Pertemuan yang menyedihkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny prasetio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan yang menyedihkan
Kehamilan yani..
Desi yang mendengar kehamilan yani pun sudah tidak sabaran ingin mendengar langsung dari sahabatnya itu.
Yan... beneran kamu hamil?tanya desi berharap itu semua hanya gosip belaka.
Iya des... aku memang hamil seperti yang kamu dengar. jangan kamu tiru ya kesalahan yang aku lakukan ini.. nikmati masa mudamu. kata yani dengan wajah penuh penyesalan...
Sama siapa yan kamu hamil?tanya desi ingin tahu.
Danu anak bu har pemilik warung nasi tempat aku bekerja. memang kami menjalin hubungan selama ini.. cerita yani.
Tapi danu sudah tahukan kamu hamil? tanya desi ingin tahu lebih lanjut.
Belum des.. Surat yang aku kirim tidak pernah diterima danu. aku juga binggung kenapa surat suratku tidak satu pun sampai ketangan danu. padahal sudah sesuai alamat dari surat yang danu kirim ke aku,cerita yani...
Bagaimana dengan ibunya? tanya desi cemas...
Ayah sudah menemui ibunya...sepertinya ibunya menolak anak yang aku kandung..
Keterlaluan sekali ibunya.. geram desi. lalu apa rencanamu yan??
Aku tidak tahu des.. aku binggung... saat ini aku hanya bisa pasrah kata yani berlinang air mata.
Desi pun memeluk yani memberikan kekuatan agar sahabatnya itu tidak bersedih lagi. yang sabar yan.. kamu pasti bisa melalui ini semua..
Hari demi hari perut yani pun semakin besar.,untungnya selama hamil yani tidak mengalami kesulitan seperti ibu hamil pada umumnya. yani juga tidak mengidam.malah danu disana yang merasakan ngidam.
Bangun tidur danu merasakan ada yang bergejolak diperutnya. wuek..wuek... wuek...!! setelah memuntahkan semuanya.dengan sangat lemas danu kembali keranjangnya sambil berpikir ada apa dengan diriku ini?apa ini gangguan pencernaan?? besok aku harus memeriksakan kesehatanku batin danu..
Tidak ada yang salah di diri kamu.saya akan memberikan resep. ujar dokter.
Tapi dokter setiap pagi saya selalu muntah.. bahkan saya menginginkan makanan tertentu. cerita danu ke dokter..
Itu bisa saja terjadi karena kamu meraskan lapar setelah muntah. itu hal wajar. nanti ditebus obatnya, kalau dalam 3 hari muntah muntahnya belum reda segera temui saya kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baik... saya permisi dokter. terima kasih..
Sama sama balas dokter menyalami danu...
Dalam perjalanan pulang danu melihat penjual rujak. air liur danu pun hamoir menetes karena dia ngidam..
Rujaknya mas bungkus ya.. setiba dirumah dengan tidak sabaran danu melahap rujak yang dibeli tadi.. dalam sekejap rujak pun telah habis danu santap.
Hari hari danu lalui seperti wanita hamil.. jika siang danu mengidam rujak maka malam hari danu akan mengidam sate dan bakso.
Baik baik ya nak diperut ibu, yani mengajak janin yang ada dikandungannya bicara setiap hari..
Yani sangat merindukan danu yang sudah lama tidak mengiriminya surat.
Kamu dimana danu?andai saja kamu tahu aku lagi hamil anak kamu..tanpa terasa air mata yani pun mengalir membasahi pipinya yang mirip bakpao..
Ibu yang melihat yani menangis pun mendekati yani...
Nak... yang sabar...ada ayah dan ibu..kamu pasti bisa melalui ini semua..
Maafkan yani bu... yani hanya membuat ayah dan ibu malu.. yani semakin terisak ketika ibu menghampirinya..
Semua sudah terjadi nak.. ibu dan ayah yang akan membantumu membesarkan anak yang ada didalam perutmu. kata ibu penuh kasih sayang..
kalau pertama kali hilaf klu kedua kali itu sengaja😇😇😇