Berawal dari petaka sebuah konser band terkenal, seorang gadis harus membuatnya menerima reward besar karena baru putus cinta. Gadis itu tidak tau bahwa dirinya sedang di kerjai teman kuliahnya hingga membuat seorang Letnan terkena imbasnya.
Disisi lain, akibat petaka tak sengaja, sang Letnan terpaksa harus menanggung akibatnya. Bukan hal mudah menaklukan hati pria yang ternyata adalah Abang dari gadis tersebut, namun pada kenyataannya, lebih sulit menaklukan gadis yang tiba-tiba masuk dalam hidupnya tanpa permisi, apalagi jejak kehidupannya kini di mulai pada wilayah dengan resiko yang cukup tinggi, wilayah yang bisa di katakan rawan, KARANG HITAM.
KONFLIK.. Harap SKIP bagi yang tidak bisa ber KONFLIK.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Masih terasa kaku.
"Baaang.. Percayalah, Phia pasti baik-baik saja." Kata Jilly.
"Abang yang paling tau bagaimana Phia, dia tidak pernah hidup susah. Sekarang dia harus ikut bersama laki-laki itu, bagaimana kalau Riegan tidak bisa menghidupinya, tidak bisa menerima manjanya Phia?? Riegan itu kasarnya bukan main, sayaang..!!" Jawab Bang Reigar.
"Jill tidak tau, apakah Abang sadar atau tidak. Tapi yang Jill tau, sebenarnya Abang sudah punya lawan yang seimbang. Bedanya Abang langsung meluap untuk menyelesaikan masalah sedangkan Om Riegan.. Beliau ini banyak diam, tapi diam yang membunuh. Sebagai perempuan, Jill pun merasa setiap tindakan Om Riegan selalu mengusahakan agar Phia nyaman."
Dalam perdebatan itu, Jilly berusaha untuk bicara lebih dari hati ke hati dengan Bang Reigar. Suaminya itu memang patarung pada jamannya, tapi kini ia merasa.. Seorang Riegan, Letnan Riegan jauh lebih menakutkan dari apapun.
"Apa yang kau harapkan dari Riegan??? Dia tidak ada hati untuk Phia, tidak mencintai Phia. Sekalinya Abang dengar kabar percintaannya.. Dia pernah menghajar mantan kekasihnya. Bisa kau bayangkan seba*****n apa Riegan?????"
Sungguh kesal Jilly bicara dengan suaminya itu. "Abang Intel, kan?? Apa sebatas info itu saja yang bisa Abang dapatkan???? Om Riegan putus dengan dokter perempuan itu karena dokter itu memilih menikah dengan bupati saat Om Riegan pendidikan di USA. Dan perempuan yang pernah di tampar Om Riegan sampai beliaunya kena sidang, karena perempuan itu sama seperti Mbak Reina dan Om Alfred. Coba Abang tanya pada diri Abang sendiri.. Saat melihat mantan istri Abang yang cantik itu, Abang sakit hati atau tidak??? Bedanya Abang dulu sempat nikah, tapi mantannya Om Riegan hamil di luar nikah."
Deg...
Mulut Bang Reigar serasa terkunci. Jujur memang ada beberapa poin yang terlewatkan. Kini dirinya menyadari, Letnan Riegan bahwa tidak sedikitpun membawa nama dokter ataupun mantan kekasihnya itu. Letnan Riegan memilih diam seribu bahasa yang bahkan membiarkan dirinya sendiri nyaris terjatuh dan terkubur di dasar jurang.
"Kamu dapat info darimana, dek?" Tanya Bang Reigar dengan nada rendah.
"Abang meremehkan cara Jill mencari informasi??????" Omelnya sambil mengirim bukti berkas atas kasus Letnan Riegan dulu.
Bang Reigar langsung membacanya "Nggak.. Bukan itu, sayang."
Jilly melangkah menjauh. Bang Reigar pun hanya bisa mengurut pelipisnya.
