NovelToon NovelToon
Di Balik Pintu Kamar Sebelah

Di Balik Pintu Kamar Sebelah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nisaul Mardhiyah

" Ahh ugh Dia suamiku, Aksa... Kita tidak boleh melakukan ini," bisik Valerian di tengah napasnya yang memburu. "Tapi dia tidak pernah melihatmu sebagai wanita, Kak. Sedangkan aku? Aku menginginkanmu sampai hampir gila," balas Aksa dengan tatapan mata yang penuh obsesi.

Bagi Damian, Valerian hanyalah sebuah kewajiban di atas kertas kontrak bisnis keluarga. Dua tahun pernikahan berjalan, Damian tidak pernah sekali pun menyentuh istrinya, membiarkan Valerian layu dalam kesepian di rumah megah yang sedingin es.Namun, malam badai itu mengubah segalanya. Berawal dari rasa iba yang berubah menjadi ketegangan tak terkendali, Aksa—adik kandung Damian yang tinggal serumah dengan mereka—melanggar batas suci.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaul Mardhiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9. Wanita Itu

Wanita cantik lulusan London itu tampil memukau dengan gaun kasual berwarna putih gading, tampak sedang mengobrol dengan sangat akrab bersama Nyonya Zen Wardhana dan Dania. Rupanya, pertemuan akhir pekan kemarin telah membuat Clarissa benar-benar jatuh hati pada sosok Aksa yang humoris dan menawan. Sejak hari itu, Clarissa menjadi sering datang berkunjung ke rumah keluarga Wardhana dengan alasan mengantar buah tangan atau sekadar menemui Dania.

"Ah, Kak Vale! Sini bergabung!" panggil Dania dengan riang begitu melihat kakak iparnya turun. Dania langsung menarik tangan Valerian untuk duduk di sebelah Clarissa. "Lihat deh, Kak Clarissa membawakanku parfum edisi terbatas dari London. Dia baik sekali, kan?"

Valerian mencoba tersenyum ramah, meski dadanya terasa sesak luar biasa. "Iya, Dania. Terima kasih sudah berkunjung, Clarissa."

Clarissa tersenyum manis, sebuah senyuman wanita terhormat yang memancarkan rasa percaya diri tinggi. "Sama-sama, Kak Valerian. Oh ya, Tante Zen... apakah Aksa ada di rumah? Aku membawakannya beberapa kopi arabika premium dari London, kemarin dia bilang dia sangat menyukai kopi hitam."

Mendengar nama Aksa disebut dengan begitu intim oleh Clarissa, sebuah riak cemburu yang teramat pekat seketika membakar dada Valerian. Rasa takut yang sempat ditenangkan oleh janji Aksa sejam lalu kini kembali merayap, mencengkeram hatinya dengan rasa tidak aman. Bagaimana jika Clarissa yang sempurna ini sering datang ke rumah dan perlahan mulai merebut perhatian Aksa darinya?

"Aksa! Turun, Nak! Ada Clarissa di sini!" panggil Nyonya Zen dengan nada suara yang penuh harap, mengisyaratkan restu penuh bagi hubungan mereka.

Tak berselang lama, langkah kaki santai terdengar menuruni tangga. Aksa berjalan masuk ke ruang tengah dengan kaos kasual hitam yang melekat pas di tubuh atletisnya. Senyuman humorisnya langsung mengembang begitu melihat suasana ruang tamu yang ramai.

"Wah, ada angin apa ini? Rumah sepi mendadak jadi ramai seperti pasar," seloroh Aksa, seketika mencairkan suasana dan membuat Dania serta Clarissa tertawa renyah.

Clarissa berdiri dari duduknya, menyerahkan kotak kopi premium itu pada Aksa dengan pipi yang merona merah. "Pagi, Aksa. Ini kopi yang kemarin kita bicarakan di restoran. Semoga kau suka."

Aksa menerima kotak itu, matanya menatap Clarissa dengan binar ramah yang menawan. "Wah, terima kasih banyak, Clarissa. Kau repot-repot sekali sampai mengantarkannya ke mari."

