Kalau nggak suka dengan cerita ini langsung skip saja!!
Keyna Az-Zahra gadis cantik berhijab yang hidup dengan keluarga angkatnya dari umur 7th.Keluarga angkatnya begitu menyayangi dirinya sampai beranjak remaja kakak angkat Zahra menyatakan cintanya pada sang adik angkat.Namun,Zahra bingung dengan perasaannya sendiri.
Sampai dimana keluarga angkatnya menjodohkan dia dengan anak dari teman lamanya yang ternyata sudah pernah bertemu sebelumnya.
Bagaimana nasib percintaan Keyna Az-Zahra selanjutnya,apa dia akan menerima perjodohan yang di lakukan keluarga angkatnya atau menerima cinta kakak angkatnya dengan resiko dia di benci keluarga angkatnya sendiri . Sedangkan tanpa sepengetahuan Zahra ada seorang pria di dekatnya juga mencintainya.
Simak selengkapnya disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menerima Perjodohan
Keluar dari kantor Darel ,Zahra masih menggerutu karena sikap Darel yang menjengkelkan.
"Pengen rasanya aku bejek-bejek tuh orang. Seenaknya saja nentuin tanggal buat kita nikah. Bayangin saja ogah."gerutu Zahra.
Satpam yang melihat Zahra yang sibuk komat kamit merasa aneh melihat gadis itu.
"Kenapa non, kayaknya kesel banget. Lamaran kerjanya di tolak yaa..?" tanya satpam yang satu di depan lobby kantor.
"Lagi kesel sama bos kalian yang belagu itu. Sudahlah pak, semoga bapak nggak pernah kena semprot sama bos gend*ng itu." ucap Zahra langsung berlalu pergi.
Kedua satpam itu saling pandang melihat Zahra meninggalkan area kantor Darel.
"Lo percaya kalau bos kita gend*ng?" tanya satpam bernama Tono.
"Gen*eng sih nggak cuma serem sama kaku." jawab satpam bernama Kosim.
Dirumah Khairi kini Maria sedang berbincang dengan Yana. Dia menyerahkan katalog yang sempat staf kantor Darel antar kerumah.
"Bagus bagus jeng design nya lho,jadi bingung." ucap Yana melihat lembar demi lembar contoh undangan pernikahan untuk Darel dan Zahra.
"Aku juga nggak nyangka,ternyata team kantor Darel kompak banget sampai-sampai menyiapkan itu buat bos nya.Aku jadi terharu, padahal setahu aku Darel itu di takuti di kantor." ungkap Maria.
"Bukan takut mungkin,tapi..mereka menyegani, menghormati Darel." ujar Yana mengenai sifat calon menantunya itu.
"Terus gimana Aditya,apa dia akan pulang buat lihat pernikahan Zahra sama Adit ?" tanya Maria.
"Entahlah aku juga sudah berkali-kali nanyain dia tapi nggak di bales sama sekali pesan ku." ucap Yana dengan wajah sendu.
"Sabar, lnsyaallah setelah Zahra menikah dengan Darel dia akan pulang." ucap Maria.
Yana mengangguk mengiyakan ucapan sahabatnya itu. Bagaimana pun sebenarnya dia ingin Aditya bisa tinggal di Indonesia tapi, setelah Aditya kuliah S1 nya selesai dia memutuskan untuk pergi ke Australia melanjutkan S2 nya dan bekerja disana.
Lima tahun sudah Aditya jarang pulang. Rasanya rindu teramat sangat dengan anak laki-lakinya itu.
"Kalau gitu,aku pamit ya Yan, aku harus ikut mas Danu ke Makassar. Kami tahu sendiri dia selalu saja nggak mau pergi sendiri kalau dia harus menginap." ujar Maria.
"Okelah, semoga semuanya lancar dan kita selalu di sehatkan."
"Amin ." ucap Maria mengaminkan ucapan sahabatnya itu.
...----------------...
"Assalamualaikum.." ucap Zahra saat akan masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam,eh..anak ibu sudah pulang.Baru saja calon mertua kamu kesini." ucap Yana pada anak gadisnya.
"Oo.. aunty Maria ?" tanya Zahra.
Yana terkekeh mendengar pertanyaan sang putri.
"Tentu aunty Maria lah, siapa lagi. Tadi Maria kesini karena mau minta pendapat kamu soal undangan pernikahan kamu sama Darel. Sebentar..."
Yana bergegas mengambil katalog yang tadi Maria berikan padanya dan langsung menyodorkan ke Zahra.
Zahra menirima dengan wajah kikuknya."Cepat sekali mereka menyiapkan semuanya ini. Padahal aku belum juga bilang setuju." batin Zahra menoleh pada sang ibu.
"Ayo kamu lihat, kamu pilih kira-kira kamu mau yang mana." ucap Yana terlihat sangat excited.
Mereka membuka katalog tersebut dan memang benar adanya jika ada harga ada kualitas.
