Hayu Merdeka, gadis desa 18 tahun yang bekerja sebagai babysitter di kediaman David Beckham. Seorang CEO tampan 28 tahun, pemilik Perusahaan logistik terbesar se-Asia.
Setelah satu bulan bekerja, Hayu dilamar oleh CEO tampan itu.
Apakah Hayu menerima lamarannya...?
🌸🌸Penasaran...! Ayo reader simak ceritanya.🌷🌷🌷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilema
Setibanya di kamar, David segera menidurkan Hayu diatas kasur single bed'nya.
Hayu masih memejamkan matanya,dan membalikan tubuhnya membelakangi David.
David mulai melangkah keluar kamar Hayu,
setelah beberapa menit David kembali lagi ke kamar Hayu untuk membawakan makanan kepadanya. Mengingat dia tadi meminta makan, karena perutnya lapar.
"Ayu....! makan dulu ini, aku membawakan makanan untukmu" ucap David sambil menaruh makananya di meja
Hayu yang mendengar suara David ada disampingnya, dia mulai merasa resah kembali, dia hanya diam tidak mau menoleh melihat wajah orang yang telah menodai setengah dari tubuhnya.
Karena tak ada Jawaban dari Hayu. David lekas mendekatinya, kedua tangan nakalnya memegang pinggang Hayu, mengangkat tubuh atasnya, untuk membantunya duduk.
Hayu tetap terdiam dalam posisi duduknya,
"Buka mulutmu, aku tidak mau kamu sakit! ucap David sambil menyuapi Hayu.
Hayu mulai membuka mulutnya, dan memakan makanannya dari suapan David.
"minum ini!" ucap David sambil meminumkan segelas air putih pada Hayu
Selesei makan, Hayu kembali merebahkan tubuhnya. "Aku mohon! Pergilah tuan.... aku lelah" pinta Hayu
"Baik... maafkan aku Yu, aku akan menunggu jawabanmu, sampai kamu siap" jawab David sembari menyelimuti tubuh Hayu dan bergegas meninggalkan kamarnya.
"Ya Allah, ujian apa ini. Aku tidak kuat... Ya Allah..!" ucap hayu dalam hati
Keesokan harinya
Elisa mulai membuka matanya,dia melihat Papa'nya tidur disampingnya,lalu dia mencari keberadaan Hayu.
"Pah... Pah... mana Tante Ayu?" tanya Elisa sambil membangunkan Papa nya.
"Tante Hayu tidur di kamarnya... sayang"
"Hari ini Tante, tidak bisa menemani mu, karena Tante sedang sakit" Jelas David
"Aku mau lihat Tante Ayu...Pah!" pinta El lagi
"Ya udah, Papa bantu El mandi, setelah itu kita sarapan di kamar Tante Ayu ya?" jawab David
Elisa menganggukkan kepalanya.
Hari ini adalah weekend.... David ingin mengurus anak semata wayangnya.
David dan anaknya pergi ke kamar Hayu, untuk mengecek keadaanya sekaligus mengajaknya sarapan.
"Cekreeekkkk!!!"
Disana terlihat Hayu masih berbaring ditempat tidurnya, dia enggan keluar kamar karena masih shock dengan kejadian semalam.
"Tante.... apa kaki Tante masih sakit?" tanya El
"Iya sayang, masih sedikit sakit" jawab Hayu sambil membalikkan badannya menatap El yang masih digendongan Papanya.
Elisa segera turun menuju tubuh Hayu, sedangkan David hanya berdiri tanpa sepatah kata pun, melihat wajah pucat Hayu.
