NovelToon NovelToon
The Heart Chooses

The Heart Chooses

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ichageul

Putri harus menjadi yatim piatu saat usianya baru 5 tahun. Sesuai amanat papanya, Putri dititipkan pada sahabatnya yang bernama Fadli. Ini disambut baik oleh Fadli dan Kirana yang memang sangat menginginkan anak perempuan. Mereka sendiri telah dikaruniai 2 orang anak laki-laki bernama Fahri dan Farhan.

Kasih sayang ayah, bunda serta kedua kakaknya membuat Putri tumbuh menjadi anak yang pintar dan ceria. Seiring berjalannya waktu perasaan lain mulai tumbuh di hati Putri pada salah satu kakaknya.

Banyak pria yang mengejar-ngejar Putri namun hanya ada satu nama di hatinya. Siapakah yang akan menjadi pelabuhan hati Putri? Apakah dia bisa mendapatkan cinta pertamanya?



Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wisuda

Putri mematut dirinya di depan cermin. Hari ini adalah hari spesial. Dia akan menghadiri upacara wisuda Fahri. Putri mengenakan dress selutut warna biru dengan motif floral. Rambutnya yang panjang sebahu dibiarkan tergerai dengan sebuah jepit yang bertengger cantik di sisi kanan rambutnya.

Setelah mengambil tas selempangnya dia turun ke bawah. Kirana dan Fadli sudah menunggu di halaman. Fahri sendiri sudah lebih dulu pergi dengan diantar oleh Farhan.

Fadli memarkirkan mobilnya. Kemudian mereka langsung menuju gedung tempat wisuda dilaksanakan. Di depan gedung Fahri dan Farhan sudah menunggu mereka. Fahri terlihat begitu tampan menggunakan toga. Putri segera berlari ke arahnya kemudian memeluknya erat.

“Kak Ri cakep banget. Awas nanti cewe-cewe pada ileran lihatnya.”

“Paling juga kamu dek yang ileran,” ledek Farhan.

Putri mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Farhan. Karena acara dimulai Fahri mengajak mereka masuk. Fadli, Kirana, Farhan dan Putri duduk di kursi undangan. Sebenarnya tiap peserta wisuda hanya mendapatkan jatah dua undangan saja. Berhubungan sang rektor adalah teman Fadli. Maka Fahri mendapat bonus undangan tambahan.

Fahri duduk bersama peserta wisuda lainnya. Di sana juga sudah ada Rendi dan Vano. Dengan susah payah akhirnya Vano dapat menyelesaikan skripsinya bersamaan dengan kedua sahabatnya. Sehingga dia terhindar dari titel kacung. Tak lama kemudian prosesi wisuda pun dimulai.

Selesai acara pembukaan dan sambutan dari Rektor, kini giliran sang MC acara memanggil lulusan terbaik dari setiap fakultas untuk maju ke depan. Sejatinya mereka akan menjadi wisudawan pertama yang akan disahkan oleh rektor kampus. Nama Fahri pun dipanggil sebagai perwakilan dari fakultasnya sebagai mahasiswa dengan nilai IPK tertinggi.

Setelah prosesi wisuda untuk lulusan terbaik selesai. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari lulusan terbaik universitas ini. Terdengar suara MC memanggil wisudawan terbaik tahun ini.

“Marilah kita sambut wisudawan terbaik kita tahun ini. Fahri Mirza Adhiana dari Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Bisnis.”

Gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah Fahri naik ke atas panggung. Dia menuju podium yang telah disediakan panitia acara. Setelah berdoa dalam hati, Fahri memulai pidatonya.

“Assalamu’alaikum wr.wb.”

“Waalaikumsalam wr.wb.”

“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat-Nya hingga kita masih diperkenankan menghirup udara hingga detik ini, aamiin yaa robbal ‘alaamiin. Shalawat dan salam tercurah untuk junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Sungguh suatu kebanggaan untuk saya dapat berdiri di hadapan hadirin sekalian.

Pertama-tama saya ucapkan Alhamdulillah, karena semua yang terjadi pada saya hanya atas kehendak Allah SWT. Apa yang saya dapatkan hari ini bukan karena kepintaran atau kehebatan saya. Melainkan Allah yang telah memudahkan semua urusan saya.

