NovelToon NovelToon
Terpikat Istri Orang Lain

Terpikat Istri Orang Lain

Status: tamat
Genre:Cerai / Poligami / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Janda / Tamat
Popularitas:183.4k
Nilai: 5
Nama Author: natural

Laura seorang wanita yang tumbuh di panti asuhan membuat dirinya menjadi seorang wanita yang sangat membutuhkan karih sayang seseorang, Laura begitu mencintai Gian suaminya hingga dia rela menjadi seorang yang bodoh mempertahankan pernikahan dengan orang yang mengkhianati dirinya di sisi lain baik Ibu dan Saudara Gian yang sesuaki hati pada nya membuat Laura merasa lelah dengan pernikahannya hingga satu saat ketika dia bekerja di sebuah perusahaan menjadi sekertaris seoang Gerald Graham ternyata pria itu menaruh hati padanya
"Pak Bapak tidak serius ka, bapak tahu saya sudah menikah".Laura mundur hingga tubuhnya menabrak tembok
"Aku tidak peduli Laura suamimu dan keluarganya tidak menginginkan mu tapi aku menignginkan mu lebih dari apapun yang ku ingin kan!!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Sekertaris

Rose benar-benar menarik Laura dari tempat wanita itu bekerja, begitu waktu sudah menunjukkan jam makan siang wanita muda itu terlihat sangat bersemangat

“Ayo kak, aku sangat lapar”. Rose sudah seperti anak kecil yang memaksa ibunya

“Sebentar Ros, aku sedang akan mengcopy ini sebentar saja dan akan selesai” Laura mengerjakan sisa pekerjaannya yang tingga sedikit itu

Dalam dalam waktu singkat itu juga Rose bertingkah memaksa seperti anak-anak membuat Laura sangat gemas hingga menjewer Rose

“Sakit kakak, kau pikir aku anak-anak apa!”. Rose mengusap telinganya yang terasa sangat panas “Ayo…!” Rose menarik tangan wanita itu ke arah kantin perusahaan

Hingga Rose memilih tempat duduk yang nyaman untuk mereka berdua di sudut ruangan sana

“Kenapa kakak terlihat sibuk sih, ini sudah menunjukkan jam istirahat kakak lebay sekali”. Rose merasa kesal dengan Laura yang sejak tadi fokus pada dokumen di tangannya “Padahal kita baru saja bertemu kenpa kau sangat sibuk?”

Laura menatap wanita di depanya dengan lembut “Maaf Rose aku sangat gugup karena ini adalah pekerjaan yang menurut ku berat aku harus menyampaikan laporan pada Presdir setelah makan siang”. Wanita itu menjelaskan dengan sabar agar Rose mengerti

“Benarkah?”. Rose membulatkan matanya heran “Kakak mendapakan posisi itu, huh pasti kariawan lain sangat iri dengan kakak”

“Iri? Memang nya kenapa?”.

“Ya banyak yang bilang jika Presdir adalah orang sangat tampan, tapi dia jarang ke kantor dan hanya akan datang ke kantor karena urusan penting saja”. Rose menjelaskan saksama “Oh ya dan satu lagi kakak harus berhati-hati pak Presdir adalah orang yang sangat perfeksionis dan tidak suka kesalahan walaupun itu hanya sedikit kakak bisa kehilangan pekerjaan kakak nanti”

Laura meneguk ludahnya susah payah apa separah itu hingga dia harus kehilangan pekerjaan karena kesalahan kecil saja begitu Laura menghembuskan nafasnya berat

“Kakak tidak usah khawatir, aku yakin kakak bisa mengatasinya kakak juga tidak seperti wanita biasanya yang suka gatal” Rose menenangkan hati Laura “Presdir tidak suka dengan perempuan yang suka caper”

Laura sedikit merasa lega karena dia sendiri tidak berniat menggoda pria dia sendiri sudah punya suami jadi mungkin itu akan lebih baik

 

*****

“Hufff…”. Laura menghembuskan nafasnya yang terasa sangat berat karena tekan yang dia terima dari Rose dan juga beberapa kariawan lain yang tadi sempat memberi peringatan padanya, wanita itu takut kehilangan pekerjaan yang berharga itu

Kenapa dia gugup seperti itu, mengemaskan sekali. Hanzo tersenyum miring karena tingkah Laura yang sejak tadi terlihat gusar sepertinya wanita itu sedang menghadapi tekanan yang teramat besar “Ingat jangan membuat kesalahan yang membuat presdir kesal pada mu”

Hanzo memberi peringatan sebelum pria itu membuka pintu besar itu

“baik pak”.