Aksa kemudian mengambil tempat duduk tepat di sebelah Clarissa, sengaja terlibat dalam obrolan yang seru dan sesekali melemparkan lelucon yang membuat Clarissa semakin terpesona dan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pria itu. Clarissa benar-benar telah jatuh hati seutuhnya pada pesona Aksa.

Dari sudut sofa yang bersebelahan, Valerian hanya bisa terdiam membeku. Tangannya yang berada di bawah lipatan baju meremas kain gaunnya dengan begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih. Rasa cemburu yang membakar hatinya kian meledak melihat bagaimana akrabnya Aksa dan Clarissa di depan matanya sendiri. Valerian bingung dan takut setengah mati; ia terjebak dalam pernikahan dingin bersama Damian yang selalu merendahkannya, sementara satu-satunya pria yang membuatnya merasa hidup kini sedang dikelilingi oleh wanita lain yang jauh lebih sempurna di ruang tengah rumah mereka sendiri.

Tiba-tiba, di tengah tawa riuh Clarissa dan Dania, Aksa menggeser posisinya sedikit. Di balik meja kopi yang menghalangi pandangan Nyonya Zen dan Dania, mata Aksa melirik tajam ke arah Valerian.

Aksa menurunkan pandangannya ke bawah meja, lalu dengan gerakan yang sangat berani dan tersembunyi, ujung sepatu Aksa sengaja menyentuh kaki Valerian. Namun, sebelum Valerian sempat menenangkan debar jantungnya akibat tindakan nekat Aksa, suara deru mobil Damian kembali terdengar memasuki halaman rumah. Suami sah Valerian telah kembali, dan langkah kakinya yang berat mulai terdengar melangkah masuk ke dalam rumah.

Bagi Valerian, suara itu terdengar bagai lonceng peringatan. Ia langsung menarik kakinya menjauh dari jangkauan Aksa, memutus kontak tersembunyi yang baru saja membuat jantungnya berdegup liar di depan Clarissa dan Nyonya Zen.

Ia menyerahkan tas kerjanya kepada pelayan yang menyambut di koridor, lalu melangkah masuk ke ruang tengah. Begitu matanya menangkap sosok Clarissa yang duduk anggun di sebelah Aksa, Damian menghentikan langkahnya sejenak. Sorot matanya yang selalu sedingin es tampak menyipit, mengamati formasi duduk di ruang tamu itu dengan saksama.

"Selamat sore, Kak Damian," sapa Clarissa dengan nada suara yang sangat sopan dan manis. Ia langsung berdiri, memberikan penghormatan khas wanita kalangan atas kepada kakak laki-laki pria yang sedang dicintainya.

Damian mengangguk sekilas, wajahnya tetap kaku tanpa ekspresi. "Selamat sore, Clarissa. Ada keperluan apa berkunjung ke mari?" tanya Damian, suaranya bariton dan datar, namun ada nada mengintimidasi yang selalu terselip di sana.

Nyonya Zen langsung menyela sebelum Clarissa sempat menjawab. "Clarissa sengaja datang untuk mengantarkan kopi arabika premium dari London untuk Aksa, Damian. Bukankah itu sangat perhatian? Mereka berdua ini memang sangat cocok," ucap Nyonya Zen dengan binar mata yang penuh harap, sengaja menekankan kedekatan antara Aksa dan Clarissa di depan semua orang.

Damian tidak langsung merespons ucapan ibunya. Pandangan matanya justru beralih perlahan, bergeser dari Aksa ke arah Valerian yang sejak tadi duduk menunduk di sudut sofa tunggal, meremas jemarinya sendiri. Riak cemburu yang aneh kembali bergejolak di dada Damian saat menyadari aura canggung dan gelisah yang memancar dari tubuh istrinya. Damian melangkah mendekat, sengaja mengambil posisi berdiri tepat di belakang sofa tempat Valerian duduk, lalu meletakkan satu tangannya di atas sandaran sofa, sangat dekat dengan bahu Valerian—sebuah gestur yang secara tidak langsung menegaskan kepemilikan di hadapan Aksa.

