WARNING ***
Terdapat kata-**** ***** dan beberapa ****** ******
Ketika kejadian masa lalu membuat seorang gadis yang sedang merayakan ulang tahunnya justru harus kehilangan keluarganya, pembantaian yang terjadi tepat di depan mata seorang gadis kecil yang berusia 5 tahun yang sedang memeluk adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun supaya tidak melihat ke jadian mengerikan itu walaupun dia yakin adiknya bisa mendengar suara jeritan dan kesakitan dari orang yang mereka cintai,mereka hanya mampu menangis dalam diam di balik tempat persembunyiannya
Membuat rasa trauma dan rasa takut yang berlebihan muncul di dalam diri gadis itu sampai membentuk jiwa baru yang tinggal bersama raganya
Apakah gadis itu mampu mengendalikan jiwa barunya atau jiwa baru itu lah yang akan menguasai tubuh sang gadis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEDIKIT FAKTA.
ALTER EGO (DUA JIWA)
Langit sedang berada di markas BRUISER, saat ini mereka sedang membahas bagaimana membalas kelakuan geng TIGER yang telah mengeroyok anggota dari BRUISER
"Bagaimana keadaan Bima" tanya Langit dengan wajah serius
"Bima belum sadar bos, keadaannya tidak bisa dikatakan baik-baik aja" jawab Arya salah satu anggota BRUISER
"Kita harus balas mereka Langit ini sudah keterlaluan" ujar David emosi
"Siapkan diri kalian!, semua anggota BRUISER malam ini akan menuju markas Tiger" ujar tegas Langit
Jiwa kepemimpinan yang dimiliki Langit tidak bisa dipandang rendah, laki-laki berwajah tampan itu sangat memperhatikan keadaan anggotanya, baginya BRUISER bukan hanya sekedar teman melainkan sebuah keluarga yang harus ia jaga, seperti satu kalimat yang selalu tertanam di pikiran mereka dan menjadi prinsip Bruiser jika darah akan dibalas dengan darah juga
Di tempat lain...
Alluna sedang berada di kamarnya mengerjakan pekerjaan kantor yang harus ia urus dari rumah sebab belum ada yang tau siapa pemilik ALNO GROUP mereka hanya tau jika perusahaan itu di kelola oleh Alexander
Drrtt
drrrt
Suara telepon Alluna yang berdering berhasil mengalihkan perhatiannya
"Ada apa?" Tanya Alluna singkat
"Maaf bos karena mengganggu istirahat anda, kami mendapat kan salah satu orang yang ikut dalam tragedi malam itu" ujar anak buah Alluna
"Bawa dia ke markas" ujar Alluna dia tidak mungkin menyiksa orang itu di ruang bawah tanah Mensionnya atau mama Melani akan memarahinya habis-habisan
Alluna mengambil jaketnya dan kemudian turun ke bawah, di ruang keluarga ada Melani dan juga Rey yang sedang menonton tv sedangkan Alexander sepertinya belum juga pulang
"Mah Alluna keluar sebentar yah" ujar Alluna meminta izin
"Mau kemana sayang ini udah malam loh" tanya Melani
"Ada urusan penting yang harus Alluna kerjakan" jawab Alluna
"Yaudah tapi biarkan Rey ikut denganmu atau mama tidak akan mengizinkanmu pergi" ancam Alluna
Rey yang mendengar itu tersenyum senang ia tau apa yang saat ini ingin Alluna urus pasti sesuatu yang sangat mengerikan hingga dia tidak mau memberitahukan secara jelas tujuannya keluar kemana pada mama Melani
"Gue ambil jaket dulu kak" ujar Rey semangat dan berlari menuju kamarnya
Tak berselang lama Rey kembali turun dengan jaket jeans yang melekat di tubuhnya membuatnya terlihat sangat tampan
"Loh mah kakak mana" tanya Rey yang baru turun dari kamarnya
"Kakak tunggu kamu di depan, hati-hati sayang dan jaga diri kalian baik-baik" ujar Melani, ia tau apa yang akan diurus Alluna oleh karena itu ia menyuruh Rey untuk menemaninya
Rey segera menuju kedepan Mension dan melihat Alluna sudah berada di atas motor sportnya
"Biar gue yang bawa" ujar Rey
"Naik atau gue tinggal" jawab Alluna datar membuat Rey mau tidak mau naik ke boncengan Alluna
Alluna menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi diatas rata-rata membuat Rey yang sedang diboncengnya memeluk pinggang Alluna erat
"Kak lo gila ha, lo mo bunuh kita berdua, gue belum mau mati kak belum dapat pacar" teriak Rey mendramatisir
"Gak usah berisik" balas Alluna sedikit teriak dan tidak menurunkan kecepatan motornya
"Yaudah pelanin motornya baru gue diam kak, gak kuat gue" ujar Rey bahkan dia sudah memejamkan matanya namun diabaikan Alluna
Alluna dan Rey telah sampai di rumah yang mewah namun siapa sangka di dalam rumah ini adalah tempat penyiksaan
"Selamat datang bos" ujar semua anak buah Alluna sambil menunduk hormat
"Dimana?" Tanya Alluna singkat
"Ruang dekat kandang Joy dan Jiya bos"
Joy adalah harimau jantan, sedangkan Jiya harimau betina peliharaan Alluna yang dia rawat sejak kecil
