NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Vs Tentara Tampan

Gadis Cantik Vs Tentara Tampan

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:42.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cut Syifa R

Kehidupan perdesaan yang asri dan sejuk jauh dari perkotaan, di sanalah Kanaya Salsabila hidup bersama dengan kedua orang tuanya yang merupakan seorang kepala desa dan termasuk orang terpandang.

Kanaya hidup serba berkecukupan walaupun hanya di desa, dia juga gadis yang begitu anggun dan cantik. Polesan wajah yang masih natural membuatnya terlihat semakin cantik.

Kehidupan sederhananya berubah ketika dia di pertemukan dengan seorang tentara yang berhasil membuatnya tertarik untuk menjalin asmara.


Akankah hubungan mereka berlangsung hingga ke jenjang yangebih serius??



Happy reading 🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Syifa R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha Meyakinkan.

Siang itu secara tidak sengaja Glen bertemu dengan Kanaya di sebuah danau, Kanaya terlihat asik melempari batu ke danau tersebut. Glen yang Barus siap memancing memberanikan diri untuk menyapa Kanaya pikirannya juga tidak tenang jika mengabaikan gadisnya begitu saja.

"Permisi."

"Eh pak disini jugak." Walaupun gugup Kanaya berusaha menyembunyikan nya.

"Iya kebetulan pulang mancing, kamu sendiri ngapain di sini."

"Eum cari angin, silahkan duduk pak." Glen merasa lega karena Kanaya memperbolehkannya untuk duduk.

Keduanya sama-sama terdiam karena tidak tau harus memulai obrolan seperti apa, lidah Glen tampak kelu tidak seperti biasanya. Kanaya juga jadi salah tingkah sendiri Karena saat ini dirinya berdekatan dengan Glen, apalagi mereka hanya berdua.

"Boleh saya bicara." Kanayay mengangguk.

"Bicara aja pak."

"Naya boleh tidak jangan memanggil saya dengan sebutan pak, selisih umur kita gak jauh loh." Kanaya menggaruk keningnya.

"Jadi saya panggil apa."

"Panggil mas aja kayak kamu panggil anak yang di kantor bapak kamu." Naya terlihat berpikir.

"Mas galih maksudnya."

"Mana saya tau namanya, pokoknya yang kamarin ngasih minum ke kamu." Kanaya tersenyum ternyata memang benar galih.

"Oh itu mas galih, jadi saya panggil apa selain pak loreng."

"Pak loreng, saya punya nama Kanaya." Glen tidak habis pikir dengan gadis satu ini.

"Hehehe maaf pak, mana saya tau nama bapak."

"Pak lagi haduh, oke perkenalkan Kanaya nama saya Glen."

"Oke deh kak Glen aja ya, gak cocok kalau mas."

"Itu tau terus kalau bapak cocok gitu."

"Kan ada titlenya makanya saya panggil begitu." Glen hanya tersenyum.

"Umur kamu berapa." Tanya Glen.

"Eum mau masuk delapan belas sih. Kenapa kok nanyak umur kak." Glen tersenyum bahagia karena Kanaya tidak memanggilnya dengan sebutan pak lagi.

"Coba ulang sekali lagi, kamu panggil apa barusan." Kanaya memutar bola matanya.

"Kak Glen puas." Kanaya kesal karena di goda oleh Glen.

"Maaf Kanaya apa saya boleh bicara."

"Dari tadi kan bicara terus." Glen tertawa.

"Kamu ngambekan ternyata."

"Katanya mau bicara, buruan Bentar lagi sore loh kak."

Glen terdiam tidak tau harus memulainya dari mana tiba-tiba lidahnya terasa Kelu dan tidak bisa di ajak kompromi. Ingin sekali dia mengungkapkan perasaannya namun tertahan karena isi otaknya blank ketika bertatapan langsung dengan Kanaya.

Glen memutuskan kontak matanya dengan Kanaya, dia memejamkan matanya kembali mengingat apa saja yang harus dia katakan pada Kanaya. Ingin sekali dia mengeluarkan kata-kata kotor untuk dirinya, Kanaya sampai bingung melihatnya yang tiba-tiba merem sendiri.

"Kalau gak ada saya pulang dulu ya kak, nantik bapak nyariin."

"Tunggu Kanaya sebentar lagi aja ya." Kini perasaannya terasa sedikit rileks.

"Oke dua puluh menit ya kak." Glen mengangguk.

"Em Kanaya saya mau mengungkapkan sesuatu, tapi saya mohon jangan potong dulu pembicaraan saya oke." Kanaya mengangguk.

"Saya mencintai kamu Kanaya, saya mengerti mungkin kamu syok dan tidak percaya. Tapi percayalah ini beneran saya yang mengungkapkan saya benar-benar mencintai kamu sejak pertama kali kita bertemu." Kanaya terdiam dengan mulut yang terbuka.

Dia sangat terkejut dengan pengakuan yang keluar dari mulut Glen, semuanya terasa bagaikan mimpi. Namun yang berhadapan dengannya saat adalah Glen laki-laki yang baru saja menyatakan perasaannya untuk dirinya.

"Jangan di jawab sekarang, yakinkan hati kamu dulu baru kamu menjawabnya. Tapi saya mohon persiapkan kata kata yang ingin saya dengar." Kanaya terdiam tidak tau harus berkata apa.

"Mm tapi kak saya masih sekolah." Hanya itu yang bisa Kanaya katakan.

"Saya tidak mempermasalahkan sekolah kamu, kan sudah saya bilang. Persiapkan diri kamu dulu saya hanya ingin mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada pada diri saya."