Selanjutnya tak lupa saya ucapkan rasa terima kasih yang mendalam pada orang-orang terkasih dalam hidup saya yang telah menemani saya dan mengiringi langkah saya dengan untaian doa,” Fahri menjeda sejenak pidatonya. Menatap lurus pada keluarga.

“Ucapan terima kasih tak terhingga saya ucapkan untuk bunda tersayang. Terima kasih bunda karena doa-doa bunda, anakmu bisa berdiri di sini hari ini. Terima kasih ayah untuk didikannya dan senantiasa menjadi panutan untuk anakmu ini.

Untuk adikku Farhan, yang selalu menyemangati di saat-saat lelahku. Dan juga untuk Putri, adik kecilku, pelengkap hidupku. I love you dek.”

Fadli beserta keluarga terharu mendengar ucapan sang anak. Berkali-kali Kirana menghapus airmatanya.

“Tak lupa saya ucapkan terima kasih pada para dosen pembimbing saya, juga para dosen yang lain yang telah dengan ikhlas memberikan ilmunya pada kami semua. Begitu juga dengan pak rektor yang memberikan kesempatan untuk saya berdiri di sini. Kepada sahabatku Rendi dan Vano, you are the best friends I’ve ever have.”

“Untuk semua teman seperjuangan yang hari ini melepas status mahasiswanya, ini bukanlah akhir perjuangan. Tapi inilah awal perjalanan hidup kita yang sesungguhnya. Semoga kita dapat menghadapi tantangan dunia yang sebenarnya. Menjadi bagian untuk kelangsungan hidup yang lebih baik.

Untuk para junior, tetaplah berjuang. Gelar nasakom (nasib satu koma) adalah pilihan bukan takdir. Semoga kalian tidak tergoda meraih titel mahasiswa abadi,” ucapan Fahri langsung disambut gelak tawa penghuni aula.

“Akhirul kata saya ucapkan beribu-ribu terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu dan tak dapat saya sebutkan satu persatu. Semoga amal baik kalian mendapat balasan dari Allah SWT.

Dan saya mohon maaf jika selama ini ada kata atau sikap yang tidak berkenan di hati. Karena manusia adalah tempatnya khilaf dan salah. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan, wassalamu’alaikum wr.wb.”

“Waalaikumsalam wr.wb.”

Fahri turun dari podium lalu bersalaman dengan jajaran petinggi kampus. Setelah itu dia kembali ke kursinya. Acara dilanjutkan dengan memanggil para wisudawan satu per satu sesuai dengan jurusan dan fakultasnya.

Setelah prosesi wisuda berakhir. Fahri beserta keluarganya memulai sesi foto bersama. Pertama foto bersama seluruh keluarga. Foto dengan anggota keluarga satu per satu, terakhir foto bersama para sahabatnya. Senyum tak hilang dari wajah mereka. Sepulang wisuda mereka memutuskan merayakannya dengan makan bersama di restoran.

❤️❤️❤️

Jadi inget dulu jaman wisuda😍

1
Elis Sriyani
erik putri
Elis Sriyani
limbad sm putri aja.
duoNaNa
cerita erik dan medina ada kah mak?
♋Ichageul💞: Nggak ada😁
total 1 replies
duoNaNa
putri ngajakin becanda tp aku yg nangis
Bungas Dhin
Bukan boarding pass tapi departure gate otorrrr 😆 boarding pass itu dokumen yang biasanya kita dapetin setelah check in
P_nR
keren👍🏻
Andini Hana Fakhirah
karys yang bagus, walau banyak tokohnys.
Andini Hana Fakhirah
Farhan sama Luna setuju
Andini Hana Fakhirah
Fahri
16/06/1977
Luar biasa
Elsa Devika
bangke emg si puti mah🤣🤣🤣
Elsa Devika
aah pengalaman othor ini yakin lah aing mah🤣✌️
Elsa Devika
Luar biasa
Elsa Devika
knpa pak jae slalu ada dalam daftar sih kak, sebel akutuh🤣🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Nenk Oky oktafia
aku asli garut ti bayongbong thor
Nenk Oky oktafia
definisi kk yg syg sama adik nya
Dina Zuraida
Luar biasa
Babo Saram
bnr thor. ga usah jauh2. wisata yg deket jg bnyk
Ira Umi'a Azzam
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!