Mengorbankan segalanya dan bahkan mendonorkan ginjalnya untuk sang ibu mertua.
justru membuat dirinya dibuang seperti sampah oleh sang suami dan keluarganya.
Karna dianggap penyakitan dan tidak dibutuhkan lagi.
Apa yang akan dilakukan pada si wanita cantik,untuk membalaskan dendamnya pada sang mantan suami dan juga keluarganya??
Follow Ig Me : Mitha_shin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 - Si Pendonor Ginjal
"Lihat bu,tampan sekali anak Randy dan Cintya kan?" ujar Rania sembari menunjukkan sebuah foto Cintya dan anaknya di dalam galeri ponsel Rania.
"Wah,kau benar..cucu ibu tampan sekali,rasanya ibu sudah tidak sabar ingin melihatnya langsung dan menggendongnya." jawab ibu Rania yang merasa senang saat melihat cucunya.
"Iya bu,aku juga ingin menggendongnya.Dia lucu dan menggemaskan.haha." ujar Rania tertawa kecil.
"Benar,kapan ya kita bisa melihatnya." ucap ibu Rania mengungkapkan keinginannya.
"Kita pasti akan melihat dan bertemu langsung bu,yang penting kesehatan ibu dulu.jika ibu sudah pulih dan keluar dari rumah sakit ini,kita akan langsung menemuinya." ujar Rania.
"Lalu dimana Randy??kenapa tidak menemui ibu?" tanya ibunya menanyai Randy.
"Dia masih menemani Cintya bu..Nanti sore dia akan datang,sekaligus menemui gadis itu." jawab Rania.
"Oh begitu,jadi bagaimana kondisi dia sekarang??" tanya ibu Rania tentang Zia.
"Aku tidak tahu,aku belum ada melihatnya..sehak operasi ibu berjalan sukses dan lancar aku tidak berniat ingin melihatnya." jawab Rania yang seketika datar saat menyinggung Zia.
"Kau ini,jangan langsung menunjukkan sikap tidak suka mu.Nanti dia bisa curiga." ucap ibunya mengingatkan.
"Tidak masalah,toh Randy juga akan mencampakkan gadis itu.selama ini dia dinikahkan cuma untuk memanfaatkan ginjalnya." jawab Rania dengan nada cuek dan tidak peduli dengan Zia.
"Yah,dia sudah mengorbankan ginjalnya untuk ibu,tapi sayangnya ibu tidak menyukai dirinya..dasar gadis bodoh." ucap ibu Rania yang ikut tidak peduli dengan nasib Zia yang sudah mereka manfaatkan.
...****************...
Rumah sakit lain..
"Bagaimana sayang??dia tampan sekali bukan??mirip seperti ku..hehe." gurau Randy sambil mengelus-elus pipi bayinya.
"Iya,dia memang sangat tampan..bayi ku yang lucu." jawab Cintya tersenyum sembari mencium bayinya.
"Aku sudah tidak sabar ingin membawanya menemui ibu dan kak Rania."ujar Randy.
"Lalu bagaimana dengan perempuan itu??" tanya Cintya sesaat menyinggung Zia.
"Siapa??si pendonor ginjal itu??" tanya balik dan dengan santai nya menyebut Zia si pendonor ginjal.
Cintya hanya melihat Randy tanpa mengulang lagi pertanyaannya.
"Kamu tenang saja,secepatnya aku akan bereskan dia..Kamu cukup fokus saja dengan kesehatan mu agar cepat pulih dan juga bayi kita." kata Randy sambil mengecup dahi Cintya dengan lembut.
"Ngomong-ngomong apakah kamu sudah menemukan nama yang cocok untuk bayi kita??" tanya Cintya langsung mengalihkan pembicaraan nya.
"Haha..belum,aku masih bingung harus memberi nama apa untuk bayi kita." jawab Randy sambil tertawa kecil.
"Kamu ini,apakah kamu jadi bodoh sekarang.ck.." ujar Cintya sambil menggelengkan kepalanya.
Randy masih tertawa dengan polosnya.
...****************...
Zia masih tampak murung diatas ranjangnya.Saat waktunya makan pun ia merasa tidak bersemangat.
"Huft..Bahkan untuk makan saja aku merasa tidak berselera.Seharusnya Randy ada disini sambil menyuapi ku." keluh Zia lagi.
"Dimana kamu sebenarnya Randy??kenapa kamu sangat sibuk sekali??apa kamu mulai melupakan istri mu??" keluh Zia sambil menarik nafas panjangnya.
Dan tidak berapa lama seseorang pun datang dan memasuki kamarnya.Zia seketika tersenyum karena mengira Randy yang datang menemuinya.Tapi ternyata Aurel sang kakak sepupunya,yang sudah sangat lama tidak bertemu dengannya sejak Zia menikah.
"Kakak."seru Zia terkejut saat melihat kedatangan Aurel menemuinya.
puaskan balasdendanmu Zia