Khayra menikah dengan Ferdinan hanya karena memenuhi sebuah perjanjian perjodohan yang telah dilakukan oleh kedua orang tua mereka yang telah bersahabat sejak lama.
Tapi malang tidak dapat dihindar, pada malam pengantin mereka, justru Khayra malah menghabiskan malam pertamanya dengan pria lain. Saat terbangun dia malah mendapati tidur dengan Barra mantan kekesihnya yang ternyata adik iparnya.
Meski status mereka sudah berubah, namun Barra tetap memiliki rasa kepada kakak iparnya itu. Sampai suatu saat Ferdinan mengetahui hubungan terlarang itu. Dengan semena-mena memberi tahu tentang rasa terlarang itu kepada seluruh keluarga.
Padahal Ferdinan sendiri sedang menjalin kasih dengan adik tiri Khayra.
Akankah Barra dan Khayra bisa mendapatkan bukti perselingkuhan Ferdinan, dan akankah bukti itu nantinya menjadi kunci bagi Khayra dan Barra untuk bersatu?
Novel ini hanya hasil halu penulis semata. Jangan di tiru jika tidak sesuai norma.
IG. reni_nofita79
fb. reni nofita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9. ONE NIGHT with IPAR
Barra menatap Khayra. Pria itu ingin mengatakan semuanya dengan jujur. Namun masih memikirkan apa yang akan Ferdi lakukan jika mengetahui dia dan Khayra telah lama saling kenal.
Barra tersenyum miring menanggapi ucapan Ferdi. Tampak dia menarik napas panjang sebelum mengucapkannya.
"Aku dan Khayra emang sudah saling mengenal. Aku mengenalnya saat membeli sesuatu di super market tempat dia bekerja. Paham!" ucap Barra.
"Jadi intinya kalian berdua telah saling kenal. Pantas kamu membela dia matian."
Khayra yang udah berdiri lagi memandangi Ferdi dengan raut wajah marah. Dia masuk ke apartemen dan membatalkan niatnya memberi sarapan.
"Belajarlah menghargai orang lain sebelum minta dihargai. Kehidupan ini bukan hanya tentang memiliki, tetapi tentang menghargai dan bersyukur atas yang sudah kita miliki.Penting menghargai perasaan orang lain, karena itu sangat berarti bagi dia, walaupun mungkin tak berarti apapun buat kamu," ucap Barra.
"Jangan mengajari aku, Barra. Aku tahu siapa yang pantas dihargai, dan siapa yang pantas di hina."
Ferdi masuk setelah mengucapkan itu. Pria itu melihat Khayra yang sedang memasak mie instan. Pria itu menarik baju wanita itu agar berbalik menghadap dirinya.
Berada sedekat ini dengan Ferdi, Khayra dapat mencium bau alkohol yang kuat di tubuh pria itu. Dapat dipastikan jika suaminya itu sedang mabuk.
Khayra mematikan kompor dan memilih pergi, namun kembali bajunya di tarik Ferdi sehingga langkahnya tertahan.
Baju yang Khayra gunakan hingga robek karena kuatnya tarikan Ferdi. Pria itu menatap Khayra dengan mata merah menyala.
"Ada hubungan apa antara kamu dan Barra?" tanya Ferdi.
"Kamu sudah dengar sendiri jika aku dan Barra tidak ada hubungan apapun."
"Aku tak percaya jika kamu dan Barra tidak memiliki hubungan apa pun!" teriak Ferdi.
"Aku tahu wanita macam apa kamu. Dasar wanita murahan, pe*la*cur. Apa kau tak cukup menikah denganku saja dan mulai mendekati adikku. Jika aku mendapatkan bukti kamu selingkuh dengan Barra, aku pastikan akan membunuhmu secara perlahan!" ucap Ferdi dengan suara yang tetap tinggi.
Khayra melepaskan tangan Ferdi yang mencengkeram bajunya. Dia balas menatap Ferdi dengan mata menyala. Kesabarannya mulai terkikis.
"Apa maumu? Jika aku memang ada hubungan dengan Barra, apakah kamu akan menceraikan aku? Aku siap detik ini juga kamu menjatuhkan talak bagiku!" teriak Khayra.
Mendengar ucapan Khayra, Ferdi kembali mendekati wanita itu dan tanpa Khayra duga, tangannya melayang menampar pipi Khayra keras.
Khayra memegang pipinya yang terasa panas. Dia menatap Ferdi dengan mata melotot.
"Aku mau kita cerai!" ucap Khayra. Tidak ada air mata walau dia merasa pipinya sangat panas dan perih. Wanita itu tidak ingin terlihat lemah di mata suaminya itu.
"Jangan mimpi. Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu. Apa lagi jika aku dapat bukti hubunganmu dengan Barra. Aku akan membuat kamu menderita dan mati perlahan!"
Khayra tetap tidak bergeming dari tempat dia berdiri. Tidak ada rasa takut di dirinya. Dia bahkan menatap mata Ferdi.
"Dasar pecundang! Kau menuduh aku berselingkuh. Padahal dirimu sendirilah yang melakukan itu. Apa kau kira aku tidak tahu kelakuanmu di luar sana? Wanita itu yang mengangkat ponselmu saat aku mencoba menghubungi kamu. Apa yang dilakukan dua orang dewasa di kamar hotel jika memang tidak melakukan hubungan badan!"
Khayra dan Ferdi saling bertatapan. Tidak ada yang mau mengalah. Bagi Khayra harga dirinya merasa terhina karena Ferdi yang mengatakan dirinya wanita murahan.
...****************...
semoga cerita2 berikutnya jauh lebih bagus lagi..
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu