NovelToon NovelToon
Penghangat Ranjang Mafia

Penghangat Ranjang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Jessica, seorang korban broken home yang terjebak dalam labirin kehidupan yang keras, dipaksa menjadi kuat oleh situasi, keluarganya yang retak. Dia memegang peranan sebagai tulang punggung keluarga untuk menyokong adik dan neneknya yang sakit-sakitan. Namun, dalam perjuangannya, Jessica terperangkap dalam dunia gelap yang tak pernah dikenalnya sebelumnya, dia harus terjerat dalam lingkaran pellacuran.

Di tengah kehidupannya yang rumit, dia bertemu dengan Zayne, seorang pria misterius di sebuah klub malam, yang membawanya masuk ke dalam pusaran kekacauan yang lebih dalam. Di tengah badai itu, Jessica dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau menyerah.

"Jangan coba-coba untuk kabur dariku. Ingatlah, Jessica, kau hanya milikku!" (Zayne Zhang)

"Aku bukanlah mainanmu. Kau tak bisa mengendalikanku hanya karena sudah membayarku di atas ranjang!" (Jessica)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Kesepian

Daniel berlari mendekati Zayne saat melihat pamannya tiba di rumah. "Paman, dari mana saja kau?" tanyanya, bergeming di dekat Zayne.

"Hari ini banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kenapa kau belum tidur?" balas Zayne, menunjukkan kekhawatirannya pada Daniel.

Meskipun lelah, Zayne merasakan kehangatan di samping keponakannya, mengusap puncak kepala Daniel dengan lembut. Tetapi di dalam, dia terus merenung tentang urusan bisnisnya yang semakin rumit, tanpa memperlihatkan kekhawatirannya pada siapapun.

Daniel menggeleng. "Aku tidak bisa tidur karena ada singa betina di sini dan dia sangat mengerikan," ujar Daniel, merujuk pada Amanda dengan sebutan itu.

Dan tentu saja Zayne tahu betul siapa yang dimaksud oleh Daniel. "Kau pergilah ke kamarmu, betina itu biar paman yang mengurusnya," ucap Zayne, sambil mengusap lembut kepala Daniel. Daniel mengangguk lalu meninggalkan Zayne begitu saja.

Setelah Daniel pergi, Amanda dengan penuh kepercayaan diri mendekati Zayne dengan niat menggoda. Namun, rencananya itu gagal, karena Zayne jelas-jelas tak tergoda.

"Kau sudah pulang, aku benar-benar cemas karena kau tidak kunjung pulang. Zayne, malam ini aku akan menginap di sini dan bagaimana jika kita menghabiskan malam bersama?" goda Amanda.

"Segera tinggalkan rumah ini dan jangan pernah menunjukkan batang hidungmu lagi dihadapanku. Amanda, apa benar-benar membuatku muak. Satu hal lagi, perjodohan konyol itu aku batalkan. Toh tua Bangka itu juga sudah lama mati, jadi aku tidak memiliki alasan untuk melanjutkan perjodohan itu," balas Zayne, membuat Amanda terkejut.

"Tidak bisa begitu!! Zayne, kau jangan keterlaluan. Itu adalah keinginan terakhir kakekmu, sudah seharusnya kau itu menurutinya, bukannya malah membatalkannya!! Pokoknya aku tidak menerima kau membatalkan perjodohan kita!" tegas Amanda.

"Terserah, tapi jangan mengharapkan apapun dariku, karena kau tidak ada artinya sama sekali bagiku!!" Zayne melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Amanda begitu saja.

Rasa frustasi memenuhi hati Amanda. Satu tahun berlalu, namun Zayne masih tak kunjung tergerak. Segala cara sudah dia lakukan untuk merebut hati pria itu, namun semuanya sia-sia. Tangan Amanda terkepal kuat, mencerminkan kekecewaannya yang mendalam. Hati Zayne tetap tak tersentuh, membuatnya semakin putus asa.

