Tak sengaja Rena melihat suami nya sedang bersama dengan seorang wanita, padahal dia sedang dalam kondisi hamil 3 bulan, dari awal sebelum menikah dia sudah mengatakan bahwa dia paling tidak suka di bohongi, dan suami nya mengiyakan permintaan nya.
Namun setelah melihat apa yang di lakukan suaminya Rena pergi dan berniat untuk menuntut cerai. Rena adalah gadis bercadar yang kecantikan nya hanya di perlihatkan kepada suaminya, dia tidak pernah membenci seseorang, tapi dia paling benci di bohongi apa lagi itu suami yang di cintai nya.
suaminya sudah berusaha untuk membuat Rena kembali dan percaya, namun semua sia - sia. tiba - tiba datang seorang gadis berjilbab yang Rena lihat waktu itu bersama suami nya. gadis itu melemparkan sebuah kunci kepada Rena, sambil menangis dia mengatakan.
"jika kamu ingin mencari kebenaran ambil kunci ini, jika tidak buang lah, namun jangan pernah membenci nya, karena Malaikat pun akan membencimu walaupun kau berbakti kepada orang tua mu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frangki s, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 Tugas kelompok
Setelah selesai dari pertemuan mereka di Kampus, sampai lah Awan dan Raka di Kantor mereka.
"Rak' Kamu kedalam saja. Aku mau langsung balik ke Rumah dulu, Ada yang mau ku kerjakan.
Nanti untuk urusan Meeting sebentar, Kamu saja yang hadir ya Rak''.
" Oke' Kamu istirahat saja dulu, Nanti besok sore kita cari alamat yang Ical kasih tadi."
"Makasih ya Rak' Aku terlalu banyak merepotkan kamu."
"Itu sudah tugas ku, Nanti kalau ada apa - apa tentang Meeting, Aku hubungi kamu."
Awan pun pergi sambil membawa Mobil operasional Kantor, Sementara Raka berjalan masuk kedalam Kantor.
"Selamat sore Pak Raka'' Kata Satpam sambil membukakan pintu masuk.
" Sore' Apa tamu nya sudah datang?"
"Sudah Pak' Mereka baru saja datang dan sudah menunggu di ruangan Meeting". Kata Satpam.
Raka pun berjalan kearah ruangan Meeting.
Setelah sampai di Rumah, Awan segera melepaskan baju nya dan mandi. Awan mulai membuka lemari Besi nya dan mengambil sebuah buku yang berwarna Hijau, Yang di jadikan nya sebagai Buku Diary, Dia pun mulai menulis beberapa kalimat.
"Setelah sekian lama, Akhirnya aku mendapatkan info tentang kamu, Ingin rasanya bertemu dengan mu. Andai saja kamu tahu betapa siksa nya diri ini sejak pertemuan kita waktu itu. Semoga belum ada yang memiliki Hatimu, Karena hanya aku lah yang berhak memiliki nya."
Setelah selesai Awan pun kembali memasukan Buku itu dalam lemari Besi nya. Dia pun tertidur dengan perasaan bahagia,kali ini dia tertidur pulas tanpa harus meminum pil tidur seperti kemarin.
***
Rena segera merapikan buku dan alat tulis nya.Begitu pun dengan kedua sahabatnya.
"Dewi' Nanti tolong bantuin aku ya untuk mengerjakan tugas?" Kata Santi memohon.
"Iya' Kita mau kerjakan tugas nya di kos aku atau di Rumah kamu." Kata Dewi.
Dia memang tidak bisa menolak permintaan manja dari sahabatnya ini, Karena Santi selalu membantu nya dalam urusan keuangan. Jika dia belum dapat kiriman dari Kakaknya, Santi lah tempat dia meminjam.
Bahkan Santi dengan senang hati mau meminjamkannya. Giliran Dewi mau membayarnya, Santi malah menolak dengan alasan tidak mengingat bahwa Dewi pernah meminjam uang padanya.
"Kita kerjakan tugasnya di Rumah aku saja, lagian Papa sama Mama kangen tahu sama kamu." Kata Santi.
"Ren' Kamu ikut kan?" Nanti kalau pulang biar aku yang antar kalian pulang." Kata Santi.
"Iya' Aku telpon Abi dulu ya."
Mendengar ucapan Rena mereka berdua pun, sontak memeluk Rena.
"Makasih ya Ren.." Kayaknya aku harus memberikan Dosen kita bonus deh." Kata Santi.
"Kenapa di kasih bonus?" Kata Rena heran.
"iya dong! Kalau bukan karena tugas yang dia kasih, Mana mungkin kamu mau ikut sama kita, Iya kan Dew." Kata Santi sambil mencubit Dewi di sampingnya.
"Iya Ren' Kamu tahu tidak, Kita itu selalu berharap kamu itu bersama kita, Jalan bertiga atau makan - makan." Kata Dewi.
Rena hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan kedua sahabat nya. Selama ini Rena selalu pulang ke Rumah selepas kuliah, Namun karena ada tugas kelompok dan harus di berikan besok , Jadi kali ini Rena belum bisa langsung pulang ke Rumah.
"Sebentar ya....Aku telpon Abi dulu, Takut Abi khawatir kalau aku tidak kasih kabar." Kata Rena sambil mengambil ponselnya dan menelpon Abi nya.
"Assalamu'alaikum Abi."
"Waalaikum' Salam." Jawab Abi nya.
Abi' Rena belum bisa langsung pulang ke Rumah, Soalnya lagi ada tugas kelompok Bi.."
Iya tidak apa - apa, Tugas nya mau kerjakan di mana?"
