Tyo Fuller, seorang detektif pembasmi kejahatan, tengah mencari siapa pembunuh orang tuanya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Raise Lee, vampir wanita yang tengah menghisap darah seorang manusia.
Tak disangka, setelah tak sengaja menyentuh tatto di pundak Tyo, justru membuat Raise Lee kehilangan sebagian kemampuannya untuk menghisap darah manusia.
Mengetahui kelemahan sang Vampir, akhirnya Tyo Fuller mengajukan perjanjian kerja sama memanfaatkan kemampuan indra penciuman dan penglihatan sang vampir untuk membantunya menangkap para penjahat, sedangkan Tyo akan menyiapkan darah sebagai makanan bagi Raise Lee.
"Penciumanmu berguna juga! bantu aku menangkapnya!"
"Itu mudah bagiku! pastikan kudapanku tersedia setelah ini selesai, minimal satu liter darah!" tegas Raise Lee memperjelas syaratnya.
Mampukah kerjasama dua makhluk berbeda itu akan berjalan semestinya?
Bisakah Tyo Fuller menemukan pembunuh orang tuanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#09
“Matanya berkilau, menyorot tajam menakutkan, oh! Ada apa dengan tingginya? Ke-kenapa di-dia ti-tinggi sekali?” pekik Tyo merasa ngeri tanpa menyadari bahwa kaki si wanita melayang di atas permukaan tanah hingga membuatnya terlihat lebih tinggi dan mengintimidasi.
Wanita itu dengan keras dan penuh tenaga mencengkeram pundak Tyo, bahkaan tenaga pria itu pun seakan tak mampu membendung besarnya kekuatan tekanan dan cengkeraman si wanita bertaring.
Namun kesadaran dan keinginannya bertahan membuat Tyo berusaha sekuat tenaga untuk memberontak.
“Kamu! Jangan harap bisa menyentuhku dengan mudah!”
Tyo mencengkeram balik lengan wanita itu, berusaha melepasnya dari bahunya yang mulai terasa panas saking besarnya tekanan cengkeram si wanita.
Pergumulan adu kekuatan pun tak terhindarkan, sialnya tubuh atletis Tyo terasa sangat ringan bagi si wanita, dengan sekali angkat wanita itu berhasil menerbangkan Tyo hingga tubuhnya terlempar beberapa meter dan mendarat menghantam batang pohon.
“Argh … sial! Sepertinya aku bukan berhadapan dengan manusia! Meski tak masuk akal, tapi apa dia adalah salah satu dari mereka?”
Tyo bangkit,membersihkan tubuhnya dari debu, serta melepas jaketnya, hingga ia kembali bersiap dengan kuda-kuda dan kepalan tinju kedua tangannya. Tampak jelas otot-otot keras dan tubuh atletis itu begitu menonjolkan kebiasaan baik Tyo yang suka berolahraga di antara kepadatan tugasnya mengejar penjahat.
SET!
Sial! Lagi-lagi wanita itu mendahului langkah Tyo, hanya dengan hitungan detik, wanita itu telah kembali mencengkeram bahu Tyo.
BUGH!
Kali ini Tyo berhasil mendaratkan sodokan lututnya tepat mengenai ulu hati wanita yang siap menerkamnya itu.
DUGH!
Dan satu lagi benturan kepala berhasil Tyo daratkan di dahi wanita itu.
Namun sia-sia, wanita itu seakan memiliki tenaga tak terbatas, kecepatan bergerak ya pun diluar batas, hingga wanita itu menyerang dengan pukulan tepat sasaran di punggung Tyo, membuat Tyo terhuyung dan jatuh terguling beberapa kali ke tanah.
“Sial! Ternyata bukan lawan yang mudah!” pekik Tyo.
Namun belum sempat ia bangkit berdiri, wanita itu tepat kembali berada di hadapan Tyo, melayangkan pukulan keras ke bahu kanan Tyo, dan kembali membuatnya jatuh terduduk ke tanah.
Tidak ada kesempatan! Satu kaki si wanita tepat menekan bahu kanan Tyo, membuatnya kesulitan untuk bangkit. Tyo menggenggam lengan kaki itu dengan kedua tangannya, berusaha menyingkirkan dari bahunya, namun kekuatan wanita itu terlalu besar, sehingga Tyo tak mampu meski hanya sekedar menggeser kaki itu.
SLAK!
Wanita itu menggerakkan kakinya,tepat mengenai wajah samping Tyo dengan sangat keras. Tyo terguling terseret ke samping sejauh beberapa langkah dengan darah sedikit terpercik dari bibirnya yang pecah.
Tyo terbatuk beberapa kali, ia masih berusaha bangkit, “Sialan! Baiklah aku tak akan main-main lagi!” tekadnya kembali memasang posisi kuda-kuda.
Kilatan mata merah kembali terlihat jelas di mata wanita itu tatkala melihat titik darah di sudut bibir Tyo, taringnya pun seakan menjadi lebih panjang dari sebelumnya.
