tak tertalu berlebihan ya?" batinnya yang melihat dirinya sendiri dengan make up, karna sebelumnya dia hanya memakai pelembab pipir saja.
"Ahh sudahlah, dia sudah menunggu" ucap Meisya.
Sampai di pintu depan, Meisya melihat William dengan kaos polos ber jas dan memakai celana panjang, serta sneakers. Membuat kadar ketampanannya menjadi berlipat-lipat. Sedangkan William sendiri melongo melihat Meisya yang sangat cantik bak bidadari hari ini.
"Mm, kau cantik hari ini" ucap William tersenyum manis.
Bluss
"Mana ada, biasa aja"ucap Meisya dengan wajah merah meronanya.
Abang ganteng William
Si cantik Meisy
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Tambahkan ke Favorite ya teman-teman..
Like, Coment, Vote, dan Hadiah ya...
Biar author makin semangat...
Hehehehehehehehhe......
Tap Be Continue.....
bay bay bay
bay bay
bay
🤗
dengan istri kecilku steve
ceritanya bagus.. semoga happy ending. ditunggu up y. kalo bisa sampai anak William dan Meisya y..