***
Mobil bandara sudah menjemput Letnan Riegan. Meskipun Letnan Riegan lebih banyak diam namun sikap nya itu tetap terus memberi perhatian pada Phia.
"Apakah request saya bisa di penuhi??" Tanya Bang Riegan.
"Siap, bisa Pak. Karena Bapak bilang, ibu sedang hamil muda, tidak sehat dan kurang bisa dalam perjalanan jauh, kami sudah siapkan velbed seperti yang bapak minta." Jawab salah seorang crew pesawat.
"Terima kasih." Seperti biasa wajah itu begitu datar tanpa senyum sedikit pun.
...
Phia merebahkan diri di dalam 'sudut' kecil atas permintaan Bang Riegan dengan tirai sebagai pembatas. Ia menatap langit-langit body pesawat angkut militer yang kini membawanya jauh dari hingar bingar ibukota.
Body pesawat yang terbuka, nampak penuh dengan kabel bersuara bising. Dulu dirinya sering bepergian melaksanakan dinas luar bersama Abangnya, bahkan sampai pindah satuan. Tapi jujur, baru kali ini dirinya pergi bersama seorang Letnan muda yang baru saja di kenalnya, itu pun karena sebuah insiden. Ia mulai berfikir, betapa hebatnya para prajurit negeri ini.
Lamunannya buyar saat Bang Riegan sedikit membuka tirai lalu memberikan permen mint langsung ke dalam mulutnya.
"Kapan sampai?" Tanya Phia.
Bang Riegan melihat jam tangannya. "Kurang lebih lima belas menit lagi." Jawab Bang Riegan santai. "Pusing???"
Phia memalingkan wajahnya, tapi wajah itu jelas sudah sangat pucat. Lagi-lagi tanpa kata, Bang Riegan mengusap perut datarnya.
Phia tidak bisa menatap wajah Bang Riegan namun juga tidak menolaknya. Usapan tangan itu membuatnya tenang, mualnya pun mereda.
'Apa karena makhluk kecil ini adalah anaknya, dia jadi tenang di tangan laki-laki ini?'
:
Saat pesawat landing di landasan. Phia terkejut, tanpa sengaja ia memeluk erat pinggang Bang Riegan yang berdiri tepat di sampingnya. Pria itu bahkan mengusap puncak kepalanya.
Setelah pesawat terparkir dan berhenti, mobil pengangkut barang tiba, ada juga truk yang membawa barang Bang Riegan.
Dua orang anggota memberi hormat pada Bang Riegan. "Selamat sore, Komandan. Selamat sore, Ibu. Prada Guntara, kawal Danton, mohon ijin menghadap..!!"
"Selamat sore, Komandan. Selamat sore, Ibu. Prada Rivan, kawal Danton, mohon ijin menghadap..!!" Lapornya.
"Selamat sore. Salam kenal Guntara, Rivan."
"Selamat sore.............." Phia ingin membalasnya tapi kemudian Phia merasa mual. Ia sedikit bergeser dari posisinya dan menyandarkan keningnya pada punggung Bang Riegan.
Kedua 'ajudan' saling lirik untuk mengoreksi, mereka cemas dan bingung karena tiba-tiba saja ibu Danton mual.
Secepatnya Bang Riegan menahan tubuh Phia. Tangannya sibuk mencari sesuatu di kantong celananya. Kali ini Bang Riegan mengambil permen asam lalu menyuapkan langsung ke mulut Phia.
"Tolong bantuannya, tugas kalian serba double, ya. Istri saya sedang hamil muda." Kata Bang Riegan.
"Siap."
.
.
.
.
lanjut mba Nara👍👍
Bang Jan...udah beri bang Hernad pencerahan tp knp jadinya kyk gini😄😄🤭
kocak ini ...lanjut mba Nara👍
lanjut mba nara🤭
semangat jg buat mba Nara👍