NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Akta Nikah

Aku, Kamu Dan Akta Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:54.2k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Nara Anjani Sukma berada di situasi harus menikah dengan adik angkat pria yang akan melamarnya. Sakti Pradana tidak menduga ia akan bertukar jodoh dengan kakak angkatnya. Dua karakter bertolak belakang, pertemuan tak terduga dan pernikahan mendadak seperti tahu bulat, drama rumah tangga apa yang akan mereka jalani.

===

“Sudah siap ya, sekarang aku suamimu. Bersiaplah aku buat kamu bahagia jiwa dan raga.” Sakti Pradana.

“Aku penasaran, apa milikmu bisa sesakti namamu.” Nara Anjani Sukma

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Masih Mencintainya

Ini yang kemarin bab 8, salah upload, jadi bab 8 dibaca dulu biar nyambung, maaf ya 🙏

(Tetap scroll sampai bawah ya )

BAb 9

 

“Pekerjaan kamu, apa?”

Sakti membuka matanya melepaskan jas milik Samir dan meletakan di samping tempatnya duduk lalu menghela nafas. Nara masih menatapnya.

“Ck, nggak usah sok ganteng. Cepat jawab!”

“Aku memang ganteng, bibi kamu aja mengakui itu.”

“Bibi ke semua laki-laki dibilang ganteng, Indro aja katanya ganteng. Udah cepetan jawab.”

“Kerjaan aku nggak jelas, Ra. Semoga kamu nggak malu punya suami kayak aku.”

Nara lagi-lagi berdecak.“Jawab aja sih, ribet amat.”

“Aku ada usaha kecil-kecilan, showroom mobil. Ah iya, mahar untuk kamu besok aku urus dan antar ke sini. Maaf tidak bisa berikan kamu lebih.”

“Show room mobil?”

“Hm.”

Nara mengedikan bahunya. Meski sudah menikah dengan Sakti, ia masih bisa menafkahi dirinya sendiri jadi tidak terlalu masalah. Paling tidak Sakti ada pekerjaan. Beranjak dari meja rias, Nara melepas heelsnya.

“Mau dibantu Ra?”

“Bantu apaan?” Nara melepas kalung dan aksesoris yang dipakai.

“Kebaya kamu, kayak di film gitu. Biasanya pengantin wanita kesulitan buka baju.”

“Matamu bantuin, aku bisa sendiri. Dasar kera sakti mesum.” Nara menuju walk in closet meninggalkan Sakti yang terkekeh.

Sakti menuju balkon kamar itu, menghubungi seseorang di showroom sambil merokok.

“Iya, urus surat-suratnya besok. Unit antar langsung ke rumah. Nanti alamatnya gue share,” ujar Sakti lalu menghis4p lagi rokoknya.

“Abang serius udah nikah?”

“Seriuslah, masa bohongan.”

“Wah, selamat ya bang. Kapan kita makan-makan, ajak kesini bang. Penasaran banget sama cewek yang mau sama abang, musibah kayaknya buat dia.”

“Cari mati lo.”

Terdengar gelak tawa di ujung sana.

“Tapi bisa jadi emang musibah, anak sultan. Nggak nyangka gue berjodoh sama yang begini. Apa bisa gue nafkahi dia.”

“Bisalah, pasti bisa.”

Sakti menggerus rokoknya di lantai balkon lalu mengakhiri pembicaraan, terdengar suara dari dalam kamar. rupanya Nara sudah selesai.

“Ra, aku belum bawa baju, kamu ada kaos nggak?” tanya Sakti saat menutup dan mengunci pintu balkon.

Nara kembali ke walk in closet dan keluar membawa kaos event yang tidak pernah dia pakai.

“Nih, muat kali, ukurannya besar. Masih baru, belum pernah aku pakai.” Meletakan di atas nakas lalu menaiki ranjang.

Sakti melirik istrinya yang mengenakan piyama satin pendek.

Sengaja menggoda atau gimana sih, ingat yang semalam aja bikin otak ngeres, batin Sakti.

“Aku biasa tidur pakai lampu temaram, biarkan tetap dingin dan jangan ganggu. Kamu tidur aja di sofa.”

“Semalam terang benderang juga nggak protes,” seru Sakti sambil melepas satu persatu kancing kemeja dan mengganti dengan kaos.

“Itu lagi mab0k bapak kera, kalau sekarang aku lagi sadar sesadar-sadarnya. Eh, mau ngapain?” tunjuk Nara saat Sakti menurunkan celana panjang yang dipakai menyisakan hanya boxer saja.

“tidur Ra, masa pakai beginian. Nggak usah kaget juga kali, tadi pagi kamu sampai terpukau. Penasaran sama isinya ya.”

“Ish dasar me_sum. Iya juga sih penasaran, apa milik lo sesakti nama lo.”

“Gimana kalau kita buktikan?”

“Ogah.” Nara melempar bantal dan terjatuh di kaki Sakti. “Tidur di sofa, balkon atau wardrobe, asal jangan di sini.”

“Yaelah, nggak seru amat malam pertama kita.”

 

***

“Gil4, Sakti tidak waras. Bisa-bisanya dia kasih mahar mobil mewah. Nara masih sanggup beli, keluarganya kaya raya,” oceh Sinta saat tiba di rumah. “Aku yang membesarkannya belum pernah dia kasih mobil. Benar-benar tidak waras.”

“Sudahlah bu, bukan itu masalahnya.”

