NovelToon NovelToon
Anakmu Menumpang, Bu

Anakmu Menumpang, Bu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rania selalu dihina dan direndahkan oleh mertuanya, dia mendapatkan caci makian itu dan suaminya hanya berdiam diri tanpa membelanya.

Ardi sang suami selalu beralasan jika ibunya sudah tua sehingga ingin melihatnya menjadi orang sukses sehingga dia menggunakan identitas Rania untuk membuat ibunya bahagia.

Cinta yang besar dimiliki Rania tidak mampu membuatnya berharga dan terlihat dimata keluarga suaminya, dia memutuskan untuk berhenti dan mengambil kembali semua miliknya.

Suaminya yang Menumpang tapi dirinya yang selalu dihina, dia membalas semua rasa sakit hatinya membuat suami dan keluarganya panik dan kalang kabut

Akankah, perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Setelah bekerja, Ardi segera kerumah sakit tempat Rania bekerja, dia harus menemukan istrinya bagaimanapun caranya.

Dia tidak memperdulikan teman-temannya yang ingin mengajaknya berbicara karena setelah kejadian itu dia memang sengaja menghindar dari mereka , dia tidak mau lagi mentraktir apalagi bercengkrama seperti biasanya.

"Ardi kamu tidak mau ikut kami?". Tanya salah satu dari mereka melihat Ardi tergesa-gesa.

"Tidak, aku harus mengurus sesuatu yang lebih penting".

Dia berjalan keluar dengan langkah cepat sedangkan semua temannya menatap Ardi dengan jengkel karena sikapnya.

"Sekarang dia sangat menyebalkan dan sangat sombong".

"Kamu benar, sejak kejadian direstoran itu dia memang menghindari kita, jangankan mengajak kita makan-makan untuk mengobrol dengannya saja sangat susah".

"Biarkan saja dia, nanti dia tidak punya teman baru tahu rasa".

Ardi segera menaiki motor matic nya untuk mencari istri nya.

Salah satu tempat yang paling bisa dia singgahi adalah rumah sakit tempat Rania bekerja dan juga klinik tempat dia membuka praktik.

"Aku akan menungggu Disini saja agar Rania tidak kabur saat melihatku".

Saat melihat istrinya keluar dari rumah sakit menuju mobilnya dia segera mencegatnya.

Rania yang kini berjalan keluar dari ruang rumah sakit menuju parkiran langsung menghentikan langkahnya karena mendapatkan tarikan keras dari seseorang.

"Rania, aku ingin kita bicara".

Dia memandang orang didepannya dengan kesal dan helaan nafas panjang, entah sampai kapan hidupnya seperti ini.

"Mau apa?". Tanyanya dengan dingin

Dia menghempaskan tangan itu dengan kasar kemudian melipat kedua tangannya dan menatap tajam orang itu.

"Ran, please jangan begini, aku minta maaf kalau salah, jangan pisah yah, aku masih sayang sama kamu".

Dia memasang wajah memelas mungkin, agar Rania mengurungkan niatnya, biasanya istrinya itu akan menuruti keinginannya jika dia bersikap manis seperti ini.

"Keputusanku sudah final, aku tidak akan kembali kepadamu, sudah cukup banyak waktuku terbuang lagi uang yang dikeluarkan untuk keluargamu selama ini, tadinya aku ikhlas tapi semakin kesini kamu dan keluargamu semakin tidak tahu diri, sudah menumpang merasa jadi tuan rumah seenaknya menginjak-injak harga diri orang lain".

Rania menggeleng menolak bernegosiasi apalgi kembali dengan laki-laki yang tidak tahu diri.

"Aku minta maaf Ran, aku sudah memisahkan rumah keluargaku dari kehidupan kita agar kita bisa hidup Dnegan tenang dan tidak akan ad ayang menghina mu, tolong Ran jangan begini, aku tidak mau pisah dari kamu".

Ardi memegang tangan istrinya dengan lembut, walau dalam hatinya emosinya sudah bergemuruh hebat tapi dia berusaha untuk tetap tenang agar Rania mau kembali padanya, dan dia bisa tetap menikmati fasilitas yang ada tanpa mengeluarkan sepeserpun uangnya

"Kamu tuli yah, aku sudah bilang tidak mau, jangan paksa aku, aku tidak mau kembali pada lelaki tidak tahu diri seperti mu, dikasih hati minta jantung, sudah menumpang tidak tahu diri".

Rania menghempaskan tangan itu kembali dengan kasar, dia langsung membuka pintu mobilnya tapi Ardi kembali mencekal tangannya.

"Rania aku belum selesai bicara, aku tidak mau kita pisah, jangan buat aku bertindak kasar sama kamu yah". Kesalnya .

Emosi yang sejak tadi dia tahan akhirnya keluar juga, Rania sudah menginjak harga dirinya seperti itu.

Dia adalah kepala keluarga yang harus diikuti dan ditaati, Rania sudah melanggar batas menurutnya.

"Aku sudah bilang tidak mau yah tidak, aku tidak sudi kembali sama kamu, jangan coba-coba mengasari aku, mobilku ini ada kamera Cctv jadi jangan bertingkah macam-macam".

Rania kembali berusaha melepaskan tangannya dari tarikan tangan Ardi yang terasa menyakitkan tapi sangat sulit

"Kamu itu istriku Rania, apa salahnya membantu suami menyenangkan keluarganya, bukannya sejak awal kamu setuju yah, kenapa sekarang kamu menggugat cerai aku?".

