NovelToon NovelToon
CINTAKU MENTOK Di WANITA MALAM

CINTAKU MENTOK Di WANITA MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aquarius97

YANG SUKA ROMCOM... MERAPAT SINI✨

PLAGIAT, BISULAN SEUMUR HIDUP YA ! 👊🏻

Restu Anggoro Wicaksono selalu menjadi bahan tertawaan ketiga sahabatnya lantaran di usianya yang hampir tiga puluh tahun, pria itu belum pernah menyentuh seorang wanita.

Jangankan menyentuh, menjalin hubungan asmara saja Restu belum pernah.

Karena itulah, ia mendapat julukan si pria beku tak tersentuh.

Sampai suatu malam, ketiga sahabatnya menyusun rencana gila. Mereka kesal melihat hidup Restu yang terlalu flat.

Akhirnya, mereka bertiga nekat mengirim Restu ke kamar VIP di sebuah klub malam.

Malam itu seharusnya hanya menjadi kenangan singkat Restu bertemu wanita sewaan ketiga sahabatnya. Tapi anehnya, wanita itu justru terus memenuhi pikirannya.

Sayangnya, wanita itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Sementara Restu terjebak dalam pencarian panjang di tengah tekanan keluarga yang terus menuntutnya untuk segera menikah.

Apakah Restu bisa menemukan wanita malam itu kembali? Yuk, ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 CMDWM

Restu membuka matanya perlahan sambil memegang kepalanya yang berdenyut nyeri.

"Akh... di mana gue?" gumamnya parau.

Keningnya berkerut pelan. "Apa yang terjadi?" bisiknya lagi, berusaha merangkai ingatan yang masih terasa samar.

Saat bayangan semalam mulai muncul sedikit demi sedikit, Restu spontan menoleh ke samping. Dan seketika, matanya membelalak. Seorang wanita terbaring tepat di sisinya, dengan pundak terekspos dan sebagian tubuh yang hanya tertutup selimut tebal.

Napasnya tercekat.

Perlahan, ia menunduk menatap dirinya sendiri yang juga sudah tidak lagi berbalut kemeja maupun jas. Dadanya telanjang, hanya bagian pinggang ke bawah yang tertutup selimut.

"JANCOK, KOK ISO IKI?!" umpatnya frustasi. (Jancok, kok bisa begini?!)

Perkara Clarissa dan Ayu saja sudah cukup membuat kepalanya pening. Kini ditambah lagi dengan keberadaan seorang wanita bernama Nadine, yang bahkan tidak benar-benar ia kenal. Dengan geram, Restu menyibak selimut itu secara kasar. Ia segera meraih pakaian yang tercecer di lantai, lalu melangkah cepat menuju kamar mandi.

Brak

Begitu pintu kamar mandi tertutup, Nadine perlahan membuka matanya. Senyum licik langsung terukir di bibir wanita itu.

Sejak tadi ia sebenarnya sudah terjaga, hanya pura-pura tidur, menunggu Restu bangun lebih dulu dan melihat bagaimana reaksi pria itu setelah semalam berada di ranjang yang sama dengannya.

***

Ketika Restu keluar dari kamar mandi, Nadine sudah bangun, dan duduk di atas ranjang dengan bahu yang bergetar. Air mata bercucuran di pipinya.

Tatapan mereka bertemu sesaat, namun dengan cepat Nadine menunduk, seperti seorang wanita yang merasa ternodai.

Restu menghela napas kasar, rasa kesal dan bingung bercampur jadi satu. "Maafkan aku yang sudah bersikap kurang ajar padamu semalam," ucapnya datar, sedikit ada rasa penyesalan.

"Aku memang menyukaimu, Restu, tapi bukan berarti kau bisa memperlakukanku semena-mena, hiks! Aku… aku kotor sekarang… aku kotorr!" Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, bahunya terguncang seakan benar-benar hancur.