Di sana Laura melihat pria yang duduk dengan dokumen dan juga laptop di meja yang mewah dan besar dengan rancangan yang sangat modern tentunya

Pria itu menatap fokus pada pekerjaannya membuat Laura terpukau karena wajah tampan pria itu, Sial dia sangat tampan bahkan lebih tampan dari Gian, ck mungkin jika Gian mendengarnya dia akan membunuh ku hahaha

Hanzo dan Laura berjalan mendekat pada pria itu sedangkan pria yang tadi membuat Laura terpukau sesaat masih fokus dengan pekerjaannya

Hanzo memberikan dokumen pada pria itu membuat nya mengalihkan pandangannya pada Hanzo dan Laura, Pria itu menatap Laura dengan intens

“Jelaskan hasil pekerjaan mu”. Pria itu berbicara dengan dingin tapi matanya menatap lekat pada Laura hingga membuat wanita itu merasa greget dia belum tahu nama lengkap pria itu bahkan dia lupa nama panggilannya jadi hanya memanggil pak saja

“Baik pak saya akan menjelaskannya…..”. Laura lansgung berbicara dengan tegas tanpa keraguan dia tidak ingin mengecewakan Hanzo dan juga dirinya sendiri nanti

Hingga beberapa saat Laura menjelaskanya pria di depannya hanya mengangguk tanda dia mengerti dengan ucapan Laura, dan Hanzo yang mulai tadi mendengar penjelasan Laura mengenai anggaran mereka hanya bisa mengangguk kagum

Dia pikir jika Laura akan gagal seperti karawan lain tapi wanita itu bahkan tidak melakukan kesalahan apapun kecuali ketika Laura hanya menatap takut pada Pria di depannya

Hingga Hanzo menyadari sesuatu pria itu tertawa dalam hatinya . Hahaha pantas saja sejak tadi wanita ini gugup pasti dia belum tahu nama lengkap Adam

“Ada apa, kenapa kau tersenyum begitu?”. Gerald menatap Hanzo tidak suka “Kau bosan bekerja di sini?” Adam bersikap tegas walaupun Hanzo adalah temannya tapi di kantor semuanya berbeda

“Ah tidak pak aku hanya kurang fokus, maafkan aku”.

“Keluarlah”. Gerald memberi perintah ketika pekerjaan aura selesai dan Hanzo hanya memantau sebentar saja di sana

Laura mengikuti Hanzo dari belakang karena pekerjaannya selesai dia kana melanjutkan pekerjaan lainnya

“Siapa yang menyuruh mu keluar?”. Gerald menatap tajam pada Laura, membuat wanita itu enunjuk pada dirinya sendiri

“Ya kau siapa lagi, apa aku berbicara dengan hantu?”. Adam berbicara dengan dingin

“Gerald Graham….”. Hanzo berbisik pelan pada Laura sebelum pria itu meninggalkan ruangan itu

Laura merasa lega dia mengucap syukur dan terima kasih dalam hatinya, Hanzo ternyata pria yang sangat peka, wanita itu berjalan mendekat ke arah Gerald dan berdiri tepat di depan pria itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun

“Kau akan berdiri terus di sana sampai kaki mu menjadi beku”. Gerald berujar dengan dingin

“Bisa saya duduk tuan?”. Laura permisi dengan sopan dan di angguki oleh Gerald di depannya, wanita itu duduk dengan baik tanpa berbicara sepatah katapun dan begitu juga dengan Gerald pria itu juga banyak diam nya

Sampai kapan aku di sini aku sudah duduk selama 30 menit di sini sebenarnya apa tujuan pria ini. Laura menatap bingung pria di depannya tapi dia sendiri tidak berani bicara sekata patahpun

Hingga Gerald menyusun semua pekerjaannya dan menatap Laura lekat

Laura tersenyum kaku karena tatapan Gerald yang begitu intens padanya

“a…ada apa pak?”. Laura akhirnya berani bertanya pada pria didepannya itu

“Tidak Ada, keluarlah”.