"Apa Joy dan Jiya sudah kalian beri makan?" Tanya Alluna
"B-belum bos" ujar salah satu anak buahnya terbata pasalnya mereka telat beberapa menit memberi makan peliharaan kesayangan tuannya itu dan itu bisa jadi masalah besar untuk mereka
"Bagus, saya yang akan memberikan mereka makan" ujar Alluna tersenyum miring dan pergi menuju ruang penyiksaan tersebut
"Lan, gantiin gue" ujar Alluna pada dirinya sendiri membuat laki-laki yang sebagai sanderanya itu kebingungan
"Ck setiap mau ngebunuh aja lo baru mau ngeluarin gue" ujar sinis Allana
Alluna mengabaikannya karna memang benar setiap akan membunuh Alluna akan menyuruh Allana yang menggantikannya dia malas mengeluarkan tenaganya hanya untuk anak curut seperti pria ini,,perlu kalian ketahui Alluna lebih sadis dibandingkan dengan Allana
Alluna memejamkan matanya berniat untuk berganti posisi dengan Allana
"Hai tikus kecil" sapa Allana ke pria itu membuat pria itu kebingungan kenapa gadis ini berubah ceria
"Lepaskan saya, saya mohon" ujar pria itu
"Tenang aja gak sejahat Luna kok, gue bakal lepasin lo asal lo beritahu siapa bos-bos lo itu" tanya Allan masih dengan tersenyum manis
Laki-laki itu hanya terdiam memandang Allana
"Ahh sepertinya lo mau bermain sedikit dulu" ujar Alluna mengambil cambukan
Ctassss
Ahhhhhh
Ctaasssss
Ahhhhh
"Masih mau diam hm" tanya Allana
"S-saya tidak mengetahui m-mereka siapa, mereka hanya menyewa jasa kami dengan menutup identitasnya, yang s-saya tau mereka seorang pengusaha terkaya dan beberapa bodyguardnya"
"Berapa orang?" tanya Allana lagi
"D-dua orang yang mereka panggil bos, tolong lepasin saya, saya sudah berkata jujur" ujar laki-laki itu memelas
"Rey panggil mereka masuk" ujar Allana ke Rey yang dibalas anggukan
Setelah anak buah Alluna memasuki ruang tersebut, mereka sudah tidak kaget melihat keadaan pria itu yang penuh dengan luka cambukan, bahkan biasa mereka sudah menemukan korban dari Alluna mati mengenaskan
"Hei bawa dia ke Joy dan Jiya" ujar singkat Alluna yang dipahami oleh mereka
"Baik bos" ujar mereka dan segera membawa pria itu ke kandang Joy dan Jiya
"Lun keluar lo, lo tau gue gak suka dengan peliharaan lo itu mereka gak bisa jinak dengan gue" ujar Allana kesal
"Sapa Rey dulu lo gak liat mukanya cemberut gitu," ujar Alluna dia tau Rey sangat menyukai sikap Allana yang seperti psikopat itu karna dia belum pernah melihat Alluna membunuh
"Oh ayolah gue melupakan adik manis gue ini hm" ujar Allana mendekati Rey yang cemberut
"Gue tungguin lo kak kirain mau ngebunuh taunya cuma cambukan doang gak seru" ujar Rey cemberut
"Hei tenanglah Alluna akan memberikan makan kedua peliharaannya itu, itu lebih asik bukan, jangan cemberut lagi okey" ujar Allana lagi
"Benarkah? baiklah gue gak akan cemberut lagi" ujar Rey semangat dia paham maksud dari Allana
Alluna menempati dirinya kembali karna Allana yang tidak bisa mengendalikan Joy dan Jiya
"Masukan dia" ujar Alluna menyuruh anak buahnya memasukan pria itu kedalam kandang
"Tidak tidak saya mohon lepaskan saya" teriak pria itu
"Ini akan seru" semangat Rey
"Joy Jiya keluarlah aku membawakan kalian makan" panggil Alluna ke hewan peliharaannya, tidak lama setelah itu dua harimau besar mendekati pria itu
"Saya mohon jangan,,lepaskan saya, saya sudah berkata jujur tolo...."
Srekkk
Arghhhhh
Arghhhhh
Alluna dan Rey menikmati hal itu sampai tubuh itu sudah terkoyak tak berbentuk
Drrttt drrttt drrttt
"Ada apa pah" tanya Rey mengangkat telpon dari Alexander
"Dimana kakakmu papa sudah menelponnya dan dia tidak mengangkat" tanya sang papa
"Kak papa mau ngomong" ujar Rey memberikan hp-nya ke Alluna
"Hm" tanya Alluna
"Bisakah kau sopan dengan papamu ini anak nakal, papa sudah dengar kau mendapatkan korban mu lagi, apa ada fakta yang kita ketahui lagi?"
"Ck kenapa papa selalu tau apa yang aku lakukan" sinis Alluna
"Kau tau papa akan selalu mengawasimu anak nakal, sekarang ceritakan kepada papa"
"Bos mereka termasuk pengusaha terkaya di kota ini, dan mereka dua orang pengusaha, baru itu fakta yang Luna temukan pah" ujar Alluna pasalnya dia sudah mencari beberapa tahun tapi belum ada kemajuan dari pencarian itu
"Tenang lah kita masih akan terus mencari tahu siapa orang-orang itu" ujar papa lembut
"Hmm, baiklah pah, Luna matikan dulu Luna mau pulang"
"Hati-hati nak"
Saat Alluna dan Rey menuju jalan pulang mereka melewati jalan besar yang sepi namun motor mereka harus berhenti saat mereka melihat banyaknya orang sedang saling memukul di jalanan sepi
"Sepertinya tawuran kak" ujar Rey
"Hm mungkin" balas Alluna