**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**
Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.
Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.
Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.
Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 : Pelajaran Tentang Perbedaan Kekuatan
Lima menit kemudian, Lin Tian kembali berdiri meski tubuhnya masih gemetar kelelahan.
Kharos memperhatikannya beberapa saat sebelum tiba-tiba bertanya,
"Sebelum latihan pertarungan dimulai… jawab satu pertanyaan."
Suasana langsung menjadi lebih tenang.
"Kekuatan itu sebenarnya apa?"
Lin Tian terdiam.
Pertanyaan itu terdengar sederhana. Namun entah kenapa, ia merasa jawabannya jauh lebih rumit dari yang terlihat.
Lin Tian terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab.
"Kekuatan… adalah kultivasi dan kemampuan untuk mengalahkan musuh."
"Kekuatan spiritual dan teknik bertarung."
Kharos langsung menggelengkan kepalanya.
"Itu belum lengkap."
Ia melangkah perlahan sambil menatap langit merah Dimensi Asura.
"Kekuatan sejati memiliki tiga pilar." Tatapannya kembali tertuju pada Lin Tian.
"Pilar pertama adalah kekuatan."
"Kultivasi. Teknik. Energi, itu adalah fondasi."
Ia mengangkat jari kedua. "Pilar kedua adalah kehendak."
"Tekad, ketahanan. Keinginan untuk terus berdiri meski dunia mencoba menghancurkan mu Itu adalah inti."
Lalu jari ketiga terangkat. "Pilar terakhir adalah karakter."
"Kehormatan, Tujuan hidup dan kemampuan menjaga kemanusiaanmu itu adalah jiwa."
Suasana di area latihan langsung terasa lebih berat.
"Kekuatan tanpa karakter akan berubah menjadi tirani."
"Kehendak tanpa kebijaksanaan hanya menjadi keras kepala."
"Dan karakter tanpa kekuatan hanyalah kelemahan."
Tatapan emas Kharos menjadi tajam. "Tetapi jika ketiganya seimbang… itulah kekuatan sejati."
Lin Tian perlahan membeku.
Konsep itu… Sangat mirip dengan ajaran Yeye. Kekuatan, tekad dan Karakter hampir sama persis.
Tanpa sadar, ia menjawab pelan,
"Jadi keseimbangan adalah hal terpenting. Kekuatan tanpa karakter hanya akan menjadi sesuatu yang berbahaya."
Kharos tampak sedikit terkejut. Lalu ia menyeringai puas.
"Pemahamanmu sangat cepat. Kau pernah diajari seseorang sebelumnya?"
Lin Tian mengangguk perlahan.
"Kakekku. Ia selalu mengajarkan tentang pelayanan, belas kasih, dan kerendahan hati."
Untuk beberapa detik, ekspresi Kharos berubah lebih tenang. "Kakekmu pria bijaksana dan ajarannya benar."
Tatapan besarnya mengarah ke seluruh area latihan.
"Filosofi Asura sebenarnya tidak berbeda. Kekuatan seharusnya digunakan untuk melindungi."
"Pertarungan harus memiliki tujuan, dan jika hanya bertarung demi kemuliaan, semuanya kosong."
"Tapi jika bertarung demi bertahan hidup, melindungi orang lain, atau mempertahankan tujuan hidup… maka pertarungan memiliki makna."
Lin Tian mendengarkan dalam diam.
"Selalu ingat ini," lanjut Kharos. "Meningkatkan kekuatan itu mudah."
"Yang sulit adalah mempertahankan karaktermu saat kekuatanmu terus bertambah."
"Tapi keduanya harus dilatih bersamaan." Tatapannya seketika berubah menjadi ganas.
"Dan sekarang… saatnya pelajaran langsung."
Ia menunjuk Lin Tian.
"Serang aku."
Tiba tiba Lin Tian langsung menegang.
Menyerang Kharos? Itu seperti bunuh diri.
"Harmoni Sembilan Naga!"
Sembilan elemen langsung muncul dan menyatu sempurna di sekitar tubuh Lin Tian. Teknik terkuatnya meledak dengan kekuatan penuh sebelum melesat menuju Kharos.
Serangan itu cukup kuat untuk menghancurkan sebagian arena biasa.
Namun, Kharos hanya mengangkat satu tangannya dan menangkap seluruh serangan itu dengan santai.
Mata Lin Tian langsung membesar.
Apa…?
Teknik terkuatnya… Dihentikan dengan satu tangan?
Bahkan tanpa usaha?
Kharos memandang energi yang masih berputar di telapak tangannya sebelum menghancurkannya begitu saja.
"Kekuatanmu bagus. Teknikmu bahkan sangat bagus." Tatapan emasnya sedikit menyipit.
"Penggabungan sembilan elemen dengan stabilitas seperti itu sangat langka."
"Kau memang berbakat."
Namun tekanan besar langsung memenuhi area latihan.
"Tapi perbedaan kultivasi tetap mutlak." Kharos menunjuk dirinya sendiri.
"Kau sekarang berada di Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Ketiga."
