NovelToon NovelToon
Not Our Time

Not Our Time

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Keluarga
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku lahir dari puncak sebuah ego yang membara, Tapi aku dikunci rapat oleh darah dan rahasia maut di malam badai.
Aku membuat dua orang yang saling mencintai menatap dengan tatapan es,
Dan aku terukir abadi sebagai garis pucat di perut sang wanita. Siapakah aku?"

Enam tahun lalu, ego memisahkan mereka.
Sebuah kecelakaan maut yang merenggut nyawa Amara, sahabat dari Vexana Valerio Dan Landon Dasmon—mengubah cinta membara menjadi kebencian pekat yang saling menyalahkan.

Kini, takdir memaksa Vexana dan Landon kembali berhadapan di koridor kampus yang sama.

Di antara dendam yang membakar dan penyesalan yang terlambat, mampukah mereka mengungkap kebenaran malam badai itu, atau justru hancur bersama puing-puing masa lalu?

~~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#9

Deru mesin sedan mewah yang dipacu membelah jalanan beraspal menuju Bel-Air terdengar konstan, namun tidak mampu meredam gemuruh di dalam dada Maximilian Valerio.

Pria paruh baya itu mencengkeram kemudi dengan begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Lewat cermin spion tengah, dia melirik ke bangku belakang. Vexana terbaring lemah di sana, matanya terpejam dengan sisa air mata yang masih membasahi pelipisnya.

Gadis itu pingsan setelah serangan panik yang hebat di tanah pemakaman tadi.

Melihat putrinya yang tak berdaya, ingatan Maximilian mendadak ditarik paksa ke belakang.

Pikirannya melesat menembus lorong waktu, kembali pada malam jahanam enam tahun yang lalu.

Malam yang menjadi awal dari segala kebohongan besar yang dia bangun demi melindungi sisa-sisa kehidupan putri tunggalnya.

Enam tahun lalu, malam itu Los Angeles diguyur badai yang luar biasa mencekam.

Sebagai seorang pengusaha papan atas, Maximilian terbiasa menghadapi krisis di dunia bisnis, namun panggilan telepon dari Rumah Sakit Pusat Los Angeles malam itu meruntuhkan seluruh keangkuhannya sebagai seorang pria.

Mendengar kabar kecelakaan besar yang dialami putrinya, Maximilian Valerio merasa hancur.

Dunia seolah runtuh menimpa pundaknya dalam sekejap. Putri satu-satunya yang selalu dikenal bar-bar, keras kepala, berenergi tinggi, dan sering membuat masalah kecil di kampus, malam itu harus terbaring lemah tak berdaya di atas brankar ruang trauma.

Saat Maximilian dan Amieyara tiba di rumah sakit, pemandangan di depan mereka begitu mengerikan.

Vexana dipenuhi darah di seluruh tubuhnya. Wajah cantiknya pucat pasi, tertutup oleh luka sayatan kaca dan cairan merah yang terus mengalir dari kepalanya.

Sang istri, Amieyara, langsung jatuh pingsan di koridor rumah sakit, tidak sanggup menerima kenyataan fisik putrinya.

Terlebih lagi ketika pihak kepolisian yang berjaga di sana menyampaikan kabar duka kedua: Amara Zamora, sahabat Vexana yang berada di kursi kemudi, meninggal di tempat saat kejadian itu dengan kondisi mobil yang ringsek total.

Vexana mengalami cedera yang sangat parah. Dokter menyatakan terjadi pendarahan hebat di dalam otaknya, dan putrinya harus menjalani operasi darurat saat itu juga akibat cedera di bagian kepalanya.

Peluang hidupnya bahkan tidak mencapai lima puluh persen malam itu.

Di tengah kekacauan, ketakutan, dan air mata, sisi egois dan protektif Maximilian sebagai seorang ayah sekaligus penguasa Valerio Group bangkit.

Di kota seketat Los Angeles, reputasi keluarga dan masa depan putrinya berada di ujung tanduk.