"Tante.... kenapa dengan leher Tante? kenapa merah- merah seperti itu?" tanya El polos
Hayu mulai menunduk melihat banyak kissmark disekitar leher dan payudara nya. Dia mulai bingung menjawab pertanyaan El
"Itu Tante Ayu... alergi sayang !" jawab David menyela pembicaraan mereka. Dia takut kalau Hayu memberitahukan yang sebenarnya pada anaknya
"Iya El... Tante alergi makan kacang, semalam Tante makan kue yang ada selai kacangnya" jawab Hayu meneruskan jawaban David
Hayu memandang wajah David penuh dengan kebencian, dia ingin segera angkat kaki dari rumah yang membuatnya seperti di neraka ini. Tetapi disatu sisi, dia berat untuk meninggalkan El yang sudah mulai menyayanginya. Dia tidak mau menyakiti hati anak yang tidak berdosa itu, dia akan bertahan hanya untuk El.
"Ya udah.. Tante sarapan dulu, habis itu minum obat ya? Biar alergi Tante cepat sembuh.!" ucap El perhatian
David tersenyum mendengar perkataan anaknya, "Hemh .. emang ada ya obat penghilang kissmark." kata David dalam hati
Hayu, mulai menyuapi Elisa.. tiba-tiba David mendekat mengambil piring Hayu. Dia langsung menggantikan Hayu menyuapi anaknya."Sayang... Tante Ayu masih sakit. El gk boleh ganggu Tante dulu" ucap David
"Ya Pah"
"Tante Ayu...ayo makan juga" ajak El
"Ya El... Tante mau ke kamar mandi dulu" Jawab Hayu sembari pergi menuju kamar mandi yang letaknya agak jauh dari kamarnya.
Melihat Hayu berjalan timpang, David segera membantu memapah Hayu. "Sayang... makan sendiri dulu ya, Papa bantuin Tante Ayu dulu!" ucap David pada anaknya
"Ya... Pa!" jawab Elisa
Di luar kamar
"Lepaskan tuan, saya bisa sendiri" ucap Hayu sambil mendorong David
Tetapi David tetap kembali memapahnya tanpa menghiraukan kata-kata Hayu.
Di dalam kamar mandi
"Tuan tunggu diluar !" ucap Hayu kesal
"Tidak.... aku tunggu kamu disini, aku takut kamu kenapa-napa" jawab David tersenyum menggoda
"Pergi... tuan...Aku gak mau liat tuan" ucap Hayu semakin kesal
"Tenang...Aku cuma bercanda kok" jawab David sambil keluar.
Di dalam kamar mandi, Hayu segera mencuci mukanya, di depan cermin dia melihat banyak tanda merah bekas bibir nakal David.
Hayu memukul mukul pipinya karena sedikit frustasi dengan kelakuan David semalam. "Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
"Aku tidak mau menikah dengan orang seperti itu. Aku benci dengan Tuan David" ucap Hayu pada dirinya sendiri.
Di luar David mengetuk pintu berkali-kali. Dia khawatir pada Hayu yang tak kunjung keluar.
Hayu membuka pintu, dia kaget mendapati David masih berdiri didepan pintu dengan senyuman yang menggoda.
"Gimana Yu... apa kamu mau memaafkan ku" tanya David sambil memapah tubuh Hayu, sebenarnya David ingin sekali membopong tubuh berisi Hayu, tapi dia malu bila terlihat oleh anaknya
"Ya tuan aku akan memaafkan mu, tapi tolong jangan mengganggu saya lagi !"
"Kalau tuan mendekati saya lagi, saya akan pulang kampung bagaimanapun caranya." ancam Hayu
"Lalu.... bagaimana dengan lamaran ku?" tanya David mengerutkan keningnya....*
masa orang yg jual hayu gak dapat hukuman
lebaik Vicky SMA Eza
aku gak rela thoor kalau Vicky harus brtangg jawab atas benih orang
Sisil to gak baik.
semoga kamu dpt perempuan yg lbih baik vik
ngadu msalh mu rmh tgga mu ke mantan aneehh..
Thor, itu ☝️☝️☝️ sengaja ditulis : sayapan, ya?
💜💜💜💜💜😘😘😘😘 Ibu
eh, daerah mana itu