Amanda mengepalkan tangannya dan mengeluarkan ancaman dengan suara penuh amarah. "Jangan panggil aku Amanda jika tak bisa mendapatkan mu, Zayne Zhang!"

🌺🌺🌺

Nenek Maria duduk di kursi ruang tamu dengan wajah yang penuh kekhawatiran, matanya terus menerawang ke arah jendela, seolah mencari sesuatu yang tak terlihat. "Jess, aku cemas dengan Leon," ucapnya dengan suara gemetar.

Jessica menghampiri neneknya, ekspresinya penuh perhatian. "Kenapa, Nenek?"

"Nak, pikirkanlah bagaimana kehidupan Leon tanpamu dan tanpaku. Dia butuh bantuan kita," ujar nenek Maria dengan suara yang pilu.

Jessica menarik napas dalam-dalam, tatapannya berat. "Maaf, Nenek. Tapi aku harus menolak. Leon harus belajar mandiri. Dia tidak bisa selamanya bergantung pada kita. Dia harus belajar bertanggung jawab atas dirinya sendiri."

Nenek Maria mengangguk perlahan, namun ekspresinya masih penuh kekhawatiran. "Aku mengerti, Jess. Tapi aku takut dia kesulitan."

"Sekarang, aku yang kesulitan, Nenek. Leon mencuri uang dariku," ujar Jessica dengan nada kesal. "Dia harus belajar menjadi pria yang bertanggung jawab, bukan pencuri."

Nenek Maria terkejut. "Apa?! Aku tidak tahu tentang ini."

Jessica menggelengkan kepalanya dengan lesu."Aku belum bisa memaafkannya, Nenek. Dia harus belajar dari kesalahannya."

Ekspresi wajah Nenek Maria terlihat terkejut dan sedih. "Aku tidak bisa membayangkan Leon melakukan hal seperti itu," katanya dengan suara gemetar.

Jessica merasa sedih melihat reaksi neneknya."Maaf, Nenek. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih. Tapi aku harus jujur tentang apa yang terjadi."

Nenek Maria mengangguk perlahan. "Tidak apa-apa, Jess. Aku akan berbicara dengan Leon tentang ini. Dia harus menyadari kesalahannya dan memperbaikinya."

Jessica merasa lega mendengar kata-kata itu. "Terima kasih, Nenek. Aku harap Leon bisa memperbaiki kesalahannya dan belajar dari pengalamannya."

Nenek Maria mengelus pundak Jessica dengan lembut. "Tidak seharusnya kau memikul semua beban, Nak. Nenek sungguh menyesal karena membuatmu seperti ini. Jika saja keluarga ini masih utuh dan orang tuamu tidak bercerai, pasti semua akan baik-baik saja." ucap nenek Maria penuh sesal. Jessica menggeleng. Dia tidak ingin nenek Maria mengalahkan dirinya sendiri.

Tiba-tiba ponsel milik Jessica berdering menandakan ada panggilan masuk, dan kata 'Manusia Es Memuebalkan'' menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Dan siapa lagi yang memiliki julukan itu jika bukan Zayne?

"Halo, ada apa?" Tanya Jessica tanpa basa-basi.

"Sopirku sudah menunggumu di luar, cepat ganti pakaianmu dan temui aku, aku butuh teman untuk minum."

"Tapi ini sudah larut malam?"

"Siapa yang bilang ini masih siang. Jangan banyak bicara lagi, cepat datang kemari atau kau akan menanggung akibatnya!" Ucap Zayne memberikan ancaman.

Jessica menghela napas. Dia menggerutu sambil menatap layar ponselnya yang masih menyala dan panggilan yang masih tersambung dengan Zayne, bahkan dia mengeluarkan berbagai sumpah serapahnya. "Iya, iya, aku pergi sekarang juga, dasar manusia kutub menyebalkan!!"

Jessica mengambil langkah cepat menuju lemari untuk mengganti pakaian. Hatinya berdebar-debar, tidak yakin apa yang akan terjadi setelah dia bertemu dengan Zayne. Namun, dia merasa tidak punya pilihan selain menuruti perintahnya.