Jika publik dan media tahu bahwa Vexana terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan anak orang lain dalam kondisi emosional yang tidak stabil, hidup putrinya akan hancur bahkan sebelum dia terbangun dari komanya.

Maka, Maximilian mengambil keputusan paling ekstrem dalam hidupnya.

Dia menggunakan seluruh pengaruh, uang, dan kekuasaannya untuk membohongi publik.

Dia menyuap pihak rumah sakit agar menutup rapat rekam medis Vexana, mengancam kepolisian agar tidak menyebarkan detail kecelakaan, dan menyewa agensi humas terbaik untuk merancang narasi palsu.

Keesokan harinya, media massa Los Angeles hanya memberitakan bahwa Vexana Valerio mengalami kecelakaan tunggal kecil.

Maximilian secara resmi menyatakan bahwa putrinya tidak terluka parah, hanya mengalami lecet biasa dan syok ringan, sehingga harus beristirahat di sebuah resor pribadi milik keluarga di luar kota.

Berita bohong yang dikemas sempurna itu menyebar dengan cepat, hingga akhirnya berita Vexana Valerio hanya mengalami luka-luka sampai pada telinga Landon Desmon.

Landon Desmon, pria muda yang malam itu baru saja mengusir Vexana dari apartemennya, mendengar pernyataan resmi tersebut dari televisi laboratorium.

Di mata Landon yang sedang diselimuti kabut amarah dan ego, berita itu terdengar seperti validasi atas semua tuduhannya.

Landon berpikir Vexana baik-baik saja, bahwa gadis itu terlindungi oleh benteng uang daddynya. Namun, korban dari kekanak-kanakan dan kecerobohan emosional Vexana malam itu adalah Amara Zamora—sahabat mereka yang harus tewas mengenaskan di jalanan.

Kebencian Landon mengkristal sejak detik itu. Dia mengira Vexana bersembunyi dengan nyaman di suatu tempat, mengabaikan kematian Amara tanpa rasa bersalah.

Landon Desmon tidak pernah tahu apa-apa soal kondisi tragis Vexana yang sebenarnya. Dan ketika beberapa minggu kemudian muncul rumor baru yang sengaja disebarkan Maximilian bahwa Vexana telah pindah keluar negeri untuk melanjutkan studi demi menghindari trauma, Landon memercayainya sepenuhnya.

Hubungan mereka terkunci dalam kesalahpahaman yang berdarah.

Namun, di balik dinding kamar isolasi rumah sakit yang dijaga ketat oleh pengawal pribadi keluarga Valerio, kenyataannya jauh lebih gelap dan menyakitkan.

Sementara publik mengira Vexana sedang berlibur atau belajar di luar negeri, seorang Maximilian Valerio berdiri di samping ranjang putrinya dengan tubuh yang gemetar hebat.

Yang membuatnya hancur melebihi fakta bahwa Vexana sedang koma setelah operasi besar pada kepalanya, adalah perkataan dokter kandungan yang dipanggil secara rahasia ke ruangan tersebut.

"Tuan Valerio, hasil pemindaian menunjukkan bahwa putri Anda... sedang hamil empat bulan. Janin di dalam rahimnya secara ajaib bertahan hidup melewati benturan keras dan operasi besar ini."

Kalimat dokter itu bertindak laksana petir yang membakar habis sisa-sisa kesabaran Maximilian.

Hamil empat bulan? Bagaimana mungkin? Otak pengusahanya langsung menghitung mundur garis waktu, dan hanya ada satu nama pria yang selalu melekat di sisi putrinya selama empat tahun terakhir.

Landon Desmon.

Pria bajingan yang dianggapnya sebagai mahasiswa elektro genius itu telah menodai putri tercintanya, menghancurkan hatinya malam itu, lalu membiarkannya pergi hingga mengalami kecelakaan maut dalam kondisi mengandung darah dagingnya.

Maximilian mengepalkan tinjunya hingga berdarah. Dia bersumpah tidak akan pernah membiarkan Landon Desmon menyentuh atau mengetahui keberadaan anak ini. Landon tidak berhak atas apa pun dari keluarga Valerio.

