Pada satu malam ... seorang pria merenggut kehormatannya, hingga menanamkan benih dalam rahimnya.
Lima tahun kemudian ... the twins hadir dikehidupannya. Selama itu tidak ada yang pernah tahu siapa ayah biologisnya, hingga the twins Semi & Arsyad mencari ayah mereka.
Dan di satu waktu Kedua orangtua mereka dipertemukan.
Akankah mereka saling mengenali?
Apa usaha Semi & Arsyad berhasil?
subscribe karya ini untuk ikuti cerita lanjutannya. Jangan jadi pembaca bisu ya, harus like, komen dan vote.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lima Tahun lalu Di Seoul
"Oh my God!"
Da-Bin melebarkan kedua mata bersamaan dengan menutup mulutnya. Di dalam mobil terdapat seorang gadis yang pingsan di bawah kungkungan badan Haesung.
Keadaan Haesung masih mabuk berat yang sadar tak sadar. Tatapannya masih kabur antara jelas dan tidak— menatap wajah gadis di bawahnya. Samar ... Haesung yang melihat, dia sedikit bingung yang mempertanyakan siapa gadis itu.
"Kalian ...." Haesung melirik Da-Bin dan Manager Min. "Siapa gadis ini. Kalian yang membawanya kepadaku?"
Da-Bin terdiam. Pria itu merasa takut dan bersalah. Dia yang sudah menyuruh gadis itu mengantarkan Haesung tapi ... berakhir dengan sangat fatal.
"Sial!"
Manager Min langsung memukul Haesung. "Bodoh!" umpatnya membuat Haesung terkapar.
"Da-Bin tutup pintunya."
Da-Bin melihat sekitarnya, sebelum akhirnya dia menutup pintu mobil. Da-Bin masuk ke bagian kemudi, sedangkan Manager Min dia duduk di samping Haesung.
"Matikan lampu!" perintah Manager Min. Da-Bin langsung mematikan lampu mobil yang memang remang-remang.
"Bagaimana ini Manager Min, apa yang harus kita lakukan?"
Mata Manager Min mendelik tajam pada Da-Bin membuat Saliva Da-Bin tertelan berkali-kali.
"Ini semua karena kamu!"
"Mana aku tahu akan seperti ini," elak Da-Bin.
"Bagaimana ini," gumam Manager Min.
"Kita hubungi saja 119." Da-Bin hendak memanggil nomor darurat dengan ponselnya. Tapi ide nya membuat Manager Min semakin marah.
"Gila kamu! Kamu mau membawa gadis ini ke rumah sakit?"
"Tapi dia kasihan."
"Kamu sama saja menghancurkan masa depan kita." Manager Min membuang napas kasar. "Jika kita membawa gadis ini ke rumah sakit maka Haesung, agensi, semuanya akan tahu skandalnya Haesung. Karir Haesung sudah pasti akan hancur. Haesung sedang berada di atas puncak, dia tidak boleh jatuh."
"Lalu kita harus apa?" tanya Da-Bin.
"Kamu sudah periksa di luar? Apa ada saksi?"
"Entahlah, sepertinya tidak. Parkiran sangat sepi," ujar Da-Bin. mengingat sebelum dia masuk ke dalam mobil. "Manager Min ... Apa Haesung belum mengapa-apa kan gadis itu?"
Manager Min melirik sedikit. Dilihatnya gamis panjang Zahra robek. Kerudung yang terlepas, dan rambut yang berantakan. Juga, sebuah kain segitiga yang melorot jatuh dibawah kaki gadis itu.
Tanpa dijelasin Manager Min sudah bisa menduga.
"Kita tidak mengenalnya. Jika gadis itu sadar dan teringat maka kita beri dia kompensasi."
"Jahat sekali. Bagaimana kalau dia perawan tingting. Kalau dia lapor polisi bagaimana? Dia kan bukan orang sini, dia pasti lapor polisi."
"Ya, dia hanya turis yang terlibat kontrak dengan perusahaan. Tapi dia tetap turis yang tidak punya wewenang di negara kita," ujar Manager Min.
Manager Min melepas dascam, meminta Da-Bin menyalakan mesin. "Pergi ke apartemen." Perintahnya demikian.
Selang beberapa jam. Di dalam apartemen.
Zahra tersadar setelah tidur satu jam lamanya. Badannya terasa berat dan sakit dibagian intim.
Zahra membuka mata perlahan. Cahaya kamar begitu terang, interior putih dan bersih berbeda jauh dengan kamar kostnya.
Zahra termenung. Dia menatap langit kamar. Seingatnya dia berada di satu acara, hendak pulang Zahra bertemu seorang dari agensi. Menyuruhnya untuk mengantarkan sang artis ke dalam mobil, tapi setelah itu semua buyar. Zahra tidak ingat apapun lagi.
Namun, ada satu bayangan yang terlintas. Sebelum Zahra benar-benar hilang kesadaran. Dalam bayangan itu, Zahra melihat seorang pria yang mendorongnya, memaksanya hingga mencumbunya.
Setitik air mata Zahra menetes. Dadanya terasa sesak hingga rasa takut merasukinya.