"Oh ya? Baguslah kalau begitu," sahut Damian dingin, matanya menatap lurus ke arah Aksa yang kini tengah bersandar santai di sofa sembari memutar-mutar kotak kopi pemberian Clarissa di tangannya. "Kuharap kopi itu bisa membuatmu tetap terjaga di kamarmu sendiri malam ini, Aksa. Jangan sampai kau berkeliaran lagi pada jam-jam yang tidak semestinya dengan alasan tidak bisa tidur."

Mendengar sindiran telak dari Damian, Valerian menahan napasnya seketika. Tubuhnya menegang di bawah bayangan tubuh tegap suaminya. Ia tahu persis apa maksud dari kalimat Damian—itu adalah peringatan keras mengenai kejadian semalam saat Damian menggedor kamar Aksa karena mencarinya.

Aksa, yang disindir secara terang-terangan, hanya terkekeh pelan. Tidak ada raut panik atau takut di wajah rahang tegasnya. Sisi humorisnya yang berpadu dengan keposesifan yang gelap justru membuatnya tampak semakin menantang. Ia mendongak, menatap lurus ke dalam sepasang netra elang kakaknya dengan senyuman santai yang mematikan.

"Tentu saja, Kak Damian. Kopi premium ini pasti akan kunikmati di dalam kamarku sendiri," balas Aksa dengan penekanan yang halus namun sarat akan makna ganda. "Tapi tenang saja, kalaupun aku tidak bisa tidur, aku tahu persis ke mana harus mencari kehangatan agar badanku tidak kedinginan."

Deg.

Valerian mengepalkan tangannya begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih di balik lipatan gaunnya. Kalimat Aksa terlalu berani. Pria itu sedang bermain dengan api di depan Damian, Nyonya Zen, dan Clarissa. Di satu sisi, Valerian merasa terombang-ambing oleh rasa cemburu melihat Clarissa yang begitu memuja Aksa, namun di sisi lain, keposesifan Aksa yang nekat ini adalah candu terlarang yang membuatnya merasa begitu diinginkan sebagai seorang wanita—sesuatu yang tak pernah ia dapatkan dari Damian yang selalu merendahkannya.

"Wah, kalau begitu, nanti malam biar aku yang buatkan kopinya untukmu, Aksa!" celetuk Clarissa dengan wajah merona merah, sama sekali tidak menyadari arus ketegangan mematikan yang sedang mengalir di antara dua bersaudara di depannya.

Dania ikut menimpali sambil memeluk boneka beruangnya. "Iya, Kak Aksa! Kak Clarissa ini pintar sekali membuat kopi. Kemarin saat di London, dia sering membuatkan kopi untuk teman-temannya. Kak Aksa beruntung sekali kalau sampai menikah dengan Kak Clarissa!"

Nyonya Zen tersenyum puas mendengar dukungan dari putri bungsunya. "Benar kata Dania. Baiklah, Clarissa, bagaimanakah kalau kau tinggal lebih lama untuk makan malam bersama kami? Damian dan Valerian juga ada di rumah, jadi makan malam kita pasti akan sangat ramai."

Dengan senang hati, Tante Zen," jawab Clarissa cepat, matanya langsung melirik Aksa dengan binar kebahagiaan yang tak tertahankan.

Mendengar keputusan itu, Valerian merasa bumi di bawah pijakan kakinya seolah runtuh. Menghabiskan waktu beberapa jam lagi untuk melihat Clarissa mendekati Aksa adalah sebuah siksaan batin yang teramat kejam baginya..

1
Unicha
komen dong teman seperjuangan klw suka 😍
Unicha
komen dong teman" seperjuangan klw suka 😍
Unicha
Terimakasih telah membaca ,jangan lupa beri dukungan kalian ya ,,agar aku makin semangat 😍, dukungan kalian sangat berarti untukku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!