"The General's Captive Lady" adalah novel fiksi romantis-militer yang penuh ketegangan politik, trauma masa lalu, dan pembalasan dendam.
Claudia, seorang putri yang terbuang dan disiksa sejak kecil oleh faksi Crimson Raven. Demi menutupi ketamakan mereka, reputasi Claudia dihancurkan di mata publik hingga ia dicap sebagai wanita glamor yang buruk. Saat faksi Raven kalah perang, ia dikorbankan menjadi sandera politik dan dikirim kepada Reymond Oliver Smith, seorang panglima perang aliansi yang terkenal dingin dan kejam.
Hubungan mereka awalnya dipenuhi kebencian dan kesalahpahaman, bahkan Claudia sempat dijebloskan ke ruang bawah tanah karena fitnah dari bapaknya. Namun, jeritan trauma masa kecil Claudia di tengah sakit parah akhirnya meruntuhkan dinding es di hati Reymond. Penyelidikan rahasia pun dimulai, membongkar asal-usul Claudia yang sebenarnya sebagai pewaris sah bangsa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sisa Hangat dari Masa Lalu
Keesokan harinya, cahaya matahari yang hangat menerobos masuk ke kamar utama. Claudia sedang duduk di sofa dekat jendela saat Reymond masuk dengan membawa sebuah berkas tebal berlambang segel lilin kuno.
Reymond duduk di hadapan Cla, lalu meletakkan berkas silsilah keluarga tersebut di atas meja kecil di antara mereka.
"Ada apa?"
"Ada sesuatu yang harus kau lihat, Claudia," ujar Reymond dengan nada suara yang tenang namun berwibawa. Ia membuka lembaran kertas kekuningan yang menampilkan lambang benteng Da Vinchi.
"Da Vinchi? Bukankah itu marga ibuku, Rey?" Ujar Claudia saat melihat lambang yang sangat familiar itu.
"Ya, kau benar."
"Penyelidikanku telah selesai. Ini adalah dokumen resmi silsilah darahmu yang asli, yang selama dua puluh tahun ini sengaja dibakar dan disembunyikan oleh Frans Raven."
"Kau menyelidikiku?"
Claudia menunduk, jemarinya yang lentik menyentuh baris tulisan yang memuat nama Erica Van Da Vinchi. Sejak dulu, publik memang mengetahui bahwa Erica adalah ibu kandungnya. Namun, nama pria yang tertulis di samping nama ibunya seketika membuat mata Cla membelalak tidak percaya.
William Montgomery.
"Kenapa nama pamanku bersanding dengan nama ibuku, Reymond?" suara Claudia bergetar hebat.
"Paman Will adalah orang yang selalu melindungiku."
Reymond menatap lekat-lekat pada mata indah istrinya.
"Pria yang kau panggil paman Will itu ,. sebenarnya adalah ayah kandungmu yang asli, Cla. Seorang bangsawan tinggi asal Inggris."
"William Montgomery rela membuang gelarnya, menyamar menjadi kerabat jauhmu, dan hidup di bawah bayang-bayang kastil Raven demi bisa mengawasimu dan melindungimu dari dekat."
Reymond berdiri dan memberi isyarat ke arah pintu. Detik berikutnya, pintu kamar terbuka, menampilkan seorang wanita paruh baya berambut keperakan dengan pakaian sederhana namun rapi. Langkah kaki wanita tua itu tampak gemetar, dan begitu matanya menangkap sosok Claudia, ia langsung membekap mulutnya sendiri untuk menahan tangis.
"Nona... Nona Kecilku... Claudia..." suara wanita tua itu bergetar hebat.
Claudia tersentak, mematung di tempat duduknya. Suara itu terasa sangat familier di sudut ingatannya yang paling dalam. "Bibi Martha?" bisik Claudia, suaranya tercekat di tenggorokan.
