NovelToon NovelToon
Vintage Heartbeats

Vintage Heartbeats

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Pernikahan Kilat
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu komentar mengubah hidup Dr. Briella Zamora dalam semalam.

Berniat menghancurkan reputasi mantan kekasihnya, Lexington Valerio—Briella justru terjebak dalam skandal yang mengancam Dirinya Sendiri.

"Kau tahu apa yang paling lucu, Lex? Aku menghabiskan waktu untuk memperbaiki wajah orang lain agar terlihat sempurna, hanya agar aku bisa melupakan betapa hancurnya aku karena pria sepertimu."

"Rupanya waktu belum juga merubah kecerobohanmu, Briella Zamora."—Lexington Valerio.

Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#9

Sinar matahari pagi di Los Angeles biasanya membangkitkan semangat, namun bagi Lexington Valerio, cahaya itu terasa seperti pengingat bahwa hidupnya baru saja berbelok ke arah jurang yang sangat tidak presisi.

Ia berdiri di lobi apartemen Briella, bersandar pada pilar marmer dengan setelan jas tiga lapis yang harganya cukup untuk membeli satu unit mobil hatchback.

Lexington melirik jam tangannya untuk yang kesepuluh kali dalam satu menit.

"Sudah dua puluh menit," geramnya. "Dia itu berdandan atau sedang mengecat seluruh badannya? Kebiasaan buruk yang tidak pernah berubah dalam lima tahun!"

Beberapa penghuni apartemen yang lewat meliriknya dengan tatapan memuja sekaligus bergosip.

Tentu saja, siapa yang tidak mengenali wajah pria yang baru saja "bercerai" sebelum menikah. Lexington mengabaikan mereka. Namun, gejolak di bawah perutnya—sisa-sisa frustrasi dari sesi solo di kamar mandi semalam—membuatnya merasa tidak nyaman.

Secara spontan, Lexington menyentuh bagian pribadinya, membetulkan letak celana kainnya yang tiba-tiba terasa sempit saat membayangkan Briella yang mungkin sedang memakai lingerie di atas sana.

"Sabarlah," bisiknya pada dirinya sendiri dengan nada gila. "Dua minggu lagi, Lexington. Kau tidak akan berakhir mengenaskan di bawah shower kamar mandi lagi. Kau akan memiliki pemilik aslimu kembali."

Tepat saat ia hampir memutuskan untuk naik dan mendobrak pintu, sosok yang ditunggu muncul dari lift. Briella Zamora melangkah dengan anggun. Ia mengenakan terusan berwarna cream yang memeluk tubuhnya dengan sempurna, rambutnya digulung rapi, dan wajahnya bersinar—sama sekali tidak terlihat seperti wanita yang semalam memakai masker lumpur hitam.

Cantik. Sangat cantik, batin Lexington. Ia merasa oksigen di lobi itu tiba-tiba menipis.

Namun, hukum alam seolah tidak mengizinkan Briella terlihat sempurna lebih dari sepuluh detik. Baru saja ia hendak memberikan tatapan angkuh pada Lexington, ujung sepatunya tersangkut pada karpet lobi yang sebenarnya sangat rata.

Dug!

"Ah!" Briella terhuyung ke depan, tangannya melambai panik di udara seperti baling-baling rusak.

Lexington dengan sigap menangkap lengan Briella sebelum hidung dokter bedah itu mencium lantai. Ia menghela napas panjang, membantu Briella berdiri tegak kembali.

"Baru saja kupuji dalam hati..." lirih Lexington dengan nada pasrah.

"Jangan memujiku! Kau pembawa sial!" bentak Briella sambil merapikan gaunnya yang sedikit berantakan. Ia mendongak, menatap Lexington dengan wajah serius. "Dengar, Lex. Jika kau benar-benar ingin kita menikah dalam dua minggu, kau harus mengikuti aturan mainku. Tidak ada protes. Tidak ada interupsi teknikmu yang membosankan itu!"

