Apa yang kalian pikirkan ketika kalian bertransmigrasi ke dunia 'Otome Game' yang kalian kenal dan menjadi seorang Pangeran?
Bahagia? Merasa hebat? Mencari banyak gadis di sekolah dan membuat Harem? Setidaknya ... itu bukan sesuatu yang Reinhart pikirkan.
Menjadi seorang Pangeran dalam sebuah 'Otome Game', Reinhart pikir dirinya hanya perlu menghindari MC dan hidup normal. Hanya saja, semua tidak semudah yang dia bayangkan.
Kekacauan yang dibuat oleh bandit dan organisasi gelap, pertarungan strategi karena perebutan tahta, bahkan ada invasi dari monster dan iblis yang mengerikan!
Reinhart yang harus menghadapi kisah di luar pengetahuannya hanya bisa bertanya-tanya.
'Bukankah dunia ini adalah Otome Game? Omong kosong suci! Sejak kapan Otome game menjadi begitu gelap dan sekejam ini?!'
Ya. Begitulah kisah Reinhart yang mencoba bertahan di 'Dunia Indah' itu dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kei L Wanderer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Secepat Ini?
Menjelang siang, ketika pergantian jam pelajaran.
"Kenapa tampak begitu lelah, Pangeran Reinhart?"
Melihat Reinhart yang duduk dengan ekspresi lesu, Aiden merasa agak penasaran. Tidak seperti biasanya, pemuda itu tampak letih dan mengantuk. Padahal, biasanya Reinhart tampak tak acuh, sama sekali tidak lelah ... apalagi mengantuk.
"Bukan apa-apa."
Duduk di kursinya, Reinhart menjawab dengan nada datar.
Pemuda itu benar-benar lelah. Mengingat bagaimana dia melakukan latihan fisik seperti yang diperintahkan oleh Professor Elin, Reinhart tersenyum pahit.
Dia bahkan masih merasakan sakit di pergelangan tangan dan kakinya!
"Hmmm ..."
Melihat Reinhart masih menyendiri seperti biasa, Aiden mengangguk ringan. Dia kembali ke tempat duduknya. Hanya bisa menebak-nebak alasan kenapa pemuda itu bisa berubah.
'Reinhart tampan, populer, dan belum memiliki tunangan. Tunggu ... dia belum memiliki tunangan?! Jangan bilang?!'
Aiden menatap ke arah Reinhart dengan ekspresi tidak percaya.
Sementara itu, Reinhart yang merasakan tatapan aneh Aiden merasa lebih marah. Mengabaikan Pangeran dari Kerajaan Mentari Emas itu, dia akhirnya memilih memejamkan mata. Mengistirahatkan tubuh sambil terus mendengarkan pelajaran.
Tanpa terasa, waktu berlalu begitu saja.
***
Selesai istirahat makan siang.
Jam berikutnya adalah mata pelajaran sekunder. Reinhart dan banyak siswa-siswi dari berbagai kelas pergi menuju ke kelas.
Dikarenakan pelajaran sekunder merupakan sebuah kursus khusus, itu lebih mirip kegiatan ekstrakurikuler di kehidupan Reinhart yang sebelumnya. Bedanya, para siswa di tempat ini memilih untuk mengikuti salah satu kelas. Tidak ada siswa yang memilih untuk tidak ikut kelas sekunder dan malah pulang.
Selain karena pelajaran sekunder itu terbilang menyenangkan karena sesuai dengan pilihan mereka masing-masing, para siswa tidak cukup bodoh. Mereka menghabiskan banyak uang untuk masuk ke Akademi Cahaya Bintang.
Di Akademi Cahaya Bintang, mereka semua mencari kekuatan. Belajar lebih banyak agar ketika lulus, paling tidak mereka bisa menjalani kehidupan lebih baik.
Meski hampir semua siswa di Akademi Cahaya Bintang adalah anak bangsawan, tidak semuanya akan mewarisi gelar bangsawan dari orang tua mereka. Bahkan jika mewarisi, sebagian dari mereka adalah anak dari Baron atau Viscount yang sebagian sudah cukup berat untuk membiayai sekolah.
Tentu saja, mereka semua tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang telah mereka dapatkan.
Jadi, kebanyakan siswa di Akademi Cahaya Bintang sebenarnya lebih fokus ke pembelajaran dan tujuan mereka masing-masing. Ya ... tentu ada beberapa pengecualian.
Para anak-anak dari Bangsawan Tinggi atau bahkan keluarga Kerajaan besar yang menyempatkan diri untuk mencoba mencari para gadis dan merasakan cinta. Termasuk Reinhart sendiri.
Tentu saja, sekarang dia harus fokus untuk menyambung hidupnya sendiri dan berusaha menghindari hal-hal tidak penting atau membahayakan dirinya.
Berjalan beberapa waktu, Reinhart dan siswa lain akhirnya sampai di sebuah ruangan kelas yang amat luas.
Di sana terdapat banyak sekali meja dengan alat pembuatan ramuan yang berjajar rapi.
Berbeda dengan pelajaran sekunder lain, pembuatan ramuan lebih populer karena Professor Elin. Sampai-sampai, jika seluruh siswa kelas 1 digabungkan, ruangan tidak akan muat.
Jadi, mereka akan datang untuk melakukan praktek secara bergiliran. Dua atau tiga kelas digabung menjadi satu.
Pada saat sampai di ruangan tersebut, Reinhart melihat sosok yang begitu familiar dari kelas sebelah.
Pemuda tampan dengan rambut hijau panjang bergelombang. Memiliki paras tampan dengan senyum lemah lembut yang tergantung di wajahnya. Ketika melihat pertama kali, kata 'baik hati serta lembut' adalah yang terlintas di benak siapa saja.
'Pangeran Xylon ...'
Pikir Reinhart dengan ekspresi buruk di wajahnya.
Benar-benar tidak menyangka akan bertemu target lain secepat ini!
no 2. wanita selalu benar dan
no 3. laki-laki selalu salah 😃