Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Undangan dari Sekte Pedang Langit
Suasana arena keluarga Zhang berubah sangat sunyi dan mata semua orang tertuju kepada Tetua Xu yang berdiri di udara.
Tidak ada yang menyangka lelaki tua yang terbang di atas langit itu akan mengajak Zhang Tian untuk bergabung dengan sekte pedang langit. Hal ini membuat banyak orang keluarga Zhang merasa terkejut sampai tak ada seorang pun yang berani berbicara.
Bahkan Zhang Guocheng yang paling kuat di keluarga Zhang merasa tertekan saat ini karena energi yang tak sengaja terpancar dari lelaki tua di atas langit membuat jiwanya bergetar.
Di tengah arena, Zhang Tian perlahan mengatur napasnya, dia sendiri belum begitu percaya kedatangan lelaki tua itu ternyata untuk mengajaknya bergabung di sekte pedang langit.
Dia mencoba menstabilkan dirinya sambil menahan sakit karena tubuhnya masih dipenuhi luka akibat pertarungan melawan Luo Han sebelumnya.
Dalam hati, dia bingung apakah harus bergabung dengan sekte pedang langit atau tidak.
Melihat Zhang Tian yang masih belum menjawab, Tetua Xu memandangnya lalu kembali berbicara.
“Bocah, aku bertanya sekali lagi apakah kau mau bergabung ke Sekte Pedang Langit?”
Tetua Xu menatap Zhang Tian dengan ekspresi serius. Ada sedikit kekaguman melihat betapa tenangnya pemuda yang baru berusia 15 tahun tersebut.
Jika itu orang lain yang mendapatkan tawaran serupa, mereka mungkin akan langsung setuju tanpa banyak berfikir.
Semua orang di keluarga Zhang juga mengetahui bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan di ajak bergabung masuk ke sekte pedang langit karena aturan untuk masuk ke sekte tersebut sangat ketat.
Bagi orang-orang keluarga Zhang, Masuk Sekte Pedang Langit adalah impian hampir semua kultivator muda di wilayah sekitar Kota Qing. Karena sekali berhasil masuk ke sekte pedang langit, status seseorang akan langsung berubah drastis.
Baik itu sumber daya, teknik kultivasi, guru dan pendukung yang kuat semua bisa didapatkan di sekte pedang langit.
Dan sekarang Zhang Tian mendapatkan undangan langsung dari seorang tetua sekte.
Banyak murid keluarga Zhang langsung memandang iri kepada Zhang Tian.
“Zhang Tian itu sangat beruntung. Jika itu aku, aku pasti akan langsung setuju.” Zhang Li yang berada di kejauhan berkata dengan ekspresi iri dimatanya.
Zhang Qi juga mengangguk setuju, bahkan jika itu dia, dia akan setuju tanpa banyak berfikir.
Yang berfikir seperti ini bukan hanya mereka berdua, bahkan Zhang Lei mengepalkan tangan kuat-kuat karena dia merasa sedikit tidak rela jika Zhang Tian harus masuk ke sekte pedang langit. Karena dengan begitu, statusnya akan semakin tinggi di atasnya.
Zhang Guocheng terlihat sangat terkejut lalu dia buru-buru berkata hormat, “Tetua Xu, kalau Zhang Tian bisa masuk Sekte Pedang Langit, itu adalah kehormatan besar bagi keluarga Zhang kami yang kecil.”
Tetua Xu hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, matanya menatap Zhang Tian lalu berkata, “Tentu saja jika dia setuju dia akan diterima di sekte pedang langit, namun jika dia tidak setuju aku tidak bisa berbuat apapun.”
Pada saat ini, Luo Han tiba-tiba berbicara dengan wajah yang tampak murung, “Tetua Xu, anak itu terlalu sombong, dia bahkan tidak menghargai sekte pedang langit kita. Bagaimana mungkin sekte menerima orang seperti itu?”
Tetua Xu langsung melirik Luo Han dengan tatapan mata dingin. Melihat tatapan tetua Xu membuat Luo Han gemetar ketakutan dan langsung menundukan kepala.
“Diam.” tetua Xu meraung, “Apakah kamu berfikir aku tidak melihat apa yang kamu lakukan? Dan kamu masih berfikir mengandalkan status untuk menindas orang yang lebih lemah. Jika kau menang itu tidak masalah, namun bukan hanya tidak menang, kamu justru kalah dengan memalukan hingga harus menggunakan teknik terlarang untuk meningkatkan kultivasi lalu membuly orang lain agar hatimu merasa puas. Kau benar-benar sampah, dan sampah sepertimu tidak punya hak untuk bicara.”
