NovelToon NovelToon
SISTEM TUAN TANAH DERMAWAN

SISTEM TUAN TANAH DERMAWAN

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

NOVEL GAGAL JANGAN DIBACA


Rahman Affandi adalah tuan tanah tua berusia enam puluh delapan tahun yang sangat kikir dan dibenci oleh semua penyewa kontrakannya.

Saat ajalnya tiba-tiba mendekat dan ia sekarat sendirian tanpa keluarga yang peduli, sebuah sistem misterius muncul di kepalanya.

Sistem itu memberinya sisa umur tujuh hari yang hanya bisa diperpanjang jika ia bersedia membahagiakan para penyewanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Srek srek srek.

Rahman membuka amplop tagihan listrik bulan ini dengan tangan gemetar.

Matanya melotot tajam melihat angka yang tertera di kertas tersebut.

"Delapan ratus ribu rupiah?"

"Ini pasti salah cetak atau meterannya rusak!" teriak Rahman di dalam kamarnya sendirian.

Brak!

Ia menggebrak meja kayunya dengan keras.

Biasanya tagihan listrik kontrakan ini tidak pernah lebih dari tiga ratus ribu sebulan.

"Mesin cuci itu memang menyedot listrik, tapi tidak mungkin sampai membengkak begini."

"Pemasukan dari gilingan cucian saja baru kumpul dua ratus ribu minggu ini."

Rahman mulai mondar-mandir sambil menggigit kuku jempolnya.

Ia yakin ada penyewa yang mencuri arus listrik untuk barang elektronik berdaya tinggi.

"Pasti ada yang diam-diam pakai AC portabel atau dispenser pemanas air."

"Berani-beraninya mereka menipuku di kandangku sendiri!" rutuknya kesal.

Ting!

[Sistem mendeteksi adanya kecurangan dalam penggunaan listrik kontrakan.]

[Misi Utama Harian: Lakukan inspeksi kamar dan temukan pencuri listriknya.]

Rahman tersenyum sinis melihat layar biru itu.

"Tanpa kau suruh pun aku pasti akan menggeledah mereka semua hari ini."

[Syarat Khusus: Selesaikan masalah penemuan tanpa menjatuhkan denda finansial kepada pelaku.]

[Hadiah: Tambahan umur 3 hari dan subsidi tagihan listrik 100 persen bulan ini.]

[Kegagalan: Pengurangan umur 3 hari dan pemadaman listrik sepihak selama sebulan penuh.]

"Subsidi penuh?"

"Baiklah, aku akan berpura-pura menjadi malaikat berhati emas lagi demi uang delapan ratus ribu ini."

Rahman segera mengambil buku catatan kecil dan pena dari lacinya.

Ia berjalan keluar kamar dengan wajah garang seperti rentenir yang mau menagih utang.

Tujuannya pertama adalah kamar nomor dua milik Maya.

Tok tok tok!

"Maya! Buka pintu sekarang juga!" teriak Rahman dari luar.

Ceklek.

Maya membuka pintu dengan wajah kusut dan rambut berantakan.

"Ada apa sih Pak Rahman pagi-pagi sudah teriak-teriak?"

"Minggir, aku mau inspeksi barang elektronik di kamarmu."

Rahman langsung menerobos masuk tanpa menunggu izin dari gadis itu.

Maya terkejut dan berusaha menghalangi.

"Bapak tidak bisa sembarangan masuk kamar orang dong!"

"Ini melanggar privasi namanya!" protes Maya keras.

"Privasi apanya, tagihan listrikku jebol bulan ini!"

"Pasti kamu diam-diam pasang AC atau catokan rambut yang wattnya besar kan?" tuduh Rahman sambil melihat ke sekeliling kamar.

"Bapak jangan asal tuduh ya!"

"Lihat saja sendiri, barang elektronik saya cuma laptop, kipas angin kecil, sama rice cooker."

Maya menunjuk barang-barangnya dengan wajah cemberut.

Rahman memeriksa rice cooker itu dan melihat spesifikasinya.

Ternyata dayanya sangat kecil dan Maya juga sudah membayar biaya tambahan untuk rice cooker sejak awal masuk.

Ia tidak menemukan barang aneh lainnya di kamar itu.

"Baguslah kalau kamu jujur."

"Kalau sampai ketahuan kamu menyembunyikan sesuatu, besok juga kamu aku usir."

Rahman segera keluar meninggalkan Maya yang masih menggerutu kesal.

Tujuan selanjutnya adalah kamar nomor tujuh milik Budi.

Kebetulan pintu kamar Budi sedikit terbuka karena pemuda itu sedang bersiap berangkat kerja.

