Pagi ini dia akad nikah dengan perempuan pilihannya. Padahal dua minggu lalu dia berjanji akan melamarku. Laki-laki mana lagi yang bisa dipercaya?
Dekat sejak SMA, bahkan Kyara selalu mendukung Bagaskara untuk mencapai cita-citanya. Mulai dari beli sepatu, memberi uang untuk ongkos seleksi, Kyara selalu ada. Namun, sekarang gadis cantik itu membuktikan jika kamu memulai hubungan dengan pasanganmu dari nol, maka kamu akan mendapat pengkhianatan.
Ikuti perjalanan cinta Kyara Athiya hingga mendapat pengganti Bagaskara dengan cinta yang tulus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SATU TAHAP TERLEWATI
Hari ini Kya menjadi perempuan sibuk, dia menggambarkan wanita karier di usia muda. Sudah tak ada waktu untuk sakit hati lagi, urusan skripsi dan proyek bersama Justin sudah memforsir tenaga, waktu dan pikirannya. Bahkan Galih mengajak adventure saja ditolak oleh Kya. Sayang sebenarnya, karena setelah melihat foto Galih, Kya pengen ke situ juga. Jalan dengan Nuril saja curi-curi waktu saat weekend, kalau weekday, otak Kya dibuat ngebul dengan revisian dan juga meeting bersama Justin.
Saat meeting dengan Justin masih berada di cafe, lumayan lama saat diskusi tentang perekrutan karyawan. Menurut Kya, menginginkan ada beberapa bagian. Bagian frontline memang dikhususkan untuk anak muda usianya 18-25 tahun, baik lulusan SMA maupun S1 dipersilahkan bisa melamar bagian ini. Ada bagian CS, maupun pramuniaga. Kya memberikan tidak ada persyaratan khusus, karena setiap orang berhak melamar kerja sesuai kemampuannya.
"Tapi Kya namanya frontline kan harus cakep lah, tubuh proporsional juga, berpenampilan menarik," Justin tak setuju dengan ucapan Kya yang setiap orang berhak melamar kerja.
"Logikanya Bang, ini toko emas atau toko model sih yang mengharuskan orang harus cantik dan langsing. Terus cewek gendut kerja jadi apa dong kalau ditolak di mana pun. Kan kasihan, Bang. Lebih baik Abang punya niatan membuka lapangan kerja aja, daripada mengurus penampilan orang. Siapa tahu yang bertubuh tambun lebih jujur daripada si langsing".
Justin langsung diam, untuk kesekian kalinya dia patuh atas saran Kya, masuk akal juga sih. Khusus untuk kasir ada syarat khusus minimal S1 ekonomi-akuntansi atau SMK akuntansi, karena kasir juga bertugas terhadap neraca perdagangan yang dilaporkan harian.
Semua karyawan frontline nanti akan mendapat pelatihan bagaimana melayani pelanggan, cek keaslian logam mulia dan perhiasaan dengan menggunakan alat, serta menjaga keamanan selama bertransaksi. Semua dipikirkan Kya dan Justin sedetail mungkin.
Selain urusan perekrutan pembahasan yang alot adalah soal gaji dan kontrak kerja. Ada beberapa poin yang harus disetarakan dengan latar pendidikan juga. Lulusan SMA dan sarjana jelas berbeda. Jadwal kerja sistem shift dan juga soal seragam kantor. Semua didiskusikan secara detail agar saat bekerja di toko ini kedua belah pihak sama-sama setuju tanpa ada yang dirugikan satu sama lain. Bukankah pimpinan yang baik adalah yang memanusiakan rekan kerjanya. Dalam hal ini Kya dan Justin sangat sepakat untuk memanusiakan pegawai mereka nantinya.
Khusus untuk tim pemasaran Justin menginginkan latar belakang pendidikannya berkaitan dengan desain dan juga bidang IT, karena mereka untuk sementara hanya mengandalkan marketing via online saja. Jelas kemampuan IT yang mendominasi untuk tugas ini.
Part paling gong dalam perekrutan nanti adalah soal asmara. Justin melarang adanya cinlok, karena tak ada syarat soal status, maka tak menutup kemungkinan pegawainya sudah bersuami atau beristri, sehingga Justin menolak keras adanya cinlok dalam pekerjaan. Kalau pun ternyata di luar sana cinlok, tentu di luar kapasitas Justin sebagai owner toko, dan kalau ada yang menikah, maka salah satu diminta resign.
"Berlaku buat siapa pun termasuk pemilik ya aturan ini?" ledek Kya pada Justin. Ya siapa tahu, Justin naksir pada salah satu karyawan kan bisa saja.
