JANGAN LUPA DUKUNG KARYA INI YA!
🌸Setelah tiga tahun menikah, Arjuna mengomentari istrinya sangat membosankan, tapi orang yang membosankan inilah yang melemparkan perjanjian perceraian di wajahnya pada perayaan ulang tahun perusahaan di depan semua orang, yang membuatnya kehilangan muka.
tetapi siapa sangka, setelah berpisah, Arjuna malah merasa sangat menyesal karena telah menyia-nyiakan istrinya, dan memulai mengejar cinta istrinya kembali.
Mampukah Arjuna kembali memperjuangkan kepercayaan dan cinta Luna kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Bekerja sama
"Sudahlah Dias. Lagipula aku juga tidak peduli jika dia ada disini. Sebaiknya kita pergi sekarang" Ucap Luna kemudian yang terlihat begitu acuh tanpa memperdulikan keberadaan Arjuna.
"What?" Arjuna mendecah. Ia tidak menyangka akan di acuhkan begitu saha oleh Luna.
Keduanya pun berlalu begitu saja meninggalkan Arjuna yang masih mematung di tempatnya. Mata Arjuna masih menatap punggung Luna yang sudah menjauh dengan hati yang kecewa.
"Apa aku terlalu berharap jika Luna akan ramah kepadaku?" Batin Arjuna dengan kepala tergeleng.
Siang itu. Luna merasa sangat gelisah. Kedatangan Arjuna ke kantor mereka, tentu membuat pertanyaan besar untuk Luna.
Berbagai persepsi ia pikirkan begitu saja. Karena ia begitu mengenal Arjuna, dan siapa pria itu. Hidupnya tidak akan tenang, jika keberadaan dirinya di ketahui oleh Arjuna.
Setelah jam makan siang selesai. Luna buru-buru untuk kembali ke kantor. Bukan tanpa alasan, ia ingin segera menemui atasannya dan menanyakan perihal kedatangan Arjuna ke kantor mereka.
Di saat perjalanan masuk, Luna menghentikan Dias secara tiba-tiba, "Eh Dias! Kamu pergi dulu ke ruangan kerja ya! Aku mau menemui Bos dulu" Kata Luna berpamitan. Dias yang memang mengerti pun hanya mengangguk mengiyakan, lalu mereka pun berpisah karena Luna harus menaiki Lift untuk menuju ruangan milik atasannya.
Setelah sampai disana. Luna mengetuk pintu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!"
Luna pun masuk setelah mendapat jawaban dari atasannya dari dalam ruangan.
Setelah melihat siapa yang datang, membuat Pak Gibran mengerti. Kedatangan Luna kali ini pasti ingin menanyakan masalah kedatangan Arjuna ke kantor mereka. Karena sejatinya, Pak Gibran juga mengetahui hubungan keduanya yang sedang tidak baik-baik saja saat ini.
"Maaf Pak mengganggu!" Kata Luna sopan.
Pak Gibran menatap teduh wanita yang ada di hadapannya, "Tidak apa Luna. Silahkan duduk" katanya mempersilahkan.
Luna pun duduk di kursi depan meja pak Gibran, sementara pak Gibran masih menatap Luna dengan tersenyum manis, "Kedatangan mu pasti menanyakan masalah Arjuna bukan?" Tanya Pak Gibran langsung, yang di balas anggukan kepala oleh Luna. Pria itu memang selalu mengerti pikirannya. Begitulah pikir Luna.
"Arjuna telah menandatangani serial televisi di perusahaan kita. Untuk membuat perusahaan kita semakin maju, kita perlu bekerja sama dengan perusahaan ternama seperti perusahaan Arjuna, agar perusahaan kita juga ikut bersinar seperti perusahaan Arjuna. Saya harap kamu bisa mengerti dan tidak membawa masalah pribadi ke dalam pekerjaan. Ini semua juga untuk karir mu. Jika film mu bisa bersinar, maka namamu juga akan bersinar" Pak Gibran menambahkan.
Luna hanya bisa mengangguk mengerti. Ia langsung memahami niat atasannya, "Saya minta maaf pak. Bapak jangan khawatir akan masalah hubungan saya bersama Arjuna. Saya akan tetap profesional dan tidak akan melibatkan masalah pribadi ke masalah pekerjaan" Jawab Luna tegas.
Pak Gibran menghela nafas lega ketika mendengar perkataan Luna, "Terimakasih Luna. Saya khawatir kamu akan melepaskan kesempatan emas ini setelah bersusah payah berusaha selama ini ketika mengetahui jika harus bekerja bersama perusahaan Arjuna" Ucap Pak Gibran khawatir.
Luna hanya bisa tersenyum tipis, berusaha menutupi gejolak hatinya yang sedih. Namun sekuat apapun ia menutupinya, nyatanya ia masih tidak bisa menahannya.
"Kalau begitu saya permisi pak!" Ucap Luna setelahnya. Dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Sekuat apapun ia berusaha melupakan pria itu, namun takdir selalu saja mempertemukan mereka. Bahkan dalam hal pekerjaan pun harus berhubungan bersama Arjuna.
Luna yang sudah hendak pergi, namun kembali bertanya, "Apakah pemeran utamanya adalah Natasha?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Luna.
Pak Gibran merasa tertegun sejenak, lalu kemudian akhirnya menjawabnya, "Tidak! Natasha sudah lama tidak bekerja dan memerankan tokoh utama di perusahaan Arjuna."
"Aku rasa Natasha akan menikah bersama Arjuna. Itu sebabnya ia sudah tidak bekerja" Pak Gibran menambahkan.
Ketika mendengar itu, hati Luna merasa sakit dan kecewa.
"Tidak di sangka, akhirnya mereka akan menikah juga. Ternyata aku yang terlalu berharap bahwa Arjuna masih mencintai aku" Batinnya sedih.
Terimakasih Pak! Saya permisi untuk pergi" Ucap Luna, lalu menunduk hormat sebelum meninggalkan tempatnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
jangan lupa untuk like dan komen ya ☺️
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘
iyalah bknnya Luna udah sepantasnya gt krn klian udah bercerai Juna
😀😀😀😀😀😀😀