NovelToon NovelToon
Trio Detektif : Kasus Dingin

Trio Detektif : Kasus Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Anak Genius / Komedi
Popularitas:39.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan


Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.

Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arah Kompas

Medical Examiner RS Bhayangkara, Ruang Kerja Daisy

"Haaaahhh? Naksir aku?" seru Daisy. "Kok bisa? Aku itu sudah empat puluh ya! Sudah punya suami dan dua anak plus dua anjing, satu kucing ...tiga mobil. Eh? Kok malah kemana-mana."

"Dok, kita itu cowok jadi tahu lah radar cowok lain kalau naksir cewek. Ndilalah, yang ditaksir itu Anda. Jadi kami seperti halnya motto Saint Seiya, dengan kekuatan bulan, akan melindungi Anda!" jawab Mamat membuat dokter Ginanjar memegang pelipisnya.

"Perasaan aku waktu tanda tangan kontrak kerja dengan ME tidak ada notes ini bakalan jadi tim wibu," gumamnya gemas.

Mamat dan Daisy cekikikan.

***

"Jadi Anda kepala ME yang baru? Saya dokter Lucky Buwono, suami dokter Daisy Buwono," senyum dokter Lucky sambil mengulurkan tangannya ke dokter Adiwilaga yang terkejut.

"Eh, senang berkenalan dengan Anda,dokter Lucky. Saya banyak mendengar cerita tentang dokter Daisy yang cakap dalam membantu kepolisian dalam memecahkan kasus," senyum dokter Adiwilaga yang tidak menduga suami Daisy akan datang.

"Mumpung kita bertemu, saya mau minta izin mengajak Jeng Daisy makan siang. Kami sudah ada janji. Is that okay?" tanya dokter Lucky dengan tatapan serius dan Fikri tahu, dokter bedah kesayangannya sedang mengendalikan dirinya.

"Eh, bo ... boleh."

Bersamaan itu Daisy pun keluar dan matanya langsung tertuju pada suaminya.

"Lho, Mas Lucky sudah kenalan duluan padahal aku baru mau memperkenalkan," senyum Daisy ke dokter Lucky.

Suaminya langsung memeluk pinggang Daisy. "Kebetulan saja kita bertemu di sini dan si Fikri yang kasih tahu aku. Pranziamo insieme, vero tesoro ( kita jadi makan siang kan, sayangku )?"

"Mochiron." Daisy menoleh ke dokter Adiwilaga. "Kami makan siang dulu Dok."

"Oh ... Silakan."

Pasangan Buwono itu pun berpamitan dan mata dokter Adiwilaga tampak menatap tajam ke ada dokter Lucky. Fikri yang melihat itu, langsung menghampirinya.

"Anda jangan jadi pebinor, Dok. Dokter Lucky sangat mencintai istrinya dan dia akan melindungi dokter Daisy. Cari orang lain saja!" bisik Fikri.

"Tahu apa kamu?" desis dokter Adiwilaga.

"Tahu kalau tatapan mata Anda itu adalah tatapan mata cemburu! Jangan macam-macam Dok! Anda tidak tahu apa yang bisa terjadi dan saya yakin Anda tidak mau mengalaminya!" Fikri lalu pergi meninggalkan dokter Adiwilaga.

Dokter Adiwilaga mengepalkan tangannya. Banyak sekali pelindung Daisy!

***

"Kita ke kantor Papa nggak?" tanya Sheva sambil melukis karena pelajaran terakhir adalah kesenian.

"Bukannya hari ini jadwal kamu ke sekolahnya Oma Falisha dan Oma Astuti buat jadi tutor anak-anak di sana?" ujar Kenzie.

"Ah iya! Aku lupa! Duh! Kenapa aku harus naik sepeda? Kan agak jauh ituuuu!" Sheva mengacak-acak rambut pirangnya.

Sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang dibangun Falisha dan Astuti, masih berdiri di bawah Yayasan Hassan dan Yung. Sekarang dipegang oleh Rahadian Yung dan Sheva menjadi sukarelawan di sana untuk anak-anak TK dan SD yang mengalami tuna rungu. Sheva fasih bahasa isyarat baik American Sign Language, British Sign Language maupun Indonesia Sign Language.