Dengan skenario yang disusun begitu sempurna bersama sang istri, Maximilian merancang sebuah takdir baru.

Ketika kandungan Vexana membesar di dalam ruang koma, tim dokter terbaik merawatnya dengan simulasi nutrisi tingkat tinggi. Hingga akhirnya, pada bulan kesembilan, melalui operasi caesar yang rumit, seorang bayi laki-laki tampan lahir dari rahim gadis yang masih memejamkan matanya tersebut.

Bayi itu lahir ke dunia tanpa pernah mendengar suara ibunya.

Maximilian menatap cucu pertamanya itu dengan perasaan yang bercampur aduk. Demi melindungi reputasi Vexana agar gadis itu tidak dicap sebagai wanita yang melahirkan anak di luar nikah dalam kondisi koma, Maximilian mengambil keputusan gila kedua: dia mendaftarkan bayi itu sebagai putranya sendiri.

Putra yang lahir dari rahim putrinya sendiri, Maximilian menyebutnya sebagai putranya sendiri di depan hukum dan dunia.

Anak itu diberi nama Austin Jaxon Valerio—AJ. Adik bungsu bagi Vexana di mata publik, namun anak kandung di dalam lembar takdir yang sebenarnya.

Waktu terus berjalan. Satu tahun berubah menjadi dua tahun.

Dan selama dua tahun penuh, Vexana tetap tertidur, tidak bergerak, melewatkan setiap detik pertumbuhan bayi kecilnya.

AJ tumbuh besar dengan memanggil Amieyara sebagai Mommy dan Maximilian sebagai Daddy, sementara ibu kandungnya berada di kamar sebelah, terhubung dengan mesin-mesin bernyawa.

Hingga pada suatu pagi, tepat ketika umur AJ genap dua tahun, sebuah keajaiban medis terjadi. Jari-jari tangan Vexana bergerak. Sepasang matanya yang jernih perlahan terbuka setelah dua tahun terlelap dalam kegelapan yang pekat.

Namun, benturan hebat di kepalanya enam tahun lalu dan koma yang berkepanjangan menyisakan efek samping yang aneh pada otaknya.

Ketika Vexana baru sadar, dia mengalami disorientasi waktu yang parah. Dia menatap ruangan di sekelilingnya, menatap ayah dan ibunya yang menangis histeris, lalu bertanya dengan suara parau, "Dad... apa aku pingsan setelah kecelakaan itu? Berapa hari aku tidak sadarkan diri?"

Vexana mengira dia hanya pingsan selama beberapa hari setelah kecelakaan malam itu.

Otaknya menolak menerima fakta bahwa dua tahun telah menguap dari hidupnya.

Tim dokter memperingatkan Maximilian bahwa memori Vexana mengalami amnesia parsial—sebuah mekanisme pertahanan psikologis di mana otaknya memblokir dan menghapus beberapa bagian ingatan yang terlalu traumatis untuk diingat, termasuk ingatan tentang kehamilannya, ingatan tentang persahabatan lamanya dengan Andriana yang hancur, hingga detail-detail kecil setelah kelulusan SMA-nya.

Mendengar penjelasan dokter, Maximilian melihat sebuah kesempatan emas.

Jika otaknya ingin percaya bahwa dia masih berusia 20 tahun dan baru melewatkan beberapa hari, maka Maximilian akan mengondisikan seluruh dunia Vexana agar sesuai dengan delusi tersebut.

Dia menyuruh semua pelayan, dokter, dan keluarga untuk berpura-pura bahwa tahun saat itu adalah tahun yang berjalan sesuai dengan usia Vexana yang 20 tahun.

Dan skenario itu terus berjalan hingga hari ini, di mana Vexana mengira dirinya baru berusia 24 tahun, padahal kenyataannya usianya sudah genap 26 tahun.

Satu bulan setelah Vexana baru sadar dari komanya, dia berdiri di depan cermin kamar mandi dan menemukan sebuah bekas luka sayatan horizontal di perut bagian bawahnya.

Dia bertanya pada ibunya dengan panik, dan Amieyara berbohong, mengatakan bahwa itu adalah bekas luka operasi pengangkatan pendarahan internal akibat kecelakaan.

