NovelToon NovelToon
Ekspektasi Dalam Cinta

Ekspektasi Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:136
Nilai: 5
Nama Author: Mega Harsa

Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.

Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.

Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Alina terus saja menatap kepergian Bayu, "Kamu masih saja mengulangi kesalahan yang sama." satu kalimat yang Bayu ucapkan barusan, terus saja terngiang - ngiang dalam pikirannya, Alina masih tidak bisa memahami apa yang Bayu maksud.

"Lin, Alina..." ucap Farhan dengan lemah lembut, mencoba menyadarkan Alina yang sedang melamun.

"Eh, astaghfirullah....maaf ya, maaf Farhan." Alina spontan menutup mukanya dengan kedua tangan karena malu.

"Oke, nggak apa - apa. Saat Bayu datang tiba - tiba muram gitu wajah kamu, apalagi pas di mau pulang, makin lemes kayaknya. Iya kan?" ucap Farhan, sambil tertawa.

"Ih, nggak kok. Udah nggak usah bahas dia, kita makan aja, nih punya kamu." Ucap Alina sambil menggeser kue serabi dan es cendol.

Alina dan Farhan pun mulai makan dan berhenti bercanda. Akan tetapi, Farhan masih saja bergelut dengan pikirannya, ia bingung harus menyampaikan dengan cara seperti apa, kalimat - kalimat yang ingin ia sampaikan masih tersimpan di dalam hatinya. Pada akhirnya, Farhan mengurungkan niatnya, karena ia merasa ini bukan saat yang tepat. Bahkan, suasana hati Alina saja nampak sangat tidak baik saat ini.

...----------------...

Bayu sudah sampai di rumah, ia mendapati Bunda sedang menonton TV. Ia pun menghampiri Bunda dan ikut nonton TV bersama.

"Hai, gimana pekerjaannya berjalan lancar?" Tanya Bunda, yang saat ini sedang duduk di sofa

"Aman, Bun." Jawab Bayu, lalu menyandarkan kepalanya ke pundak Bunda dan memeluknya.

"Kenapa, apakah ada masalah?" tanya Bunda seraya mengelus rambut anaknya itu.

"Maaf ya, Bun. Aku belum bisa memenuhi permintaan Bunda. Hubungan aku sama dia saat ini sedang tidak baik - baik saja." ucap Bayu dengan lirih.

"Iya, nggak apa - apa. Kalau ada masalah sama dia perbaiki secepatnya, apalagi kalau kamu sering berantem sama dia. Waduh, bahaya itu, emangnya kamu rela dia di ambil orang lain?"

Seketika Bayu melamun, masih terbayang - bayang saat Alina dan Fara mengobrol dengan sangat dekat. Bunda yang tidak mendapatkan jawaban pun, memukul pelan tangan Bayu. "Ish, kamu tuh dengerin Bunda nggak, sih!" Bentak Bunda, lalu mengerucutkan bibirnya. Bayu sontak tertawa, karena Bunda sama seperti Alina.

"Hahaha... Bunda tau nggak sih, Alina itu mirip banget sama Bunda kalau lagi marah."

"Tuh, kan. Bunda sama dia punya kebiasaan yang sama, pasti seru deh, dia akan jadi Bestie Bunda."

"Udah malam, Bun. Sana gih tidur, nanti Bunda malah sakit lagi. Aku juga mau tidur."

"Iya, sebentar lagi mau tidur kok."

"Aku duluan ya, Bun."

"Oke!"

...----------------...

Setelah selesai menikmati makan malam di Bandung Cafe, Farhan dan Alina bergegas untuk pulang. Malam ini, Alina tidak pulang ke rumah tetapi ke kontrakan.

"Makasih, kamu sudah bersedia aku ajak ke sini" ucap Farhan.

"Iya, sama - sama."

Rafan pun mulai mengendarai mobil. Sementara itu, Alina mengecek handphonenya. Ia mencari kontak Bayu, berniat untuk mengirimkan satu pesan yang sejak tadi ingin dia sampaikan. Sudah 15 menit, tetapi belum ada balasan pesan dari Bayu.

...----------------...

"Hai, Brother!" Ujar Bayu

"Hai, lama banget sih, nyasar kemana dulu emang?" Tanya Kevin

"Bandung Cafe. Gue udah pulang sejak tadi sebenarnya. Tapi gue ngobrol dulu sama Bunda."

"Bunda emang nggak bilang kalau gue ada di sini?"

"Nggak tuh, Bunda kayaknya lupa kalau ada tamu di rumah. Bahkan, gue juga lupa sama, Lo." Ucap Bayu sambil menahan tawanya.

"Astaghfirullah, parah banget!"

"Kita ini udah seperti saudara, lagian Lo sering ke rumah gue, anggap saja rumah sendiri."