"Aku berada di Ranah Alam Kekosongan Lapisan Keenam."
Hanya mendengar nama tingkatan itu saja sudah membuat Lin Tian menegang.
"Perbedaan kekuatan kita setidaknya seribu kali lipat." Tatapan Kharos tetap tenang.
"Dan itu perkiraan minimum."
Lin Tian langsung memahami betapa jauhnya jarak di antara mereka.
Ia bahkan belum benar-benar bisa membayangkan kekuatan Alam Kekosongan.
Namun sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, Kharos menjentikkan jarinya.
Satu gerakan kecil.
Dan tubuh Lin Tian langsung terpental lima ratus meter seperti daun diterpa badai.
DUAAAAR!
Ia menghantam tanah dengan keras hingga menciptakan kawah besar.
Darah langsung keluar dari mulutnya.
Hanya satu jentikan jari… Dan hasilnya sudah seperti ini.
Perbedaan kekuatan mereka benar-benar tidak masuk akal.
Saat Lin Tian masih mencoba bangkit, Kharos tiba-tiba sudah berdiri di depannya lagi.
Lin Tian sama sekali tidak melihat pergerakannya.
Teleportasi?
Kharos seolah membaca pikirannya.
"Alam Kekosongan memberikan pemahaman terhadap ruang, sementara Teleportasi hanyalah teknik dasar."
Tatapan emasnya kembali tajam.
"Untuk mencapai tingkat ini, kultivator normal membutuhkan puluhan tahun, Tapi seorang jenius bisa mempercepat prosesnya, dan dengan latihan brutal akan memaksa pertumbuhanmu."
Ia menunjuk Lin Tian.
"Lapisan Keempat mungkin bisa kau capai dalam beberapa bulan."
"Lapisan Kelima mungkin membutuhkan satu tahun."
"Sedangkan Alam Kekosongan…" Kharos menyeringai tipis. "Itu masih belum pasti, tetapi kau tetap harus mencoba."
Lin Tian perlahan berdiri sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.
Kharos langsung berbicara lagi.
"Jangan berhenti. Latihan ketahanan dilanjutkan."
Hari itu berlangsung selama enam belas jam penuh tanpa jeda.
Lin Tian dipaksa menjalani berbagai latihan yang nyaris tidak manusiawi.
Adaptasi gravitasi.
Lari ketahanan.
Pertarungan.
Meditasi di bawah tekanan energi ekstrem.
Latihan bertahan hidup di berbagai area berbahaya.
Dan hampir semuanya membuatnya berada di ambang kematian.
Tulangnya patah berkali-kali.
Ototnya robek.
Organ dalamnya memar.
Tujuh kali ia hampir mati hanya dalam satu hari latihan.
Namun meski begitu, Ia juga bisa merasakan perubahan kecil dalam dirinya.
Tubuhnya menjadi lebih kuat. Energinya lebih stabil, dan teknik Orkestrasi Jiwa mulai berkembang lebih cepat dibanding sebelumnya.
Malam harinya, Lin Tian kembali berada di ruang medis karena tubuhnya nyaris tidak bisa bergerak.
Salah satu penyembuh Asura memeriksa kondisinya sambil menggelengkan kepalanya heran.
"Latihan Kepala Perang memang gila, bahkan Lukamu sangat parah. Tapi anehnya tubuhmu terus beradaptasi."
Nada suaranya mengandung kekaguman. "Itu cukup luar biasa."
Lin Tian membuka matanya perlahan.
"Besok… latihan dilanjutkan?"
Penyembuh itu mengangkat alisnya.
Dalam kondisi seperti ini, kebanyakan orang biasanya berharap pelatihan dihentikan.
Dengan susah payah, Lin Tian mengangguk kecil.
"Ya... aku akan terus lanjut..."
Rasa sakitnya memang luar biasa.
Tetapi ia juga bisa merasakan pertumbuhannya.
Dan itu membuat semua penderitaan ini terasa berarti.
Latihan di bawah Kharos berlangsung tanpa ampun.
Setiap hari dipenuhi rasa sakit, tekanan, dan pertarungan yang memaksa Lin Tian melampaui batas tubuhnya sendiri.
Namun hasilnya mulai terlihat dengan jelas.
Tubuhnya berkembang dengan kecepatan yang bahkan membuat para Asura mulai terkejut.
Gravitasi enam kali lipat yang dulu hampir menghancurkannya kini sudah terasa normal. Ia bahkan bisa bergerak dan bertarung dengan cukup nyaman di bawah tekanan tersebut.
Kecepatannya meningkat drastis.
Kekuatannya juga berkembang jauh melampaui saat pertama tiba di Dimensi Asura.
Dan yang paling mengerikan adalah daya tahannya.
Tubuh Lin Tian sekarang mampu menerima rasa sakit yang dulu pasti akan membuatnya pingsan.
Kultivasinya juga mengalami perubahan besar.
Transformasi Jiwa Lapisan Ketiga yang sebelumnya belum stabil kini telah mencapai puncak sepenuhnya.
