NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Dania dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Lagi?

Matahari pagi telah terbit, menenggelamkan segala perasaan yang berpadu. Bahagia bercampur ketakutan dan kecemasan, melahirkan kepasrahan dengan masa depan keduanya. Terjerat dengan cinta semu yang baru saja menampakkan kuncup bunga, Dania berharap bisa menjaga kuncup itu menjadi bunga yang mekar indah, tanpa merasakan layu dan berguguran lagi.

"Semoga ini bukan mimpi di siang bolong," gumam Dania ketika menatap suaminya yang sedang tertidur di sofa. Ia menangkap rona kelelahan di bawah mata Jax, lalu kedua tangan yang bersendekap tampak sangat tidak nyaman.

Ingin sekali dirinya secepatnya keluar dari rumah sakit, agar suami tercintanya bisa tidur nyaman seperti yang biasa ia lakukan.

Namun, membayangkan suaminya yang bugar tertidur di kamar mengingatkannya pada memori kelam perselingkuhan itu. Hatinya masih terasa teriris meskipun sudah berusaha menyingkirkan perasaan itu.

Padahal ia sudah bersumpah untuk menyerahkan cinta tanpa syaratnya, untuk menebus rasa bersalah bertahun-tahun lalu. Akan tetapi hatinya masih saja sakit. Mungkinkah rasa tanggung jawab dan penembusan dosa itu telah berubah menjadi sesuatu yang menakutkan, seperti cinta?

Karena itukah saat Jax menyatakan cinta, ia menangis seperti sudah menantinya sangat lama?

Kalau benar itu cinta, lalu mau apa lagi?

Bahagia selamanya?

Pertanyaan itu bagai bor yang bisa melubangi hatinya kapan saja.

Kata bahagia rasanya terlalu fancy untuk Dania. Masa lalu kelam yang selalu ia pendam sekuat tenaga, mengharapkan Jax tidak pernah mengingatnya lagi. Karena itu lah Dania selalu mengiyakan apa yang Jax katakan. Agar dirinya bisa merasa impas. Meskipun itu tidak akan pernah impas.

"Bolehkah aku sebahagia ini?" Ucapnya seraya mendekati Jax dan membelai rambut acak-acakannya.

"Hoaaahmmm... Kamu sudah bangun?" Jax merenggangkan seluruh tubuhnya. Tangannya sangat cepat menyambar tangan halus Dania yang membelainya.

"Semoga operasinya lancar ya, Dan."

Dania hanya tersenyum simpul mendengar doa itu.

Benar, untuk apa terlalu memikirkan masa depan. Yang terpenting sekarang adalah Jax telah meraih tangannya.

Cintanya sudah bersambut, tinggal menjaganya agar tak tergores. Meskipun harus mengubur dalam-dalam fakta tragis itu dari Jax selamanya.

Dania ingin akhir yang bahagia selamanya.

.

.

.

Sementara di belahan bumi lainnya, Jason dan James sedang duduk di warung makan depan kampus.

Keduanya tampak sangat menikmati masakan rumahan yang tersaji menggiurkan di atas meja. Sampai mereka tidak menyadari salah satu anggota gank sudah dua hari tidak menampakkan diri. Apalagi James, dia terlihat sangat tenang, padahal sebelumnya ia sempat bertemu Jax dalam keadaan yang tidak terlalu baik.

Lalu, datanglah seseorang yang selalu mencari Jax. Siapa lagi kalau bukan gadis berambut merah bernama Bella. Ia menghampiri Jason, dan menepuk punggungnya sampai perkedel yang dilahapnya meluncur keluar.

"Hei!!!! Mana Jax???"

Tentu saja Jason langsung naik pitam. Cowok bar-bar yang kesabarannya setipis tisu yang dibagi sepuluh itu langsung bangkit dan melotot ke arah Bella.

"Bisa sopan dikit nggak sih? Kalau ada orang makan itu jangan ganggu! Paham kau betina!!!"

Sedangkan James masih duduk disana menyeruput kuah rawon dengan sangat anggun, tak terganggu.

"Hilih!!! Kayak kamu orang beradab aja. Kelakuan sebelas dua belas juga."

Adu mulut antara keduanya memang sangat sengit. Seperti kobaran api yang terkena bensin, pertikaian semakin memanas hingga saling dorong.

"Beraninya sama cewek!!! Dasar mamut!!!" Bentaknya.

"Daripada kamu, bekantan merah!!!"

Suara mereka sangat keras hingga membuat pelanggan lain menatap tidak senang.

"Ck, udah udah... Sesama hewan nggak usah berkelahi," ucap James berusaha menengahi. Namun ia masih duduk disana tak bergerak seolah-olah tidak benar-benar berniat melerai.

"Haaah... Baiklah bekantan. Ucapkan apa yang menjadi pertanyaanmu."

Jason dengan gaya sok kerennya kembali duduk di kursinya sambil menyedot es teh miliknya.

"Jax mana? Sudah dua hari aku nggak ketemu."

"Terus? Emang dia harus selalu ada di dekatmu gitu? Ck ck ck, emang sana siapa?" Ejek Jason.

"Lah, emang kan dia pacarku. Ya harusnya dia ngabarin dong."

Jason tertawa mendengarnya. Memang Jax itu terlalu pintar dalam mempermainkan cewek. Atau mungkin Bella saja yang terlalu naif.

"Pffft... Kamu? Pacarnya Jax? Heh aku kasih tahu ya, Jax itu cuma mainin kamu aja. Kamu itu nggak beda sama cewek-cewek lainnya. Kecuali ceweknya yang sekarang. Dibandingkan sama kamu, nggak ada apa-apanya."

Bella membulatkan matanya siap beradu tinju dengan Jason.

