NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Tuan Arogan

Obsesi Cinta Tuan Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Matcha Lala

Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Setelah tiga puluh menit Dimas meninggalkan rumah. Tiba tiba saja terdengar bunyi bel, pertanda ada tamu yang datang ke rumah. Nadia langsung bergegas keluar dari dalam kamar dan membuka pintu rumah. Nadia terkejut saat melihat kedua orang tua sang suami tengah berdiri di depan rumah dengan tersenyum manis.

"Menantu mama apa kabar? Udah lama enggak mampir ke rumah, sibuk banget ya ngurus suami kamu. Dimas emang manja, apa apa harus di siapkan," ucap ibunya Dimas.

Ibu dari Dimas tersenyum dan mengusap lembut rambut menantunya. Nadia hanya bisa tersenyum mendengar ucapan dari ibu mertuanya. Nadia mencium punggung tangan kedua mertuanya dengan sangat sopan.

"Ayo masuk ma, pa," ucap Nadia.

Nadia membuka pintu rumah selebar mungkin agar kedua mertuanya bisa masuk. Kedua orang tua Dimas pun masuk ke dalam rumah anaknya. Mereka melihat sekeliling rumah yang begitu bersih dan rapi.

"Kita enggak salah pilih menantu pa, Lihat rumah Dimas jadi bersih dan rapi. Kalau Dimas sama wanita yang sering bersamanya itu, aduh mama enggak bisa bayangin bagaimana keadaan rumah Dimas. Dari penampilannya saja tidak beres, apalagi mengurus rumah. Untung saja kita jodohkan Dimas dengan nadia, jadi anak kita di rawat dengan baik oleh Nadia," ucap ibunya Dimas.

Ibu dari Dimas benar benar bahagia karena anaknya bisa mendapatkan gadis yang sesuai dengan yang di inginkan. Nadia benar benar bisa mengurus rumah tangga dan dia juga bisa mengurus Dimas. Ayah dari Dimas juga ikut bahagia, melihat istrinya sangat bahagia mendapatkan menantu seperti Nadia. Nadia Hanya bisa tersenyum kecil karena ia tidak ingin terlalu banyak bicara.

"Mama dan papa duduk dulu ya, Nadia mau membuatkan minum dulu," ucap Nadia.

Kedua orang tua Dimas menganggukkan kepalanya dan Nadia langsung berjalan ke arah dapur untuk membuatkan minuman. Saat Nadia berada di dapur, ibu dari Dimas menatap foto foto yang terpajang di ruang tamu. Wanita paru baya itu benar benar sangat bahagia melihat foto pernikahan anaknya. Ayah dari Dimas memegang bahu sang istri.

"Udah ma, lebih baik kita duduk," ucap ayahnya Dimas.

Ibu dari Dimas menganggukkan kepalanya, dan di saat kedua paru baya itu duduk Nadia datang sambil membawa minuman, dan beberapa cemilan untuk kedua mertuanya.

"Di minum ma, pa. Maaf cuman seadanya aja, soalnya Nadia belum belanja," ucap Nadia.

"Ya ampun, ini sudah sangat cukup Nadia," ucap ibunya Dimas.

Ibu dari Dimas mengusap rambut Nadia dengan lembut. "Suami kamu di mana?," ucap ibunya Dimas.

Pertanyaan dari ibunya Dimas langsung membuat Nadia bungkam. Apa yang harus ia ucapkan kepada kedua mertuanya itu?. Apakah ia harus mengucapkan bahwa sang suami tengah liburan bersama dengan Jessica?, tapi tidak mungkin dia menjawab pertanyaan mertuanya seperti itu. Bisa bisa kedua mertuanya marah kepada Dimas. Ibu dari Dimas masih menunggu jawaban dari menantunya.

"Kak Dimas lagi di luar, sepertinya ada urusan mendadak ma," ucap Nadia.

"Astaga si Dimas, padahal ini hari Minggu loh. Seharusnya dia berada di rumah dan berlibur bersama istrinya. Ini malah keluar sendirian, liat anak kamu pa. Telepon Dimas suruh dia pulang," ucap ibunya Dimas.

Ibu dari Dimas benar benar kesal dengan anaknya. Nadia langsung panik saat mendengar ibu mertuanya menyuruh papa mertuanya untuk menelepon Dimas.

"Enggak perlu di telepon ma, nanti kak Dimas bakal pulang kok," ucap Nadia.

"Enggak, kalau enggak di telepon dia enggak bakal pulang. Kamu duduk diam saja di samping mama, biar papa yang telepon Dimas," ucap ibunya Dimas.

Ibu dari Dimas tetap kekeh ingin sang suami menelepon anaknya. Tanpa pikir panjang ayah dari Dimas langsung menelepon sang anak.

*****

Di sisi lain. Dimas tengah duduk bersama dengan Jessica di sebuah taman yang ada di villa.

"Jelaskan? Kenapa Darren mendorong kamu? Apa benar kamu yang lancang masuk ke dalam kamar Darren?," ucap Dimas.

Jessica menatap sang kekasih dan menghela nafas dengan pelan. "Enggak kok, Darren yang narik aku masuk ke dalam kamar. Katanya dia mau berbicara hal penting. Makanya aku masuk, katanya dia mau aku jadi pacarnya. Aku langsung tolak sayang, eh dia malah marah dan langsung dorong aku keluar dari dalam kamar," ucap Jessica.

Jessica langsung mencoba untuk membela diri, dengan memfitnah Darren. Dimas mengepalkan kedua tangannya, dia ingin memberikan pelajaran untuk sahabatnya tersebut. Saat dimas akan masuk ke dalam villa, tiba tiba saja ponselnya berdering. Dimas mengeluarkan ponselnya dan terkejut saat melihat bahwa sang ayah meneleponnya.