Ardi mengacak rambutnya dengan kesal, entah bagaimana caranya lagi untuk membuat Rania tunduk dan patuh padanya.

"Itu benar, itu karena aku sangat bodoh tidak bisa membedakan perasaan cinta dan sedang dimanfaatkan, kamu dan keluargamu adalah parasit tidak tahu diri, kalian menghinaku seenaknya padahal itu rumah ku dan kamus sebagai suami hanya diam saja dan membiarkannya padahal kamu tahu sendiri siapa sebenarnya pemiliknya".

Ardi menatapnya dengan rasa penuh sesal, dia sungguh menyesal membiarkan ibunya bertindak sesuka hati dan sekarang itu jadi Boomerang untuk dirinya.

"Aku mengakui kesalahan ku Rania tolonglah jangan begini, aku sudah memberitahukan semuanya kepada keluargaku, mereka akan meminta maaf padamu".

Rania tertawa sumbang, dia menatap remeh Ardi yang kini memelas kepadanya.

"Sudah terlambat Ardi, aku sudah tahu manusia macam apa kalian, aku tidak akan memberi kesempatan pada manusia parasit dan menumpang seperti kalian semua".

"Rania jangan keterlaluan kamu". Bentak Ardi dengan suara menggelegar

Habis sudah kesabarannya yang sejak tadi dia tahan, dia Tidka akan membiarkan Rania membuangnya seperti ini.

"Pergi menjauh dari kehidupanku Ardi atau ku buat kamu kehilangan pekerjaanmu sekarang juga, jangan lupa kalau pekerjaan mu itu aku yang mencarikannya". Teriak Rania frustasi.

Dia sudah sangat lelah menghadapi sikap Ardi yang selalu memaksanya padahal jelas-jelas dia sudah tidak mau kembali berurusan dengan nya.

"Rania jangan keterlaluan kamu, aku masih suamimu, kenapa kamu bisa seperti ini, dimana istriku yang baik dan penurut?, kamu sekarang sangat pembangkang".

"Dia sudah mati ditelan keegoisan keluargamu Ardi, persetan dengan pernyataan cinta gila kamu dan keluargamu, aku tidak peduli, pergi sebelum kesabaran ku habis".

Rania menyingkirkan Ardi yang berusaha menghalanginya masuk kedalam mobil dengan mendorongnya dengan kasar.

Dia langsung masuk kedalam mobilnya dan menjalankannya tanpa memperdulikan teriakan Ardi uang menggema diparkiran mobil

"Rania, aku belum selesai". Teriak Ardi dengan frustasi.

Dia mengacak rambutnya dengan kasar dan menendang udara karena kesal. Dia bahkan menendang beberapa mobil sehingga mobil itu berbunyi nyaring.

Dia bergegas pergi dari sana karena tidak terima, dia akan berusaha mengejar Rania.

"Aku tidak akan menyerah, akan kulakukan apapun agar kamu kembali padaku".

Rania yang tahu Ardi mengejarnya menghela nafasnya dengan kasar, dia menambah kecepatan mobilnya kemudian menuju kantor polisi sedangkan Ardi yang melihat Rania masuk kantor polisi langsung menghentikan motornya.

"Sial, Rania akan melaporkanku kepada polisi, sepertinya dia sungguh-sungguh sekarang".

Dia bergegas pergi sebelum ketahuan polisi sedangkan Rania yang melihat motor Ardi pergi akhirnya bernafas lega, dia memang akan kekantor polisi untuk mengambil perpanjangan SIM nya bukan untuk melapor, dia sangat malas berurusan dengan Ardi.

Ardi yang baru tiba dan pulang kerumahnya langsung ditodong pertanyaan oleh sang ibu.

"Bagaimana Ardi apa kamu bisa menemukan dan mengajak Rania berbicara?, dia mau kan kembali sama kamu?".

1
Ayudya
makanya Ardi jadi laki laki jangan banyak tingkah
Ayudya
suami Rania lagi galau tania🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Uda Rania laporkan aja mereka kepolisi biar tau mereka apa itu sengsara🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah ga tau malu banget si keluarga kamu Ardi.
Ayudya
Ardi siapa juga yg mau balik ma laki laki seperti kamu
Ayudya
lah siapa juga kamu Ardi pakai harus menemui Rania lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
itu lebih baik Rania kamu jual rumah lama dan kamu beli yg baru agar suami mokondo mu ga nganggu lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Rania kamu buang aja tu keluarga benalu biar tau mereka
Ayudya
lah Ardi mang ga tau diri banget.segitu yakin nya Rania Masi mau ma kamu yg mokondo🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
kadang ketulusan itu yg menghancurkan kita
Ayudya
bagus lah kalau kalian sadar diri🤣🤣🤣🤣dan cepat pergi dari rumah rania
Ayudya
persiapkan diri kalian tuk jadi gembel🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah manusia ga tau diri semua.bagus Rania ambil dan jangan beri kesempatan pada manusia yg seperti mereka🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah benalu banget si keluarga Ardi mana mau. pisik lagi
Ayudya
nah ini yg aku suka peran wanitanya tegas dan badas🥰🥰🥰🥰
Soraya
dh mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!