Zahra melihat setiap lembar katalog itu, rasanya begitu takjub dengan gambar yang ada di katalog tersebut.
"Seandainya aku melihat katalog ini atas dasar cinta mungkin aku sangat excited.Tapi, pernikahan seperti apa yang akan aku jalani nantinya. Tapi, jika aku menolaknya bagaimana kecewanya ibu dan ayah yang selama ini tidak pernah menuntut aku untuk melakukan apapun yang mereka mau ." batin Zahra sungguhlah bimbang.
"Bagaimana sayang, mana yang kamu suka. Bilang sama ibu, nanti ibu kasih tahu Maria." ucap Yana dengan senyuman lebar.
"Ibu, ibu bahagia dengan pernikahan Zahra dan anak aunty Maria?" tanya Zahra memegang tangan Yana erat.
"Kenapa nak, apa kamu nggak setuju dengan rancangan kami, apa kamu memiliki seorang kekasih saat ini?" tanya Yana.
"Buu..Zahra bukannya tidak setuju tapi, apa kak Darek nggak keberatan dengan perjodohan ini. Secara dia kan pengusaha sukses sedang Zahra siapa, hanya orang biasa. Zahra pun nggak tahu asal usul Zahra sendiri. Kalau nggak ada keluarga ibu mungkin aku sudah tinggal di panti."
"Ssstttt..jangan begitu, kamu punya asal usul yang jelas. Ayah kandungmu teman ayah, Hambali ayah kandung kamu, walaupun ibu belum pernah bertemu ibu kandungmu tapi, dia pasti wanita baik.Halimah,nanti suatu saat dia akan ketemu dengan kamu." ucap Yana memeluk tubuh sang putri.
"Kata ayah, aku punya saudara kembar.Apa benar bu?" tanya Zahra.
"Menurut ayah kandung kamu memang iya. Sabar yaa..suatu hari nanti lnsyaallah akan bertemu lagi." ucap Yana semakin mengeratkan pelukannya.
"Bagaimana sayang, apa kamu mau menikah dengan Darel?" tanya Yana lagi.
"Apapun yang membuat ibu dan ayah bahagia akan Zahra lakukan. Zahra ingin sekali membahagiakan ibu sama ayah. Zahra menerima perjodohan ini." ucap Zahra akhirnya memilih untuk menerima perjodohan yang di rancang untuk dirinya.
"Terimakasih sayang,ibu bahagia sekali. Ibu sama ayah yakin jika Darel akan membahagiakan kamu. Walaupun pernikahan kalian karena perjodohan, pastinya tidak ada yang bisa menolak pesona anak perempuan ibu ini..hehehee."
"Ibu bisa saja.."
Hahahaha..
...****************...
Jam empat sore saat Darel akan pulang tiba-tiba ponsel nya berdering.
Saat melihat siapa yang menghubungi dirinya membuat dirinya tersenyum miring.
"Hemmm.." ucap Darel saat menerima panggilan telepon itu.
"Gue sudah pernah bilang silahkan lo nikah sama siapa pun tapi, tidak dengan Zahra bajing*n !!".
Darel menjauhkan ponselnya dari telinganya saat mendengar suara yang begitu kencang di indra pendengarannya.
"Darel, dengar nggak apa yang gue bilang bang*at !!"
"Woii..woiii..santai bro, Lo ini kenapa kayak orang gil* saja teriak-teriak. Kuping gue budeg nyuk.." ucap Darel santai.
"Gue nggak akan pernah rela lo nikah sama Zahra."
"Dit, sudahlah..semua orang sedang sibuk buat mempersiapkan pernikahan gue sama Zahra jadi, lo nggak perlu dan mulai sekarang lo harus mulai menerima kenyataan jika suami Zahra itu gue."
"Satu lagi, gue harap lo hadir di acara pernikahan gue sama Zahra.Kalau pun tidak gue sih sangat bersyukur tapi, pastinya gue harus menjaga perasaan Zahra. Karena pastinya dia mengharapkan ABANG dia hadir di hari bahagia nya." ucap Darel menegaskan kata Abang untuk membuat Aditya sadar akan posisinya bagi Zahra.
Setelah mengatakan itu pun akhirnya Darel memutuskan untuk mengakhiri panggilan itu.
Darel menghela nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Mengingat kembali kejadian yang membuat Aditya begitu membenci dirinya.
"Gue akan buktikan, gue nggak seburuk apa yang ada di otak lo Dit." gumam Darel mengepalkan kedua tangannya mengingat kembali kejadian di masa putih abu-abu.
Bersambung
Wahhh...ada apa nih,kenapa bisa Aditya dan Darel seperti musuh.
Tunggu jawabannya di bab- bab berikutnya..🙏
Untung si Zahra bkn cewex lemah..
Ini yg bener yg mna?
crtanya bagus.....keren.....mantap.....Is The Best......💖💞😍😘