"Bener banget sih, tadi aja nih ya, pas gue baru banget nyampe, Bunda langsung nyuruh gue makan. Berasa jadi anaknya Bunda juga." ucap Kevin sambil tersenyum.

"Alhamdulillah, kalau senang. Nih, kunci mobil. Gue simpan di atas laci ya." ucap Bayu, lalu pergi ke kamar mandi.

Kevin yang semula duduk di sofa, saat Bayu sudah pulang ia berganti rebahan di kasur Bayu. "hhmmm, dia lagi ngapain ya" Gumam Kevin. Ingin rasanya dia menanyakan hal itu kepada Acha, tapi sayangnya Acha hanya rekan kerja, bukan pasangan ataupun pacar, apalagi Kevin sudah memiliki pacar.

Bayu keluar dari kamar mandi dan ia mengenakan celana hitam panjang dan juga kaos lengan pendek berwarna cream. "Vin, barusan ada yang nelpon nggak di hp gue?" tanya Bayu kepada Kevin sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

"Nggak ada, emangnya nungguin siapa?" tanya Kevin sambil tersenyum jahil.

"Ish, gue serius!" lalu melempar handuk secara asal, pandangannya masih sibuk ke handphone.

"Astaghfirullah, punya teman satu iseng banget. Nggak ke bayang kalau dia punya istri kayak gimana jadinya." ucap Kevin sambil berjalan menuju kamar mandi untuk menggantungkan handuk Bayu.

"Eh, maaf Vin. Hehehe.... nggak sengaja." Jawab Bayu, sambil merangkul Kevin.

"Iya, iyaaa..."

Bayu merebahkan dirinya di kasur lalu membuka pesan dari Alina.

Bu Bos

Kamu marah? Tolong jelasin, aku nggak ngerti maksud kamu

Bayu pun membalasnya, lalu tidur. Kevin yang baru saja keluar kamar mandi pun ikut tidur.

...----------------...

Sesampainya Alina di kontrakan

"Pokoknya jangan lupa kunci pintu ya dan kalau ada apa - apa kabarin aku." ucap Farhan memperingati. "Aku pulang ya, assalamu'alaikum."

"Oke, Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh."

Alina masuk ke dalam kontrakan, lalu mengunci pintu. Hari ini, dia datang ke Cafe favoritnya tetapi masalah hidup yang tak kunjung usai selalu datang menghampiri pikiran. Ia berbaring di kasur dan menghela nafas dengan panjang, lalu memejamkan matanya. Semakin lama, semakin pusing karena banyaknya pikiran yang datang menghampiri ingatan.

Ting

Notifikasi dari handphone seketika membuat Alina teringat kepada Bayu, ia pun meraih handphone dan betul saja itu darinya.

Bayu

Kamu istirahat saja, nanti besok baru kita bahas. Ada yang pengen aku obrolin juga sama kamu.

Alina tersenyum, karena rekan kerja ini begitu perhatian dan tidak egois. Lalu ia pun tidur agar tidak bangun terlambat besok pagi. Namun, tiba - tiba ada yang menelpon, "Astaghfirullah...." ucap Alina.

Deg.

Betapa terkejutnya Alina, ketika melihat handphone miliknya. "Duh, gimana ini, apa yang harus aku katakan pada Ibu." ucap Alina, hingga ia terus saja menatap handphonenya.

...                             ...

...----------------...

Deg.

Betapa terkejutnya Alina, ketika melihat handphone miliknya. "Duh, gimana ini, apa yang harus aku katakan pada Ibu." ucap Alina, hingga ia terus saja menatap handphonenya.

"Assalamu'alaikum." Kata Ibu

"Wa'alaikumussalam."

"Kamu dari mana saja? pesan dari Ibu nggak kamu respon. Lagi di mana sekarang?"

"Aku masih di daerah Jakarta Bu, nggak jauh dari toko Vin Books. Maaf, malam ini aku nggak pulang ke Bogor. Yang pasti aku baik - baik saja. Besok, insyaallah aku pulang Bu." Jawab Alina, berusaha menjelaskan dengan lemah lembut.

"Kalau ada masalah cerita ya, Nak."

"hmm, Ibu istirahat ya. Pokoknya, Ibu jangan sampai terlalu banyak pikiran dan tidurlah dengan nyenyak yaa." Jawab Alina berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Ya sudah, Ibu tutup teleponnya ya. Kamu juga harus istirahat."

"Siap, Bu."

"Assalamu'alaikum"

"wa'alaikumussalam"

Alina menghela nafas, ia merasa lega karena telah berhasil menghadapi satu tantangan dan besok masih ada banyak tantangan yang harus ia hadapi, menjelaskan sesuatu hal kepada orang tuanya dan juga Bayu. Selain itu, tidak tahu masih ada berapa banyak hal yang tidak di sukai olehnya tetapi harus ia lalui.

...                             ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!