Sementara itu, Zayne mengakhiri panggilan dan tersenyum puas. Dia tahu Jessica tidak akan bisa menolaknya. Dengan santainya, dia menunggu kedatangan Jessica sambil merencanakan langkah selanjutnya dalam permainannya.

Tak lama kemudian, Jessica keluar dari apartemennya dengan pakaian yang berbeda, sebuah dress cantik sepanjang lutut. Dia merapikan rambutnya dan mengambil napas dalam-dalam sebelum melangkah menuju mobil yang menunggunya di bawah.

🌺🌺🌺

Sementara menunggu kedatangan Jessica, Zayne duduk dengan santainya di ruangannya. Pakaian tanpa lengannya menampilkan otot-otot yang kokoh saat dia meneguk cairan berwarna jernih dari gelas kristal. Tatapan matanya yang tajam memperhatikan setiap gerakan di sekitarnya, menunjukkan kesabaran dan kepastian dalam menunggu.

Ruangan itu dipenuhi dengan aura yang khas miliknya, seolah menandakan bahwa Zayne adalah sosok yang berbahaya. Tidak ada ekspresi yang mencerminkan apa yang ada di benaknya, namun di balik kesenyapan, pikirannya terus berputar tentang berbagai hal.

Pintu ruangannya terbuka, dan Jessica, yang telah dia tunggu-tunggu, akhirnya datang. "Kemarilah dan temani aku minum," ucap Zayne sambil mengulurkan tangannya pada Jessica, yang terlihat menghela napas. Dia ditarik oleh Zayne dan duduk di pangkuannya.

"Jadi kau memanggilku kemari hanya untuk menemanimu minum saja?" tanya Jessica dengan ketus.

Zayne menggeleng. "Tentu saja tidak, tapi aku butuh teman. Aku benar-benar sangat kesepian," jawab Zayne sambil memasukkan sebutir anggur ke dalam mulut Jessica sebelum akhirnya mencium bibirnya.

Jari-jari mereka saling bertautan di tengah ciuman yang berlangsung. Tanpa kata-kata, tapi tatapan mereka mencerminkan keimanan yang dalam. Sesekali Jessica membalas ciuman Zayne dengan penuh gairah menciptakan suasana yang semakin panas diantara mereka.

🌺🌺🌺

BERSAMBUNG

1
Dede Dengah Rumayar
lanjutannya mana yaa? jadi penasaran😊
U_Lee
makanya bang gak usah sok2an menganggap si Jessica itu adek angkat elu toh elu juga udah pernah bobok bareng ama dia... cemburu karena si Jessica deket ama si Vincent... daripada lu entar menyesal si Jessica direbut ama pria lain mending pikir ulang deh elu menganggap Jessica apa di hidup elu...😅
sella surya amanda
lanjut
Radya Arynda
menikah saja zayne dengan jessica,,,,biar kalian selalu ber sama....jangan ke duluan orang lain lho nanti nyesel
sella surya amanda
lanjut
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Bunda HB
Lho....lho...lho...mba thor udh tamat to piye iki...tulisan tamat
Ellnara: gak kak, masih lanjut kok. Ini lagi nulis buat bab barunya
total 1 replies
sella surya amanda
lanjut
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Bunda HB
Lama gk update kak thor,tk pikir udah END..😃
Ellnara: belum kak, masih lama . lagi sibuk aja sama si bocil
total 1 replies
yumna
sabr ya daniel ga boleh kecewa ya....
Sumawita
zayne kamu harus bisa mw jaga jesica sama Daniel, jngan sampai kamu lemah zayne,,
yumna
kau mnkn mulai mencintai jesi zayn
sella surya amanda
lanjut
Sumawita
mereka pantas mati
Radya Arynda
mantap,,,,benalu busuk seperti mereka memang pantas mendapat kan nya....semangaat jesica
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!