"Kamu sudah sadar?" tanya seseorang yang muncul dibalik pintu kamar.
Zahra bangun dari tidurnya. Merapatkan tubuhnya ke sisi ranjang.
"Jangan takut. Saya bukan orang jahat," ucap seorang wanita berusia 35 tahun. Wanita itu mendekat, dia mendaratkan bokongnya di depan Zahra.
Perlahan ia menyentuh tangan Zahra. Zahra masih takut untuk bertemu orang asing.
"Siapa kamu? Kenapa aku ada di sini," tanya Zahra dengan tubuh gemetar.
"Saya dan suami saya menemukanmu di pinggir jalan," ucapnya membuat Zahra menunduk untuk melihat tubuhnya yang sudah berganti pakaian.
"Maaf, saya tidak punya pakaian seperti yang kamu pakai sebelumnya. Namun, pakaianmu sudah kotor jadi saya membuangnya, dan menggantikannya dengan baju saya."
Pantas saja Zahra merasa bajunya berbeda. Mereka tidak memiliki gamis atau dress muslim. Hanya t-shirt panjang dan celana kulot yang longgar. Mungkin, masih bisa dipakai oleh Zahra karena tidak terlalu ketat.
"O iya, ini saya membeli selendang. Tadi saya lihat kamu menutupi kepala mu dengan kain seperti ini."
Maksudnya hijab. Mereka tidak akan tahu namanya, tapi yang diberi wanita itu sangat berbeda. Itu selendang sutra bukan jilbab.
_Klik_
Suara pintu terbuka.
Zahra, segera mengambil selendang itu untuk menutupi rambutnya. Detik demikian Manager Min muncul dari arah pintu. Dia tersenyum seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
"Dia sudah sadar, sayang?" tanyanya pada sang istri.
"Baru saja," jawab istrinya. Zahra semakin mundur dia takut melihat setiap pria.
"Jangan takut, dia suami saya. Kami yang menemukanmu lalu membawamu ke sini." Rupanya Manager Min berpura-pura menjadi pahlawan.
"Kalian tidak melihat orang lain?" tanya Zahra, berharap ada yang melihat pria brengsek itu.
Manager Min dan istrinya saling pandang. "Jika kamu sudah siap cerita panggil lah kami. Kami hanya menolong tidak ada niat buruk padamu."
Manager Min mengajak istrinya keluar dari kamar itu.
Manager Min bisa melihat rasa trauma dari diri Zahra. Dan semua itu karena ulah artisnya. Namun, dia tidak mungkin jujur karena itu akan merugikan Haesung. Alangkah lebih baik mereka tidak saling bertemu.
Setelah beberapa jam, Zahra akhirnya mau cerita. Ceritanya sama persis dengan yang dikatakan Da-Bin. Beruntung, Da-Bin tidak ada di sana, karena jika Zahra bertemu asisten itu pasti mengenalnya.
Manager Min sengaja mengantarkan Da-Bin dan Haesung ke apartemen lain. Dan dia berpura-pura menjadi orang yang menolong.
"Percuma kamu lapor polisi," ucap Manager Min
"Tapi sayang, kita bisa bantu." Sang istri yang tidak tahu sebenarnya ingin menolong Zahra. Namun, Min menolak.
"Pertama kamu bukan warga negara kami. Itu akan sangat menyulitkanmu. Kedua, tidak ada saksi maka kamu akan dituduh memfitnah warga asal. Tidak ada video atau foto itu akan membuatmu sulit."
"Tapi aku ingat di mana semua itu berawal. Hotel Samyoun di sana pasti ada CCTV. Aku harus melaporkannya, dia sudah menodaiku Ajumma!"
"Tidak, itu tetap tidak mudah. Semua itu hanya akan sia-sia."
"Katanya kalian akan menolongku. Apa karena aku bukan warga negara ini? Sehingga aku tidak bisa mendapat keadilan." Zahra memandang sedih kedua orang di depannya.
Namun Min, tetap menolak.
"Jangankan untuk warga asing. Untuk warga sipil sendiri ... tidak mudah mendapatkan semua itu. Alangkah lebih baiknya kamu melupakan semua itu. Jika kamu ingin pulang aku bisa mengurus kepulanganmu ke Indonesia."
Dan pada akhirnya Zahra tidak mendapat keadilan. Dia pulang dengan tangan kosong dan hati yang hancur. Tidak ada yang bisa membantunya, Zahra hanya bisa menangis dan berharap keluarganya akan mengerti dirinya.
****************
Selamat sore 🤗
jangan lupa dukungannya ya .
Aku jelasin yang sekarang ya🙏
Sebelumya kan author bikin novel ini ingin ikut event tapi yang kemarin itu gak bisa karena publish sebelum bulan Mei. Author tanya dong sama editor dan q&A ternyata tetap gak bisa dan mereka kasih saran kalau mau masuk event novelnya hapus saja lalu upload ulang. yaudahlah aku hapus novel yang kemarin lalu upload ulang.
jadi ... ini bukan plagiat ya, maaf sudah membuat kalian bingung 🙏. Semoga kalian suka dan baca karya ini sampai selesai 🙏