NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Suasana kelas pengantar ilmu farmasi dan herbal di Universitas Mahkota pagi itu cukup tenang.

Arif duduk bersandar di kursi paling belakang sambil memutar-mutar pena di jarinya.

Shinta duduk tepat di sebelahnya, sibuk mencatat materi dari proyektor ke dalam buku catatannya.

Srek. Srek.

Suara gesekan pena Shinta terdengar berirama menemani kebosanan Arif di dalam kelas.

"Nona cerewet, kau rajin sekali mencatat hal-hal dasar seperti itu," bisik Arif menopang dagunya.

"Ini masuk ujian semester udik, kau pikir aku kuliah cuma untuk main-main sepertimu?" balas Shinta tanpa menoleh.

Kriet.

Pintu ruang kelas terbuka lebar, membuat seluruh mahasiswa menghentikan aktivitas mencatat mereka.

Dosen reguler mereka, Pak Budi, masuk ke dalam kelas didampingi oleh seorang pria paruh baya berkacamata tebal.

Pria itu memakai jas putih dokter yang terlihat sangat mahal dan menyandang lencana Asosiasi Medis Pusat di dadanya.

"Selamat pagi semuanya, hari ini kita kedatangan dosen tamu yang sangat luar biasa," sapa Pak Budi bangga.

"Beliau adalah Dokter Lukman, salah satu petinggi dari Asosiasi Medis Pusat cabang Jakarta."

Prok. Prok. Prok.

Tepuk tangan riuh langsung bergema di seluruh penjuru ruang kelas menyambut orang penting tersebut.

Arif hanya menguap lebar dan sama sekali tidak tertarik untuk ikut bertepuk tangan.

Matanya yang tajam sekilas melihat lencana di dada pria itu dan dia langsung mendengus pelan.

"Asosiasi Medis Pusat ya, pantas saja auranya sama menyebalkannya dengan si tua Satria," batin Arif malas.

Dokter Lukman membusungkan dadanya dan tersenyum angkuh menatap puluhan mahasiswa elit di depannya.

"Terima kasih atas sambutannya, sebuah kehormatan bisa berdiri di kampus bergengsi ini," ucap Dokter Lukman.

Matanya menyapu seluruh ruangan kelas dan tiba-tiba gerakannya terhenti saat menatap barisan paling belakang.

Tatapan Dokter Lukman terkunci tepat pada wajah Arif yang sedang menguap santai.

Dokter Satria sudah menceritakan semuanya tentang pemuda kurang ajar yang mempermalukan asosiasi mereka beberapa hari lalu.

"Ternyata benar informasi dari Dokter Satria, gembel udik itu mendaftar kuliah di sini," batin Dokter Lukman tersenyum licik.

"Hari ini aku akan menghancurkan harga dirimu di depan calon istrimu dan teman-teman sekelasmu."

Dokter Lukman mengambil spidol dan menuliskan sebuah nama tanaman herbal di papan tulis putih.

Srek. Srek.

"Akar Ginseng Darah," baca Dokter Lukman lantang menghadap ke arah mahasiswa.

"Ada yang tahu apa fungsi utama dan efek samping dari tanaman langka ini?" tanyanya menantang seluruh kelas.

Keadaan kelas langsung sunyi karena materi itu jelas belum pernah diajarkan di tingkat dasar.

Dokter Lukman tersenyum puas melihat tidak ada satu pun mahasiswa yang berani mengangkat tangan.

"Bagaimana dengan Anda, mahasiswa yang duduk di pojok belakang sana?" tunjuk Dokter Lukman langsung ke arah Arif.

"Sepertinya Anda sangat meremehkan kelas ini sampai berani menguap saat saya sedang berbicara."

Semua mata mahasiswa langsung menoleh ke arah Arif, termasuk Shinta yang langsung panik.

"Udik, kau disuruh jawab! Jangan membuat malu!" bisik Shinta menyenggol lengan Arif dari bawah meja.

Arif menghela nafas panjang dan berdiri dengan sangat santai, memasukkan sebelah tangannya ke saku celana.

"Akar Ginseng Darah berfungsi untuk melancarkan aliran darah beku di meridian jantung," jawab Arif singkat dan tepat.

"Dan efek sampingnya bisa memicu pendarahan dalam jika dosisnya salah satu gram saja."

Dokter Lukman sedikit terkejut karena jawaban Arif sangat akurat dan sempurna.

Namun dia tidak kehilangan akal, ini baru pancingan pertamanya untuk menjebak pemuda itu.

"Jawaban yang terlalu standar dan bisa dicari di internet dalam lima detik," ejek Dokter Lukman meremehkan.

Beberapa mahasiswa ikut tertawa kecil mendengar sindiran tajam dosen tamu tersebut.

"Lalu bagaimana cara menetralkan racun dari Akar Ginseng Darah jika pasien terlanjur overdosis?" tantang Dokter Lukman lagi.

"Hanya tabib kelas atas yang tahu jawabannya, kalau Anda tidak tahu, silakan berdiri di luar kelas saya."

Shinta menggigit bibir bawahnya, merasa marah karena dosen ini jelas-jelas sengaja mencari masalah dengan Arif.

"Bapak ini sengaja ya menyudutkannya? Itu kan bukan materi dasar semester ini!" protes Shinta dengan berani.

"Nona Shinta, tolong jangan ikut campur, ini adalah tes mental untuk mahasiswa yang tidak sopan," balas Dokter Lukman tersenyum menang.

Arif menepuk pundak Shinta pelan untuk menenangkannya agar kembali duduk.

"Tidak apa-apa Nona cerewet, pertanyaan anak TK seperti ini tidak perlu kau pusingkan," ucap Arif santai.

Arif berjalan keluar dari mejanya dan melangkah pelan menuruni tangga menuju ke depan kelas.

"Untuk menetralkan racun Ginseng Darah, dunia medis modern biasanya menyuntikkan cairan koagulan sintetis," ucap Arif mulai menjelaskan.

"Tapi cara itu sangat bodoh karena akan merusak ginjal pasien dalam jangka panjang tanpa kalian sadari."

Mata Dokter Lukman melotot mendengar metodenya disebut bodoh di depan umum.

"Jaga bicaramu! Itu adalah standar operasional Asosiasi Medis Pusat!" bentak Dokter Lukman marah dan tersinggung.

Arif tidak mempedulikan bentakan itu dan mengambil spidol dari meja dosen.

1
Was pray
Shinta itu tipe wanita keras kepala tapi ceroboh dan agak lambat berpikir
Was pray
pemimpin naga hitam jenis biji-bijian kah Thor?
Was pray
gak apa2 Shinta.. anggap aja rekreasi ke pelabuhan tanjung Priok , kamu kan wanita hebat yg gak butuh nasehat orang lain.. 🤭
Was pray
emang Arif dan Shinta kuliahnya di rumah sakit? waduh .. ambil fakultas apaan Arif nanti?
Was pray
kenapa bos preman kalau gak plontos ya botak? gak ada yg ganteng kah si bos preman Thor? 🤭🤭
Was pray
cek cek.... 👎 MC nya kuat sih... tapi mulutnya perlu dipemak ulang
Was pray
kurang didikan Budi pekerti kah Arif?
kayra lubna
Cerita yang sangat unik,ada percintaan,pengobatan,seni bela diri,sangat memuaskan hati untuk dibaca...mantaaaap👍
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!