Restu menatap Nadine tajam. Tangisannya memang terdengar memilukan, tapi entah kenapa ia tidak merasa iba sedikit pun. "Lalu, apa yang kau inginkan?" tanyanya datar, tanpa ekspresi.

Isakan Nadine perlahan mereda. Sudut bibirnya tersungging tipis sebelum akhirnya ia menegakkan kepala, menatap Restu dengan mata berkaca-kaca.

"Nikahi aku, apalagi!" nada suaranya memang rendah, tapi mengandung tuntutan.

Nadine menyibak selimut, memperlihatkan seprai putih yang ternodai sedikit bercak darah. "Kau… kau telah merenggut kesucianku!"

Restu mengangkat sebelah alisnya, menatap Nadine tanpa sedikit pun rasa bersalah.

"Sorry, tapi aku tidak bisa menikahimu," ucapnya dingin. "Tapi aku akan memberimu kompensasi sebagai ganti rugi atas keperawananmu."

"Kenapa kau tidak bisa menikahiku?!" suara Nadine melengking, hampir histeris.

"Apalagi...aku tidak mencintaimu! Anggap saja kejadian semalam hanyalah sebuah kesalahan," jawab Restu dingin tanpa ragu.

"Kesalahan katamu?! Kau yang memaksaku semalam!" Nadine menuding dengan suara bergetar, air mata kembali mengalir.

Restu menghela napas kasar, matanya menyipit tajam. "Jangan membalikkan fakta. Semua tidak akan pernah terjadi, andai kau juga tidak gencar menggodaku, sebelumnya aku sudah memperingatkanmu untuk menjauh!"

"Sialan, kenapa dia ingat?" umpat Nadine dalam hati.

Ia tidak bisa mengelak, lalu hanya bisa menghembuskan napas pelan, mencari simpati Restu. "Tapi aku mencintaimu," ucapnya lesu.

"Aku tidak peduli! Aku tidak mencintaimu, bahkan aku tidak mengenalmu sedikit pun." Restu menekan setiap kalimatnya.

Wajah Nadine memerah, tangisnya berubah menjadi kemarahan. "Lihat saja! Aku akan meminta pertanggungjawaban pada keluargamu!"

Bibir Restu menyunggingkan senyum smirk. "Lakukan saja, kau pikir aku takut!" ia menjeda ucapannya sejenak.

"Pikirkan baik-baik. Terima kompensasi dariku... atau menikah denganku, tapi hidup seperti di neraka seumur hidup." Ancamnya, menusuk bagai belati.

Ia merogoh saku jas, lalu melemparkan sebuah kartu nama ke atas ranjang. "Jika kau berubah pikiran, segera hubungi aku!"

Tanpa menoleh lagi, Restu melangkah pergi, meninggalkan Nadine terdiam di kamar.

...🕊️🕊️🕊️...

Setelah meninggalkan hotel pagi itu, Restu memutuskan untuk langsung pulang. Hari ini, ia sama sekali tidak berniat pergi ke perusahaan. Begitu tiba di rumah, langkahnya langsung terhenti.

Nyonya Emma dan neneknya ternyata sudah duduk menunggu di ruang tamu dengan wajah masam.

Melihat itu, mood Restu yang sejak tadi sudah buruk langsung bertambah kacau. Ia mengembuskan napas kasar, bersiap menghadapi dua wanita rempong dalam hidupnya.

"Kau ke mana saja semalam?" tanya Nyonya Emma sambil menyilangkan kedua tangan di dada.

"Semua tamu sibuk menikmati pesta, sedangkan kau yang punya acara malah menghilang entah ke mana," sambung sang nenek dengan nada kecewa. "Ck!"

Restu melangkah mendekat lalu duduk di sofa tepat di hadapan neneknya.

"Tidak ke mana-mana. Aku cuma tidur di kamar," jawabnya santai sambil mengedikkan bahu.

Nyonya Emma langsung menepuk jidatnya. "Astaga, anak ini..." desisnya sebal.