Vexana memercayainya. Dia tidak pernah tahu bahwa bekas luka sayatan itu sebenarnya terjadi dua tahun lalu sebelum dia bangun—sebuah bukti mutlak bahwa AJ, bocah yang kini dia panggil sebagai adiknya, sebenarnya lahir dari rahimnya sendiri. AJ adalah darah dagingnya bersama Landon Desmon.

Meskipun memorinya melupakan banyak bagian penting, ada satu hal yang sangat disayangkan oleh Maximilian.

Trauma kepala itu ternyata tidak menyentuh bagian ingatan Vexana tentang hubungannya dengan Landon Desmon.

Ingatannya soal malam pertengkaran hebat mereka, kata-kata kejam Landon yang mengusirnya, dan rasa sakit hati saat mereka putus, sama sekali tidak dilupakannya.

Vexana mengingat setiap detail kebersamaannya dengan pria itu, memelihara rasa benci tersebut sebagai bahan bakar untuk terus hidup tegak selama ini.

Masa Sekarang...

Sedan mewah itu akhirnya berbelok masuk melewati gerbang besar mansion Valerio di Bel-Air.

Maximilian mengerem mobilnya dengan perlahan di depan teras utama. Dia mengembuskan napas panjang, mencoba mengusir semua kilas balik mengerikan yang baru saja menari-nari di kepalanya.

Pintu belakang mobil terbuka. Dengan cekatan, Maximilian menggendong tubuh lemas Vexana keluar dari mobil. Amieyara yang sudah menunggu di teras langsung berlari mendekat dengan wajah panik.

"Astaga, Maximilian! Apa yang terjadi dengan Vexa?!" tanya Amieyara dengan suara bergetar, membantu suaminya memapah tubuh putri mereka masuk ke dalam rumah.

"Dia bertemu teman nya di makam," jawab Maximilian pendek, suaranya sarat akan ketegangan yang membuat Amieyara seketika membeku. "Andriana membuka mulutnya soal garis waktu. Vexa mulai curiga tentang usianya."

Wajah Amieyara berubah pucat pasi. "Lalu... lalu bagaimana?"

"Bawa dia ke kamarnya dulu. Panggil dokter pribadi kita untuk memberikan obat penenang. Kita harus memperkuat skenario ini sebelum dia mulai mengingat hal lain," perintah Maximilian tegas sembari melangkah menaiki tangga menuju kamar Vexana.

Tepat saat mereka berada di pertengahan koridor lantai dua, sebuah suara langkah kaki kecil yang tergesa-gesa terdengar dari arah ruang bermain.

AJ, bocah laki-laki berusia enam tahun itu, berlari keluar dengan membawa sebuah mainan robot di tangannya. Wajah cerianya mendadak berubah drastis saat melihat sosok kakak perempuannya berada di dalam gendongan sang Daddy dalam kondisi tidak sadarkan diri.

"Kakak...!" teriak AJ, suara cemprengnya pecah oleh nada ketakutan yang luar biasa. Bocah kecil itu menjatuhkan robotnya ke atas lantai marmer, lalu berlari mengejar langkah Maximilian.

Dia mencengkeram ujung celana daddynya dengan tangan mungilnya, air mata langsung menggenang di sepasang mata bulatnya yang jernih.

"Daddy! Kakak kenapa?! Kenapa Kakak tidur seperti itu?! Kakak sakit?!" tangis AJ meledak, suaranya bergaung di sepanjang koridor mansion yang sunyi. Dia terus menarik-narik celana Maximilian, menuntut agar kakaknya diturunkan.

Maximilian menghentikan langkahnya sejenak. Dia menunduk, menatap cucunya—yang di depan hukum adalah putranya sendiri—yang sedang menangis histeris karena mencemaskan ibu kandungnya sendiri tanpa pernah mengetahuinya.

Melihat sepasang mata bulat AJ yang begitu mirip dengan sepasang mata milik Landon Desmon, hati Maximilian kembali berdenyut perih oleh rasa bersalah dan tekad yang kejam.