"Dan satu lagi jangan pernah kamu terima laki laki manapun oke. Saya benar-benar tulus sama kamu Kanaya, izinkan saya menjaga kamu." Ungkapan Glen membuat Kanaya bingung.

"Kak saya masih kecil saya juga tidak mau jika sekolah saya sampai terganggu. Saya juga masih ingin meyakinkan bapak biar mengizinkan saya kuliah di luar." Ungkap Kanaya dengan sedih.

"Kamu ingin kuliah di mana."

"Di Jakarta pak, saya ingin hidup mandiri dan mencari pengalaman baru. Tapi bapak susah untuk di bujuk, saya sedih makanya saya ingin fokus pada sekolah dulu biar bapak senang sama nilai saya." Kanaya tidak sadar jika dia bercerita begitu banyak pada Glen.

Glen tersenyum menanggapi celotehan Kanaya yang menurutnya sangat lucu. Kanaya terlihat begitu menggemaskan di matanya, ternyata dia masih begitu lugu dan polos.

"Saya akan bantu kamu untuk bicara ke bapak, tapi setelah kelulusan kamu bagaimana."

"Kak Glen serius." Tanya Kanaya cengo.

"Iya saya serius makanya pikirkan kembali pernyataan saya tadi oke." Kanaya langsung mengangguk dengan kegiatan.

Mereka berdua langsung akrab dan saling bercanda, keduanya banyak bercerita dan tertawa bersama. Glen merasa lega akhirnya Kanaya mau mendengarkan ungkapan isi hatinya. Walaupun masih harus menunggu jawaban tapi tidak masalah Glen yakin jika memang Kanaya hanya untuknya maka dia hanya tinggal menunggu saat itu tiba.

Selesai mandi Kanaya merebahkan dirinya di atas kasur, dirinya tersenyum membayangkan kejadian di danau tadi sore. Wajah Glen masih terbayang jelas di ingatannya, Kanaya merasa seperti orang bodoh. Dirinya belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, ternyata rasanya sangat indah.

"Tapi aku takut jika sekoahku sampai terganggu." Gumamnya kembali teringat jika dirinya masih harus mengejar nilai yang baik di sekolah.

Tok tok tok tok

"Naya makan malam dulu nak."

"Iya buk Kanaya keluar sekarang." Dia segera bangkit dan ikut makan malam bersama kedua orang tuanya.

"Bagaimana perasaan kamu di kelas yang sekarang." Tanya bapak.

"Eum biasa pak."

"Ingat kamu harus mencapai nilai yang bagus jika mau menempuh pendidikan di luar."

"Uhuk uhuk maksud bapak." Jantungnya berdegup kencang.

"Bapak izinkan kamu memilih mau kuliah dimana asalkan nilai ujian akhir kamu harus memuaskan." Kanaya tidak bisa menelan makanannya lagi.

Ibunya juga kelihatan sangat senang akhirnya sang suami luluh dan memberikan izin untuk anak mereka.

"Makasih pak Kanaya sangat senang." Kanaya berhambur kepelukan bapaknya.

"Iya. Sekarang jangan pikirkan itu dulu kamu harus fokus sama belajar dulu, bapak tidak mau jika nilai kamu sampai menurun." Kanaya dengan mantap mengiyakan permintaan bapaknya.

Ternyata tidak sia sia dia berdoa sepanjang malam kini doanya sudah terkabul, Kanaya hanya tinggal memikirkan tentang sekolahnya yang sebentar lagi akan selesai. Dia juga berpikir apakah ini ada sangkut pautnya dengan Glen, dia akan menemui Glen dan bertanya besok.

Malam ini dia akan tidur dengan nyenyak, rasa bahagianya tidak bisa dia jabarkan. Rasanya benar-benar indah ternyata tuhan mendengar doa doanya.

1
Blueberry Solenne
Padahal di taksir cowok, dia malah pusing, ah gak peka ni😁
Blueberry Solenne
bisa2 di tikung temen ya wo.. m
Blueberry Solenne
setampan apa sih si Glen, jadi penasaran. apa sesuai cover kek song joongkinya? hahahah
Blueberry Solenne
Ih keren dong kalau warganya kompak
Blueberry Solenne
Jangan ampe berantem ni kalian bersua, mana suka sama cewek yang sama lagi
Blueberry Solenne
Gak apa2 si lihatin, yang penting cowoknya cakep Nay...
mama Al
cantik tapi ga mahal percuma
mama Al
Pinter Kanaya
mama Al
aduuhhh
Xia
duh... kayaknya bakal susah di restuin nih
Xia
ke-kenapa gak ngawasin langsung dari desa sih? baru lihat tuh CCTV sekrang!
Xia
Huh😒 Jesika kamu bodoh banget! mau aja jadi pemuas nih cowok!
Xia
ih katanya mapan, kok gak mampu nyewa hotel! 😒
Xia
ih najisnyo kakak adik ini😒
mochachino
🙄kan takut nya pada punya pasangan masing-masing ikh
mochachino
🙄kenapa di jodohkan
⧗⃟☕︎⃝❥Lou Yi
Untung lu tentara yak.. jadi punya alasan buat silaturahmi ke rumah pak desa🤣
⧗⃟☕︎⃝❥Lou Yi
Namanya kek penyanyi gak sih🤭
Cut syifa: banyak yang bilang 🤣🤣
total 1 replies
🦋Rosseroo🦋
mama Crish, dihh pen tek cubit boleh?
🦋Rosseroo🦋
Dihh, kok aku sebel sama temen mu ya pak. Emang dia presiden ya, sampe susah nolaknya 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!