"Ya, Nona... ini saya, Martha," wanita tua itu langsung berlutut di depan Claudia, menggenggam kedua tangan Cla dan menciumnya dengan penuh rasa hormat dan kerinduan yang mendalam. "Maafkan saya yang tidak bisa melindungimu selama ini, Nona..."
Martha perlahan mendongak, menatap Claudia dengan mata yang berkaca-kaca, lalu mulai membeberkan tragedi masa lalu yang selama ini terkubur rapat.
"Nona Claudia... Ibu Anda, nyonya Erica, dan William harus berpisah karena kelicikan Frans Raven," ujar Martha dengan nada bergetar penuh kemarahan.
"Tepat di hari pernikahan mereka, Frans menjebak ayahmu. Frans, yang saat itu berpura-pura menjadi sahabat dan tameng pelindung keluarga, justru adalah dalang utama di balik penculikan pemuda Inggris tersebut."
Claudia tertegun, tangannya mendadak mendingin mendengar fakta itu.
"Ayahmu disekap di tempat rahasia yang tak pernah diketahui siapa pun. Di hari pernikahan yang suci itu, William tidak pernah muncul di altar," lanjut Martha, air matanya menetes.
"Ibu Anda yang terpukul dan menanggung malu karena ditinggal di altar akhirnya terpaksa menerima lamaran Frans Raven yang datang sebagai pahlawan kesiangan. Semua itu dilakukan Frans hanya untuk menguasai harta dan garis keturunan Da Vinchi yang terhormat."
"Setelah dua tahun, Nyonya Erica tak sengaja bertemu Tuan William. Awalnya ibumu sangat membencinya namun Tuan William mampu membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Ibu nona ingin mengungkap hubungan gelap antara frans dan Bellatric namun rencana itu diketahui oleh Bellatric. Ia meracuni Nyonya Erica dengan dalih Nyonya sedang sakit parah."
Reymond kembali menyambung penjelasan setelah Martha menceritakan kisah pilu tersebut.
"Dan tepat setelah hari ulang tahunmu yang ketujuh—saat William Montgomery akhirnya meninggal dalam penyamarannya karena racun yang perlahan dilepaskan Frans—Frans dan Bellatric langsung merebut kekuasaan mutlak. Hal pertama yang mereka lakukan untuk melenyapkan pengaruh ibumu adalah mengusir Martha secara paksa karena beliau tahu kebenaran ini."
Tangisan Martha pecah saat ia memeluk erat tubuh Claudia. "Saya selalu mengawasimu dari jauh secara sembunyi-sembunyi, Nona. Hati saya hancur saat mendengar faksi Raven menghancurkan reputasimu dan memperlakukanmu dengan kejam untuk menutupi dosa-dosa mereka."
Claudia menangis sejadi-jadinya di dalam dekapan pengasuh tuanya. Semua teka-teki masa kecilnya kini terjawab. Pria paruh baya yang dulu selalu tersenyum hangat dan diam-diam memberinya roti saat ia dikurung, pria yang ia panggil 'Paman Will', ternyata adalah ayah kandungnya yang bertaruh nyawa demi menjaganya dari dekat.
Dari balik bayang-bayang ruangan, Reymond menyaksikan pemandangan emosional tersebut dengan rahang yang mengeras menahan amarah yang membara di dadanya. Kesaksian Martha telah mengunci semua bukti kejahatan Frans Raven. Faksi itu tidak hanya menipu aliansi, tetapi telah mengalirkan darah penuh dosa di atas penderitaan seorang putri dari keturunan Montgomery dan Da Vinchi.
Reymond membalikkan badan, melangkah keluar untuk memberikan waktu bagi Cla dan pengasuhnya. Saat pintu tertutup, ia menatap Jonathan yang sudah menunggu di koridor.
"Gerakkan seluruh pasukan garis depan, Jonathan," desis Reymond dengan kilat mata yang mematikan.
"Beri tahu Ethan Taylor dan Ayahku bahwa pernikahan ini tidak akan membawa perdamaian. Ini akan membawa kehancuran total bagi faksi Crimson Raven."