Lalu untuk apa kau menyuruhku duduk di sini sialan!. Laura mengumpat kesal tapi wanita itu tidak juga pergi dia pikir Gerald hanya bercanda

“Tidak pergi juga?”. Gerald melotot menatap marah perempuan di depannya

“Maaf pak, saya permisi kalau begitu”. Laura berdiri dari hadapan Gerald tepat saat wanita itu akan menutup pintu ruangan Gerald kembali memanggil wanita itu

“Heh kembali!”. Perintah Gerald sontak membuat Laura kesal sekaligus heran dengan pria itu

“Ada apa tuan”. Jelaslah sedikit jangan membuang waktu ku!

“Mulai besok kau harus bekerja dengan ku”. Gerald memberi perintah yang membuat Laura bingung

“Maksud tuan?’

“ya kau menjadi sekertaris ku mulai besok dan perbaiki penampilan mu, kau sangat jelek”. Laura langsung tersenyum bukan karena senang dengan posisinya tapi karena ejekan yang di berikan pria itu ingin sekali Laura memberikan bogem mentah saat itu juga tapi apa di berani?

“kenapa kau tidak suka?’. Gerald menatap tajam

“Tidak pak saya sangat senang, saya berterimakasih atas kepercayaan bapak”.

“Bagus, kalau begitu bekerjalah yang benar mulai besok”. Gerald memberikan sebuah amplod coklat pada Laura “Pakai ini untuk membelikan alat make up dan baju baru, mata ku sakit meliihat penampilan mu itu”

Laura terbelalak kaget dengan pemberian Gerlad dia ingin menolak tap sekali lagi Gerald adalah pria yang tidak mungkin dia bantah wanita itu hanya menurut dan berterimakasih

1
Jade Meamoure
pernikahan ala barat ya yang aq ingat sih pernikahan d catatan Sipil baru pemberkatan gereja aq dan suami berlutut menerima pemberkatan tanpa cium bibir 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
duh gimana tuh sakitnya dia kalo tau kelakuan Salsa
Mamih Papih
outhor nihon go umai ne ..., itsumo ganbate ne ....👍
Hasnah Arshad
banyak sekali typing error
Widia nurasih
lanjut dong kk
Linda Jacob
Kecewa
Linda Jacob
Buruk
putih
keren
Lina Yulianti
alhamdulillah happy ending thor
Uthie
Duhhhhh.... Bagus nya 😃😃😃

Tapi kenapa End nya aga kurang menceritakan soal bagaimana juga kehidupan Hanzo dan Rose tuhh... mkn dengan anak-anak mereka 👍🤗🤗🤗
Lina Yulianti
loh thor ternyata ibunya camelia masih hidup di awal cerita memyebutkan ibunya meninggal. papanya yg membesarkan putrinya sendiri
Uthie
lucu 😂😂
Lina Yulianti
sering bgt thor salah dlm penyebutan untuk diri sendiri itu aku. sedangkan org lain kau. aku bacanya rancu thor
Uthie
Waduhhhhh... parah abis si William 😂😂😂
Lina Yulianti
banyak typonya thor. jad bingung aku bacanya shsunan kalimatnya masih sumbang
vivi sukrayani
BTW gimana kabarnya Gian,apa hidupnya udah lebih baik dengan anaknya?
Uthie
segeralah nikah 😆😆
Lina Yulianti
suami laura gian or rony
Uthie
iya iihhh.. sangat2 rendahan sekali 😡
Uthie
diapain kek wanita macam bgtu 😡😡
cuma modal seksi doang, otak Nol 👎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!