NovelToon NovelToon
Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:27.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Satu jebakan di pesta sang adik tiri merenggut kesucian Aline.

Satu fitnah kejam membuat ayahnya tega mengusirnya dalam keadaan hamil.

​Diusir, dikhianati, dan tidak punya arah, Aline berada di ambang keputusasaan. Namun, tepat sebelum dia menyerah pada takdir, pria asing yang tidur bersamanya malam itu kembali datang dan mengajaknya pergi.

​Demi bayinya, Aline nekat ikut dengan pria yang bahkan tidak ia kenali itu. Akankah pria tersebut menjadi pelindung barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 34 MULAI MENUAI

Asisten rumah tangga itu, yang biasa dipanggil mbak Mirna tampak sangat gelisah saat dimintai biaya untuk pembayaran pengobatan majikannya.

Kini Mirna sedang berada di bagian administrasi untuk mengisi data-data majikannya. Lalu ia dialihkan ke meja kasir rumah sakit tersebut untuk melakukan pembayaran rawat inap dan juga menebus obat Dimas. Namun apalah daya ia uang dari mana pekerjaannya saja hanya seorang pembantu.

"Buk, bagaimana dengan pembayaran nya? Pasien tidak akan mendapatkan perawatan jika soal pembayaran nya saja menunggak." jelas perawat tersebut.

Mirna sangat cemas apalagi ia yang membawa majikannya ke rumah sakit. "Suster! Bisa tidak berikan waktu dulu. Saya akan mencoba menghubungi anak dan istrinya." pinta Mirna dengan nada memohon semoga mendapatkan keringanan dari pihak rumah sakit tersebut.

Sang perawat tersebut mengangguk. "Baiklah Buk! Kami akan tangani pasien dan memberikan obatnya sekarang, asalkan dalam waktu tiga hari anda sudah bisa menyelesaikan pembayarannya."

Mirna langsung mengangguk cepat setelah mendengar hal itu. "Terima kasih, Sus! Kalau begitu saya permisi pulang dulu, saya akan segera menghubungi keluarganya agar secepatnya datang ke sini."

Perawat itu mengangguk pelan. Setelah itu Mirna langsung meninggalkan area rumah sakit tersebut. Mirna melangkah menyusuri koridor rumah sakit pikirannya tidak berhenti memikirkan keberadaan anak kandung majikannya. "Sebenarnya ada di mana Nona Aline?" gumam Mirna.

Saat tiba di luar rumah sakit Mirna langsung naik ojek, tujuannya kini kembali ke rumah majikannya lebih dulu siapa tau Sinta dan Nana sudah kembali. pikirnya.

Tidak membutuhkan waktu lama. Kini ojek yang di tumpangi Mirna sudah terparkir di halaman rumah Dimas yang sudah di garisi polisi dan bertuliskan papan RUMAH DISITA PIHAK BANK.

"Ya ampun! Ternyata Tuan Dimas sudah bangkrut, terus saya harus cari siapa? Buat ngasih tau kalau beliau berada di rumah sakit." bisik Mirna merasa perihatin dengan nasib majikannya.

Setelah melihat bahwa rumah disita dan tidak ada istri dan anak tiri majikannya. Mirna memutuskan untuk pulang. Ia kembali menaiki ojek tersebut menuju rumahnya.

Namun, alangkah senangnya Mirna akhirnya menemukan Nana dan Sinta berada di toko elektronik yang tidak jauh dari sana.

"Nyonya Sinta! Non Nana!" panggil Mirna sedikit berteriak yang kini masih berada di atas motor. Ia langsung menepuk pundak tukang ojek tersebut. "Bang berhenti dulu... Bang!"

"Aish! Buk, bikin kaget saya saja. Untung tidak kenapa-kenapa!"

"Maaf Bang saya lagi buru-buru. Jangan kemana-mana tunggu saya kembali!"

Setelah mengatakan itu Mirna langsung berlari menghampiri Sinta dan juga Nana.