"Masalahnya kalau pun aku naksir, palingan naksir sama kamu!" ujar Justin, dan Kya hanya mendengus kesal.
"Ingat syarat aku mau masuk bisnis ini, Bang!" komen Kya serius. Padahal Justin niatnya hanya bercanda. Justin tahu perasaan Kya, dia memang masih sakit hati pada Bagas, dan sangat sulit membangun perasaan dengan orang baru. Saat ditawari bisnis ini saja , kalimat peringatan pertama kali yang diucapkan Kya adalah aku mau kerja bareng Bang Justin, asal tidak ada perasaan di antara kita.
"Paham, lagian tembok perbedaan kita sangat tinggi, " balas Justin yang memang sangat sadar akan perbedaan dengan Kyara.
Pagi ini Kyara sedang menjalani ujian skripsi, sejak jam 7 pagi, dia sudah di antar oleh kakaknya, bahkan sang kakak sampai mengambil cuti khusus hari ini. Ia tahu hati sang adik belum sembuh, dulu sempat terdengar harapan Kya kalau ujian skripsi, dia meminta Bagas untuk menemaninya. Tentu saja sebagai kakak, Aditya tak tega kalau sang adik sedih mengingat harapan itu tak pernah terwujud.
Di depan ruang ujian, Aditya bertemu dengan Galih, Nuril, Alysa, dan Uti teman Kya yang berniat mendukungnya ujian. Gadis itu semakin terharu karena tak ada Bagas, hidupnya juga baik-baik saja.
Ujian Kya berlangsung kurang lebih 1 jam 20 menit, menurut penuturannya, pertanyaannya tak terlalu sadis kok, Kya merasa ujian skripsi ternyata ajang diskusi dengan para dosen saja. Apalagi kalau mengerjakan skripsi sendiri, dia tahu kelemahan, halangan dan teori apa saja yang ia pakai juga. Sehingga, kalau ada pemikirannya yang kurang tepat, maka dosen mengajak diskusi dengan pemberian stimulus studi kasus yang disesuaikan dengan tema skripsi Kya.
Keluar ruang ujian, Kya lega setengah mati. Sekarang tambah lagi satu personel yang mendukung Kya, yakni Justin. Dia sengaja datang mendukung partner bisnis terbaiknya kali ini, tak lupa bucket cokelat diberikan Justin sehingga membuat beberapa teman bahkan Aditya berdehem.
"Gak usah berdehem gitu, kita cuma partner bisnis kok ya Bang Justin!" ucap Kyara meminta dukungan Justin, dan laki-laki itu hanya memberi jempol saja.
Setelah ujian, Aditya mentraktir semua teman Kya yang hadir makan siang, di sebuah outlet makanan Korea. Mereka langsung diangkut oleh mobil Justin dan juga Aditya.
Kya, kakak lo ganteng banget, boleh dong bagi nomor. Sempat-sempatnya Alysa di dalam mobil bareng Kya dan Aditya kirim chat begitu. Sontak saja, Kyara menahan tawa sembari menoleh ke arah sang teman.
Bagi duit cepek dulu dong.
Sialan.
Calon adik ipar durhaka.
Cie. Naksir sama Kak Adit? Rugi tahu. Dia cuma kelebihan ganteng doang.
Hah masa' sih?
Iya. Dia mah suka ngupil dan kentut.
Kyaraaaaaa.
Kyara spontan tertawa ngakak, sehingga Aditya heran dengan tingkah sang adik. "Kenapa lo?" tanya Adit sembari fokus kemudi lagi.
"Enggak, ada yang mau kenalan sama kakak tuh!"
"Siapa? Gak usah kasih nomor, Kakak kan udah punya Mbak Hani!" ucap Aditya tegas, sontak saja Kya makin tertawa ngakak, karena secara tidak langsung Alysa mendapat jawaban secara langsung.
Potek hatiku, Kya.
Ya kamu sih, cowok ganteng kayak kakak gue, masa' iya gak punya pacar.
Aku tikung boleh?
Tikung aja. Tapi benerin selebor depan kamu. Dadanya Mbak Hani gede tahu.
Sialan. Duh mana aku datar lagi. Tapi masa' iya Kakak kamu mesum mikir sampai kriteria cewek ke area itu doang.
Heleh, aku yakin 1000% semua cowok kalau lihat cewek yang ia taksir diawali soal fisik.
Emang Hani cantik?
Manis sih, tapi sexi banget mana tinggi lagi.
Wah, kalau dong aku, Kya 😭😭.
Kalah sebelum berperang nih ye.
Sialan. Batal jad calon adik ipar kamu.