"Aturan? Kau yang menyebabkan skandal ini, dan sekarang kau memberiku aturan?"

"Ya! Pertama, jemput aku tepat waktu—yang tadi itu aku sengaja terlambat untuk menguji kesabaranmu. Kedua, jangan pernah bahas soal maket yang pecah itu lagi. Dan ketiga... jangan menatapku seolah kau ingin menelanku hidup-hidup!"

Lexington hanya memutar bola matanya, menarik lengan Briella menuju mobil Rolls-Royce yang sudah menunggu di depan.

Perjalanan menuju Klinik Zamora Beautiful adalah definisi dari kesunyian yang mencekik. Lexington fokus pada kemudi, sementara Briella menatap keluar jendela, pura-pura tertarik pada papan iklan yang lewat.

Mereka yang dulu tidak bisa berhenti bicara, kini seolah menjadi dua orang asing yang terjebak dalam satu kotak logam mewah.

Hening. Sangat hening.

Namun, di balik diamnya mereka, pikiran keduanya sedang berkelana ke tempat yang sama sekali tidak "steril".

Briella melirik konsol tengah mobil, dan tiba-tiba sebuah memori panas melintas di benaknya. Dulu, saat mereka masih berusia 20 tahun, mereka pernah terjebak macet total di highway.

Rasa rindu yang membuncah membuat mereka melakukan hal gila: bercinta di kursi depan tanpa harus menghentikan atau meminggirkan mobil. Gila, berbahaya, dan sangat... sangat meledak-ledak.

Briella tersenyum tipis, lalu sedetik kemudian wajahnya berubah sedih. Ia menunduk menatap jari-jarinya. Seandainya waktu bisa diulang, aku bahkan tidak ingin terlahir seceroboh ini agar dia tidak punya alasan untuk meninggalkanku, batinnya perih.

Di sisi lain, Lexington juga sedang berperang dengan pikirannya sendiri. Ia melirik Briella dari sudut matanya.

Menjadi asing dan bertemu lagi ternyata semenyedihkan ini. Ia ingin mengeluarkan lelucon, ingin mengejek sepatu Briella, atau ingin sekadar menggenggam tangannya seperti dulu, namun lidahnya terasa kaku.

"Kenapa kau tersenyum?" tanya Lexington tiba-tiba, memecah keheningan.

Briella tersentak. "Siapa yang tersenyum? Aku sedang memikirkan biaya ganti rugi 600 juta yang harus kubayar padamu, Bajingan."

"Uang itu sudah masuk ke rekening yayasan panti asuhan pagi ini. Aku tidak butuh uangmu, Bri," sahut Lexington datar.

"Tentu saja tidak. Kau kan punya mesin-mesin kesayanganmu."

Lexington menghentikan mobil saat lampu merah. Ia menoleh sepenuhnya ke arah Briella. "Kau tahu, Bri? Aku lebih suka kau yang berteriak-teriak memakiku di pengadilan daripada kau yang diam seperti ini. Kau terlihat seperti sedang merencanakan pembunuhan untukku."

"Mungkin memang iya," jawab Briella ketus, namun matanya berkaca-kaca. "Kau menghancurkanku lima tahun lalu, Lex. Kau membuatku merasa tidak berguna hanya karena aku menjatuhkan sebuah mainan plastik. Sekarang kau mengajakku menikah seolah tidak terjadi apa-apa? Kau benar-benar egois."

Lexington terdiam. Ia ingin mengatakan bahwa ia menyesal, bahwa ia meledak waktu itu karena ia sedang stres berat, dan bahwa ia sebenarnya sangat ketakutan akan kehilangan kendali atas hidupnya jika ia terus bersama Briella. Tapi, egonya sebagai seorang Valerio menahan kata-kata itu di tenggorokan.

"Kita akan menikah, Bri. Itu kenyataannya sekarang," ucap Lexington pelan saat lampu berubah hijau.