Setibanya dihadapan mereka Mirna tampak ngos-ngosan ia mencoba mengatur napasnya untung saja wanita paruh baya itu masih gesit, seolah sedang mengejar seorang pencuri.

"Kenapa Bibik, manggil-manggil saya?" tanya Sinta dengan raut wajah yang sinis.

"Nyonya Sinta, sebenarnya saya mau memberitahu Nyonya! Jika Tuan Dimas sedang berada di rumah sakit."

"Urusannya sama kami apa?" sahut Nana sambil memutar bola matanya dengan malas saat mendengar hal tersebut.

"Kalian kan keluarganya Tuan Dimas! Kenapa kalian terlihat tidak perduli?"

"Suka-suka kita lah. Lagian Ibu saya sudah mengajukan gugatan cerai, sebaiknya jangan ganggu kami lagi!"

Setelah mengatakan itu Nana dan Sinta pergi dari sana. Meninggalkan Mirna yang menatap mereka dengan pandangan tidak percaya.

"Maaf Tuan Dimas..." gumam Mirna saat bayangan majikannya yang sedang kritis di rumah sakit terlintas dalam benaknya.

"Saya sudah memberitahukan istri dan anak tiri, Tuan. Bukannya saya tidak kasian dengan kondisi Tuan saat ini, tapi saya juga tidak punya banyak uang untuk membantu, semoga saja pihak rumah sakit memberi Tuan keringanan." lirih Mirna yang akhirnya memutuskan untuk tidak balik lagi ke rumah sakit tersebut.

*

*

*

Di sisi lain, Nana dan Sinta langsung bergegas masuk ke dalam mobil yang tidak jauh terparkir di sana.

"Bagaimana? Apa kalian sudah membeli ponsel baru?" tanya laki-laki paru baya tersebut saat mereka sudah berada di dalam mobil.

Nana memberengut kesal bibirnya di maju-majukan seperti bebek. "Tidak jadi! Om Baskoro! Tiba-tiba ada lalat pengganggu."

Laki-laki paru baya itu tersenyum tipis. Sambil merangkul Sinta yang berada di sampingnya. "Kenapa masih panggil Om! Panggil saya Papih." pintanya dengan nada yang tersirat niat tersembunyi. Matanya menatap Nana lewat spion tengah dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Betul Nana! Sebentar lagi Om Baskoro akan jadi ayah baru kamu." sahut Sinta tiba-tiba.

Nana yang pikirannya hanya dipenuhi uang dan napsu belanja sana sini, tidak melihat tatapan laki-laki paruh baya itu terhadapnya. Ia hanya tersenyum manis sambil mengangguk antusias. "Iyah, Papih!"

"Sekarang saya akan membawa kalian, ke sebuah apartemen yang sudah saya beli khusus untuk tempat tinggal baru kalian." ucap Baskoro. Lalu ia melajukan mobil itu menuju tempat yang sudah ia siapkan.

Nana dan Sinta saling lirik lewat spion yang berada di tengah mobil tatapan mereka seolah mengatakan. Hidup kita akan baik-baik saja apalagi sudah lepas dari Dimas dan membawa sertipikat satu perusahaan di Bandung yang atas nama mereka berdua.

Tidak membutuhkan waktu lama. Kini mobil yang Baskoro kendarai akhirnya berhenti di sebuah apartemen mewah.

Nana dan Sinta memandang bangunan yang menjulang tinggi itu dengan pandangan berbinar-binar. Mereka tampak sangat antusias dan tersenyum mengembang.

"Mas... Ini benar apartemennya?" tanya Sinta dengan bergelayut manja di sebelah tangan Baskoro.

"Tentu saja! Apakah kamu menyukainya?"

Sinta mengangguk cepat lalu bergegas turun dari sana, akhirnya lepas dari Dimas kini ia mendapatkan laki-laki yang jauh lebih kaya dari suaminya itu. Pikir Sinta sambil tersenyum miring.

Nana yang masih berada di dalam mobil tidak ingin membuang-buang waktu lagi. Ia langsung menyusul ibunya memandangi bangunan pencakar langit yang mewah dan menjulang tinggi dengan gagah.

