Anelia maharani adalah gadis cantik dan juga tangguh,mempunyai sahabat yng bernama cinta amelia,mereka berasahabat sejak kecil karna rumah mereka saling berdekatan,mereka tumbuh besar bersama sampai di bangku kuliah yang sama,dan jurusan yang sama,sampai suatu hari amel mendapkan cinta dari seorang CEO muda bernama Jonathan sanjaya.bagai mana ya jika Amel menyerahkan cintanya ke pada Anel.apa yang terjadi dengan Amel🤔
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
Amel sudah selesai bersiap, malam ini Amel begitu cantik dengan balutan mini dres berwarna merah senada. Amel berangkat menuju resto tempat dimana Nathan mengajaknya bertemu.
Sementara Nathan sudah terlebih dulu berada di sana, karna ia sudah tidak sabar untuk melamar gadis pujaan nya itu. Ya, hari ini Nathan berancana melamar Amel untuk menjadi istrinya.
Amel yang baru saja tiba di loby resto segera masuk dalam. Amel disambut oleh beberapa pelayan yang berada di depan pintu masuk resto tersebut.
"Selamat malam Nona Amel." sapa semua pelayan sambil menganggukan kepalanya
Amel menatap bingung dan hanya membalas anggukan mereka dengan menganggukan kepalanya juga.
"Mari Nona, tuan Nathan sudah menunggu anda." ucap salah satu pelayan itu.
"Trimakasih." ucap Amel. Dia langsung mengikuti langkah arah pelayan itu.
Amel melihat sekeliling restoran yang tampak sepi, tidak ada satupun pengunjung yang datang ke restoran itu. Hanya dirinya dan juga beberapa pelayang yang ia temui tadi.
"Nona, tuan Nathan berada disana." tunjuk pelayan itu dengan sopan.
Amel melihat Nathan tengah duduk di sebuah meja yang berhiaskan lilin dan bunga berbagai warna. Amel baru menyadari jika dekorasi restoran itu sedikit berbeda, dan dari tempatnya berdiri sekarang ini banyak bunga yang bertebaran di lantai menjadi alas kakinya menuju ke meja sanga kekasih.
Nathan tersenyum penuh arti saat Amel tidak juga bergerak ke arahnya. Dengan wajah terlihat begitu bahagia, Nathan pun menghampiri Amel di tempatnya berdiri saat ini.
"Sayang ini apa,kenapa hanya ada kita berdua?" tannya Amel saat Nathan sudah berdiri di depannya.
Nathan menatap kekasihnya dengan lembut."Aku memang sengaja menyewa Resto ini untuk hari spesial kita hari ini sayang." jawab Nathan
" Hari spesial? Memang ini hari apa saynk,aku tidak sedang ulang tahun. Dan hari jadi kita juga bukan hari ini dan ulang tahun mu sudah lama lewat kan." ucap Amel semakin bingung.
"Sekarang ikut aku." Nathan menggenggam tangan Amel lalu menuntunnya ke meja yang sudah Nathan siapkan.
Nathan menyuruh Amel duduk di kursi yang ada du meja itu, lalu Nathan segera mengambil sebuah kotak berwarna merah dari saku celananya. Memperlihatkan sebuah cincin berlian yanh begitu indah.
"Cinta Amelia, hari ini adalah hari spesial untukku karna aku berniat melamarmu dan menjadikanmu istri dan ibu dari anak- anakku. Amel maukah kau menikah denganku, menjadi istri dan ibu dari anak- anakku." ucap Nathan sambil berlutut di depan Amel.
Amel menatap Nathan dengan tatapan tidak percya, secepat inikah dirinya akan menjadi nyonya Sanjaya. Atau ini hanya mimpi Amel saja, jika memang ini mimpi Amel tidak ingin bangun dari mimpi ini.
"Sayang, kenapa kau diam?" tanya Nathan saat melihat Amel hanya diam dan menatapnya saja.
"Apa ini sungguhan, aku sedang tidak bermimpi kan?" tanya Amel masih tidak percaya.
Nathan bangkit dari posisinya lalu memasang kan cincin di jari manis Amel. Amel yang sadar jika ini benar sungguhan menatap Nathan dengan wajah penuh haru.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku sayang." ucap Nathan lagi.
"Tapi kau sudah memasang cincinnya kan." ucap Amel
"Tapi aku belum mendapat jawabanmu, dan aku ingin jawabanmu sayang."
Amel menganggukan kepalanya dengan perasaan malu tapi senang." Iya sayang, aku mau, sangat mau." Nathan langsung memeluk Amel erat. Ia begitu bahagia karna lamarannya di terima oleh sang pujaan hati.
Setelah acara lamaran di terima, mereka melanjutkan acara makan malam mereka dengan wajah berseri. Makan malam saat ini sangat berbeda, begitu terasa sangat indah,dengan bulan purnama menerangi malam yang indah itu. Seakan rembulan juga ikut bahagia melihat dua sejoli yang sedang merasakan kebahagiaan.
*****
Setelah malam itu,mereka memberi tau rencana mereka kepada klurga mereka masing masing. Keluarga Nathan sangat bahagia mendengar anak nya akan menikah. Dan begitu pun dengan kluarga Amel, mereka menyambut baik rencana pernikahan putri mereka.
"Selamat ya Mel gue bahagia lo bakalan nikah. Tapi gue sedih karna akan kehilangan lo, gak ada temen lagi dong gue, dan gak ada lagi yang di ajak ngerjain Ani." ucap Anel sedih
" Ehhh oncom, meskipun gue udah nikah kita itu tetep sahabat dan gue akan sering sering berkunjung kemari, dan untuk masalah ngerain Ani, gue akan tetap ada dan berada di barisan paling depan." ucap Amel semangat. Hingga semua yang berada di sana tertawa mendengar ucapan Amel. Kecuali Ani, di begitu kesal karna dirinya selalu menjadi bahan bulian dari dua kakaknya itu.