"Ya, kita akan menikah," Briella menyeka sudut matanya dengan cepat agar maskaranya tidak luntur. "Tapi jangan harap malam pertama kita akan seindah di foto-foto lama itu. Aku akan memakai baju tidur flanel bermotif beruang yang paling tebal dan menutupi seluruh tubuhku!"

Lexington mendengus, sebuah tawa kecil akhirnya lolos dari bibirnya. "Silakan saja. Tapi kau lupa, Dokter Zamora... aku adalah seorang insinyur. Aku tahu persis cara membongkar 'pelindung' apa pun, seberapa tebal pun itu."

Wajah Briella memanas. "Mesum!"

"Hanya padamu," jawab Lexington singkat, menginjak gas lebih dalam, meninggalkan kecanggungan di belakang mereka seiring mobil meluncur menuju klinik yang akan menjadi saksi bisu rencana gila mereka selanjutnya.

1
Almeera
pengen aku getok, tapi dia ganteng
Ros 🍂: getok cinta aja kak🤭😘
total 1 replies
Binti Rusidah
bagus sekali
Ros 🍂: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Almeera
best, konflik orang ketiga tidak berlarut 😍
Ros 🍂: Iya kak🤭
total 1 replies
azzura faradiva
next....☺️
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
azzura faradiva
kayaknya nanti ada sesuatu hal yang menyebabkan zane tdk jadi kembali....🤔
Ros 🍂: kak, silent 🤭😁
total 1 replies
Almeera
Latte kami cocoknya ratu lebah 🐝
Ros 🍂: ide baruuuu🤣 nanti tak jadikan Ratu lebah 🐝✌🏻🤣
total 1 replies
Almeera
enak yaa kalau hidungnya kek perosotan anak tk, kacamata anteng aja gak melorot😍
Almeera
sama sama gak gau diri artinya latte
Ros 🍂: heheh🤭
total 1 replies
azzura faradiva
biasanya tiap hari ngebut up terbaru bisa 3-4x,hari ini tumben enggak up...😔
Ros 🍂: Pengen Rasain dirindukan Reader dulu 🫶🌷🤭
total 1 replies
Almeera
Aku butuh Abang kaya gini, co di keranjang kuning ada gak ya?
Ros 🍂: bentar kak, author siapkan 😭🤭
total 1 replies
Almeera
Pasangan satu frekuensi 😍😍
Ros 🍂: Ma'aciww ya atas Jejak nya kak🫶😘
total 1 replies
Almeera
Kaaaaaa, Demi Tuhan aku kecanduan baca ini 😍😍😍
mana aku bacanya pake nada...
ditambah berada ikut kedalam alurnya
Ros 🍂: Walahhh ma'aciww kak🫶😘
total 1 replies
Almeera
nih coffe latte ginii nih, percaya diri itu perlu tapi Tahu Diri lebih penting
Ros 🍂: coffee latte 😭🤣
total 1 replies
Almeera
Astaga
Almeera
definisi mari bertemu di versi terbaik 🥲🥲🥲
Ros 🍂: Aaakkk😭
total 1 replies
Almeera
jokes orang cerdas selalu tepat 😍😍😍
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Almeera
Diborong semua sih Lex, terus aku harus cari kamu di orang yang mana 🥲🥲
Ros 🍂: semoga bisa dicari di dunia nyata ya kak🤭😘
total 1 replies
Almeera
🌹🌹🌹🌹 mawar terkirim, bentar aku meeting dulu
Ros 🍂: aaa Cemunguttt kak🫶💪🏼
total 1 replies
Almeera
yaa masa nyalahin pak RT
Ros 🍂: pak RT angkat tangan kak 😭
total 1 replies
Almeera
Kaaan kaaann kaaannn apa aku bilang dibahas teros hahahhaa
Ros 🍂: hahah Lexington said : 100 kebaikan tetap kalah dengan 1 perkataan 🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!