"Tugas nya mau kerjakan di Rumah Santi Bi...Bertiga sama Dewi."
"Kalau sudah selesai kabarin Abi lagi ya..., Nanti Abi suruh Usman buat jemput kamu."
"Tidak usah Bi...Rena tidak mau merepotkan Bang Usman." Kata Rena.
"Terus kamu pulang bagaimana, Kan sudah malam." Kata Abi nya dengan perasaan khawatir.
"Rena sama Dewi nanti pulang nya di antar sama Sinta Bi."
"Tenang saja Abi! Rena insha Allah aman, Nanti Sinta yang antar pakai Mobil." Kata Sinta yang dari tadi cemas, Takut Rena tidak dapat izin dari Abi nya.
"Iya' Nanti pulang nya jangan terlalu larut malam, Tidak baik Anak gadis di luar malam - malam." Kata Abi nya.
"Terima kasih Abi' Nanti Rena kasih kabar kalau sudah sampai di Rumah Santi."
"Iya hati - hati di jalan, Assalamu'alaikum."
"Waalaikum'Salam" Kata Rena sambil menutup telpon nya.
Mereka bertiga pun berjalan menuju Mobil Santi yang terparkir, Tiba - tiba ada yang mengucapkan salam dari arah belakang.
"Assalamu'alaikum" Kata Pak Vikal."
"Waalaikum'Salam" Jawab mereka bertiga.
"Ren' Bisa bicara sebentar?"
"Ada apa ya Pak! Soalnya kita lagi buru - buru, lagi ada tugas yang mau di kerjakan." kata Rena menjelaskan takut Pak Vikal tersinggung. Dia tahu ucapan Abi nya waktu itu pasti membuat Vikal sakit Hati.
"Apa Abi belum juga berubah pikiran? Apa tidak ada lagi kesempatan aku, Buat membuktikan kalau aku layak jadi Suami kamu?" Kata Vikal penuh harap. Karena sampai saat ini dia masih belum mengerti kenapa dia di tolak oleh Abi Rena.
Mendengar ucapan Vikal sontak Dewi dan Sinta kaget tak percaya.
"Pak Vikal' Bukanya tidak layak, Hanya saja Abi belum mendapat petunjuk dari sholat Istikharah nya."
Kata Rena menjelaskan agar Vikal mau mengerti, Sebenarnya Rena malu menjelaskan soal ini, Tapi hal ini harus dia katakan sama Vikal, Dan berharap agar dia mengerti.
Vikal pun tersenyum mendengar penjelasan dari Rena, Dia pikir Rena telah di jodohkan dengan pilihan Abi nya, Sehingga lamarannya waktu itu di tolak.
"Baiklah sekarang saya mengerti kenapa Abi menolak lamaran saya. Berarti Aku akan terus berdoa agar Abi mau menerima ku sebagai calon Suami kamu, Karena untuk saat ini hanya itu yang bisa aku lakukan."
Mendengar jawaban dari Vikal Rena hanya bisa terdiam, Kemudian Rena berkata.
"Kalau begitu kami permisi dulu Pak' Soalnya tidak enak di lihat orang, Semoga Allah menjawab doa nya Pak Vikal' Assalamu'alaikum." Kata Rena sambil berjalan dan di ikuti kedua sahabat nya yang dari tadi bingung seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan Pak Vikal.
"Waalaikum Salam' Hati - hati di jalan." Kata Vikal dengan penuh rasa bahagia, Dia mengira Rena berharap dia jadi calon Suaminya, Padahal Rena berkata begitu hanya untuk memenangkan Hatinya.
***
Setelah mereka melewati gerbang Kampus Sinta langsung bertanya sama Rena. Dia sudah tidak sabar dari tadi begitu pun dengan Dewi.
"Ren' Jadi benar apa yang di katakan Pak Vikal? Dan
dia melamar kamu?" Kata Sinta masih tidak percaya.
"yang di katakan Pak Vikal memang benar, Tapi Abi menolak lamaran nya." Kata Rena menjelaskan.
"Aku sampai kaget loh Ren' Abi kamu menolak lamaran nya Pak Vikal. Kurang apa dia coba." Kata Dewi.
"Iya ya, Seandainya itu aku jangan kan di lamar, Kawin lari pun aku mau." Kata Santi sambil terus mengemudikan Mobilnya.
"Abi melakukan itu karena, Abi belum mendapatkan jawaban dari sholat Istikharah nya. Abi mau aku mendapatkan Suami yang betul-betul bisa menjaga dan menyayangiku. Makanya Abi melakukan sholat Istikharah, Karena Abi takut dengan pilihannya sendiri, Kalian paham kan?" Kata Rena berusaha menjelaskan kepada kedua sahabatnya.
"Oh aku mengerti sekarang." Kata mereka berdua. padahal mereka berdua tidak tahu apa - apa tentang sholat Istikharah.
***
Sepeninggalnya mereka bertiga terlihat seorang Wanita yang tidak senang melihat Rena dan Vikal berbicara, Sambil meremas Botol minuman di tangan nya dia berkata.
"Aku pasti akan membuat kamu malu di depan semua Orang Rena, Tunggu saja pembalasan ku."
tapi kalau pemeran utama pria harus mengemis dan menderita baru dimaafkan
kalau sudah begini dimana keadilan yang harus ditegakkan
kok g pernah dgr,
boleh kasih penjelasan lbh akurat, atau vid ulama y membahas@?
gk rela kayaknya nya klo ud end😔😢
blm tau ke benaran yg pasti sikapnya begitu ke suami dr segi mn solehanya thor...sorry...
banyak kejutan" dari masing"tokoh tentang jati dirinya
pokok nya keren alur ceritanya