"Budi, jangan bergerak!" seru Rahman mengejutkan Budi yang sedang memasang sepatu.

"Astaga Pak Rahman, bikin kaget saja."

"Ada apa Pak, saya sudah mau telat kerja ini," keluh Budi sambil berdiri.

"Aku mau periksa kamarmu."

"Ada yang mencuri listrik dan aku curiga kamu diam-diam pakai komputer rakitan untuk main game."

"Komputer rakitan dari mana, buat makan saja saya sering ngutang di Mpok Siti."

"Silakan periksa saja Pak, paling cuma ada TV tabung butut sama setrikaan."

Budi menyingkir ke samping dan mempersilakan bapak kosnya masuk.

Rahman memeriksa setiap sudut kamar Budi dengan teliti.

Bahkan ia sampai mengintip ke bawah kasur dan di dalam lemari.

Hasilnya nihil, Budi memang tidak memiliki barang elektronik yang mencurigakan.

"Oke, kamu aman."

"Cepat berangkat kerja sana, jangan sampai telat bayar sewa bulan depan," ucap Rahman ketus.

"Iya Pak, permisi," jawab Budi buru-buru pergi.

Rahman melanjutkan pemeriksaannya ke kamar penyewa mahasiswa baru, Dimas.

Sama seperti yang lain, kamar anak itu juga bersih dari barang elektronik berat.

Kini tersisa satu kamar yang belum ia periksa, yaitu kamar nomor empat milik Rina.

Langkah Rahman terhenti di depan pintu kamar Rina.

Ia ingat janda anak satu itu sedang kesulitan keuangan.

Sangat tidak masuk akal jika Rina punya uang untuk membeli barang elektronik mahal.

"Tapi di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kalau urusannya sudah berbohong."

Rahman mengetuk pintu kayu itu dengan keras.

Tok tok tok!

"Rina! Buka pintunya!" panggil Rahman.

Tidak ada jawaban dari dalam.

Namun telinga Rahman yang tajam menangkap suara dengungan mesin yang cukup keras dari balik pintu.

Wunggg wunggg wunggg.

Suaranya mirip seperti pompa air yang terus menyala.

Rahman semakin curiga dan mengetuk lebih keras lagi.

Brak brak brak!

"Rina, aku tahu kamu di dalam!"

"Buka pintunya atau aku pakai kunci cadangan sekarang juga!" ancam Rahman.

Terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru dari dalam.

1
REY ASMODEUS
sistemnya pelit kasih hadiahnya bisa gini thor : 1 . peremajaan kulit
2. tulang naga dan jiwa abadi
3. saham di pengembang kos kosan nusantara.

ah tapi terserah othor lah baiknya gimana apa lagi bapak rahmat efendi kayaknya masih punya rahasia lain yang belum terbongkar...
REY ASMODEUS
lanjutkan........ pilih nomor 2..... 🤣🤣🤣
Nissa Safira: SIAP KAK! Nomor 2 emang paling memuaskan 🤣🤣
Lanjut ya kak, besok Budi bangun lihat gepokan duit di bantal + surat "jangan mabuk lagi atau sewa naik 3x lipat" pasti nangis kejer peluk kaki Rahman.
Makasih kak udah pilih nomor 2! malam ini saya lanjutin lagi misi renovasi kamar mandi gratisnya 🤣🤣😁🙏
total 1 replies
REY ASMODEUS
saya akan lawan,,, hidup rahman💪💪💪💪💪
REY ASMODEUS
siap tuan takur 🤣🤣
Nissa Safira: Siap! Bagus. Karena kamu siap, uang sewa komen naik 100rb ya. Bayar pake love & bintang 5. Jangan lupa setoran! 🤣🤣
total 1 replies
REY ASMODEUS
rasain loe tuan takarrrr🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: Rasain emang kak 😂 50rb aja pelitnya minta ampun, giliran sisa umur 7 hari baru panik. Tungguin kak bakal nangis tuh si rahman 🤣🙏
total 1 replies
Diana Lely
semangat thor
Nissa Safira: Semangat juga buat kakak! 🔥🔥
Makasih banyak kak udah mampir di kos pelitnya Pak Rahman🥰
Doain Rahman biar gak jantungan lagi pas disuruh sedekah🤣🤣
total 1 replies
xebeck D ron
Yoo novel baru
Nissa Safira: Hallo kak 🤣🔥 Iya kak novel baru😂
Selamat datang di kos-kosan dan kontrakan paling pelit se-Indonesia
Kenalin kak, ini Rahman 68 tahun bapak kos paling perhitungan, surga neraka baginya cuma soal uang sewa🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!