Terobosan menuju Lapisan Keempat tinggal menunggu waktu.
Bahkan Kharos sendiri mengakui kecepatan pertumbuhan itu sangat tidak normal.
Namun perubahan terbesar sebenarnya terjadi pada mentalnya.
Tekad Lin Tian menjadi jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.
Rasa sakit tidak lagi menggoyahkan fokusnya.
Tekanan tidak lagi membuatnya ragu.
Dan untuk pertama kalinya, ia mulai memahami arti sebenarnya dari kekuatan menurut filosofi Asura.
Yang mengejutkan, semakin lama ia belajar dari Kharos, semakin ia menyadari kesamaan antara ajaran Kepala Perang Asura itu dengan ajaran Yeye.
Budaya mereka berbeda.
Cara hidup mereka juga berbeda.
Namun inti nilai yang mereka pegang ternyata hampir sama.
Kekuatan bukan hanya untuk menghancurkan tetapi untuk melindungi.
Untuk mempertahankan tujuan hidup dan untuk menjaga orang-orang yang penting.
Karena itu, meskipun latihan brutal ini perlahan mengubah dirinya, Lin Tian terus berusaha menjaga sisi manusianya.
Sulit memang.
Tetapi ia tetap mencoba.
Di tengah area latihan, Kharos memperhatikan Lin Tian yang baru selesai berlatih.
Tatapan emasnya dipenuhi kepuasan.
"Satu minggu, dan perkembanganmu sangat luar biasa."
Ia berjalan mendekat sambil menyilangkan tangan besar di dadanya.
"Kau sudah mencapai puncak Transformasi Jiwa Lapisan Ketiga."
"Terobosan menuju Lapisan Keempat sudah sangat dekat."
Lin Tian menarik napas perlahan.
Ia juga bisa merasakan energi di dalam tubuhnya mulai berubah semakin padat dan kuat.
Kharos melanjutkan,
"Besok kita akan mencoba menerobos Lapisan Keempat."
Aura di sekitar mereka langsung terasa lebih berat.
"Prosesnya berbahaya dan kematian tetap mungkin terjadi."
"Tapi itu perlu."
Tatapan tajam Kharos menembus langsung ke arah Lin Tian.
"Kekuatanmu saat ini masih belum cukup."
Lin Tian tidak membantah, Ia sendiri sudah memahami kenyataan itu.
"Karena itu malam ini gunakan untuk bermeditasi, Kumpulkan energi sebanyak mungkin dan Besok… tubuh dan jiwamu akan berubah."
Lin Tian mengangguk tanpa ragu.
"Aku siap."
"Meningkat menjadi lebih kuat adalah keharusan."
Senyum tipis muncul di wajah Kharos.
Baginya, jawaban seperti itu jauh lebih penting daripada bakat.
Malam itu, Lin Tian duduk bersila di dalam ruangannya.
Energi spiritual Dimensi Asura mengalir deras di sekelilingnya seperti badai tak terlihat.
Ia perlahan memasuki meditasi mendalam sambil meninjau kembali seluruh perkembangan yang telah ia alami selama seminggu terakhir.
Latihan itu brutal.
Hampir gila.
Tetapi hasilnya nyata.
Pertumbuhannya jauh lebih cepat dibanding seluruh waktu yang ia habiskan di Alam Tingkat Rendah
Dan bukan hanya kekuatannya yang berubah.
Pemahamannya tentang kekuatan juga mulai berkembang.
Ia tidak pernah menyangka bahwa bangsa Asura yang terlihat brutal ternyata sangat menghargai kehormatan dan karakter.
Mereka memang keras.
Namun bukan monster tanpa tujuan.
Dan semakin lama ia berada di dunia ini, semakin jelas kesamaan antara filosofi Kharos dan ajaran Yeye.
Kekuatan untuk melindungi.
Kekuatan untuk melayani dan Kekuatan yang tetap memiliki kemanusiaan.
Lin Tian perlahan membuka matanya
Besok, ia akan mencoba menerobos ke Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Keempat.
Kekuatannya akan meningkat drastis. Namun proses itu juga berbahaya.
Sedikit kesalahan bisa menghancurkan tubuh dan jiwanya sekaligus.
Tetapi seperti biasa, Ia akan menerima risikonya.
Karena ia tidak memiliki pilihan lain.
Jika ingin terus melangkah menuju Pemangsa Dimensi, maka dirinya harus terus menjadi lebih kuat apa pun harganya.
Lin Tian perlahan mengumpulkan energi spiritual ke inti Transformasi Jiwa miliknya.
Energi di dalam tubuhnya mulai berputar semakin cepat.
Persiapan terobosan dimulai.
Dan di tengah meditasi itu, pikirannya kembali tertuju pada Yeye.
Jika pria tua itu benar-benar bisa melihat dirinya sekarang… Mungkin ia akan khawatir dengan latihan brutal ini.
Namun Lin Tian berharap satu hal.
Bahwa Yeye juga bisa melihat dirinya masih berusaha menjaga janjinya.
Masih mencoba mempertahankan sisi manusianya.