"Halo pa," ucap Dimas.

["Pulang Dimas, papa dan mama ada di rumah. Nanti saja urus pekerjaaan kamu, sekarang pulang,"] ucap ayahnya Dimas.

Dimas terkejut bukan main, mama dan papa nya berada di rumah. Ia pun langsung bergegas masuk kedalam villa untuk mengambil kunci mobilnya. Jessica yang melihat sang kekasih terlihat terburu buru langsung menyusul Dimas.

"Mau kemana?," ucap Jessica.

"Kedua orang tuaku lagi ada di rumah, jadi aku harus pulang. Bilang sama yang lain aku bakal kembali setelah kedua orang tuaku pulang dari rumahku," ucap Dimas.

Tanpa aba aba Dimas langsung keluar dari villa dan masuk ke dalam mobilnya. Jessica hanya diam dan memilih untuk masuk ke dalam kamar. Sangat bagus jika tidak ada Dimas di villa ini, dia bisa mendekati Darren dengan leluasa.

*****

Di sisi lain. Ayah dari Dimas menatap sang istri. "Udah papa telepon, paling bentar lagi anak kita pulang," ucap ayahnya Dimas.

Ibu dari Dimas menganggukkan kepalanya, Nadia hanya bisa diam sambil memainkan jarinya. Setelah tiga puluh menit menunggu akhirnya Dimas masuk ke dalam rumah dengan tergesa gesa. Ibu dari Dimas langsung menatap anaknya dengan tatapan tajam. Nadia hanya bisa menundukkan kepalanya saja Karena ia tidak berani menatap Sanga suami.

"Lama banget sih? Sudah tiga puluh menit mama menunggumu. Ini hari Minggu Dimas, jadi singkirkan pekerjaan kamu dulu. Hari ini harusnya kamu berlibur bersama Nadia, menghabiskan waktu bersama istri kamu. Bukanya kerja!," ucap ibunya Dimas.

Dimas menatap sang ibu dan memeluknya dengan erat. "Iya ma, maaf ya. Dimas enggak bakal ulangi lagi," ucap Dimas.

Ibu dari Dimas menganggukkan kepalanya dan mengecup dahi sang anak. "Kapan mama bisa dapat cucu, jangan di tunda Dimas. Mama dan papa susah tua, mama iri dengan teman teman mama yang sudah memiliki cucu," ucap ibunya Dimas.

Dimas langsung terdiam setelah mendengar ucapan dari ibunya. Mana mungkin dia memiliki anak bersama dengan nadia, menyentuh gadis itu saja belum pernah. Dia juga tidak ingin memiliki anak dari nadia, karena dia tidak mencintai sang istri. Ayah dari Dimas menatap anaknya yang ada di dalam pelukan sang istri.

"Dim, papa tau kamu sangat bekerja keras untuk menghasilkan uang. Tapi papa mohon, agar kamu bisa meluangkan waktu untuk bersama dengan istri kamu. Jika hari libur, lupakan pekerjaaan. Kasihan Nadia sendirian di rumah, untung saja mama dan papa datang. Jadi istri kamu tidak kesepian," ucap ayahnya Dimas.

"Iya pa, maaf. Dimas tidak akan mengulanginya lagi," ucap Dimas.

Nadia hanya diam, Dimas langsung duduk di samping Nadia. "Jangan sampai mama dan papa tau kalau gue masih berhubungan dengan Jessica," bisik Dimas.

Nadia menatap sang suami dan menganggukkan kepalanya. Dimas tersenyum kecil dan mengusap rambut Nadia dengan lembut, agar kedua orang tuanya tidak curiga dengan rumah tangganya yang tidak baik. Ayah dan ibu dari Dimas tersenyum manis melihat anaknya yang terlihat sangat menyayangi menantu mereka.

"Ya udah, mama dan papa sudah makan belum?," ucap dimas.

"Udah, istri kamu tadi sudah memasak untuk mama dan papa. Kamu makan gih sana, makan istri kamu enak banget tau," ucap ibunya Dimas.

Dimas tersenyum, dan ibu dari Dimas menarik tangan anaknya untuk ke ruang makan. Dimas sudah duduk di kursi, ibu dari Dimas langsung mengambilkan makanan untuk sang anak.

"Makan, kalau mama tau masakan istrinya kamu enak. Pasti mama akan sering datang," ucap ibunya Dimas.

Dimas menatap sang ibu. "Hehehe iya ma, maaf ma, Dimas enggak kasih tau mama," ucap Dimas.

Dengan terpaksa Dimas langsung memakan masakan sang istri. Maafkan dari Nadia benar benar enak, terakhir dia memakan masakan dari sang istri saat Nadia memasak omelet untuknya.

"Enakkan?," ucap ibunya Dimas.

"Enak ma," ucap Dimas.

Tanpa orang orang sadari, Nadia tersenyum bahagia saat mendengar sang suami menuju masakannya. Walupun Dimas seperti terpaksa karena ibunya. Namun ia tetap bahagia.

"Mama dan papa akan menginap malam ini," ucap ibunya Dimas.

Bagaikan tersambar petir, Dimas benar benar terkejut mendengar ucapan dari ibunya.

"Bolehkan?," ucap ibunya Dimas.

"B-boleh ma," ucap Dimas gugup.

1
Novansyah
lanjut kk menurut AQ bagus sih
Novansyah
bagus kk lanjut update nya tapi jangan lama2
Zuri Atulaini
ini novel gila jangan di baca aku gk mau langjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!