Wajah Luo Han langsung memucat ketakutan, dia tidak berani membantah lagi. Kepalanya hanya tertunduk malu, namun di kedalaman matanya, ada Kilauan kejam yang terlintas.
Zhang Tian mulai berpikir dalam hati. Masuk Sekte Pedang Langit jelas akan menguntungkan dirinya. Karena jika dia terus bertahan di Kota Qing yang kecil seperti ini, perkembangannya akan terbatas.
Satu-satunya harapan kalau ingin menjadi lebih kuat maka dia memang harus keluar agar tidak terus terjebak di lingkaran kecil seumur hidup.
Selain itu, keluarga Zhang saat ini bukan lagi rumah yang nyaman untuknya.
“Hati-hati.” Suara roh Kaisar naga petir terdengar di kepala Zhang Tian. “Sekte besar itu meskipun memiliki sumberdaya melimpah, namun juga banyak orang yang punya banyak niat di dalamnya. Itu jauh lebih kompleks daripada keluarga Zhang yang kecil. Selain itu, kamu juga harus berhati-hati karena mereka punya banyak monster tua.”
“Kalau rahasia warisanku terbongkar dan diketahui mereka, maka nasibmu selesai.”
Zhang Tian sedikit menyipitkan mata, “Apakah seserius itu?” Tanya Zhang Tian dengan ekspresi serius.
“Menurutmu?” Roh Kaisar naga petir menjawab datar. Dia yakin kata-kata kaisar naga petir pasti ada benarnya, namun dia tidak ingin hidup dalam keadaan biasa-biasa saja. Jika bahkan dia tidak memiliki keberanian, maka untuk apa dia menjadi kultivator. Setelah berpikir beberapa detik, Zhang Tian menatap lelaki tua di udara sebelum akhirnya dia berkata, “Aku bersedia bergabung dengan sekte pedang langit.”
Tetua Xu mengangguk puas sambil tersenyum.“Bagus, mulai saat ini kamu adalah murid sekte pedang langit.”
Lalu dia melempar token putih kecil ke arah Zhang Tian. Zhang Tian menangkap token yang melesat ke arahhnya dengan cepat.
Dia mengamati di atas token itu terdapat simbol pedang dan awan yang sangat mencolok.
“Terimakasih senior.” Zhang Tian membungkuk hormat ke arah tetua Xu.
Tetua Xu mengangkat tangannya lalu berkata, “Itu adalah token murid luar Sekte Pedang Langit. Tiga hari lagi datang ke Gerbang Gunung Langit untuk melaporkan identitas mu.”
Mata tetua Xu terlihat serius, “Ingat untuk datang tiga hari lagi jangan terlambat, sebab jika kau terlambat kau akan kehilangan kualifikasi menjadi murid sekte pedang langit.”
Setelah berkata demikian, Tetua Xu langsung berbalik dan menghilang dari pandangan semua orang.
Tepat pada saat itu, suara tetua Xue terdengar di kejauhan, “Dan kau segera kembali ke sekte, dan masuk Ruang Hukuman untuk merenungkan kesalahanmu.”
Tubuh Luo Han langsung bergetar, wajahnya pucat ketakutan.
Ruang hukuman adalah ruangan yang paling di takuti oleh semua murid sekte pedang langit, karena ruangan itu bukan hanya gelap gulita, tapi juga sangat dingin.
“Tetua Xu…” Luo Han mencoba memanggil tetua Xu, namun pria tua itu sudah menghilang bersama hembusan angin.
Tekanan besar di arena juga perlahan menghilang seiring kepergian tetua Xu.
Setelah tekanan itu menghilang, baru saat itulah semua orang langsung menghela napas lega.
“Saudara Zhang, selamat. Mulai hari ini kau akan melambung ke atas langit.” Zhang Li, yang sebelumnya masih menghina Zhang Tian, datang dan memanggilnya saudara.
Beberapa orang juga mulai mengucapkan selamat satu persatu pada Zhang Tian termasuk para tetua.
Saat ini, mereka semua paham satu hal, setelah ini nama Zhang Tian akan menyebar ke seluruh Kota Qing dan keluarga Zhang juga akan ikut melambung ke langit.
Tak jauh dari posisi Zhang Tian, Luo Han berdiri sambil menggertakkan gigi, matanya menatap Zhang Tian dipenuhi tatapan kebencian. Dia ingin sekali mencabik-cabik Zhang Tian dari lubuk hatinya, namun dia tidak berani melakukan itu sekarang. Jika dia berani, maka nasipnya juga tidak akan berakhir baik.