Sementara sang nenek hanya menggeleng pelan, seolah sudah kehabisan kata-kata menghadapi cucunya itu.

"Harusnya kau berkeliling menyapa tamu." Nada suaranya penuh kekecewaan, "Kau tahu sendiri kan, relasi bisnis papamu itu banyak. Mereka bahkan membawa anak-anak gadis mereka yang cantik-cantik tadi malam, Res. Kenapa malah kau sia-siakan kesempatan seperti itu?"

"Cukup, Oma!" potong Restu frustasi. "Apa tidak bisa kalian berhenti membahas wanita terus?"

"Kau yang harusnya berhenti keras kepala, Restu!" balas Nyonya Emma tajam.

Wanita paruh baya itu menarik napas panjang sebelum kembali melanjutkan dengan nada serius. "Umurmu sudah lebih dari cukup untuk berumah tangga." Tatapannya mengunci putranya.

"Dan kali ini, Mama tidak mau dengar penolakan lagi. Mau tidak mau, kamu harus mencoba mengenal Ayu atau Clarissa lebih dekat."

"Cukup, Ma!" Restu bangkit, lalu menolak dengan tegas. "Restu nggak mau!"

Raut wajah Nyonya Emma mengeras. "Restu, kalau kamu tidak mau bertunangan dengan salah satu di antara Ayu atau Rissa, lebih baik kamu keluar dari rumah ini!" hardiknya penuh emosi. "Kalau perlu, tinggalkan kota ini sekalian! Mama malu punya anak yang tidak punya keinginan untuk menikah sepertimu!"

"APA! MAMA NGUSIR AKU?!" mata Restu menyipit tajam menatap ibunya.

Nyonya Emma sempat terdiam sesaat, tapi gengsinya terlalu tinggi untuk menarik ucapan itu kembali.

Restu tersenyum tipis penuh kekecewaan. "Baiklah..." ia mengangguk pelan. "Kalau itu memang yang Mama mau."

...ΩΩΩΩΩΩΩ...

Hmmm...Restu di usir ??? 🤔 Beneran nih Nyonya Emma?

1
Filan
Restu, ga yakin nih si Nadine ga ganggu lagi.
Filan
terlalu penasaran atau obsesi
Filan
Dia udah kesambet sih ya...
Miu.Nuha
masa lalu gk usah dibuka lagi...
Miu.Nuha
ber oh ria /Facepalm/
oh ah oh eh oh uh...
Miu.Nuha
akal2an Oma 😅
Miu.Nuha
ih kenapa pula ini Oma 🤭
apa oma kecewa Restu gk nikah2, hehe...
Miu.Nuha
hahaha ngelawak mulu neneknya 😭😭
Miu.Nuha
hilih, giliran nama cucuny aja gk mau nyebut, lupa apa niat ngelupa lagi nih 😫
Miu.Nuha
apa itu mendiang suami 🤔
Miu.Nuha
Omamu tau2 ketemu sama qiana, Res...
entah apa yg terjadi sama Oma, malah jadi akting jadi nenek pikun 😭
Miu.Nuha
mahal pak beli susu 😭😆
Miu.Nuha
mungkn saatny pk restu tampil 👍
gk mau kalah sama Angga
Miu.Nuha
calon istriku sholihah bngt, batin restu ❤
Miu.Nuha
stalker cucunya donk 😆😆😆
Miu.Nuha
takut ketauaann 😭
astagaa... bestiemu msh setia bngt Res smpe inget sama gadis yg bikin kamu gk bisa mupon...
Miu.Nuha
siap2 jadi Angga terus kamu Res kalo smpe nikah sama Qiana 😆😆
Miu.Nuha
untung bisa boong
Mingyu gf😘
heh justru itu bagus, karena se*s bebas sarang penykit
Mega Siregar
janganlah dipaksa...
jika buru2 tanpa mengenal baik pasangan yang ada hanya menimbulkan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!