"Cewek? Cewek siapa? Dia cuma punya aku."

"Dia-- Aw!!!"

James menginjak kakinya, seolah memberi isyarat agar temannya itu tidak membocorkan informasi apapun, atau semua akan menjadi gosip hangat di kampus.

Kendati seperti itu, Bella merenungkan omongan Jason. Memang terakhir kali ia menelponnya, tidak ada orang yang menjawab.

'Mungkinkah ia bersama cewek lain waktu itu?' pikirnya.

"Haaah..." Bella yang semula berkacak pinggang dan menegangkan otot lehernya, kini ikut duduk di samping Jason.

"Mungkin benar, dia punya cewek lain. Hiiiihhhh sebel deh! Aku kurang apa coba? Bisa-bisanya di punya cewek lain."

"Kurang banyak. Makanya Ngaca dong sekali-kali. Wkwkwk," mulut Jason memang mengudang orang untuk memotongnya.

Bella tak menanggapi celotehan si mamut, tubuhnya sudah merosot karena kecewa yang dirasakan. Seketika kepalanya berubah menjadi agar-agar kenyal yang bisa jatuh sewaktu-waktu.

"Huffft.... Patah hati lagi nih barbie," ucapnya membuat Jason yang mendengarnya merasa ingin muntah.

Namun dengan sekejap mata, hanya butuh sepuluh detik mungkin, kepala jelinya kembali ke bentuk semula. Mata genitnya kembali beraksi ketika melihat sosok tampan yang datang membeli makanan.

"Wow.... Sungguh indah ciptaanmu Ya Tuhan..."

James hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan kelakuan gadis jaman sekarang. Sedangkan Jason memutar kepalanya untuk menoleh ke arah obyek yang dimaksud Bella.

"Bukankah dia ganteng banget!!!!!" Serunya dengan kedua tangan yang mengepal menutupi wajahnya.

Histerisnya semakin menjadi-jadi ketika pria itu tersenyum ke arahnya.

"Siapa dia?" Sikunya menyenggol sembarangan ke lengan Jason yang sudah tidak tertarik dan lebih memilih untuk meneruskan makannya.

"Permisi..."

Bella mematung ketika laki-laki itu menghampirinya.

"Kalian tahu Fakultas Seni Rupa dan Desain?" Tanyanya.

"I-itu..." Otak Bella sudah tidak bisa berkata.

Lalu James yang paling bisa diandalkan, membatu Bella yang sudah membeku untuk menjawab.

"Bapak lurus saja ke kanan, ada palangnya kok. Bapak tinggal masuk saja."

"Oh, terimakasih ya. Maklum baru pindah kerja si sini."

"Ba--bapak dosen baru ya?" Bella berusaha mengumpulkan kepingan otaknya yang sudah melumer.

"Iya," jawabnya berpamitan untuk meneruskan langkahnya.

"Waah.... Kok bisa ada Dosen seganteng itu ya...." Matanya berbinar membuat Jason mengembalikan mangkoknya ke pemilik warung.

.

.

"Apa Dania juga mengajar di sini?" Gumamnya tersenyum seolah telah menantikan pertemuannya dengan teman masa kecilnya.

.

.

1
mama Al
Dania kayaknya belom cerita sama Liam soal pernikahannya dengan jax
mama Al
by the way, yang buat bapaknya Dania meninggal kan jax ya.
apa Dania belom cerita sama jax
mama Al: aku ingat jax yang mukul
total 2 replies
@ ar.world bocil author
betul tuh jangan di pikirkan dia kamu harus mikirin diri kamu sendiri jaxnya aja kayak gitu
@ ar.world bocil author
kasihan sekali dania banyak sekali ia perjuangkan dania itu seperti wanita kuat
Naisha Anindya
Kamu udah diperlakukan seperti itu loh Dania, apalagi dia suami yang gak bertanggung jawab, masih gak rela berpisah...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
aku senang melihat kamu senang dania. lanjutkan😄
iorlif
bakal di balas kayak gimana nanti
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
kebahagiaan itu adalah masalah hati. bukan karena ada atau tidaknya sekitar kita
Pencari Cerita
Dania disukai temenya gak boleh, tapi dia main cewe terus gak masalah, dasar jack keterlaluan banget si
Arni Arlinawati Pratiwi💃
😭 saingan jax ini yakin emak mana ganteng banget lagi.. jax, bae bae lu sama dania,
Arni Arlinawati Pratiwi💃
nih cewe satu aneh lagi... 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gak.. gua bukan betina, gua banc*.. amsyong lu james! 🤣
Arni Arlinawati Pratiwi💃: eee ralat.. jason, 😁
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
noh.. skarang urus biang kekacauan mu jax, gentayangan tuh si bella, yang lu bahkan gak inget nama nya.. 🙄
Arni Arlinawati Pratiwi💃
fakta tragis.. ini masih ada perkara lagi di dania ini, fakta tragis itu clue nya kan.. mo bicara sama emak 4 mata aja thorr... yok, /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
🙄.. bukan kah cinta jax yang kamu inginkan dania???, dia udah bilang cinta loh itu... tapi ada apa sama lu.. 🫩
Vivenn
huhh sumpahh Baru Jugaa Mood Daniaa baguss malah dirusakk lagii,Jax pengen gw tonjok Luh yaa
Cinta(N)
berterima kasih kek si jax, kasihan deh dania
Siti Aisyah
untung saja ada ayah nya Liam yang menyelamatkan keluarga Dania😌
Siti Aisyah
jahat sekalii ayah Dania ini🥺🥺
Myz Pena
wkwkwkwk jax benar2 udah nggak tahan .. kasih aja daniah daripada ia tantrum seharian.. dan sakit kepala 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!