"Kakak tidak apa-apa, AJ. Kakak hanya lelah," ucap Maximilian dengan suara yang melunak, meskipun matanya menatap tajam ke arah pintu kamar Vexana yang tertutup rapat. "Masuklah ke kamarmu bersama Mommy. Daddy berjanji, Kakak akan baik-baik saja."

Di dalam pelukan pingsannya, jemari tangan Vexana bergerak sedikit, seolah-olah jiwanya yang terperangkap di dalam distorsi ingatan bisa mendengar suara tangisan AJ—tangisan darah dagingnya yang selama ini dia panggil sebagai seorang adik.

Kebohongan besar keluarga Valerio kini berada di ambang tanduk, dan retakan pertama telah tercipta di tanah pemakaman pagi ini.

1
Mei TResna Rahmatika
ngakak bangett🤣dady maximilian ada aja idenya ngerjain landon🤣
Ros 🍂: susuai reques pembaca 🤭😭😭😭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
satu kata buat pak Desmon"MAMPUSSS" ketawa jahat dulu aku Thor hahahahaha aduh sampai kering ini gigi ketawa Mulu dari tadi🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: huhuhu terharu loh aku kak, Kalo Cerita bikin ketawa 🤭🤣🤣🤣
btw ini kenapa pada musuhan sama bapak Desmon 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Baru bogem daddy max nihh,,, mana nih grandpa kensingtone,, gk mau kasih salam bogem jg,, 😌
Ros 🍂: entah kenapa Saya sulit menghadirkan para Tetua kak 🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
belum puas cuma tiga kali doang harusnya sampai masuk UGD🤭🤣🤣
Ros 🍂: kak astagaaa 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Vibesnya kayak ketemu musuh bebuyutan waktu masa kcil lihat mommy Eleanor dan daddy max,, 🤣
Ros 🍂: Udahlah kak Author nggak tanggung-jawab sama mereka 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Hukumannya ringan itu,, harusnya larinya pake baju balet warna pink,,,!!
Ros 🍂: kak😭 ngakak aku kak🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
aaah cuma sepuluh kali doang harusnya hukumannya yg lebih berat misal nyapu halaman mansion,nyabutin rumput mansion🤭🤣🤣🤣🤣🤣 itu terlalu ringan Thor mohon tambahkan hukuman pak Desmon🤭🤣
Ros 🍂: hahaha sesuai request para Reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
emaknya Mr. Desmon kocak asli🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader suka nggak ?🤭😅
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
akhirnya😍 gak sia" perjuangan landon🤣
Ros 🍂: Wkwkw 🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nunggu daddy max ngasih bogem dan khotbah sama landon,, 😌
Ros 🍂: wah ide bagus itu kak🤭 sesuai request 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh landon siap bertarung ngadepin daddy max
Ros 🍂: semangatin kak🤭🤣
total 1 replies
Agus Hidayat
jreng jreenngggg akhirnya pak Desmon bisa liat jagoannya juga😍😍😍
Ros 🍂: Yahoooo🤭🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya bomnya meledak juga
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yunie
akhirnya mulai terungkap
Ros 🍂: iya kak🫶
total 1 replies
Yunie
ada apa selama 2 tahun?
Vanni Sr: ohh Aj ank ny vexa dn london , tp daddy ny nutupin seolah itu makam ank mereka , mkny london benci vexa.
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
pliss thorr abis ini bkin mereka sama" mengakui masih cinta😭 nyesek bangett baca dr bab 1 nangisin mereka mulu
Ros 🍂: huhuhu Maafkan author yaa kak 🤭🙏🏻 nanti dibuat sesuai request 😅
total 1 replies
N I S
kak ceritamu bagus banget😍
Ros 🍂: ma'aciww ya Kak 🫶🥰
total 1 replies
Thee-na Tooth
ayoo kak up maraton 🤭
Ros 🍂: siap ya kak🫶
total 1 replies
Kristina NellaWara
semngt up thorrr
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Kristina NellaWara
lnjut thor
Ros 🍂: siap kak 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!