Baskoro yang melihat kedua wanita itu hanya tersenyum tipis. Lalu ia turun menyusul keduanya.

Kini mereka menyusuri koridor apartemen itu. Hingga tiba di depan pintu nomor 302. Baskoro langsung menempelkan kartunya dan seketika pintu itu terbuka menampilkan interior mewah dan tampak sangat mahal.

Nana dan Sinta melangkah masuk dengan senyum mengembang.

Sementara Baskoro langsung menutup pintu itu dengan gerakkan perlahan.

Nana dan Sinta mulai memilih kamar yang mereka inginkan.

"Ibu! Aku mau kamar yang besar, ya." pinta Nana dengan wajah sok imut.

Namun, penampilan itu membuat Baskoro yang sedang memperhatikan mereka tampak sangat menikmatinya.

"Jangan! Nana!" tolak Sinta mentah-mentah. "Itu kamar untuk Ibu dan Om Baskoro."

Nana mendengus kesal terhadap ibunya. "Ya sudah deh!"

"Tidak apa-apa... berikan saja untuknya." ucap Baskoro tiba-tiba, suaranya terdengar tegas dan tersirat makna tersembunyi.

1
Key
salfok sama Dady. Saking paniknya, sampe bawa Vas bunga. OMAYGAT diluar prediksi BMKG
Key
Erlangga hebat juga ya, bisa bertahan 1 Minggu tanpa asupan infus atau apapun. Kalau orang normal biasanya sudah good by🥲
mawar merah
Semoga cepat ketemu keluarga ya Erlangga
mawar merah
Astagfitullah ya Allah bantulah Erlangga ya Allah. Itu pasti jebakan jika khansa masuk akan diteriaki kumpul kebo...
aira_kayla
makasih kak....
yah gantung🤭🤭🤭
semangat kak💪💪💪💪💪
aira_kayla
kak cepat pertemukan erlangga dg kluarganya kasian kak🙏🙏
Jing_Jing22: hehehe siap Kak Aira_ izin tag namanya ya kak🙏
total 1 replies
Key
Suami istri sama-sama nggak sadar apa jangan-jangan mereka janjian di alam lain ya🤭, semoga cepat sadar Erlangga, jangan sampe kamu jadi ubi😭
Key
Ada juga kok yg bikin laporan kehilangan tapi dimintai uang🤣 kocak emang🤭 tapi d negara lain deh kayanya🫣
mawar merah
Aku doakan kamu menjadi wapres yang akan datang nazar 🙏🙏🙏
mawar merah
Selamat Aline telah lahirnya baby Twins dengan selamat dan sehat 🙏🙏
mawar merah
Semoga semua sehat dan Baby twinnya lahir dengan sempurna dan sehay
mawar merah
Alhamdulillah Erlangga sudah sadar,, tapi lumpuh total semoga ada keajaiban ya Allah
aira_kayla
lanjut💪💪💪
Jing_Jing22: Siap kak Aira cantik. semoga berkenan untuk singgah🤭🫶
total 1 replies
Key
Sad banget, pas Aline sadar 😭 bawang banget sih thor
Key
ini kelopak maksudnya ya thor🤭
Jing_Jing22: hihihi salah tulis🤧
total 1 replies
Key
Bram marahnya serem banget, khodam ekor sembilanya keluar😭
mawar merah
Kadang anak-anak nakal itu punya bakat tersembunyi. Tapi karena keadaan dia memilih untuk jadi anak nakal
Jing_Jing22: hihihi🤭 iya kak mawar
total 1 replies
mawar merah
Ya begitulah kalau orang yang nggak punya akan di pandang sebelah mata..kalau ada uang minum pun disiapkan🤭🤭🙏🙏🙏
aira_kayla
yah jangan kejam" lok kak🤭🤭🤭
lumpuh nya sebentar saja woke🤭🤭🤭
Jing_Jing22: hihihi🤭 siap kak aira🫶
total 1 replies
mawar merah
Kasian kamu aline..kamu harus kuat demi si kembar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!