Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Hokkaido
Usai pernikahan, Samudra langsung membawa Queen ke apartemennya di Glasgow, sehari setelah acara resepsi. Selama acara itu, semua anggota keluarga Queen tampak bingung karena mereka tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini.
Queen menurut permintaan suaminya dan sepanjang perjalanan dari London ke Glasgow, tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua. Bahkan Samudra berjalan sendiri begitu juga dengan Queen.
Queen menoleh ke arah Samudra yang duduk di seberang dalam pesawat. Dia menghela napas panjang karena tadi mereka tidak mendapatkan tiket pesawat yang satu deret.
Queen melihat ke arah jendela pesawat. "Kamu kemana Qia?"
***
Mansion McGregor London
"Qia kemana Grizelda?" tanya Billy panik.
Grizelda hanya diam saja sementara suaminya, Wolf Kingston, menatap penasaran ke istrinya. Ya benar mereka agen FBI dan MI6 dan Grizelda biasa menjadi pelindung survivor korban kekerasan. Hingga dia bisa mengganti identitas bagi para korban yang masuk ke perlindungan saksi.
"Sayang, Qia kamu kirim kemana?" tanya Wolf.
"Qia ke negara yang aman. Kalian jangan khawatir," jawab Grizelda tenang.
"Bukan masalah amannya. Tapi semua uangnya sudah ditarik dari rekeningnya! GPS nya semua ditinggal!" Eléonore semakin pening dengan dua putri kembarnya.
Grizelda memilih diam saja. Wolf menggelengkan kepalanya.
"Oom, Tante, Opa, Oma, Erhan, jika Zelda sudah mode diam, mau kalian siksa pun dia tidak akan mengatakan apapun," ucap Wolf.
"Serum kejujuran Nyunyun!" seru Galena. "Tidak ada yang bisa melawan serum kejujuran ratu drama itu!"
Grizelda tetap memasang wajah datar.
***
Sebuah Desa Nelayan di Hokkaido
Qiarra tiba di sebuah desa Furubura di prefektur Hokkaido, subprefektur Shiribeshi. Gadis itu sengaja mencari kota yang tidak banyak orang datang.
Furubira terletak di ujung timur dari pesisir bagian utara Semenanjung Shakotan yang menghadap ke Laut Jepang. Wilayah kota ini sebagian besar dibangun di sekitar Sungai Furubira, yang mengalir dari dataran tinggi Semenanjung Shakotan dan menuju ke Laut Jepang. Furubira berbatasan dengan kota Yoichi.
Yoichi (余市) adalah kota pelabuhan perikanan dan pesisir yang menawan di Subprefektur Shiribeshi, Hokkaido, Jepang. Terletak hanya 30 menit berkendara dari Otaru atau sekitar 1 jam dari Sapporo, kota ini terkenal dengan hasil laut segar (terutama bulu babi dan udang), perkebunan buah, dan sebagai tempat kelahiran wiski Jepang. ( Sumber Wikipedia the)
Qiarra mendatangi kantor balai desa untuk melaporkan sebagai warga asing yang datang ke Furubira. Dia merasa senang karena mendapatkan sambutan baik dan sopan padanya.
"Apakah ada rumah yang tidak terpakai?" tanya Qiarra. "Atau Akiya ( rumah kosong atau ditinggalkan ) yang bisa saya beli?"
"Anda mau tinggal di sini?" tanya Kepala Desa Furubira.
"Benar. Saya ingin suasana baru karena saya bosan di London," jawab Qiarra.
"Bagaimana Anda bisa berbahasa Jepang fasih?" tanya pria itu.
"Karena saya suka budaya Jepang," senyum Qiarra.
"Baik Nona Azalea. Coba saya carikan Akiya." Kepala Desa itu dibantu oleh para staff nya.
"Anda serius mau tinggal di sini?" tanya staff nya.
"Benar." Qiarra menatap serius.
"Baik. Ini ada Akiya dan sudah kosong lama. Harganya £100." Staff kantor desa memperlihatkan gambar rumah.