“Tidak boleh lengah! Makhluk apapun dia, pasti punya titik kelemahan, yang bisa kulakukan sekarang hanya fokus dan bertahan.” gumam Tyo bersiap menanti serangan selanjutnya.
BAMP!
Sekali lagi Tyo tak berdaya menahan tendangan keras dengan kecepatan tinggi dari si wanita, Tyo kembali terjatuh terjungkal dan berguling beberapa kali.
“Kekuatan apa ini? Tubuhku rasanya remuk!” gumamnya di sahut dengan desisan seringaian si wanita.
Kerasnya tendangan itu, bahkan mampu sedikit mengoyak kaos yang dikenakan Tyo dan memperlihatkan sebuah tato bergambar simbol dua pedang baja yang disilangkan membentuk huruf X, yang memiliki bilah lurus bermata dua dengan gagang berbentuk salib [⚔️], tepat di pundak kanan Tyo.
Tyo masih mampu bangkit sekali lagi, dengan napas terengah, ‘Sial! Tenagaku hampir habis, bahkan tanpa sempat menyerang balik!’ batinnya seraya mengatur napas.
Lagi-lagi wanita itu melesat sangat cepat, kini telah berdiri lagi di hadapan Tyo. Melihat noda darah di beberapa bagian tubuh pria itu, membuat napsu lapar wanita itu semakin menggebu, dengan cepat kembali diremasnya kuat-kuat lengan Tyo hingga membuatnya tak mampu bergerak.
Dan satu pukulan tebas dengan sikunya,tepat mengenai tengkuk Tyo, wanita itu berhasil membuat Tyo ambruk lemas. Tak ingin membuang waktu, dengan gigi taring yang semakin panjang dan runcing, wanita itu siap menerkam.
Dicengkeramnya pundak Tyo kuat-kuat, dengan satu gerakan gigi taring itu pun mulai menembus kulit leher Tyo, membuat tubuh pria itu bergetar hebat.
Namun hal lain terjadi selanjutnya, tato di pundak Tyo tiba-tiba mengeluarkan cahaya yang sangat terang menyilaukan, bahkan telapak tangan si wanita yang menempel di sana tak bisa ditariknya, seakan ada kekuatan tersembunyi dari tato itu yang menghisap kekuatan si wanita vampir.
“Arrrgh!!!” pekik si wanita kesakitan saat melihat telapak tangannya mulai berasap. Selanjutnya tubuhnya bergetar hebat, masih dengan tangan menempel lekat di pundak Tyo tepat di tato itu.
Tubuh Tyo yang pingsan terbaring di tanah pun ikut bergetar sangat kuat. Tiba-tiba angin besar datang membawa gumpalan awan berwarna hitam dan mengelilingi keduanya.
“Arrrgkkk!” teriak keras si vampir wanita kesakitan, seakan awan-awan itu menunjukkan bilah-bilah pisau ke sekujur tubuhnya.
Awan itu semakin lama semakin pekat, dengan angin lokal melingkupi di dalamnya, memutar-mutar tubuh kedua makhluk itu dengan sangat cepat, hingga akhirnya menghempaskan ya ke tanah dengan sangat keras.
Beberapa saat keduanya tergeletak tak berdaya. Wanita itu yang bangkit pertama dengan susah payah dengan ekspresi bingung.
Tak lama kemudian, Tyo pun membuka mata, di saat yang bersamaan, bulan yang sejak sore selalu berselimut awan mendung, tiba-tiba berangsur menampakkan cahayanya yang terang dan bulat sempurna.
“Ap-apa ini? Cahaya terang apa ini? Apa aku sudah mati?” pikir Tyo perlahan bangun dan duduk dengan heran.
Tyo mengedarkan pandangannya ke sekeliling, matanya menyipit menyadari situasi dan tempat yang masih tak sadarkan sebelum dia pingsan tadinya.
Lalu mata tajamnya menangkap wajah seorang wanita yang tadi bertarung dengannya,
“Apa yang terjadi? Kenapa vampir itu pun terluka wajahnya?” gumam Tyo memperhatikan.
WUSH!
Secepat kilatan cahaya, wanita itu tiba-tiba menghilang dari pandangannya.
“Kemana dia? Woy!” teriak Tyo seraya bergegas bangkit. “Aduh! Kenapa ini? Panas!”
Tak sengaja ia menyentuh pundaknya sendiri saat merasakan pegas di sana, “Kenapa pundakku terasa terbakar begini? Apa yang terjadi sebenarnya?”
Tyo menghampiri jaketnya, lalu mengenakannya, “Aneh, kemana makhluk itu tadi,” gumamnya seraya mengedarkan pandangan mencari-cari.
“Woy! Jangan kabur!”
BRUK!
Mata Tyo kembali terbelalak, ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, sesuatu terjatuh tepat dihadapannya.
...****************...
To be continue....
akhirnya tamat juga.
selamat ya Thor.
maaf baru bisa ngikutin.
beberapa hari pull terus.
tetap semangat, sukses juga di karya-karya berikutnya