“Iya masalah pak, kita gagal berbesan dengan Pak Jimmy malah anak si4lan itu yang jadi menantu keluarga Wijaya. Kamu juga Samir, kenapa nggak sabar aja dan terima Nara. Bayangkan kehidupan kamu ke depan, Jimmy akan kasih plaza itu ke kamu nggak mungkin cucunya becus masalah bisnis,” tutur Sinta masih mengoceh menyesalkan apa yang sudah terjadi. “Masalah Nara yang bekas Sakti kamu masih bisa beli perempuan lain di luar sana yang masih gadis.”

Samir menekuk wajah, ada benarnya apa yang disampaikan Sinta. Seharusnya dia tidak gegabah dengan mengatakan tidak ingin bekasan orang. Kalau saja dia lebih bersahaja dan menerima Nara apa adanya mungkin Jimmy akan simpati. Semua sudah terlambat.

“Sudah, yang lewat jangan disesalkan. Yang harus kita pikirkan bagaimana kerja sama dengan keluarga Wijaya tetap terjalin dan kita harus memanfaatkan Sakti dan Nara. Lusa undang mereka kemari kita makan malam.”

“DI sini? Kenapa nggak di restoran aja,” keluh Sinta.

“Di sini saja, kita lebih leluasa menyambut Nara. Bagaimana pun caranya kita harus sambut baik dia, ambil perhatian dan simpatinya,” jelas Naryo.

“Aku ke kamar,” ujar Samir beranjak dari sofa.

“Kamu jangan mangkir, singkirkan dulu ego dan masalah kalian. Keluarga kita harus lengkap saat menyambut Nara.”

Samir menghela nafas lalu mengangguk merespon perintah ayahnya. Memasuki kamar dan berbaring menatap langit-langit kamar.

Hubungan Samir dengan Sakti memang tidak akur, disebabkan olehnya sendiri. Selalu bersikap tidak ramah dan menyulut kemarahan. Yang membuat jengkel, Sakti membalas dengan cuek. Bukan karena takut, melainkan malas bertengkar.

Namun, semua kesabaran ada batasnya. Begitu pun dengan Sakti. Emosi Sakti meledak saat gadis yang didekati bahkan sudah berstatus kekasih ketahuan tidur dengan Samir. Sakti mengamuk karena dikhianati oleh Rosa kekasihnya saat itu juga Samir. Dengan penuh keyakinan Rosa memilih Samir yang memiliki segalanya dibandingkan Sakti.

Rosa dan Samir akhirnya menikah dan baru tahu kalau keluarga itu tidak seperti yang terlihat di luar dan tidak sekaya yang diumbar oleh Samir. Pernikahan mereka hanya bertahan beberapa bulan saja.

“Hah.” Samir mengusap kepalanya frustasi. Menyesal pun percuma. Bagaimanapun ia harus mencari cara untuk meluruskan rencana awal. Ia tersenyum smirk teringat seseorang.

“Rosa,” ucap Samir. Mengingat bagaimana kecewa dan marahnya Sakti akan pengkhianatan Rosa. Bisa jadi begitu mencintai wanita itu. Ada ide gil4 di kepalanya. “Pasti berhasil, Sakti masih mencintainya.” 

1
Quinza Azalea
next
mmh nengmuti
semoga hamil nya kembar 3 atau 4 biar anak kera bisa ngalahin anak kucing🤣
Iccha Risa
moga aja.... duhh ada Sakti sama Nara junior
Shee
sejelas itu sakti ngejelasin kondisi nara, sedetail-detailnya 🤣🤣🤣🤣
semoga aja bener nara hamil, duh kalau beneran hamil sakti lebih pocecip lagi ini🤣
Shee
astaga sakti lebih-lebih gila lagi g ketulungan dari pada guntur🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
Harapan mami sama dengan harapan Nara...
Siti Dede
Mamih Anggi baik banget yaaa
Delvyana Mirza
Dasar ulat bulu,kalau da di usir ya pergi aja,ngapain lagi coba,
juwita
ada yah org g tau diri g tau malu muka tembok bebal ttep ngejogrok di situ walo pun udh di usir. jgn" wasiat itu bohong
Felycia R. Fernandez
anak tiri ingin menjadi anak kandung...
cari noh bapakmu,minta harta ma dia
hasatsk
udah syukur ada yang nampung,ga tahu malu banget.diberi hati minta jantung🤣🤣
Iccha Risa
mereka ga tau malu banget, padahal mah opa udh baik kebangetan dikasih usaha disuruh pergi pun disiapkan rumah, apalagi si serli sakit jiwa mentalnya pelakorr dih... tindakan yg memang buat keselamatan Nara takutnya bukan didorong lagi...
wahh Kaka othor syibukk cenah, semangat ya ....
Shee
lah menatu juga dah mantan, cucu kandung juga bukan tapi masih aja tinggal disitu g tau malu🙄🙄

kadang manusia suka merendahkan diri hanya demi uang. 😒😒
hiro_yoshi74
wk wk baru juga dapat teguran dari papi buana ehhhhhh dasar sakti ndablek
Felycia R. Fernandez
bener2... hati hati kejebak aja,
apalagi sampe jilat lepehan sendiri
Kas Mi
jangan mkn kuaci mulu..tar bibir jontor lg🤭
Ahmad Ibrahim
dari awal baca Sakti-Nara udah terkera kera aq kak
Iccha Risa
busyet ulet bulu mulai aksinya gakan tergoda, ada Nara yg halal yg setiap waktu buat Sakti tergoda..
Muhamad Carllo
💪💪💪💪 thor, ahir2 ini up nya sering telat2....
dtyas (ig : dtyas_dtyas): iya kak 😄,
total 1 replies
Quinza Azalea
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!