“Kau jangan terlalu senang.” Luo Han menatap Zhang Tian dan berkata, “Sekte Pedang Langit bukan tempat yang bisa di tolerir oleh sampah seperti mu. Begitu kau masuk ke sana, aku akan membuat hidupmu lebih buruk daripada anjing.”
Setelah berkata demikian, dia juga langsung pergi bersama para pengawalnya.
“Haha, Zhang Tian benar-benar luar biasa.” Zhang Xue menatap Zhang Tian sambil mengangguk puas.
“Wow, jenius tiga tahun lalu akhirnya kembali di keluarga Zhang kita.”
“Selamat untuk kakak senior zhang.”
......................
Suasana arena di keluarga Zhang perlahan kembali ramai, orang-orang yang tadinya menjaga jarak di kejauhan, sekarang berkumpul dan bersorak di sekitar Zhang Tian.
Kali ini tidak ada lagi ejekan kepada Zhang Tian seperti sebelumnya, justru yang ada hanya rasa hormat.
Tidak lama kemudian, para tetua mulai mendekati Zhang Tian satu per satu. Wajah mereka yang terlihat tua semuanya tertawa dengan kebagiaan yang belum pernah mereka tunjukan sebelumnya.
Karena untuk pertama kalinya dalam sejarah keluarga Zhang, ada orang keluarga Zhang yang menjadi murid sekte pedang langit.
“Hahaha, Tian’er memang luar biasa.” Zhang Mingguan menatap Zhang Tian dengan mata cerah.
“Aku sudah tahu sejak dulu bakatmu tidak biasa!” Zhang Xue juga maju dan menepuk bahu Zhang Tian sambil tersenyum.
Zhang Guocheng juga berkata, “Mulai sekarang keluarga akan mendukung penuh kultivasimu. Jika kamu perlu sesuatu, katakan saja padaku.”
Mendengar kata-kata itu, Zhang Tian tersenyum tipis lalu berkata, “Terimakasih kepala keluarga.”
Meskipun dia tampak tersenyum, namun di kedalaman matanya, hatinya menjadi dingin.
Karena sehari sebelumnya orang-orang ini masih memandangnya dengan tatapan sinis.
Bahkan dia masih mengingat jelas tatapan mata Zhang Guocheng saat bertemu dia sehari sebelumnya. Itu adalah tatapan mata yang tak perduli.
Zhang Guocheng menghampirinya kemudian berkata, “Ayo ikut denganku.”
“Baik kepala keluarga.” Zhang Tian menjawab singkat sambil mengangguk. Lalu keduanya berjalan menuju aula utama keluarga Zhang.
Sepanjang jalan, banyak pelayan dan murid langsung menunduk hormat saat melihat kepala keluarga berjalan berdampingan dengan Zhang Tian.
Meskipun para pelayan ini tidak ada di area, namun berita Zhang Tian yang mengalahkan Zhang Lei dan bertarung dengan Luo Han sudah tersebar hingga ke telinga mereka.
Jika itu di masa lalu, para pelayan ini bahkan tidak mau melirik Zhang Tian. Namun sekarang Zhang Tian bukan lagi sampah. Bahkan dia sudah di terima menjadi murid luar sekte pedang langit.
Sesampainya di aula utama, Zhang Guocheng akhirnya menghela napas panjang saat menatap Zhang Tian.
“Tian-er aku minta maaf.” Zhang Guocheng berkata dengan suara berat, “Aku tahu selama tiga tahun terakhir kau sudah begitu menderita dan di kucilkan. Namun sebagai kepala keluarga Aku tidak bisa merubah aturan keluarga dan melawan semua tekanan para tetua.”
Tatapan Zhang Guocheng terlihat sangat lelah.
Zhang Tian perlahan menjawab, “Kepala keluarga, saya mengerti.”
Zhang Tian tentu saja tidak akan melupakan hatinya ketika melihat orang-orang berubah menjadi baik padanya. Mereka melakukan itu karena dia punya nilai, jika dia masih sampai seperti sebelumnya, mereka akan tetap menjauhinya seperti melihat kotoran.
Meskipun Zhang Guocheng tidak pernah terang-terangan merendahkannya, namun sikapnya yang acuh tak acuh sudah menunjukan banyak hal.
Setelah beberapa saat hening, Zhang Guocheng kembali berbicara. “Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kukatakan.”
“Apa itu?” Zhang Tian menatap Zhang Guocheng dengan tatapan penasaran.
“Ini tentang ayahmu.” ucap Zhang Guocheng dengan cepat.
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?