NovelToon NovelToon
PUTRI PALSU

PUTRI PALSU

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:62.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alma Kadier Carally

Aku terpaksa meninggalkan kehidupan di kerajaan & tinggal bersama bibiku di sebuah desa terpencil, menanggalkan gelar & bahkan namaku. Kejutannya tidak berakhir sampai di sana, ternyata aku memiliki kekuatan sihir yang terpendam. Dan saat aku membiasakan diri dengan kehidupan baruku, aku melihat peristiwa mengejutkan yang membuatku bertanya-tanya, mungkinkah gadis yang datang dari Panti asuhan yang di kelola para penyihir & diakui sebagai putri yang asli juga putri palsu sepertiku. Jadi siapakah putri yang asli ?! Ayo baca biar g penasaran🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alma Kadier Carally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9

Aku menduga tidak akan mungkin merasakan sakit hati. Dadaku terasa sesak, seakan-akan diimpit batu besar, & mataku terasa membara akibat air mata yang tak tertumpahkan. Tentunya tidak ada hal lain yang bisa membuatku merasa lebih buruk lagi, lebih tersesat & sendirian , daripada yang kurasakan sekarang. Namun, rasanya lebih menyakitkan saat berdiri di depan kerumunan & mendengar pria yang kupikir ayahku mengambil kembali namaku.

Di luar, dayang yang berbicara dengan penyihir berjubah hijau tertawa. Aku tidak bisa mendengarnya, tapi aku bisa membayangkan betapa santai & riang suaranya. Sekarang sakit hati yang kurasakan di aula sudah berganti menjadi mati rasa, hingga rasanya mungkin saja selama ini aku menjelajahi dunia di dalam bungkusan wol tebal.

Aku takkan pernah berdiri di sini lagi, batinku, Aku takkan pernah berjalan-jalan di taman lagi, atau makan bersama Devan di meja makan, atau tidur di tempat tidurku.

Aku harus pergi. Ayahku bukan, sang raja, aku mengingatkan diriku, sudah menjelaskan bahwa tidak boleh ada kerancuan saat Diana tiba. Jadi,aku harus pergi. Bibiku masih hidup & tinggal di Treb, & aku bisa diantar padanya. Dia bilang semua akan dilakukan dengan cepat, seperti mengamputasi sebuah tungkai, agar lukanya lebih cepat pulih.

Terdengar ketukan di pintu, & aku tersentak kaget, satu tanganku melayang & menghantam ambang jendela batu. “ Masuk,” aku berkata setelah giginya tidak mengertak lagi, & sesaat kemudian, dua orang pelayan perempuan yang nyaris tidak kukenal masuk kamar.

“ Kami akan membantumu berkemas, My Lady.”

Ujar pelayan pertama. Dia lebih tua dari pelayan satunya, rambut hitamnya bersemburat kelabu, & dia bicara dengan nada tegas. Pelayan kedua, yang lebih muda, menatapku dengan mata terbelalak. Biasanya, dayang-dayangku yang membantuku mempersiapkan sebuah perjalanan. Namun semuaya tidak bisa, setidaknya tidak sekarang & mungkin mereka mempersiapkan diri untuk kedatangan Diana yang asli.

“ Aku bukan Lady,” ujarku. “ Tidak lagi.”

Si pelayan pertama mengangguk, tapi wajahnya terlihat khawatir. “ Sesuka hatimu saja, Miss.”Dia melirik temannya dengan tatapan penuh makna, & keduanya mulai bekerja, mengumpulkan beberapa pakaian yang lebih sederhana & memasukkannya ke dalam sebuah peti kecil.

Saat menatap mereka aku menyadari tanganku masih terasa sakit, & aku mengangkat tangan lain untuk memijatnya agar tidak nyeri lagi. Aku memang tidak penah terlihat seperti putri sungguhan, batinku. Selama ini aku terlalu pemalu, terlalu canggung, terlalu udik. Merasa lebih nyaman berada di perpustakaan daripada jamuan makan, sangat mungkin tersandung saat menuruni tangga atau membentur tulang kering saat berdiri dari kursi. Rambutku selalu berantakan, mata & jemariku selalu berlumuran tinta. Seorang putri sungguhan tidak akan seperi itu. Seharusnya aku menyadarinya. Seharusnya aku sudah menduganya.

Ternyata mereka hanya membutuhkan waktu singkat untuk mengemasi barang-barang yang boleh kubawa. Setelah selesai, kedua pelayan mengangkat peti, mengangguk padaku, & pergi. Karena kedua pelayan itu tidak mengisyaratkan aku harus mengikuti mereka,, aku tetap berada di tempatku, menatap keluar jendela . Beberapa saat kemudian terdengar ketukan lain di pintu. Saat membukanya aku terkejut mendapati Ronald berdiri di sana.

“ Sudah saatnya pergi,” hanya itu yang dikatakannya. Ronald bersandar pada sebuah tongkat tinggi, yang tidak di gunakannya saat memanggilku di taman tadi pagi.

Aku mengangguk, menatap kamarku untuk terakhir kalinya, & melangkah ke koridor.

Aku tahu kabar burung menyebar dengan cepat di istana, tapi aku tidak tahu secepat apa.

1
Supriadi Adi
waalaikum salam
Dini
kk
Dini
semangat berkarya thor👍
Nabila
Keren
Pelangi
Keren👍
Ana
Keren
Ana
Author sulap jadi bidadari😀
Ana
Pasti gara2 kekuasaan nih.
Nanzkii
Keren thor🫶🏻
Nanzkii
Ciuman pertama Amelia diambil Jose😠
Nanzkii
Devan, Amelia rindu😁
Sity aminah aminah
sampai bingung mau komentar apa
Alma KC: Terima kasih sudah berkenan mampir 🙏🥰🌹
total 1 replies
Nabila
Luar biasa
Aulia
Keren banget
Adinda
Luar biasa😍👍🫶
Adinda
Kaburrr💪
Adinda
Menyelamatkan putri asli😍👍
Adinda
Luar biasa
Adinda
Perjalanan ditemani oleh Devan😍🫶
Adinda
Sukses belajarnya Amelia.💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!