"Ya kamu tinggal telepon Oom Indro buat jemput," ucap Zane. Indro adalah sopir Sheva dan Sadiva.

"Nggak bisa. Oom Indro nunggu Diva yang latihan Kendo di sebelah," jawab Sheva. "Gampang lah! Aku naik ojek online saja ke sekolah PRC Special Kids."

"Eh Va, kamu jadi ambil alih kebun anggur di Palermo besok?" tanya Kenzie.

"Insyaallah. Soalnya kata Opa, taste aku soal anggur sangat bagus. Aku berbakat juga di pemilihan anggur," jawab Sheva. "Jadi habis lulus SMA, aku terbang ke Perancis atau Italia buat studi tentang wine."

"Bagus dong! Biar nggak dikira Nepo baby," senyum Zane.

"Sorry ya! Mungkin aku dibilang Nepo baby tapi aku harus punya ilmunya buat membuktikan bahwa aku keturunan de Luca! Jadi nggak cuma bawa nama Opa tapi juga aku punya ilmu pengetahuan biar nggak direndahkan!" balas Sheva tegas.

"Benar itu Sheva!" ucap Abraham. "Aku setuju!"

Beberapa teman yang mendengar percakapan ketiga anak itu, hanya memandang iri. Ketiganya sama-sama cerdas dan ketiganya punya kemampuan akademik yang sedang berusaha dikejar.

Mereka bertiga poliglot bahasa-bahasa yang jarang mereka bisa. Yaitu Italia dan Belanda.

***

Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta

"Aku rasa ini berhubungan dengan benda seni," ucap Kombes Fariz. "Entah dia menjadi kurator para penyelundup, atau menjadi bagian dari penyelundupan. Bisa juga soal pemalsuan. Semuanya berhubungan dengan itu!"

AKBP Rosita sedang memandang kompas yang diberikan oleh Iptu Cristiano.

"Ini bukan kompas biasa," ucap Mbak Lilis.

"Ini kompas yang menunjukkan sebuah tempat," timpal Mbak Susi.

"Coba aku periksa dengan aplikasi lokasi. Kalian bisa baca arah mata angin kan?" AKBP Rosita menoleh ke kedua Kunti comel di belakangnya.

"Bisa. Oke, kita mulai!" Mbak Lilis menggerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan.

AKBP Rosita mulai mencari lokasi berdasarkan kompas. Setelah mereka tahu, ketiganya terdiam.

"Astaghfirullah ...." AKBP Rosita menutup mulutnya.

"Apa kak Ros?" tanya AKP Samsudin.

"Bang Steven. Aku tahu itu kompas arahnya kemana!" seru AKBP Rosita.

"Kemana?" tanya Kombes Steven.

"Gunung Kawi."

"AAAPPPAA?"

***

Zane dan Kenzie mendatangi kantor Brigjen Victor tanpa Sheva. Zane menoleh ke Kenzie.

"Jadi saat kita lulus SMA, kita mencar dong?" tanya Zane.

"Aku sih tetap kuliah di Jakarta, ambil kedokteran. Insyaallah bisa masuk UI jalur lurus. Aku kan mau ambil spesialis dokter anak. Tapi kalau aku lolos SAT dan semua ujian masuk ke Harvard Medical School, ya kabur ke Harvard," jawab Kenzie. "Cuma kalau aku ke Harvard, nanti dik Elina pusing memisahkan nyokap dan bokap kalau ribut unfaedah."

"Yah, macam kamu nggak tahu bonyok aku gimana ... Sama saja Kenz!" kekeh Zane.

"Kamu mau masuk Akpol?" tanya Kenzie.

"Nggak. Aku mau buka bisnis."

"Bisnis apa?"

"Apapun yang berhubungan dengan kesehatan. Mungkin ambil di London. Healthcare Management karena banyak rumah sakit yang masih kacau di Konoha."

Kenzie terkejut. "Gue kira elu bakalan kuliah yang berhubungan dengan hukum karena bokap lu polisi dan nyokap lu jaksa."

