Karena sebuah kesalah pahaman memisahkan mereka tapi di pertemukan kembali di saat yang tak terduga.
Delia dan Leon kisah mereka yang belum terselesaikan kan akhir nya di pertemukan kembali lewat seorang anak kecil.
Apakah kisah cinta mereka akan berakhir bahagia ? atau menemukan pasangan hidup masing-masing !.
Cerita ini cuma halu semata ya, untuk menghilangkan jenuh othor jadi semoga suka😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angel Dy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengingatnya Kembali
Sesampai nya di kamar aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena tak tahan berlama-lama dengan makeup yang melekat di wajah ku.
Di bawah guyuran air shower yang mengalir tiba-tiba pikiran ku teringat akan perkataan Abang di mobil tadi. "Bagaimana kalo dia sudah punya pasangan atau lebih parah sudah berkeluarga". Sebenernya saat mendengar perkataan itu membuat hatiku sedikit terusik,
Aku takut yang di katakan Abang benar adanya.
Sebenernya sudah berkali-kali keluarga maupun para sahabat menasihati ku untuk belajar menerima kenyataan dan jangan berlarut dengan masa lalu, bagi mereka "Anggaplah kalian bukan jodoh" Itulah perkataan yang selalu di katakan mereka.
Tapi aku masih berusaha meyakinkan diri bahwa dia pun masih menungguku walau tak kupungkiri rasa lelah mulai menghantui hati karena berharap pada sesuatu yang belum pasti.
Aku pun tersadar dari lamunan di saat merasakan tubuh mulai menggigil karena terlalu lama di kamar mandi.
Karena itu Aku bergegas menyelesaikan mandi dan langsung berpakaian dan menyempatkan solat terlebih dahulu.
"Dek kamu udah tidur." Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar di saat aku baru selesai melipat sajadah
"Belum bang aku baru selesai solat malam kenapa." Setelah itu langsung bergegas membukakan pintu
"Gpp Abang cuma tanya aja kamu gak marah kan sama Abang karena masalah di mobil tadi." Memandang ku setelah mendudukan diri di tepi ranjang
"Enggak lah buat apa aku marah,Abang gak ada salah kan cuma bertanya aja trus aku jawab. Kecuali Abang nanya karena ada maksud lain." Penjelasan panjang lebar yang ku berikan malah di balas dengan tawa olehnya
"Wkwk iya sayang Abang cuma takut aja kamu marah. Ngomong nya biasa aja gak perlu sampe maju gitu bibir nya yang ada bikin Abang pengen cubit kamu." Mendengar perkataan Abang membuatku melempar bantal ke arah nya dan sial nya malah di tangkap oleh nya.
"Kurang keras lempar nya kamu mah lemah."
"Udah deh bang jangan coba-coba cubit pipi aku lagi kalo gak besok aku aduin sama ayah, Yang kemaren aja nyeri nya belum ilang." Sambil berkata aku melindungi kedua pipi dengan tangan
"Dasar aduan malu sama umur, kamu besok kerja dek..?" Setelah merebahkan tubuhnya di sebelahku. begini lah kami jika sudah bercerita bisa sampai tertidur di ranjang yang sama tapi di saat aku benar-benar terlelap abang akan kembali ke kamarnya
"Lah iya dong besok kan hari Jum'at bukan weekend Abang."
"Abang mana ngintungin hari, Tau sendiri kepala udah ngebul gini mikirin kerjaan sama kertas setumpuk tiap hari. weekend aja kadang Abang kerja kamu kan tau." Omelnya sambil memelukku
"Heheh iya sih Abang sibuk apalagi akhir-akhir ini tapi masih aja sempet baperin anak orang sana sini untung temen ku udah punya pawang semua."
"Jangan salahin abang dong, Salah imin mereka yang lemah abang mah maklum aja. Mereka kalo udah liat abang pasti gak kuat liat wajah titisan Lee min hoo gini."
"Ya ampun sumpah narsis banget sih yang lebih ganteng banyak kali bang bukan situ aja." Sambil menabok lengan nya yg memeluk tubuhku
"Heh kdrt sama abang sendiri pedes tau tabokan kamu, gak ngira-ngira kek Mak tiri aja."
"Sukurin lagian gemes aku punya abang satu narsis nya kebangetan." Sambil memandang sinis ke arahnya
"Sumpah gak beryukur banget kamu punya abang seganteng ini... ya Allah kalo bisa di tuker boleh gak minta adek yang titisannya kaya ibu peri jangan yang kayak Mak tiri yang di sebelah ku." Ucap Abang sambil mengangkat tangan seolah berdoa dengan wajah yang di buat semelas mungkin
"Asli Abang belum minum obat ini sana deh balik ke kamar jangan bikin aku stress sama kelakuan abang yang tambah aneh gitu, Ini nih akibat kebanyakan cewek sawan sendiri akhirnya." Sambil mendorongnya keluar dari kamar dan langsung menutup pintu
"adek kamu jahat sama abang liat aja besok." Sambil berteriak dan menggedor pintu kamar
Karena tak mau ambil pusing aku hanya mengabaikan nya saja dan mendengarkan langkah kaki nya yang mulai menjauh.
Seperti inilah kami jika sedang senggang pasti akan menghabiskan waktu bersama, karena itu banyak orang yang tak mengenal kami mengira kami berpacaran.
Dikarenakan besok masih harus masuk kerja aku bergegas tidur untuk mengarungi alam mimpi bersama para pangeran berkuda ku dan dayang-dayang nya.
🍃🍃🍃