"Seratus poundsterling?" Qiarra tampak terkejut. "Harganya serius segini?" ( sekitar 2,5 juta rupiah ). Qiarra melihat rumah itu dan terkejut dengan pemandangan yang indah.
Rumah Yang Ditawarkan
"Minusnya di belakang ada lumbung padi untuk musim dingin jadi bisa dibagi ke para penduduk Furubira. Kami terbiasa swasembada pangan jika musim dingin jadi terjamin."
Qiarra sudah jatuh cinta dengan rumah itu.
"Jalan ke arah sana, ada jalan menuju laut. Kita berikan denah lengkapnya. Disini adalah rumah milik Nenek Okada, lalu sebelah sini adalah milik Kaito Yamada, nelayan sini. Di sebelah lumbung, ada rumah keluarga Shinigawa. Dia yang mengurus lumbung. Dia juga nelayan dan putranya yang bagian sawah bersama ibunya."
Qiarra mengangguk. "Akan aku hapalkan. Apakah ada aturan buang sampah, atau aturan lainnya?"
"Ada. Jadi begini ...."
***
Qiarra menarik kopernya dengan diantarkan oleh salah seorang staff. Dia pun merasa udaranya segar, suasana tenang, dan lebih nyaman.
"Azalea-san, Anda tampak senang di sini," ucap staff perempuan yang mengantarkan dirinya.
"Iya. Saya senang dengan udara yang segar dan pemandangan yang indah. Jauh berbeda dengan London, Saka-san," jawab Qiarra.
"Aku ingin ke London. Seperti apa?" tanya Saka.
"Gloomy." Qiarra melihat rumah itu dan sudah semakin jatuh cinta. "Ya ampun cantiknya. Ini sudah berapa lama kosong?"
"Ada sekitar sepuluh tahun. Tapi rumah ini sudah direnovasi tiga tahun lalu." Saka membuka pintu rumah itu dan Qiarra semakin suka dengan rumah itu.
"Kita lihat-lihat ke dalam, Azalea-san."
Di saat Qiarra masuk bersama Saka, ada seseorang yang baru datang dengan membawa tas berisi ikan.
"Rumah itu kan sudah kosong lama. Apa ada yang hendak masuk?" gumam pria itu.
***
Apartemen Samudra di Glasgow
Queen tiba di apartemen Samudra dan dia melihat suasana yang sangat cowok! Maskulin dengan nuansa kayu, hitam, putih dan abu-abu.
Suram amat! - batin Queen.
"Kamu nanti tidur di kamar sana!" ucap Samudra dingin.
"Mas Sam ...."
"Tidak usah sok imut kamu Queen. Aku memang suka selama kita bersama tapi ... aku membenci kamu karena kamu membuat kacau semuanya! Aku yakin, kamu lah yang meminta Qiarra pergi!" hardik Samudra dengan wajah garang.
"Aku tidak tahu Qia pergi, Mas!" bantah Queen. "Sungguh!"
"Hah, kamu kan sudah sering membohongi aku! Kamu mau menikah denganku kan? Ya sudah, kita sudah menikah! Biar kamu tahu rasanya menikah denganku!" Samudra berjalan masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu dengan keras.
Queen terlonjak. Dia menghela napas panjang.
"Kamu harus tahu konsekuensinya, Queen! Karena kamu yang mulai!"
Queen seperti mendengar suara Qiarra di telinganya. "Iya Qia, ini memang konsekuensinya. Tapi aku yakin dengan diriku."
Queen pun masuk ke dalam kamar tamu dan dia baru sadar, kamarnya kecil!
"Semoga dalam enam bulan, Mas Sam bisa berubah dan mau menjalani pernikahan ini," ucap Queen sepenuh hati.
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kamu pasti akan sangat menyesal Sam
Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆
untung aku bacanya pagi habis sarapan
coba kalo belum, bisa nggak jadi sarapan aku😭😭😭😭
kamu kuat queeny😓😓
kira kira Jodoh Queen ada yang baru atau masih Samudera yang pikirannya cupet , Mbak Hana ?