"Ibuk harap kamu bahagia ya nak, doakan Anel cepat dapet jodoh, biar gk jadi perawan tua." ucap Santi sembari melirik ke arah Anel. Sementara Anel hanya mendengus kesal mendengar ucapan ibunya.
"Pasti kok Buk, nanti pas acara lempar bunga, aku pasti arahinya ke Anel. Biar dia yang dapet buketnya, terus bisa nyusul aku dech." ucap Amel cepat.
"Cihhhh, tanpa itu juga aku bisa kok cari pasangan. Ibuk gak usah khawatir kali, aku kan cantik, jadi pasti banyak yang naksir." ucap Anel percaya diri.
Semua orang tertawa mendengar ucapan Anel yang begitu percaya diri. Mereka semua berharap jika dua sahabat itu bisa mendapat jodoh yang baik.
******
Hari yang di tunggu pun tiba, pernikahan Amel dan Nathan di laksanakan di sebuah gedung gereja yang terdapat di kota itu. Acara itu di lakukan secara sederhana, hanya di hadiri oleh keluarga kedua belah pihak, karna Amel sendiri tidak ingin ada perayaan karna belum siap sepenuhnya. Walaupun Amel sudah menerima lamaran itu, tapi entah kenapa Amel memilih pernikahan sederhana dan menutup akses publik untuk pernikahannya itu.
Seluruh keluarga Nathan sudah berada di geraja itu, tinggal menunggu keluarga dari pihak wanita saja. Dan Nathan sudah sangat tidak sabar dengan pernikahannya.
****
Kediaman Amel.
Semuanya sudah bersiap untuk segera menuju ke gereja, keluarga Amel dan keluarga Anel pun turut hadir karna mereka sangat dekat karna putri mereka bersahabat.
"Anel, tolong kamu panggil Amel. Dia itu lama sekali, mungkin keluarga Nathan sudah menunggu kita." ucap Mama Amel
"Baik tante." ucap Anel sambil berjalan menuju lantai atas kamar sahabat nya.
Sampai di depan kamar Amel, Anel langsung mengetuk pintu kamar sahabatnya itu, tapi sayangnya tidak ada sautan dari Amel ."Apa Amel sedang di kamar mandi ya." batin Anel.
Perlahan Anel memebuka pintu kamar sahabatnya itu dan langsung masuk ke dalam. Anel melihat kedalan kamar Amel tapi tidak napak sahabat nya itu, lalu Anel mencoba beralih ke dalam kamar mandi, tapi beberapa kali menggdor pintu kamar mandi, Anel tidak mendapat respon dari Amel.Anel yang panik karna takut terjadi sesuatu pada sahabatnya lalau mencoba membuka pintu kamar mandi. Tapi sayangnya Anel tidak mendapati Amel di sana, dengan semakin panik Anel segera turun ke lantai bawah untuk memberi tau kluarga Amel.
"Anel, kenapa kamu lari seperti di kejar setan nak, Amel mana? ini sudah siang, dan keluarga Nathan sudah menunggu kita." ucap Mama Amel.
"Tante_ itu tante_Amel tidak ada di kamarnya, Anel sudah mencari nya tapi tidak ada." ucapp Anel sambil menetralkan nafasnya
"Apaaaaaa." triak semua yang ada di rungan itu kompak
"Kamu jangan bercanda Anel, kita ini sudah sangat terlambat." ucap mama Amel dengan wajah takut
Anek menggeleng kuat." Aku tidak bercanda Tan, aku sudah mencari Amel kemana-mana, tapi dia tidak ada."
"Kamu sudah menghubungi ponsel nya nak?" tanya Papa Amel
"Anel sudah mencoba menelpon Amel om, tapi Amel tidak membawa ponselnya." jawab Anel cepat
Keluarga Amel semakin bingung di buat nya mereka tidak mengerti dengan jalan fikiran anak nya itu, padahal yang mereka tau Amel begitu bahagia dengan pernikahannya, tapi kenapa sekarang ia malah menghilang.
"Lebih baik kita brangkat dulu ke Gereja, kasian kluarga Nathan menunggu lama." ucap Papa Amel.
"Tapi Pa kita akan menjawab apa ke pada kluarga mereka." ucap Mama Amel
"Kita jelaskan saja yang terjadi Ma, kita tidak bisa menutupi semua ini pada mereka. Dan papa juga akan mencoba menyuruh orang untuk mencari Amel." ucap Papa Amel
Semua mengikuti ucapan papa Amel, karna memang tidak ada pilihan yang lain. Beberapa waktu kemudian mereka pun akhirnya sampai tempat acara. Keluarga Nathan menyambut kedatangan calon besan mereka dengan hangat, begitupun dengan Nathan ia menyambut kluarga calon istrinya itu dengan wajah penuh kebahagiaan.
Tapi sayangnya kehangatan dan juga kebahagiaan dari keluarga Nathan sangat berbanding terbalik dengan keluarga Amel, mereka semua menundukan kepala dengan wajah sedih yang begitu terlihat jelas di mereka. Mereka sungguh tidak tau bagaimana mereka harus menyampaikan kabar menyedihkan itu.
[Bersamsung]
dari pada panjang dan nunggu"
tp msh pnasaran
Jangan lupa mampir di cerita baru Author yang berjudul BATAS RASA, disana tidak menghadirkan satu permeran saja tetapi ada dua pemerean yang pastinya bakalan bikin Baper kalian😊
tapi yang marah" si Anel
,baru siamel datang nengok keadaaanya si Amel?
maksudnya apasih , bingung,yang ketabrak Amel atau Anel nih?