"Gue mau yang berbeda," senyum Zane sambil memencet tombol pintu dengan jempolnya.

Keduanya pun masuk dan merasakan ruangannya tampak gelap. Zane dan Kenzie saling berpandangan.

"Ada apa ini?"

***

PRC School for Special Kids

Sheva datang ke sekolah yang dibangun oleh Oma buyutnya dengan ojek online. Remaja itu tersenyum ramah ke para guru yang berada di sana.

"Mbak Sheva, sudah ditunggu," senyum guru itu dengan bahasa isyarat.

"Maaf. Aku hampir lupa jadi agak terlambat," jawab Sheva dengan bahasa isyarat juga.

"Tidak apa-apa."

***

Yuhuuuu up malam Yaaaaa gaeeessss

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Andriani Rahmi
uang ❎ yang ✅
semangat berkarya mbak Hana...jangan lupa istirahat dan healing..
Hana Reeves: haaaiiissshh keyboard aku 😄😄😄
total 1 replies
Murti Puji Lestari
lha kok nekat tenan tho, kasih mental ala mafioso dok, biar tahu rasa
Murti Puji Lestari
belum tahu saja siapa yang kamu hadapi, dasar jelantah
Ibu² kang Halu🤩
bahh, makin terang benderang aja nih pebinor satu. bolehlah di bongkar aibnya lagi sama dok Lucky atau datangin aja Dylan, kak Hana 😀😀🤗 greget aku tuh sama pebinor satu ini😤😤😤
Murti Puji Lestari
mo makan orang mode on, jangan ganggu 🤣🤣🤣🤣🤣
mama_im
dia kalo nekat deketin daisy siap siap aja semua aib terbongkar 😏😏😏
awesome moment
jotos wae, dok luck. tim hore n utk penindasan dan penganiayaan utk pebinor. klo g ckp dgn dikasih mental yo hrs bin kudu dijotos. qt dukung utk urusan mengamankan pebinor
Hana Reeves: pebinor yg diterima cuma Aa Toro dan Winston 😄
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Keknya minta dibanting deh si Jelaga🤣🤣 atau mending dikirimi mbak Lilis aja🤣🤣
Marsiyah Minardi
Haduhhh si Jelaga golek molo tenan iki
Hajar aja lah Dok Lucky 😄😄
Elsa Fanie
lah kok Yo masih golek molo tho Yo Yo ,,,harus d kasih apa lagi ni s jelaga 🤦🤦🤦🤦,Kenzie nti d hukum sama pak lucky LG lho 😁😁💪💪💪trio detektif semoga dapat petunjuk
beybi T.Halim
hadehhhh... enaknya diapain yah si jelaga ini makin lama., sok ganteng sok sibuk,sok dekat sok iyee,hadeuh...tak pites lama lama
Noey Aprilia
Pdhl dktr gabut udh ngsih pringtan,tp knp y tu orng msh ngeyel aja???
udh kthuan aibnya,msih usaha buat jd pebinor.....cckkk....ga tau malu....🙄🙄🙄
Bapau hijau Bapau hijau
hmm novel trio detektif ya...dulu aku ngebayangin bisa masuk ke markas mrk kyknya seru
diyah
pagi2 sudah disuguhi pebinor🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Punya satelit sendiri 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣pokoknya My istri gue dah.
Noey Aprilia
Ha...ha....
blm tau dia kl mslh aib mh urusn gmpang,tnggal mnta tlong sm kluarganya....wasalam dehhh.....😛😛😛
Ichy Fitri
lho ya jangan macam2 sama menantu mafia dan menantu Pratomo. apalah aib Yang segitu doang maahh
Faizah Muzdalifah
Kok aku pingin Dylan turun gunung buat suntik mati pakai racunnya Dewi Racun istrinya inspektur megure omnya si Yakuza jadi lupa namanya 😅😅😂😂
Hana Reeves: Dirandra dan Tora
total 1 replies
Ibu² kang Halu🤩
yaa ampunn, my istri gue gak tuhh dok Lucky 🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!